Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Momen Tepat


__ADS_3

"Noah Baron, Hebat sekali, ya, kamu. Kamu sudah membuat kakakku menaruh harapan padamu. Kau sudah membuat kakakku mencintaimu dan rela mengorbankan nyawanya untuk kamu dan sekarang, kau begitu saja melupakannya dan bersenang-senang dengan wanita lain. Dasar menjijikkan! Aku akan menuntut balas padamu" sepasang mata di balik kemudi mobil sport menatap tajam ke jeepnya Noah Baron


Batari mengembalikan ponselnya Noah sambil berucap, "Bacalah! Jika satu aja tidak kamu penuhi, aku akan ngambek selamanya" lalu ia melompat turun dari jeepnya Noah. Setelah melambaikan tangan dan berteriak "I Love You" Dia berputar badan untuk berlari kecil masuk ke dalam rumah sakit dengan senyum ceria.


Noah tersenyum penuh cinta melihat kekasihnya yang dia perhatikan mirip sekali dengan cabai rawit. Kecil,imut, menggemaskan, tapi pedasnya bukan main kalau pas keluar garangnya.


Noah lalu menunduk untuk melihat layar ponselnya. Dia tertegun saat ia melihat daftar pacaran yang ditulis oleh Batari di ponsel pintarnya. Noah membaca pelan satu per satu daftar tersebut, "Nonton kembang api, berlibur ke pantai, naik Speedboat berdua, pergi ke taman bermain dan naik rollercoaster, pergi ke toko buku, barbekyu di halaman rumah bareng sama semua keluarga, dan selanjutnya dipikirkan lagi bulan depan"


Noah langsung menyandarkan kepalanya ke jok mobil dan menutup wajahnya dengan telapak tangannya sambil bergumam, "Gila! Banyak banget daftarnya. Jika aku penuhi semua daftar itu, bisa makan waktu lebih dari sebulan. Bagaiman ini? Lalu, yang mana dulu yang harua aku penuhi? Huufffttt! Berat bener beban hidup kamu, Noah! Noah" Noah lalu meraup wajah tampannya dan kembali melajukan mobilnya untuk bertemu dengan Barnes dan membahas lebih lanjut mengenai The White Mask.


Setelah melakukan rapat yang cukup panjang dengan Barnes, Duscha dan The Five Jays, Noah meminta waktunya Barnes dan Amanda untuk mengobrol dengannya terkait dengan Batari.


"Kamu bingung mau mengatakan soal misi kamu yang berikutnya ke Tari?" tanya Amanda yang sudah lebih tahu isi kepalanya Noah sebelum Noah mengungkapkannya.


Noah menganggukkan kepalanya.


"Kenapa harus bingung? Katakan aja langsung" Sahut Barnes.


"Apa dulu, Om juga begitu ke Tante?" Tanya Noah.


"Mamanya Batari tentu saja beda banget dengan Batari. Istriku ini" Barnes menarik Amanda untuk ia rangkul dan kembali berucap, "Istriku ini, kan, juga agen rahasia waktu itu. Kami beda bendera, tapi satu misi. Jadi, Mamanya Tari selalu mengerti setiap kali aku pamit untuk menjalankan misi" Barnes lalu mencium pelipisnya Amanda dengan penuh cinta.


"Nah, itu yang membuat saya takut mengatakannya ke Tari, Om. Saya takut kalau Tari sedih, kecewa, atau apalah. Saya nggak tega melihatnya" Sahut Noah.


Amanda langsung tergelak geli, "Kamu itu tentara khusus, kok, berhati lembek, sih? Kalau harus dikatakan, ya, katakan aja!"


"Hmm" Sahut Barnes.


"Menurut Tante, apa Tari akan menerimanya? Karena Tari sudah berharap pada saya kalau saya akan memberinya banyak waktu, padahal, kan, saya harus menjalankan misi sebentar lagi dan harus pergi meninggalkannya selama setahun" Sahut Noah dengan wajah lesu.


"Tari sudah tahu soal pekerjaan kamu yang sama seperti pekerjaan Papanya. Tante rasa, dia akan menerimanya" sahut Amanda.


"Aku setuju" Sahut Barnes.


"Cuma, ya, mungkin dia akan sedikit perhitungan sama kamu karena, dia mewarisi watak eyang buyutnya Moses Elruno yang selalu perhitungan di dalam segala hal, iya, kan, Pa?" Amanda menoleh ke Barnes dan Barnes langsung menganggukkan kepalanya.


"Nah, itu yang saya khawatirkan, Tante. Saya takut kalau perhitungannya Tari tidak sesuai dengan kemampuan saya" Sahut Noah.

__ADS_1


"Coba aja dulu. Jangan lembek! Mana ada tentara pilihan dan tangguh kayak kamu, kalah di bawah kerlingan cinta?" Sahut Amanda.


"Ada" Sahut Barnes.


"Mana?" Amanda sontak menoleh ke Barnes


"Ini" Barnes menunjuk dada bidangnya.


Noah dan Amanda langsung tergelak geli.


Noah kemudian berkata, "Apa saya boleh numpang mandi di sini? Saya nggak nyangka rapat dan obrolan kita ternyata banyak memakan waktu. Saya akan menjemput Tari, lalu lanjut mengajarinya menyetir Jeep"


"Boleh dong. Kayak di rumah siapa aja. Ini juga rumah kamu. Dari kecil, kan, kamu udah belajar beladiri di sini" Sahut Amanda. "Kamu bisa mandi di kamarnya Alex. Alex sudah pulang dari sekolah tadi" Sahut Amanda.


"Makasih Om, Tante. Saya permisi mandi dulu" Sahut Noah.


