Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Dito Zeto


__ADS_3

Papa kandungnya Dito yang berhasil melarikan diri dari penjara, tersenyum di depan putranya. Papa kandungnya Dito telah melakukan operasi plastik dan berganti nama menjadi Coza Zeto.


Coza Zeto yang dulunya adalah The White Masked, tidak pernah menyerah untuk bisa mendapatkan putranya, karena ia butuh penerus. Penerus kerajaan bisnis narkobanya dan ia ingin membalaskan dendamnya pada Noah Baron melalui putranya.


Untuk itulah, dia membuntuti Dara dan di jalanan yang sepi, ia menyuruh anak buahnya menembak ban mobil yang dikendarai oleh pengacara perempuan.


Saat mobil yang dikendarai oleh pengacara perempuan itu hilang kendali dan menabrak pohon besar yang berada di pinggir jalan, Coza langsung berlari turun dan mengambil Dito dari dalam mobil itu. Dara dengan wajah penuh darah hanya bisa pasrah kala ia menatap putranya diambil oleh pria yang sangat ia benci.


Setelah membawa lari Dito ke mobilnya, Coza lalu menyuruh anak buahnya untuk membakar mobil itu.


"Saya di mana? Siapa Anda?"


"Kamu tumbuh sangat tampan. Aku adalah Papa kandung kamu, Nak. Nama kamu Dito. Dito Zeto"


"Kenapa saya nggak bisa ingat masa laluku dan kenapa saya merasa kalau saya tidak kenal dengan Anda?"


"Mulai sekarang, jangan pakai bahasa formal lagi, karena aku ini Papa kandung kamu. Mulai sekarang panggil aku, Papa"


Batari berteriak histeris di depan mobil yang sudah hangus terbakar dan Noah terus memeluk istri tercintanya yang terus meronta. Batari terus berteriak, "Temukan Dito! Temukan Dito, Mas"

__ADS_1


Noah memeluk erat tubuh istri tercintanya dan sembari terus mengelus punggung Batari, ia berucap, "Iya. Aku akan berusaha sekuat tenaga untuk menemukan Dito dan membawa Dito ke tengah-tengah kita lagi"


Dito sejak ditemukan oleh pria tua yang masih tampak keren itu, sejak berumur sebelas tahun, tinggal di dalam rumah besar kuno yang dibangun di dalam hutan belantara. Dito dilatih oleh papanya menjadi senjata pembunuh yang sangat mematikan. Latihan fisik yang keras dan disiplin ketat yang diterapkan oleh papanya, membuat Dito tumbuh menjadi pribadi yang keras dan hampir tidak pernah bisa tertawa lepas bahkan sekadar mengulas senyum tipis, pun, sangat jarang.


Noah dan Batari terus berupaya menemukan Dito hingga tanpa terasa, putri tunggal mereka telah tumbuh besar, berumur dua puluh tahun, dan sangat cantik. Cantika yang mewarisi rambut kecokelatan dan mewarisi bola mata papanya membuat ia semakin digandrungi banyak pria. Banyak yang mengira kalau Cantika akan mengambil profesi sebagai model, namun Cantika justru memutuskan untuk menjadi seorang detektif dan dia mengambil studi Akademi Kepolisian. Dia memutuskan untuk menjadi seorang detektif, karena ingin bisa segera menemukan Dito, dengan profesi yang ia ambil itu. Ia ingin segera bisa bertemu dan memeluk Dito kembali, kakak laki-laki yang sangat ia rindukan, yang hilang belasan tahun silam.


Untuk itulah, Cantika mau menjalani latihan fisik kemiliteran yang tidak ringan dan rela meninggalkan kediaman mewahnya untuk tinggal di asrama kemiliteran yang sangat jauh dari kata mewah. Cantika dididik mandiri dan tangguh di sana.


