Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Cocok


__ADS_3

Saat Batari melihat Jelita canggung dan gelisah duduk di sebelahnya Nehemia, Batari langsung berkata, "Hem! Kamu duduk dekat Kakak kamu"


Nehemia bangkit berdiri dan berpindah tempat duduk tanpa banyak bertanya.


Noah yang merengut dan langsung menyemburkan protes, "Kenapa harus pindah? Aku pengen deket sama anakku"


"Aish! Nanti malam bisa deketan terus, kan? Kasihan Jelita dia tidak terbiasa duduk di sebelah cowok" Sahut Batari.


"Lalu, apa kamu bisa makan jauh dariku?" Noah masih merengut.


"Bisa. Aku bawa kaos kamu untuk jaga-jaga, hehehehehe"


Nehemia terkekeh geli lalu ia menatap Jelita yang masih menunduk melihat ke piring dan memainkan kentang goreng.


Nehemia lalu menoleh ke Batari dan Batari langsung memberi kode ke Nehemia untuk mengajak Jelita mengobrol.


Nehemia menghela napas panjang lalu ia menatap Jelita kembali dan melemparkan pertanyaan yang sangat standar, "Kamu anak tunggal atau punya adik?"


Jelita tersentak kaget dan langsung mengangkat wajahnya. Namun, alih-alih menjawab pertanyaannya Nehemia, ia malah melongo.


Batari tersenyum geli lalu ia merangkul bahunya Jelita dan berkata, "Hemi nanya kamu punya adik atau nggak?"


Jelita membetulkan letak kacamatanya lalu tersenyum canggung dan berkata, "Maaf. Emm, saya anak tunggal. Adik saya sudah meninggal saat ia masih berumur satu tahun"


"Oh. Maafkan aku mengingatkan kamu akan luka itu" Sahut Nehemia.


"Meninggal karena apa?" Sahut Noah sambil menyuapkan kentang goreng ke Batari.


"Diare akut dan saat itu kami masih tinggal di pedalaman. Adik saya telat dibawa ke rumah sakit karena letak rumah sakit sangat jauh dari tempat tinggal kami waktu itu. Papa saya bekerja di pertambangan" Jelita tersenyum canggung.


"Nggak usah canggung. Santai aja. Kita ini orangnya Cowboy semua. Metal semua dan out of the box semua. Jadi, santai aja" Sahut Batari.


"Iya. Aku juga Cowboy" Sahut Dito.


Jelita menoleh ke Dito dan sambil mencubit pelan pipinya Dito, ia berucap, "Kamu Cowboy cilik yang sangat cakep"

__ADS_1


"Makasih untuk pujiannya, Tante juga manis" Sahut Dito.


Saat Batari mengajak Dito dan Jelita bangkit berdiri untuk mengambil kue yang dipajang manis di etalase dan pengunjung kafe boleh mengambil sendiri kue-kue tersebut, Nehemia langsung menoleh ke Noah untuk berbisik, "Kakak udah nggak alergi sama parfum cewek, ya? Parfum cewek ini wanginya kuat banget. Wangi melati lagi, hadeeeh pusing kepalaku, nih"


Noah tekekeh geli lalu ia balas berbisik ke Nehemia, "Sejak peristiwa aku disekap oleh cewek dan disuntik cairan kimia, aku nggak alergi lagi sama parfum cewek. Sejak itu, kakak ipar kamu jadi seneng banget, dia bisa beli dan nyobain parfum"


Nehemia berbisik lagi di telinga Noah, "Kak Tari wanginya lembut enak. Lha, Jelita parfumnya wangi melati kayak parfum nenek-nenek bikin kepalaku puyeng, hadeeehhh"


"Nanti, kalau kalian udah berkencan, kamu belikan Jelita parfum yang sesuai dengan selera kamu" Sahut Noah.


"Tapi, aku, kan, nggak........."


"Kalian berbisik apa? Kamu nggak apa, Hem?" Tanya Batari sambil duduk.


Noah langsung menegakkan kepalanya dan Nehemia langsung berdeham sambil melambaikan tangannya lalu berkata, "Nggak. Nggak papa, kok"


"Sayang, kita pulang, yuk! Biar Nehemia dan jelita bisa mengobrol lebih akrab lagi"


"Ayo!" Noah langsung bangkit berdiri dengan wajah semringah karena dia memang ingin segera pulang dan bermain dengan istri dan anaknya.


