Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Hukuman


__ADS_3

Hanya dua detik saja Barnes membius sukmanya Amanda dengan ciuman lembutnya. Barnes lalu memegang kedua bahunya Amanda, menarik wajahnya dan memandangi Amanda yang masih memejamkan mata.


Barnes lalu melepaskan bahunya Amanda dan berkata, "Itu hukuman untukmu karena kamu ngeyel dan nggak mau nurut sama suami dan jika kau ngeyel lagi, aku akan kasih hukuman yang sama. Dan karena itu hukuman, kamu nggak boleh narik denda ke aku" dengan nada bicara yang sangat dalam dan tegas untuk menutupi rasa bersalahnya karena kecemburuannya yang sangat besar pada sosok Mikha, dia nekat mencium Amanda.


Amanda secara perlahan membuka kedua matanya dan memundurkan wajahnya sampai kepalanya terantuk kaca jendela ketika, ia membuka mata dan bersitatap dengan wajah garangnya Barnes.


Barnes terkejut melihat Amanda terantuk kaca jendela dan mengaduh. Barnes langsung menangkup kepalanya Amanda dan mengelus kepala belakangnya Amanda dengan wajah panik, "Kamu nggak apa-apa, kan? sakit nggak?"


Amanda mendorong dadanya Barnes lalu ia usap sendiri bagian kepalanya yang masih berdenyut dengan bibir manyun dia terus menghunus tatapan tajam ke Barnes.


Oooo, jadi yang dimaksud hukuman tuh ciuman di bibir? Cih! dasar gila! justru hukuman ciuman di bibir, lebih mengerikan daripada diikat di bangku dan disetrum. Eh! tapi sama sepertinya, sensasinya ciuman tadi kan, juga seperti disetrum. Aish! dasar mesum! Amanda bergumam kesal di dalam hatinya.


"Kita nggak usah pergi ke tempat kursus. Barnes lalu mengambil ponsel dari dalam saku kemejanya untuk mengetikkan pesan ke Leon agar Leon meminta ijin ke tutornya Amanda, Amanda Dirgantara tidak masuk kursus di hari itu. Lalu tanpa mengatakan apapun, Barnes memakai kembali sabuk pengamannya dan melajukan kembali mobil jeep mewahnya.


Amanda terus menoleh ke Barnes namun, ia tidak berani bertanya ke Barnes, ke mana mereka akan pergi.


Barnes menghentikan mobil Jeep mewahnya di sebuah tempat yang sangat bagus di pinggir kota. Danau Biru. Barnes mengajak Amanda ke Danau Biru milik almarhum Kakeknya.


Barnes mengajak Amanda untuk turun dari mobil. Amanda terpana akan keindahan di sekitar tempat itu. Bahkan dari kejauhan, dia bisa melihat sebuah danau dengan warna air biru kehijauan saat ia menuruni satu demi satu anak tangga yang harus ia lalui, untuk masuk ke dalam Danau Biru. Gadis berambut merah itu, semakin terpana saat ia melihat ternyata ada banyak murid dan tiga orang guru di sana.

__ADS_1


Amanda lalu menoleh ke Barnes saat mereka akhirnya tiba di Danu biru dan duduk di bangku kayu yang terpasang di depan danau bersebelahan dengan dua ayunan yang tergantung di ranting pohon yang berdaun sangat rindang, besar dan kokoh.


Barnes bisa merasakan kalau Amanda menoleh ke arahnya dan terus menatapnya namun, Barnes belum punya cukup nyali untuk bersitatap dengan Amanda kala itu. Rasa bersalah dan rasa malu masih menyelimuti Barnes setelah ia mencium bibir Amanda.


Barnes kemudian menghela napas panjang dan berkata dengan pandangan ke arah danau berair biru dengan sedikit kehijauan "Kita dulu pernah ke sini. Waktu kamu dan aku masih kelas dua SD. Kamu belum dijemput Mama kamu waktu itu dan karena Mamaku yang menggantikan almarhum Nenekku mengajar anak-anak jalanan di tempat ini maka, aku dan kamu dibawa sama Mamaku ke sini dulu sebentar. Kamu ingat?" Barnes berkata tanpa menoleh ke Amanda.


"Maaf, aku tidak ingat"


"Apa yang terjadi setelah kamu mengalami kecelakaan bersama dengan orang tua kamu?" Barnes mulai menoleh ke Amanda. "Apa kamu terkena benturan keras di kepala seperti tadi kau terantuk kaca jendela?"


