Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Jangan Sentuh!


__ADS_3

Dengan dress seksi dan high heels, Cantika berjalan dengan cepat sambil terus bergumam kesal.


Dito yang mengekor langkah Cantika mulai mengkhawatirkan Cantika yang tengah berjalan ceroboh di depannya. Pria tampan itu langsung berlari kecil untuk mensejajari Cantika sambil berteriak, "Hati-hati tikungan! Kamu bisa jatuh terpeleset kalau jalan seperti itu dan...........,"


Bruk! Cantika oleng ke sisi kanan saat wanita cantik itu menikung ke kanan.


Dito langsung melesat kencang ke depan dan dia seketika menghentikan laju larinya di tengah persimpangan jalan sambil berkata, "Steve, lepaskan wanitaku!"


Cantika jatuh ke dalam dekapan seorang pria berpostur tinggi dan besar.


Pria yang dipanggil Steve oleh Dito, langsung menggemakan tawanya dan sambil terus mendekap tubuh Cantika, pria itu kemudian berkata, "Kenapa kau tidak bilang kalau kau memiliki wanita secantik dan seseksi ini. Aku lebih tua dari kamu, kan. Jadi, biarkan aku menikmatinya dulu" Pria itu mencium rambut Cantika dan kembali berucap, "Aromanya masih wangi. Dia belum kau buka segelnya, ya?"


Cantika yang masih terus meronta berteriak ke pria itu, "Lepaskan aku otak mesum! Atau aku akan hancurkan otak mesum kamu itu sekarang juga!"


"Lepaskan dia, Steve! Dia bukan untuk mainan. Dia wanitaku!" Dito mulai mengepalkan kedua tinjunya.


Pria itu berteriak, "Aku menyukai wanita ini! Dia nggak hanya seksi dan cantik, tapi juga garang. Aku sangat ingin menikmatinya dan.......Ouch!!!!!" Pria bernama Steve itu tiba-tiba mengaduh sangat keras dan terhuyung ke belakang dengan kedua tangan menutup pucuk hidungnya.


Setelah menyundulkan pucuk kepalanya cukup keras ke hidung pria yang bernama Steve itu, Cantika langsung menunduk untuk melepas kedua sepatunya, lalu berbalik badan untuk berlari saat ia melintasi Dito, ia menarik tangan Dito sambil berteriak, "Ayo lari!"


Dito dengan senang hati dan senyum terlukis di wajah tampannya, membiarkan Cantika menggandeng tangannya dan mengajaknya berlari kencang.


Dia wanita yang sangat tangguh ternyata. Batin Dito.


Pria yang bernama Steve mengumpat kesal, "Sial! Aku akan balas perbuatan kamu ini wanita brengsek!!!!! Kau dengar itu?!!!!!"


"Kau akan membawaku berlari sampai sejauh mana? Ini sudah cukup jauh. Apa kamu tidak capek berlari terus?"


Cantika menghentikan laju larinya untuk mengedarkan pandangannya ke segala penjuru dan sembari melepaskan tangan Dito, ia berkata, "Kita sudah berada di pinggir jalan besar. Kita sudah keluar dari klub?"

__ADS_1


"Iya. Cukup jauh. Ayo, kita balik ke sana! Acaranya belum selesai dan........."


Alih-alih merespons ucapannya Dito, Cantika justru berlari menyeberangi jalan sambil berteriak kencang dan melambaikan tangannya ke atas, "Police officer! Help me! Help!"


Dito tersentak kaget dan langsung berlari kencang untuk menyusul Cantika dengan tersenyum geli.


Kedua petugas kepolisian mendekati Cantika dan salah satu dari petugas kepolisian itu bertanya, "What is your problem, Miss?"


"I was kidnapped and......."


"Are you lost, Babe?" Dito berucap sembari mengaitkan lengannya di pinggang ramping Cantika dan kedua petugas kepolisian itu langsung berbalik badan dan meninggalkan Cantika begitu saja


"Hei! I said that I was kidnapped!" Cantika langsung berteriak kencang dengan wajah kesal dan Dito langsung memanggul tubuh Cantika sambil berkata, "Kedua petugas kepolisian itu nggak akan mendengarkan curhatan kamu. Mereka adalah anak buahku"


"Sial!!!!!!! Kenapa semua orang yang aku jumpai di sini, kalau nggak anak buah kamu, pasti musuh kamu. Dasar menyebalkan!!!!!!"