Jelita langsung menahan lengan Batari dan menggeleng pelan.


"Hei, Kak! Emangnya aku apaan, kok pakai nggigit"


Jelita tertawa dan saat itulah, Nehemia tertegun. Tawa Jelita memang sangat manis.


Saat Nehemia tertegun, Batari langsung menarik Noah pergi. Noah menggendong Dito dan bergegas mengikuti langkah istrinya dengan wajah semringah.


"Makasih, ya, kamu peduli banget sama Hemi. Makasih udah kenalin Hemi sama cewek yang bibir, bebet, dan bobotnya oke" Ucap Noah sembari melakukan mobilnya.


"Dito juga cocok sama Tante Jelita. Kalau Dito yang dijodohin sama Tante Jelita, Dito langsung mau" Sahut Dito dan sontak saja Batari dan Noah tertawa ngakak mendengar celotehannya Dito itu.


"Ke.....kenapa menatapku seperti itu? Apa qda makanan yang nyangkut di gigiku?" Jelita langsung menunduk dan menutup mulutnya dengan telapak tangan.


"Jangan kamu tutupi tawa kamu. Aku suka dengan tawa kamu. Kamu seribu kali lebih manis dengan tawa tadi" Sahut Nehemia.

__ADS_1


Dengan perlahan Jelita mengangkat wajahnya dan ia menatap Nehemia dengan rona merah di wajah.


"Dan kamu tampak menggemaskan pas malu-malu kayak gitu" Nehemia tersenyum ke Jelita dengan penuh arti.


Jelita langsung berdeham dan langsung meraih gelas lalu ia langsung menyesap jus mangganya.


"Apa hobi kamu?" Tanya Nehemia.


"Emm, baca buku dan baca buku, hehehehe"


Jelita tersenyum lebar dengan wajah yang masih malu-malu.


"Kamu nggak suka pergi ke klub, pesta, atau ke mall?"


"Aku belum pernah pergi ke klub dan nggak begitu suka dengan hingar bingar pesta. Aku juga jarang pergi ke mall. Aku lebih senang belanja secara online. Mungkin karena aku suka baca dan sibuk kuliah di kedokteran, jadi sering lupa waktu dan merasa capek untuk jalan-jalan di mall"


"Oh. Kalau jalan-jalan ke alam bebas seperti gunung, pantai, atau perbukitan, kamu suka?"


"Iya. Aku suka. Aku suka naik gunung waktu SMP sampai SMA. Pas udah kuliah aku stop nggak naik gunung lagi, karena ya, nggak ada waktu" Sahut Jelita.


"Wah! Aku senang akhirnya ada kesamaan di antara kita. Aku juga suka naik gunung sejak SMP sampai sekarang, sih. Kalau pas weekend dan nggak ada meeting ke luar kota, aku pasti melipir untuk naik gunung" Nehemia menatap Jelita dengan wajah semringah.


Jelita juga menatap Nehemia dengan wajah semringah dan dia mulai bisa santai mengobrol dengan Nehemia.


"Aku juga suka baca buku. Aku kutu buku pas SMP. Tapi, entah kenapa kutu bukunya terus terbang pas aku masuk SMA, hehehehe"


Jelita langsung tertawa mendengar celotehan Nehemia kemudian ia berkata, "Aku suka dengan selera humor kamu"


"Wah! Berarti kita memang cocok jadi pasangan"


"Kok bisa?" Tanya Jelita.


"Kamu suka selera humorku dan kau suka melihat tawa kamu" Nehemia tersenyum penuh arti dan Jelita kembali merona malu.


"Kalau Nehemia nanti akhirnya menikah dengan Jelita, aku akan kasih hadiah buat kamu. Mama juga bilang ke aku kalau Nehemia bisa menikah dengan Jelita, Mama juga akan kasih kamu hadiah. Pikirkan kamu pengen apa dariku dan Mama?" Noah berkata sembari menciumi perutnya Batari.

__ADS_1


Batari terkekeh geli dan sambil mengelus kepalanya Noah, ia berucap, "Wah! Aku harus pikirkan baik-baik, nih"


Noah langsung merangkak naik dan mengajak Batari berciuman.


__ADS_2