"Silakan" Sahut Barnes sambil bangkit berdiri


Sepeninggalnya Noah, Barnes menatap Amanda dengan penuh arti. Amanda langsung tersenyum dan bertanya, "Apa? Kenapa menatapku seperti itu?"


"Kamu harus bertanggung jawab atas ucapan kamu barusan. Aku tentara tangguh yang udah kamu taklukan, jadi kamu harus bertanggung jawab" Barnes langsung membopong Amanda naik ke kamar mereka.


"Oh, iya. Emm, kalau begitu, nanti pamitkan ke Om dan Tante, ya, Bi" Sahut Noah.


"Baik" Sahut asisten rumah tangganya Noah.


Noah berjalan ke jeepnya sambil bergumam, "Ah, Om dan Tante bikin saya ngiri aja. Kapan saya bisa menikmati masa-masa indah berduaan dengan Batari tanpa halangan kayak Om dan Tante, Huuffttt" Noah lalu melompat naik ke jeepnya dan memasang sabuk pengamannya. Dia melajukan mobil jeepnya ke rumah sakit untuk menjemput kekasih hatinya.


Sesampainya di rumah sakit, dia melompat turun dari atas jeepnya di saat ia melihat Batari belum nampak di depan pintu masuk rumah sakit. Noah masuk ke dalam dan bertanya ke bagian informasi, "Dokter Batari Abar Darmawan, apa sudah keluar?"


"Belum Sebentar lagi. Anda pacarnya, ya?" Sahut petugas wanita yang berjaga di bagian informasi.


"Iya" Sahut Noah dengan nada tegas.


"Wah, Dokter Batari beruntung sekali punya pacar setampan ini"


"Nggak. Saya yang beruntung bisa menjadi pacarnya Dokter Batari" Sahut Noah dengan senyum bangga

__ADS_1


Batari tiba-tiba muncul dan petugas di bagian informasi langsung berkata, "Wah, Dok! Anda bikin ngiri aja punya pacar setampan dan segagah itu"


Batari meringis dan langsung menggandeng tangannya Noah keluar dari dalam rumah sakit dan berkata, "Kamu udah lama menunggu?" sambil menarik Noah ke parkiran mobil dengan langkah cepat dan setengah berlari.


"Nggak lama. Aku baru aja datang" Sahut Noah dengan wajah bingung dan membantu Bayar naik ke mobil jeepnya


"Syukurlah" Sahut Batari.


"Kenapa emangnya? Dan kenapa kamu langsung menarikku keluar dengan wajah panik? Emang memalukan, ya, mengenalkan aku ke teman-teman kamu kalau aku ini pacar kamu?"


"Bukan begitu" Batari berucap sembari memasang sabuk pengamannya.


"Lalu?" Noah mulai bersedekap di depannya Batari.


"Aku kan anak baru dan udah ada pacar, kan, kesannya sombong banget, nanti dibilang sok cantik dan.........."


Noah menghela napas panjang, memasang sabuk pengaman dan sambil melajukan mobilnya ia berucap, "Kamu emang cantik. Kenapa takut dibilang sok cantik? Lagian kamu adalah pacarku. Apa salahnya?" Noah terus mengerucutkan bibirnya.


Batari mengelus pipinya Noah dan berkata, "Maafkan aku. Tunggu sampai bulan depan, ya? Aku akan kenalkan kamu secara resmi ke teman-temanku sebagai pacarku, bulan depan. Oke?"


Noah langsung mematung dan bergumam di dalam hatinya, padahal empat hari lagi aku akan pergi menjalankan misi.


Noah lalu meminggirkan mobilnya di jalanan yang sepi dan bertukar tempat dengan Batari. Batari dengan cepat bisa menguasai mobil jeepnya Noah dan tanpa Noah duga, Batari meluncur ke jalan besar dengan santainya.


"Tari! Jangan ke jalan besar dulu!" Noah langsung mengangkat kedua tangannya untuk memegang handle.


"Tenang! Aku udah bisa, kok. Pacar kamu ini, kan, pinter" Sahut Batari dengan santainya.


"Iya, tapi jangan nyetir serampangan kayak gini! Kalau ada polisi tidur, direm jangan asal terjal dan.........Huffftttt!" Kepala Noah terantuk kaca pintu mobil karena, Batari kembali menerjang polisi tidur dan Batari menoleh sekilas ke Noah sambil tersenyum lalu berkata, "Ups Maaf! Nggak kelihatan polisi tidurnya, hehehehehe"


Noah hanya bisa menghela napas panjang untuk kesekian kalinya dan langsung berteriak, "Tari! Pelan-pelan!"


"Iya! Aku tahu! Ini juga pelan, kok! Masa harus merayap kayak keong jalannya?!" Batari berteriak kesal dan Noah menoleh ke Batari dan meringis, "Tapi, Tari.........i......ini terlalu cepat, hiks, hiks, hiks. Kurangi kecepatan kamu di depan ada..........."


Ckkiittttt!!!!!!!!!!! Batari mengerem mendadak mobil Jeepnya Noah tepat di depan lampu merah lalu ia menoleh ke Noah dengan meringis dan berucap, "Remnya pas, kan?"


Noah langsung mendelik ke Batari, Batari langsung menggemakan tawa cantiknya dan setiap kali Noah melihat tawa cantik itu, Noah amarah apapun di dalam diri Noah langsung menguap lenyap. Noah kemudian berkata, "Pinggirkan mobilnya di depan! Kita gantian aja! Kalau kamu terus yang nyetir, bisa jantungan aku"

__ADS_1


Batari kembali tergelak geli.


Setelah itu, mereka berdua makan dan meluncur ke gedung bioskop. Mereka memilih film romantis karena, Noah ingin memiliki momen yang tepat untuk mengatakan misi dia yang selanjutnya.


__ADS_2