Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Lega


__ADS_3

"Memangnya Bos kamu ke mana?"


"Menemui Papanya. Ada hal yang sangat penting yang ingin dia tanyakan ke Papanya"


"Lebih penting dari diriku?"


"Tentu saja. Papanya adalah bos besar dan Bos Dito sangat menghormati Papanya"


"Maksudku bukan Papanya. Tapi, masalahnya. Apa masalah itu lebih penting dari diriku?"


"Pastinya begitu karena bos perginya dadakan. Bos Dito menyuruhku memberikan kotak kecil ini ke kamu dan air mineral ini" Ucap Angga di dalam mobil menuju ke bandara. Angga memakai mobil biasa agar tidak mencolok dan supaya perjalanan mereka ke bandara lancar tanpa adanya gangguan dari musuh-musuhnya The Zeto.


Cantika memangku lalu membuka kotak pemberiannya Angga. Wanita cantik itu menemukan sebuah pil dan kertas kecil bertuliskan, aku sudah pakai alat pengaman di penyatuan raga kita. Tapi, untuk lebih amannya kau buruan minum pil pencegah kehamilan ini.


Cantika sontak meremas kesal kertas kecil itu lalu tanpa menunggu lama ia menelan pil itu dan menenggak habis botol air mineral tanggung. Wanita itu kemudian bergumam lirih, "Awas aja kalau ketemu nanti, aku akan bikin kamu jadi perkedel karena kamu udah berani meninggalkan aku tanpa alasan kayak gini"


Angga menoleh sekilas ke Cantika untuk bertanya "Apa kau bilang barusan?"


Cantika menoleh ke Angga dan menjawab, "Nggak. Aku nggak bilang apa-apa" Wanita cantik itu langsung bersedekap, memejamkan mata dan bersandar di jok mobil.


Sial! Dia menunggu aku jatuh cinta padanya. Namun, di saat aku sudah menyerahkan diriku dan sudah jatuh cinta padanya, ia malah pergi begitu saja dariku dengan meninggalkan banyak tanya di benakku. Salah satunya adalah fotoku pas masih kecil, kenapa bisa ada di dia? Apa dia Kak Dito yang selama ini aku cari? kalau dia benar Kak Dito, berarti cinta kami adalah cinta terlarang. Padahal kami sudah tidur bareng. Batin Cantika


Setelah melakukan perjalanan selama dua hari satu malam, Cantika kembali ke rumahnya dan kedua orang tuanya langsung memeluk Cantika dengan tawa bahagia dan senyum kerinduan.


Sementara itu Dito berhadapan dengan soalnya dengan melemparkan rentetan pertanyaan, "Kenapa aku memiliki foto Cantika kecil dan Papa diam saja soal foto itu? Kenapa Papa tidak menjelaskan soal foto itu waktu aku tanya ke Papa foto siapa itu dan dari mana aku dapatkan foto itu? Lalu, siapakah Noah Baron yang sebenarnya? Apa benar dia Papaku? Lalu, Papa yang sekarang ada di depanku ini Papaku yang mana?"


John Murray diam seribu bahasa. Dia kemudian berputar badan untuk mengambil selembar kertas di laci meja kerjanya dan menyerahkan kertas itu ke Dito tanpa sepatah kata pun.


Dito menatap kertas yang ada di genggaman tangannya, "Apa ini, Pa?"

__ADS_1


"Itu hasil tes DNA. Bukti kalau kamu adalah putra kandungku. Namaku sebenarnya adalah John Murray. Aku memakai nama Zeto untuk lepas dari pantauan pihak berwajib dan badan intelejen"


"Lalu, Noah Baron?" Dito berucap sembari meremas kertas hasil tes DNA itu.


"Dia bukan Papa kandung kamu. Dia adalah orang yang menculik kamu dari Papa dan membunuh Mama kamu. Untung saja Papa segera menyusul kamu dan menyelamatkan kamu, lalu kita ........."


Dito sontak tertawa keras dan menghela napas lega beberapa kali sambil berkata dan berjingkat-jingkat riang, "Dia bukan Papa kandungku. Ah! Leganya. Noah Baron bukan Papa kandungku"


John Murray menatap tingkah anehnya Dito dan dengan menautkan kedua alisnya, pria paruh baya itu berkata, "Dia memang bukan Papa kandung kamu. Dia orang yang menculik kamu dari Papa dan membunuh Mama kandung kamu. Untuk itu kamu harus membalas dendam. Bunuh dia!"


