Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Baik, Bos!


__ADS_3

Nehemia masuk ke dalam kantornya dan saat ia tengah melamun di depan jendela besar yang menghadap ke taman, ia tersentak kaget.


Silvia memeluk Nehemia dari arah belakang dan saat Nehemia berbalik badan, Silvia langsung memagut bibirnya Nehemia.


Nehemia mendelik dan langsung mendorong keras tubuhnya Silvia sampai Silvia mundur ke belakang beberapa langkah dan hampir jatuh terjengkang ke belakang.


Nehemia langsung berkata, "Kamu yang keluar dari sini atau aku yang akan keluar"


Silvia terpaksa.melangkah keluar dengan wajah kesal dan bergumam, "aku harus segera melenyapkan Batari dari muka bumi ini agar Hemi bisa menerimaku kembali lalu menikahiku"


Noah turun dan setelah pamit ke mama mertua dan Dito yang tengah belajar dengan guru homeschooling, Noah melesat ke depan


Saat Noah melompat ke Jeep mewah kesayangannya, ia dikejutkan dengan sapaannya Lopez, "Pagi, Bos!"


"Astaga! Bisa nggak munculnya biasa aja dan nggak ngagetin kayak gini?"


"Nggak bisa, hehehehe" Lopez meringis ke Noah.


Noah memasang sabuk pengaman dan bertanya ke Lopez" Sudah sarapan? Kalau belum, kita turun dulu sarapan"


"Sudah, Bos. Tadi udah makan bareng sama Nyonya Manda, Nyonya Bryna, Adiknya Bos, dan Dito" Sahut Lopez.


Oke. Kira langsung ke markas besar kalau gitu" Noah langsung meluncurkan Jeep kesayangannya.


"Aku kemarin menyelamatkan seorang anak gadis dari korban penganiayaan dan pemerkosaan. Tapi, aku tidak bisa menyelamatkan anak gadis itu dari kematian akibat dari pengaruh narkoba jenis baru. Tapi, pas.di jalan, anak itu sempat memberikan sebuah flashdisk ke aku"


"The Rat emang Iblis. Tega sekali ia memanfaatkan anak-anak di bisnis kotornya" Sahut Lopez.


"Untuk itulah kita perlu bergerak cepat menangkap The Rat agar tidak jatuh banyak korban lagi. Kasihan generasi muda semua bangsa di dunia ini jika The Rat tidak segera kita tangkap"


"Benar Bos" Lopez mengacungkan ibu jarinya ke Noah.


Sementara itu, Jake menggeram kesal saat ia harus membereskan masalah yang ditimbulkan oleh Barnes Barnes nekat menarik anak gadis yang masih di bawah umur dari private room VVIP.


Jake mendelik ke Barnes, "Kembalikan dia ke ruangan itu atau misi kita akan gagal total" Jake langsung berbisik ke Barnes.


"Aku akan bom tempat ini dari awal kalau tahu tempat ini sebobrok ini" Barnes yang masih memegang lengan atas anak gadis yang coba ia selamatkan, mulai menggertakkan gerahamnya.

__ADS_1


Jake mendelik ke Barnes, "Dengarkan aku kali ini, Komandan Barnes yang terhormat! Jangan jadi Hero saat ini. Belum tepat waktunya"


Barnes pun mendelik ke Jake dan berkata geram, "Kau lihatlah! Dia masih anak-anak, Jake!"


"So? Aku nggak buta Barnes. Aku bisa melihatnya. So?" Jake masih mendelik ke Barnes dan mulai meraup kasar wajah tampannya dengan kesal.


"Dia mengingatkan aku pada Tari. Mana bisa aku mengabaikannya?" Barnes melotot ke. Jake dengan nada geram.


"Kembalikan cepat, sebelum pria kaya yang membeli anak gadis itu masuk ke ruangan itu! Kalau nggak kamu kembalikan, kamu akan membuat kita semua mati terbunuh dengan konyol di sini. Ingatlah! Kita ada di atas laut luas sekarang ini. Kita nggak ada di daratan saat ini, Barnes Adiwilaga Darmawan"" Jake mendelik ke Barnes.


"Sial!" Barnes akhirnya menoleh ke anak gadis yang baru saja ia tarik keluar dari dalam private room yang ia jaga


Anak gadis itu menangis ketakutan dan berkata, "Tolong jangan kembalikan saya ke ruangan itu!"


"Maafkan aku! Tapi, jangan khawatir! Aku akan. menjaga kamu di dalam. Benar-benar menjaga kamu"


"Ca......caranya?" Tanya anak gadis itu.