"Maka cepatlah menyerahkan diri kamu dengan rela hati ke pangkuanku. Aku akan segera mengembalikan kamu ke keluarga kamu dan menjemputmu lagi untuk melamar kamu"


Dito menurunkan Cantika di atas lantai dengan perlahan saat ia menjejalkan kakinya kembali di lantai private roomnya..


"Kau tunggu di sini! Aku harus ke depan untuk memotong pita. Anak buahku akan menjaga kamu di depan pintu dengan ketat. Jadi, jangan coba-coba kabur! Ada banyak makanan dan minuman non alkohol di sini. Kau bisa menikmatinya dengan santai"


Cantika hanya bisa bersedekap dengan wajah cemberut.


Sepeninggalnya Dito, Cantika duduk di sofa sambil bergumam, "Aku nggak bisa pakai telepon genggamnya, aku nggak bisa meminta tolong pada petugas kepolisian di sini, aku juga nggak bisa keluar dari jendela di toilet tadi karena jendelanya terpasang terlalu tinggi. Lalu, cara apalagi yang bisa aku pakai untuk melarikan diri dari pria aneh itu?" Cantika kemudian menguap dan lama kelamaan, ia jatuh tertidur di atas sofa.


Dua jam kemudian, Dito masuk ke ruang private roomnya. Dito berdiri di depan sofa dan dengan mengulum bibir menahan geli, pria tampan itu bergumam lirih, "Bisa-bisanya dia ketiduran di tempat seperti ini. Dia benar-benar wanita yang tidak kenal takut"


Dito kemudian membungkukkan badan untuk membopong tubuh Cantika dan setengah jam berikutnya, Dito merebahkan Cantika di sebuah ranjang. Dito merapikan rambut Cantika sembari bergumam, "Kau telah menggoda dan menyiksaku dengan ribuan cara, masing-masing meninggalkan kesan unik yang mengasyikan seusai ciri khasnya"

__ADS_1


Dito kemudian mencium bibir Cantika dan ia menarik cepat wajahnya dari wajah Cantika untuk kembali bergumam, "Debaran jantungku masih sama dari saat pertama kali aku mencium bibir kamu ini" Dito mengusap lembut bibir Cantika dengan ibu jarinya.


Dito terpaksa bangkit berdiri dan meninggalkan Cantika di kamar sendirian saat telepon genggam super mahalnya berdering. Dito menutup pintu balkon dan mengangkat telepon masuk itu di balkon, "Halo, ada apa, Pa?"


"Kau gila atau apa hah?! Apa yang sudah kau lakukan?!"


"Apa yang sudah aku lakukan?" Dito balik bertanya.


"Jangan pura-pura tidak tahu. Kau sudah melakukan kesalahan terbesar! Kau menculik Putri dari musuh terbesar kita, kan? Lalu, kau apakan dia? Apa kau sudah membunuh Putrinya Noah Baron itu?"


"Papa tahu dari siapa?"


"Konyol kalau kau bertanya begitu. Aku punya banyak mata dan telinga. Sekarang jawab pertanyaanku tadi! Apa kau sudah membunuh anaknya Noah Baron?"


"Tidak. Aku tidak membunuhnya, Pa"


"Apa kau bilang? Kenapa kau tidak langsung membunuhnya?"


"Dia tidak bersalah. Yang bersalah adalah Papanya. Kalau harus balas dendam, aku akan membalas dendam langsung ke Noah Baron bukan ke Putrinya"


"Kau!!!!! Berani sekali kau membantah Papa sekarang?!!!!"


"Maafkan aku, Pa. Siapa pun yang berani menyentuh wanitaku, akan aku lawan. Termasuk Papa"


"Kau?! Kau jatuh cinta pada wanita brengsek itu?!"


"Dia punya nama, Pa. Namanya Cantika. Jangan sebut dia wanita brengsek karena, dia wanita baik-baik"


"Papa sudah bilang jangan mengenal makhluk yang bernama wanita. Papa sudah bilang jauhi makhluk yang bernama wanita. Kenapa kamu malah jatuh cinta dan jatuh cinta pada orang yang salah. Kau gila atau apa, hah?!"

__ADS_1


"Aku capek, Pa dan jangan ikut campur masalah pribadiku. Satu lagi Pa, jangan coba-coba menyentuh dan menyakiti wanitaku!" Klik. Dito langsung mematikan telepon genggamnya.


__ADS_2