
Untuk cerita Cantika menabrak seseorang di jalan sepi, akan diceritakan di novel baru saya yang berjudul 'Terlilit Takdir Cinta'
...---------------------------------------...
Satu bulan kemudian, Dito pulang dari berdinas dan Cantika yang menjemputnya di bandara langsung berlari dan melompat masuk ke gendongan Dito lalu menempel bak Koala.
Cantika langsung mengajak Dito berciuman cukup lama karena kerinduannya akan suaminya sangatlah besar.
"Sayang, turun, ya, banyak orang melihat kita"
"Nggak mau. Bawa aku ke mobil kayak gini. Aku masih kangen sama wangi tubuh kamu"
Cantika menggelungkan kedua lengan di leher kokohnya Dito, merebahkan kepala di dada suami tampannya itu, dan mempererat gelungan pahanya di pinggang Dito.
Dito sontak tergelak geli dan berkata, "Sayang, aku, kan, belum mandi. Mana ada wangi, yang ada, kan bau asem, hahahaha"
"Aku suka wangi asem kamu Sayang. Ayo jalan!"
Dito kembali tergelak geli dan sambil menggendong istri cantiknya, ia berjalan pelan keluar dari dalam bandara. Pria tampan itu mengabaikan tatapan ratusan pasang mata demi kepuasan istrinya yang masih menciumi lehernya.
Sesampainya di dalam mobil, Dito memasangkan sabuk ke Cantika dan memagut bibir Cantika. Merangkul bahu istri cantiknya lalu mengelus-elus rambut wanita yang sangat ia rindukan itu. Dito kemudian mencium pucuk kepalanya Cantika, lalu mengarah ke kening, dan saat wanita itu menoleh dan mendongak ke arah Dito, Dito tergoda untuk mencium kedua mata Cantika, menyusuri hidung lancip istrinya, kedua pipi Cantika, lalu saat bibirnya mendarat di bibir istri cantiknya.Kemudian pria tampan itu memagut kembali bibir ranum istri cantiknya dengan penuh gairah, tidak selembut di awal. Cantika menarik diri sejenak untuk bernapas sambil memejamkan matanya.
Dito menatap Lila sebentar dengan senyum penuh cinta dan kerinduan lalu menarik tengkuk Cantika dan langsung memagut bibir Cantika lebih dalam dan lebih bergairah lagi dan lagi. Tanpa Cantika sadari ia melenguh sambil menggelungkan kedua tangannya di leher kokoh suaminya. Dito menggigit pelan bibir Cantika dan di saat wanita itu membuka bibirnya, pria gagah dan tampan itu langsung memasukkan lidahnya dengan debaran jantung abnormal. Lidah Dito menari nari menjelajahi mulut Cantika dengan penuh gairah. Mereka kemudian saling memagut dengan liar dan panas.
Ketika Dito merebahkan jok mobil dan berbisik di telinga Cantika, "Aku menginginkanmu saat ini juga, Babe"
Cantika langsung mendorong dada Dito dan berkata dengan senyum manisnya, "Sayangnya nggak bisa, Sayang"
Dito sontak menautkan kedua alisnya, "Kenapa? Kamu lagi halangan ya? Dapat tamu bulanan?"
Cantika tersenyum menggoda sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Lalu? Kenapa nggak bisa? Apa karena ini di dalam? Tapi, mobil ini kacanya reflektif dan kita pernah melakukannya di dalam mobil, kan?"
__ADS_1
"Aku hamil. Nih buktinya" Cantika memberikan hasil tes kehamilan yang ia ambil sebelum ia menjemput Dito ke bandara.
"Hah?!" Dito ternganga kaget dan langsung menarik diri kemudian terhenyak di jok kemudi.
Cantika menoleh ke Dito, "Kenapa? Kau tidak suka aku hamil?"
Dito menoleh ke Cantika dan berkata, "Tentu saja aku suka. Aku cuma grogi saat ini"
"Grogi kenapa?"
Dito meraup wajah tampannya lalu berkata, "Aku takut anakku marah sama aku karena aku tinggal dinas terus dan aku takut anakku....... hmpppthhhh!"
