Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Ingin Menikah


__ADS_3

Pangeran Arka langsung membopong Batari kembali ke kamarnya. Dia merebahkan Batari dengan pelan di atas ranjang. Lalu ia mengambil ponselnya yang tergeletak di atas nakas dan langsung menelepon dokter keluarga kerajaan Wahyatma.


"Hah? Di pulau pribadi Anda?" Sahut dokter keluarga kerajaan Wahyatma.


"Anak buah saya sudah di dalam perjalanan ke rumah sakit untuk menjemput Anda memakai helikopter. Anda bersiaplah di rooftop biar cepat" Sahut Pangeran Arka.


"Baiklah" Dokter yang dihubungi oleh Pangeran Arka hanya bisa menghela napas panjang lalu bergegas berlari ke rooftop.


Setengah jam kemudian, dokter tersebut diantarkan masuk ke dalam kamarnya Pangeran Arka. Dokter tersebut langsung memeriksa wanita asing yang berbaring pingsan di atas ranjang mewah bergaya klasik, ciri khasnya keluarga kerajaan Wahyatma.


Dokter tersebut lalu bangkit berdiri dan berjalan mendekati pangeran Arka, "Dia siapa, Pangeran? Dia bukan Putri Amina, Istri Anda, kenapa dia bisa berada di kamar Anda dan........"


"Dia kenapa?" Pangeran Arka langsung bersedekap di depan dokter tersebut dan menyemburkan tanya dengan sorot mata dingin.


"Oh, emm, anu, dia nggak papa. Dia cuma mabuk. Sepertinya toleransinya terhadap minuman beralkohol sangat rendah. Sepertinya dia belum pernah minum minuman beralkohol sebelumnya dan saat ini, dia hanya mabuk berat dan masih dikuasai oleh alkohol"


"Aku punya banyak uang dan kuasa, kan?" Pangeran Arka menoleh ke asisten pribadinya .


Felix menganggukkan kepalanya lalu berkata, "Uang Anda tidak akan habis sampai tujuh turunan dan titah Anda adalah dewa bagi kami semua"


Pangeran Arka mengulas senyum tipis, lalu ia menatap dokter di depannya untuk berkata, "Simpan rahasia ini dari Nenek dan siapapun! Aku akan membayar Anda dengan sangat mahal"


"Ah, baiklah. Lagian tidak ada untungnya bagi saya untuk mengatakan ke semuanya soal wanita ini" Sahut dokter tersebut.


"Bagus. Felix, antarkan dokter pulang dan berikan cek lima ratus juta rupiah!" sahut Pangeran Arka.

__ADS_1


"Baik, Pangeran" sahur Felix dan langsung mengajak dokter keluarga kerajaan Wahyatma untuk mengikutinya.


Sepeninggalnya Felix, Arka melangkah ke pintu kamar dan menguncinya. Lalu ia berbalik badan untuk melangkah dan duduk di tepi ranjang. Dia menatap sprei dan bergumam lirih, "Spreinya sudah diganti. Syukurlah, kalau nggak aku akan merasa bersalah kembali saat melihat noda darah di sprei. Sepertinya aku terlalu brutal semalam. Apa aku tanpa sadar telah menyiksa gadis ini semalam?"


Tiba-tiba Batari membuka kedua kelopak mata lentiknya dan dia langsung bersitatap dengan pria yang dia sangat yakini adalah Noah Baron. Saat Batari bangun dan bersandar di ranjang, pangeran Arka bangkit berdiri dan berkata, "Apa kamu lapar?"


Batari mengangguk lemas dan sambil mengelus perut rampingnya dia berkata, "Aku sangat laper. Aku seperti habis nguli, capek dan laper banget"


Pangeran Arka langsung berputar badan dan memencet intern phone yang ada di dalam kamar dengan furniture super mahal itu dan berkata, di depan intern phone, "Bawakan makanan dua porsi dan jus jeruk dua gelas ke kamar, cepat!"


"Baik" Sahut chef yang ada di dapur.


Sambil menunggu makanan tiba, pangeran Arka kembali berdiri di depan Batari yang masih bersandar di ranjang dan bertanya dengan wajah lembut dan mata sendu "Apa masih sakit?"


