
Tanpa sengaja, Amanda menabrak Barnes saat ia tengah mengejar Darren yang berlari mengejar kucing kesayangannya Darren yang terlepas dari pelukannya l. Kucing itu melompat keluar dari dalam pelukan tuannya karena gugup dan ketakutan melihat banyak orang berdatangan mendekati tuannya.
Barnes menunduk dengan kedua tangan di dalam saku celana santainya, ia merasakan dadanya berdetak dan wangi tubuh wanita yang menabraknya membuat Barnes menjadi lemas tak berdaya, "Manda?" Barnes bergumam lirih dengan masih menunduk ia melihat belahan rambut wanita yang menabraknya.
Deg! Amanda langsung membeku dan merasa ragu untuk menarik wajahnya saat ia mendengar suara yang sangat familier menyusup manis di telinganya. Suara yang sangat ia rindukan itu, menyebut namanya. Apa aku menabrak Barnes, suamiku? tanya Amanda di dalam hatinya dengan wajah masih menempel di dada bidangnya Barnes.
Joy yang masih menyimpan rasa pada Barnes langsung menarik wanita itu dan berkata, "Kenapa kau berjalan tidak pakai mata, hah?! Kau menabrak komandan kami. Minta maaf!"
Amanda mengumpat kesal dan dengan kepala tertunduk ia berucap di dalam hatinya, Sial! Aku beneran menabrak suamiku. Itu suara Joy aku tahu itu Joy. dari isi kepalanya juga. Bagaimana ini? Apa dia mengenaliku? Barnes menggumamkan namaku tadi? Tapi, mana mungkin dia mengenaliku, penyamaranku kan udah sangat sempurna dan .......
"Hei! Minta maaf! Kenapa malah mematung dan terus menempelkan wajah kamu di dada Komandan kami?! Angkat wajah kamu dan minta maaf pada komandan kami!" pekik Joy.
"Sudahlah, dia tidak sengaja juga, Joy" sahut Jude.
Barnes terus memperhatikan wanita di depannya. Secara fisik wanita itu sangat berbeda dengan Amanda. Barnes lalu melihat ke bawah, ia melihat wanita itu memakai high heels yang tidak begitu tinggi dan ia berkata di dalam hatinya, Dia bukan Amanda. Amanda nggak suka pakai high heels tapi, kenapa hatiku masih saja berdegup kencang sejak ia menabrakku tadi. Apa aku sudah gila saking rindunya sama Manda?
"Siapa nama kamu?" Suara Jake menyusup masuk ke telinganya Amanda. Dan suara itu membuat Amanda menjadi bangkit kembali rasa percaya dirinya untuk mulai mengangkat wajahnya karena jika Jake tidak mengenalinya, maka semuanya juga tidak akan mengenalinya.
Amanda kemudian mundur selangkah untuk menatap satu persatu the five Jays dan terakhir, ia menyarangkan pandangannya ke Barnes Adiwilaga Darmawan dengan kata, "Nama saya Cinta dan saya lupa nama kepanjangan saya karena saat ini saya masih sibuk mengejar anak asuh saya. Saya minta maaf telah menabrak Anda, Tuan Komandan Polisi dan saya permisi" Amanda lalu berlari pergi meninggalkan the five Jays dan Barnes begitu saja.
Joy berteriak, "Hei tunggu!"
Barnes mengikuti arah perginya wanita yang mengaku bernama Cinta itu sambil berkata ke Joy, "Biarkan saja, Joy!"
"Tapi dia tidak sopan Komandan dan........"
"Dan kenapa mata kamu terus mengikuti arah perginya wanita itu Barnes?" Suara Jake langsung memutus kalimatnya Joy.
"Entahlah. Aku merasa dia seseorang yang sangat aku kenal" sahut Barnes.
__ADS_1
"Mata kamu sudah berselingkuh kalau kau terus menatap wanita lain seperti itu, Barnes" Bisik Jake di telinganya Barnes dan Barnes langsung mendelik ke Jake.
Jake terkekeh geli lalu menepuk bahunya Barnes dan mengajak semuanya untuk masuk ke dalam untuk menemui tuan rumah yang adalah pimpinan tertinggi mereka, Jendral Teguh yang terhormat.
Barnes terus terbayang-bayang wangi tubuhnya wanita yang menabrak dia dan mengaku bernama Cinta. Kenapa wangi tubuhnya beraroma bedak bayi? Sama persis dengan wangi tubuhnya Manda? Dan kenapa jantungku berdegup kencang? Jantungku berdegup kencang hanya saat aku berada di dekatnya Manda. Apa saat ini aku sudah berselingkuh? jantungku berdegup kencang untuk wanita lain? Sial! Gila kau Barnes! Kenapa kau seperti ini? dan.................
"Barnes? Apa kabar?" Seorang wanita yang sangat seksi dan cantik, berdiri di sebelahnya Barnes.
Barnes tersentak kaget dan secara spontan ia menoleh ke kanan, "Kayla?"
Jake ikutan menoleh ke arah suara dan bertanya, "Apa yang kau lakukan di sini? Mana mungkin kau akan menggelar fashion show di sini, kan?" sahut Jake.