"Kita lihat saja nanti" Sahut Barnes sembari menutup pintu private room VVIP dan menunggu klien istimewanya The Rat masuk ke dalam private room itu


Batari turun ke lantai bawah sambil mendekap kaosnya Noah. Amanda tersenyum geli melihat tingkahnya Batari dan langsung bertanya, "Bawa kaosnya Noah ke bawah mau ngapain, Putriku yang cantik? Mau nyemil?"


"Itulah istimewanya Wanita" Sahut Amanda dengan senyum bahagia.


"Iya Mama benar banget"


Amanda mengelus rambutnya Batari, "Dan kamu juga harus bersyukur bisa.merasakan ngidam sementara banyak wanita di luar sana yang sampai bertahun-tahun belum bisa merasakan ngidam"


"Iya. Mama bener banget. Aku sangat bersyukur bisa hamil secepat ini. Emm, Mama bikin camilan apa hari ini? aku bawaannya pengen ngunyah terus, tapi takut muntah" Sahut Batari.


"Mama bikin camilan kesukaan kamu. Pisang caramel dan pisang goreng mentega ditaburi meises dan keju parut. Mau?"


"Mau dong" Batari langsung membuka riding saji dan mengambil satu potong pisang karamel dan pisang goreng mentega dengan taburan meises dan keju parut di atas piringnya.


Amanda duduk di samping Batari dan menyiapkan baskom di atas pangkuannya. Kalau Batari mual, Batari bisa.langaung muntah di baskom itu tanpa perlu berlari ke wastafel.


Satu suapan masuk ke dalam mulutnya dan saat mengunyahnya, Batari mencium kaosnya Noah.

__ADS_1


Amanda menatap Batari dengan sikap was-was.


Batari menoleh ke mamanya.


"Gimana? Mual? Mau muntah? Muntah aja di baskom ini. Nih, Mama udah siapkan baskomnya"


Batari tersenyum semringah dan berkata, "Kaosnya mujarab, Ma. Aku nggak merasa mual sama.sekali"


"Wah! Sip! Habiskan kalau gitu. Makan yang banyak biar bayi kamu pas keluar nanti montok kayak kau dulu" Sahut Amanda dengan senyum semringah.


"Oh,.iya, Dito mana,.Ma?" Tanya Tari sembari memasukan suapan kedua ke dalam mulutnya lalu ia langsung menciumi kaosnya Noah.


"Dito udah mulai sekolah di rumah hari ini. Gurunya udah datang" Sahut Amanda.


"Seharian penuh?" Tanya Batari sembari memasukkan suapan ketiga.


"Nggak. Sampai jam dua belas aja, kok" Sahut Amanda.


"Alex masih kuliah di luar negeri, ya?" Tanya Batari.


"Iya. Anak yang kamu bawa dari pulau yang ada di Amerika, si Alex, masih belum selesai kuliahnya. Tapi, kata dia, kalau kamu lahiran nanti, dia akan ambil cuti dan pulang ke sini untuk nungguin kamu" Sahut Amanda dengan senyum bahagia saat ia melihat putri tunggalnya yang sangat cantik, makan dengan lahap tanpa merasa mual dan muntah-muntah.


Batari terus mengobrol dengan mamanya dan tanpa ia sadari, ia telah berhasil menghabiskan tiga buah pisang karamel dan tiga buah pisang goreng mentega dengan taburan meises dan keju parut.


.


Noah dan Lopez berdiri di depan meja bos mereka dengan sikap sempurna.


Bosnya Noah dan Lopez menatap layar laptopnya selama lima belas menit. Kemudian dia mengangkat wajahnya dan berkata, "Kamu harus bekerja di perusahaan Papa kamu bersama dengan Lopez"


"Hah?!" Lopez dan Noah menarik rahang bawah mereka secara kompak.


"Kalau berdasarkan rekaman berkas-berkas yang ada di flashdisk ini, The Rat menyusup masuk ke kantor Papa kamu. Menyusup ke Grup Baron. Untuk itulah kalian perlu bekerja di sana mulai besok" Sahut bosnya Noah.


"Tapi, The Rat menyusup ke mana? Ke hotel, ke pengacara, atau ke pabrik kosmetik? Papa saya memiliki banyak kantor dan perusahaan" Tanya Noah Baron.


"Di hotel. Sayangnya, hanya ada berkas pengajuan karyawan di hotel Papa kamu. Berkasnya kosong dan belum diisi nama. Jadi, tetap saja kita belum tahu siapa itu The Rat. Maka mulai besok, kalian akan bekerja di hotel Papa kamu, Noah" Sahut bosnya Noah dan Lopez.

__ADS_1


"Baik, Bos" sahut Lopez dan Noah secara bersamaan.


__ADS_2