Sementara itu, Dito yang cerdas sejak kecil, berhasil membuat bisnis papanya maju pesat dan dia tumbuh menjadi seorang mafia yang disegani oleh banyak orang termasuk pihak kepolisian. Coza Zeto menatap bangga hasil didikannya. Dia memeluk erat tubuh atletis putra tunggalnya yang sudah berumur dua puluh puluh tujuh tahun itu sambil berkata, "Terima kasih sudah tumbuh menjadi Putraku yang sangat brilian. Sudah saatnya kamu, aku lepas untuk menjalankan misi kita. Aku menunggumu di sini"


Dito menatap papanya yang sudah memegang tongkat, karena papanya memang sudah semakin tua dan sakit-sakitan. Dito hanya lalu mengangguk dan pergi meninggalkan papanya. Ia menatap papanya yang berdiri di tepi pantai dan saat helikopter yang ia tumpangi semakin meninggi, dia bisa melihat pulau tempat di mana ia dibesarkan dan dididik dengan sangat keras.


Dito menatap gemerlapnya dunia dari atas rooftop hotel Grup Zeto dengan gamang, lalu, ia bergumam, "Sepertinya dunia di bawah sana lebih liar daripada dunia yang ada di hutan belantara dan sepertinya, Tina, gajah kesayanganku lebih bisa dipercaya daripada orang-orang di bawah sana"


Orang kepercayaan Coza yang disuruh Coza untuk terus mendampingi Dito, mendekati Dito untuk berkata, "Bos, udah saatnya turun untuk memulai pesta"


Dito menoleh ke pria yang bernama Angga itu, lalu ia mengangguk dan berputar badan untuk melangkah menuju ke lift. Malam itu adalah langkah awalnya Dito bertemu secara langsung dengan semua kliennya Grup Zeto sebagai pewaris utama Grup Zeto.


Dito yang belum pernah berjumpa dengan makhluk yang bernama wanita, langsung kaget, panik, dan tampak kewalahan meladeni banyak makhluk yang menurut dia aneh. Dito terus melangkah mundur sambil berteriak, "Jangan dekati aku!"

__ADS_1


Angga langsung memerintahkan anak buahnya untuk mengamankan bosnya dari serbuan wanita-wanita seksi yang terkagum-kagum akan ketampanan Dito Zeto.


Dito kemudian berputar badan dan berlari keluar dari dalam klub mewah yang berada di lantai satu Hotel The Zeto. Dito menghentikan langkahnya dan menaruh telapak tangannya di pohon besar yang ada di dekat kolam renang alami dengan napas terengah-engah. Dia bergumam, "Gila! Makhluk yang namanya wanita itu ternyata lebih liar dan ganas daripada Zimba, singa kesayanganku"


Angga menyusul bosnya dan berkata, "Maafkan say, Bos. Saya lupa kalau Anda nggak pernah melihat dan berinteraksi dengan wanita. Maafkan saya kalau saya juga lupa pada kenyataan bahwa Anda itu sangat tampan dan sangat sedap dipandang mata, jadi banyak wanita langsung mengerubungi Anda, tadi. Tapi, kenapa Anda ketakutan tadi, Bos? Mereka semua cantik dan seksi"


"Tina, gajah kesayanganku, masih jauh lebih cantik dan jauh lebih seksi dari mereka semua" Sahut Dito dengan santainya.


"Lalu, foto cewek kecil berumur empat tahun dengan kucir dua, yang ada di dalam dompet Anda, tidak cantik?" Tanya Angga.


"Dia yang paling cantik. Cewek kecil berambut manis dan berbola mata biru itu adalah cewek paling cantik sedunia. Sayangnya, aku nggak ingat siapa cewek itu. Aku nggak ingat ada hubungan apa aku dengan dirinya. Namanya aja aku lupa" Dito menghela napas berat.


"Jangan khawatir, Bos. Saya udah suruh anak buah kita untuk terus mencari tahu soal cewek itu. Saya rasa, tidak lama lagi Anda akan bertemu dengannya dan Kalau jodoh, kalian akan bertemu lagi secepatnya"



Dito tiba-tiba melirik ke kolam renang sewaktu ia mendengar suara tawa riang seorang wanita. Seketika itu, Dito memutar badan, menatap wanita itu, dan tertegun akan kecantikan alami wanita itu.


Cantika yang memperoleh libur di hari Sabtu dan Minggu, memutuskan untuk menginap di hotel The Zeto. Hotel yang baru dibangun itu mengundang rasa penasarannya Cantika untuk mencoba menginap di sana. Tanpa Cantika sadari, di saat ia berenang dan bercanda ria dengan mamanya, ada sepasang mata terus menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2