Joy menatap Kayla dengan pandangan tidak suka sementara itu, Jorge, Jude dan Jordy merasa senang bisa melihat wanita sesempurna Kayla.
Kayla mengedarkan pandangannya ke semuanya dengan sekilas lalu berucap, "Aku adalah adik iparnya Jendral Teguh. Kalian belum tahu, ya?"
Sial! Batin Barnes kesal.
Seorang pemuda datang dan berdiri di tengah-tengahnya Barnes lalu ia menyalami Barnes lalu berkata, "Kamu benar-benar tidak berubah, Barnes. Pantas saja kalau Papaku tidak pernah memalingkan wajahnya dari kamu. Kamu tetap akan menjadi Putra kesayangannya Papaku"
"Kak Danen. Kapan pulang?" sahut Barnes singkat. Karena Barnes memang selalu irit kata jika berbicara.
"Satu Minggu yang lalu aku udah di sini dan langsung disibukkan dengan persiapan ulang tahunnya Darren dan........."
Ucapannya Danendra putra sulungnya Jendral Teguh terpotong oleh suara menggelegar sang Master of Ceremony. Semua mata kemudian tertuju ke panggung dan di sana, para tamu bisa melihat Jendral Teguh dan istri cantiknya yang bernama Ayu dan putra bungsu mereka yang duduk dipangku oleh pengasuhnya.
Tanpa sadar Danendra bergumam, "Pengasuhnya Darren wanita yang sangat sabar dan lembut. Darren bahkan lebih menyayanginya daripada menyayangi Mama. Cinta namanya. Selain berhati lembut, dia juga ramah dan cantik"
Barnes menoleh ke Danendra lalu ia bertanya, "Berarti pengasuh itu udah lama bekerja di sini? Makanya Darren bisa sangat menyayanginya"
__ADS_1
Danendra menggelengkan kepalanya dan berucap, "Dia baru bekerja beberapa Minggu di sini tapi, Darren sudah sangat lengket padanya dan Darren sangat menyayanginya"
Barnes mengerutkan alisnya. Intuisinya mulai menggelitik dirinya dan ia kembali menatap ke panggung untuk memandangi pengasuhnya Darren.
"Dia memang cantik, lembut dan menarik hatiku tapi, sayangnya dia sudah menikah" Sahut Danendra.
Barnes tersentak kaget lalu ia kembali menoleh ke Danendra dengan tanya, "Dia bilang begitu?"
Kayla mengumpat kesal di dalam hatinya karena Danendra sudah menganggu waktunya untuk bisa berduaan saja dengan Barnes. Dan ia sangat kesal saat Danendra mengajak Barnes membahas pengasuhnya Darren. Kayla langsung menyemburkan protes, "Ada wanita cantik dan seksi di tengah-tengahnya kalian. Kenapa kalian justru memperbincangkan wanita lain? Cih!"
Namun, ucapannya Kayla itu tidak digubris oleh Danendra dan Barnes. Danendra masih saja terus mengajak Barnes mengamati pengasuhnya Darren.
Para undangan dipersilakan menuju ke halaman belakang untuk menikmati berbagai makanan dan minuman yang telah disediakan oleh tuan rumah dan Barnes langsung ditarik lengannya oleh Jake.
"Ada apa?" tanya Barnes.
"Kau harus berkencan lagi dengan Kayla! Dengan begitu, kau bisa mengorek soal Jendral Teguh dan......."
"Nggak!" Barnes langsung memotong ucapannya Jake.
"Kenapa langsung aja kau bilang nggak? Itu satu-satunya kesempatan bagi kita untuk menemukan setitik noda hitam di kehidupan sempurnanya Jendral Teguh" sahut Jake dengan nada kesal.
"Nggak! Sekali nggak tetap nggak" Barnes berucap lalu berlari meninggalkan Jake saat ia melihat pengasuhnya Darren tampak kewalahan menangani kucing besar termahal di dunia itu. Nama jenis kucing tersebut adalah Ashera, jenis kucing yang sangat langka. Jenis kucing Ashera berasal dari percampuran kucing besar (serval) dan kucing lokal berwarna abu-abu.
Kucing itu terus memberontak di dalam dekapan pengasuhnya Darren sementara Darren terus berteriak, "Jangan biarkan ia lepas, Kak!"
Barnes kemudian berdiri di depannya Darren dan pengasuh cantik yang mengaku bernama Cinta. Barnes langsung mengeluarkan kata, "Bukan begitu cara menangkap seekor kucing"
Amanda yang saat itu bernama Cinta bersitatap dengan Barnes. Amanda ingin sekali melompat masuk ke dalam pelukannya Barnes saking rindunya namun, rasa itu harus ia tahan kuat-kuat.
__ADS_1
Sedangkan Barnes menunggu Cinta mengeluarkan suaranya lagi untuk memastikan bahwa suara Cinta berbeda dengan suaranya Amanda karena, tadi dia terlalu kaget untuk memperhatikan dengan saksama gerak bibir dan suaranya Cinta.
Sorot mata sendu ambigu itu membuat hati keduanya kalang kabut dan jantung mereka berdegup kencang..............