"Entahlah. Kejadiannya sangat cepat. Saat itu, aku, Papa dan Mama pulang dari taman safari. Papa dan Mama mengajakku jalan-jalan saat itu dan pulangnya sore. Hari itu hujan gerimis. Jalanan agak sepi.........lalu tiba-tiba ......ada sebuah mobil dari arah berlawanan menabrak mobil Papa. Entah aku pingsan atau nggak tapi saat aku membuka mata, pandanganku buram kena cairan merah dan aku menemukan diriku dan Mama ada di atas aspal jalan, mobil Papa terbalik dan Papa masih berada di dalam mobil itu. Dan ada seseorang yang mengangkat tubuhku yang sudah tidak berdaya lalu setelah kami melangkah cukup jauh dari mobil Papa, mobil Papa meledak dan.........." Amanda lalu menutup kedua telinganya, menundukkan wajah sembari memejamkan kedua matanya lalu menangis terisak.


Barnes langsung merangkul bahunya Amanda, menaruh kepala Amanda di atas dadanya, lalu mengusap kepalanya Amanda sembari berkata, "Sssttt! tenanglah! ada aku di sisi kamu sekarang. Aku akan melindungimu"


"Aku sudah menyelidiki kecelakaan itu dan banyak fakta menarik yang aku dapatkan" ucap Barnes setelah ia melihat Amanda sudah mulai tenang dan reda tangisannya.


Amanda lalu menarik diri dari pelukannya Barnes, memandangi wajah Barnes dan bertanya, "Fakta apa itu?"


"Papa kamu, Bapak Letjend Axel Dirgantara, sama seperti aku. Beliau tergabung di kesatuan khusus dan sering menyamar untuk melaksanakan misi. Tanpa beliau sadari, ada seseorang dari grup mafia yang beliau susupi, menginginkan kematiannya beliau"

__ADS_1


Amanda menautkan alisnya, "Papaku seorang Letjend dan anggota kepolisian, pasukan khusus? Kenapa aku tidak tahu soal itu? Yang aku tahu, Papaku adalah seorang dosen sama seperti Mamaku"


"Papa dan Mama kamu memang seorang dosen. Tapi sesungguhnya, Papa dan Mama kamu adalah anggota pasukan khusus. Seperti aku dan Joy. Tapi, Papa dan Mama kamu bisa saling jatuh cinta dan akhirnya menikah dan lahirlah kamu" ucap Barnes sambil mengamati kedua bola mata jernihnya Amanda yang sangat indah dan sangat ia rindukan selama bertahun-tahun.


"Mamaku juga seorang polisi? Apa Om-ku tahu soal ini?" tanya Amanda.


"Aku rasa Om kamu tahu tapi, aku yakin kalau Tante kamu tidak tahu soal ini" sahut Barnes.


"Jadi, menurut kamu, kecelakaan yang kami alami dan merenggut nyawa Papa dan Mamaku itu disengaja?"


"Bingo! Kau masih kritis juga ternyata" Barnes lalu melirik jam tangannya.


"Lalu kenapa.........."


"Aku akan jelaskan di perjalanan. Aku harus ke markas sekarang juga dan dengan sangat terpaksa aku harus mengajakmu ke markas. Nanti kapan-kapan, aku akan ajak kamu ke lain tempat untuk menarik ingatan masa lalu kamu, di mana ada diriku di sana" Barnes lalu bangkit dan membantu Amanda untuk bangkit.


Tanpa mereka sadari, mereka berjalan dengan bergandengan tangan. Jari jemari mereka bertautan. Amanda dan Barnes merasakan percikan seperti sengatan aliran listrik namun, mereka berdua memilih untuk tetap bergandengan tangan di dalam keheningan kata, hingga mereka duduk kembali di dalam mobil.


Barnes mengajak Amanda ke markasnya dan Barnes langsung mengamati Jake yang tengah menginterogasi salah satu tangan kanannya mafia besar yang berhasil mereka tangkap kemarin. Jake terus menanyai orang dengan banyak tato di tangan dan berambut gondrong lusuh itu namun, semua pertanyaan. Jake tidak dijawab sama sekali oleh orang itu.

__ADS_1


Tiba-tiba Amanda nyeletuk, "Dia bernama asli Roy. Dia tidak tahu di mana Bosnya saat ini tapi, dia tahu di mana letak uang hasil rampokannya karena dia yang merampok Bank Prima, satu bulan yang lalu"


Barnes dan The Jays langsung menoleh ke Amanda .....................


__ADS_2