Cantika langsung membungkam mulut Dito dengan bibirnya, tiga menit kemudian, Cantika menarik bibirnya dan sambil tersenyum ke Dito ia berucap, "Nggak usah grogi. Anak kita anak panjang sabar, murah senyum, dan tidak menuntut banyak, kayak aku, kok"
Dito langung mendekap erat tubuh istri cantiknya dan sambil menghujani wajah istri tercintanya dengan ciuman, Dito berkata, "Terima kasih banyak, Babe. Aku sangat mencintaimu"
"Aku juga sangat mencintaimu" Sahut Cantika dengan rasa bahagia yang membuncah di dalam dadanya.
"Pengen segera sampai di rumah dan langsung tiduran di ranjang sama kamu"
"Oke, siap laksanakan, Bu Bos!" Pekik Dito dengan tegas dan Cantika sontak tergelak geli.
Satu jam lebih empat puluh lima menit kemudian, Cantika menarik Dito masuk ke dalam rumah dan langsung mengajak Dito masuk ke dalam kamar, mendorong Dito ke atas ranjang dan ia merangkak naik ke atas ranjang.
Cantika kemudian merebahkan kepalanya di atas dada Dito, memeluk perut Dito dan berkata, "Aku pengen kayak gini terus"
"Oke. Tapi, sepertinya aku butuh mandi, Babe. aku mandi dulu, ya" Dito mengangkat pelan tangan Cantika dari atas perutnya, namun Cantika langsung mengapit tubuh Dito dengan kakinya sambil berkata, "Nggak boleh mandi! Aku pengen kayak gini terus dan aku suka wangi asem tubuh kamu, Sayang"
"Hmm! Baiklah. Tapi, Babe, yang namanya bau asem pas belum mandi nggak ada yang wangi" Dito meringis lalu ia mencium pucuk kepalanya Cantika.
"Bagiku, kamu wangi banget saat ini. Jangan ke mana-mana! Biarkan aku kayak gini sampai aku tidur"
"Tapi, kamu belum makan"
__ADS_1
"Nanti aja" Sahut Cantika
Dito kemudian memeluk erat tubuh istrinya dengan senyum geli dan bergumam, "Kamu menggemaskan sekali kalau kayak gini ,Babe"
Seratus dua puluh menit kemudian, Cantika terbangun saat ia merasakan perutnya diciumi. Cantika membuka mata dan tersenyum saat ia melihat suaminya asyik menciumi perutnya yang masih tampak rata.
"Sayang, kenapa kamu ciumi terus perutku?"
Dito mendongak untuk melihat wajah Cantika lalu berkata, "Aku yakin anak ini cowok. Dia dari tadi aku ajak bicara nyambung. Kalau nyambung sama Papanya berarti anak kita ini cowok, kan?" Sahut Dito dengan wajah polos tanpa dosa.
"Sayang! Kenapa kamu lucu banget, hahahahaha. Mana ada nyambung? Darimana kamu tahu kalau obrolan kamu dengan anak kita yang masih berumur empat Minggu, nyambung" Cantika tergelak geli.
Dito mencium perutnya Cantika dan sambil mengelus-elus perut itu ia berkata, "kalau aku cium perut kamu dan aku ajak ngobrol, aku dengar dada kamu berdegup kencang. Anak kita menjawab obrolanku debaran jantung kamu"
"Hahahaha, ya, ya, ya, terserah kamu aja, Sayang. Tapi, bagaimana kalau anak kita cewek?"
Dito merangkak naik dan setelah mengajak istrinya bericuman selama dua detik, pria tampan itu berkata, "Kalau dia cewek aku nggak keberatan apalagi kalau dia mirip sama kamu aku akan sangat bahagia"
"Berarti, cowok ayu cewek nggak masalah bagi kamu, kan?"
"Aku tetap suka cowok karena ini anak pertama kita. Kalau cowok dia bisa menjaga adik-adiknya nanti. Tapi, kalau cewek aku pun nggak masalah. Aku akan didik dia menjadi wanita kuat kayak kamu"
"Mana ada aku kuat. Aku ini cengeng, kan?"
"Cengeng hanya di depanku saja" Dito kembali mengajak Cantika berciuman.
...❤️❤️❤️❤️Tamat❤️❤️❤️❤️...
Promo novel baru. Yang satu berjudul Terlilit Takdir Cinta, tentang balas dendam dan reinkarnasi dan yang satunya lagi, My Snowy, romantis komedi yang sangat kocak.
Kalau berkenan silakan singgah di kedua novel baru saya itu🙏
Terima kasih untuk dukungan para sahabat sesama penulis dan dukungan dari para pembaca yang Budiman 🙏 Tuhan memberkati kalian semua😍❤️🤗😘
__ADS_1