"Ah, iya! Sakit. Sakit banget! Dasar kau Noah, brengsek! Bukankah kau janji kalau kau akan.menbuka segelku saat kita menikah nanti. Kenapa kau melakukannya semalam dan kau melakukannya dengan sangat brutal!"


Pangeran Arka menghela napas panjang, lalu berucap, "Kamu yang berinisiatif sendiri semalam. Aku hanya mengikuti permainan kamu"


"Bohong! Kau bohong! Mana mungkin aku berinisiatif dan........"


"Kau mabuk. Kau terus memanggilku Noah Baron dan kau terus menggodaku. Aku pria normal lama-lama tidak bisa bertahan juga dari serangan brutal kamu" Sahut pangeran Arka dengan rona merah di wajah, karena malu"


Batari tertegun selama beberapa detik saat ia mendengar ucapannya Noah. Lalu, dia mengumpat kesal, "Sial! Alkohol ternyata sangat berbahaya. Aku menyesal telah mencoba minum anggur semalam. Tapi, kamu harus menikahiku! Kamu pria yang telah membuka segelku, jadi kamu harus menikahiku!" Batari kembali melotot ke pria yang dia yakini adalah Noah Baron.


"Baiklah. Kita makan dulu dan setelah makan, kita akan menikah. Aku sudah mengundang pejabat dari pencatatan sipil untuk menikahkan kita. Dia sudah menunggu kita di ruang kerjaku" Sahut pangeran Arka.

__ADS_1


"Tapi, sebentar! Kita menikah dengan nama apa? Kamu maksudku. Kamu menikahiku dengan nama apa? Noah Baron apa Arka?" Batari masih melotot ke pria di depannya.


Pangeran Arka tersenyum tipis dan berkata, "Tentu saja Arka Bhadrika Wahyatma. Itu namaku"


"Nggak mau! Aku nggak mau menikah dengan Arka Bhadrika Wahyatma. Noah bisa protes dan marah sama aku. Walaupun kamu adalah Noah Baron, tapi nama kamu Arka sekarang ini dan aku nggak mau menikah dengan Arka!" Pekik Batari kesal.


"Makan aja dulu! Aku nggak ingin melihatmu pingsan lagi. Makan aja dulu" Arka menyodorkan piring nasi goreng dengan toping telur mata sapi ke Batari. Batari langsung menerima piring nasi itu dan langsung melahap nasi goreng dengan telur mata sapi itu seperti orang yang telah kelaparan selama berhari-hari.


Dan sebelum pangeran Arka menyentuh nasi gorengnya, piring Batari telah kosong. Batari menoleh ke pria yang duduk di tepi ranjang itu dan pangeran Arka menyodorkan piringnya sambil berkata, "Masih mau?"


Batari tampak ragu menerima piringnya pria yang masih menyebut dirinya sendiri sebagai pangeran Arka Bhadrika Wahyatma.


Pangeran Arka berkata, "Ini masih utuh. Belum aku sentuh sama sekali nasi goreng ini"


Batari langsung meraih piringnya Arka dan memakannya dengan lahap.


Pangeran Arka memandang Batari yang makan dengan lahap, mengulum bibir menahan geli dan ia bergumam di dalam hatinya, nafsu makannya besar sekali. Tapi, kenapa badannya bisa bagus dan seramping itu?


Batari lalu menoleh ke Arka saat piring keduanya kosong. Pangeran Arka menyodorkan jus jeruk dingin sambil berkata, "Jus jeruk bagus untuk menghilangkan pengaruh alkohol"


Batari meraih gelas yang disodorkan oleh Arka dan langsung menenggaknya sampai habis. Barulah Batari sadar saat ia meletakkan gelas di atas nakas, "Kamu nggak makan berarti. Kan, nasi goreng kamu aku makan barusan"


Arka tersenyum agak lebar tanpa ia sadari, lalu berkata, "Aku lihat kamu makan barusan, aku udah kenyang. Aku juga udah minum jus jeruk, udah cukup"


"Lalu, gimana soal kita?" Tanya Batari sambil bersedekap di depannya Arka.

__ADS_1


"Aku akan mengikuti mau kamu. Karena, kamu wanitaku sekarang ini, bukankah aku harus mengikuti apa kata wanitanya, kan?" Sahut pangeran Arka


Batari tersenyum lebar dan berkata, "Aku mau menikah dengan Noah Baron, boleh?"


__ADS_2