Dito seketika berdiri mematung di depan papanya dan berucap, "Aku sudah tahu kebenaran soal ini, Pa. Maafkan aku kalau aku tidak akan .........."


"Celaka! Ada penyerbuan dari Steven Chan. Dia menginginkan kematian kalian berdua karena dia mengira kalau Cantika Putri Baron ada di sini" Salah satu dari anak buahnya John Murray tiba-tiba membuka pintu rumah kerjanya John Murray dan melangkah masuk dengan teriakan dan wajah panik


"Sial! Dia cerdas juga ternyata. Dia bisa menemukan rumah pribadiku secepat ini"


Dito berlari keluar dari dalam ruang kerja papanya sembari menoleh ke anak buahnya untuk berkata, "Kau segera pergi dan bawa helikopter ke sini untuk menjemput Papa dan menyelamatkan Papa. Cepat!"


"Baik, Bos" Sahut anak buahnya Dito sambil berbelok ke arah kanan.


Dito langsung bersembunyi di balik tembok ruang tamu dan mulai memuntahkan peluru yang ada di pistol kesayangannya dengan penuh kemarahan.


Steven Chan berbicara melalui Mega phone, "Serahkan Cantika Putri Baron. Dia adalah wanita pertama yang aku cintai dan ingin aku nikahi. Kenapa dia bisa ada di sisi kamu sekarang ini, Dito Zeto?! Aku yang duluan bertemu dengan si cantik itu. Jadi, serahkan dia ke aku?! Aku yang berhak memilikinya!"


"Pa, Ma, sepertinya aku sudah menemukan Kak Dito"


"Benarkah?" Batari langsung semringah dan mengedarkan pandangannya, "Lalu, di mana Kakak kamu?"


"Dia pergi dengan meninggalkan foto kecilku ini. Kak Dito mengalami amnesia, Mas. Dia nggak ingat tentang kita. Dia simpan fotoku tanpa tahu siapa yang ada di foto ini" Cantika menyerahkan foto dirinya ke mama cantiknya.

__ADS_1


"Siapa nama Dito saat ini?"


"Dito Zeto"


Noah langsung berlari ke ruang kerjanya. Cantika dan Batari langsung menyusulnya.


"Sial! Ternyata Dito diculik dan disekap oleh John Murray selama ini. Dia berganti nama selama ini. Pantas saja kalau aku tak bisa menemukan dia"


"Siapa John Murray?"


"Dia adalah Papa kandungnya Dito dan dia pula yang telah menyebabkan kecelakaan hingga merenggut nyawa ibu kandungnya Dito. Dia The Rat. Penjahat yang sangat berbahaya" Sahut Noah.


"Jadi, Kak Dito bukan Kakak kandungku?"


"Bukan" Sahut Batari dan Noah secara bersamaan.


"Ayo ikut Mama ke kamar! Biar Papa kamu lanjutkan pekerjaannya. Mama akan ceritakan awal mula Papa dan Mama bertemu dengan Dito ke kamu"


Dito meradang penuh kecemburuan dan dia semakin menggila dalam baku tembak itu.


Kecerobohan Dito karena ia bertempur dengan rasa cemburu, membuat timnya Dito kalah. Dito sampai terdesak ke rooftop. Steven Chan berhasil mengejar Dito sampai ke rooftop dan langsung berkata sinis, "Di mana Cantika? Di mana calon Istriku?" Sambil mengarahkan senapan canggih ke Dito.


Dito berteriak dengan wajah memerah penuh amarah dan kecemburuan, "Jangan sebut nama Cantika dengan mulut busuk kamu itu! Dia bukan calon Istri kamu! Kau dengar itu, hah?! Dia bukan calon Istri kamu!"


"Maka marilah kau kalau kau tak mau menyerahkan Cantika ke aku"


Saat itu juga, John Murray memeluk tubuh anaknya dan peluru yang dimuntahkan melalui senapannya Steven Chan, mengenai punggung John Murray. Namun, sayangnya peluru dari senapan canggih itu menembus punggung John Murray dan otomatis peluru itu bersarang di dada Dito.


Alhasil, Dito dan John Murray jatuh di atas lantai rooftop dengan bersimbah darah.

__ADS_1


__ADS_2