
Allen Lau menyeringai ke Amanda saat ia diborgol tangannya dan berucap, "Saya belajar bahasa Indonesia selama beberapa hari demi Anda, saya mengurungkan niat saya untuk bertolak ke Tiongkok tadi siang demi bisa bertemu dengan Anda, dan saya duduk di restoran yang tidak saya suka masakannya juga demi Anda. Kenapa Anda tega menjebak saya"
"Dan kenapa Anda melakukan semua itu? Kita baru pertama kali bertemu dan kita nggak seakrab itu untuk melakukan demi yang banyak banget" Amanda berkacak pinggang di depan Allen Lau.
"Karena, saya jatuh cinta pada Anda pada pandangan pertama. Wo ai Ni, Nona Priscilla Chan"
Amanda meraup kasar wajah cantik alaminya sambil berkata ke rekan satu timnya, "Bawa dia pergi?"
Amanda lalu bergegas menuju ke taman tempat Barnes mengajak ia berkencan. Amanda menekan pedal gasnya agak ke dalam Karena, dia udah hampir terlambat menemui Barnes. "Semoga Barnes masih menungguku"
Barnes mulai gelisah. Dia menunggu di taman selama dua jam dan tidak bisa menelepon Amanda. "Ada apa dengannya? Apa ada masalah dengan Allen Lau? Apa penangkapannya gagal dan dia terluka? Sial! Kenapa tidak ada satu orang pun yang mengangkat telponku?" Barnes mengumpat kesal saat ia menelepon Leon dan Jake, tapi kedua pria itu tidak mengangkat teleponnya.
Barnes mulai berjalan mondar mandir di taman dan tiba-tiba ia merasakan tubuhnya dipeluk erat oleh seseorang dari arah belakang.
Dan Barnes tersenyum lega saat wanita yang memeluknya dari arah belakang itu membuka suara, "Maaf aku terlambat" dengan napas terengah-engah.
Barnes memutar badannya dan langsung memeluk istrinya, "Syukurlah kau baik-baik saja. Dan kenapa napas kamu terengah-engah?" Barnes menciumi pucuk kepalanya Amanda.
Amanda mendongak dan berkata, "Aku berlari kencang dari parkiran ke sini"
Barnes menunduk dan tersenyum sambil mengelus pipi Amanda dia kemudian berkata, "Tampannya seluas ini, kok kamu bisa tahu aku ada di sini?"
"Kamu lupa ya, Istri kamu ini bisa baca semua pikiran orang di dunia ini. Sepanjang aku berlari, aku mendengar pikiran beberapa gadis yang mengatakan kalau ada cowok gagah dan tampan di sini"
Barnes terkekeh geli, "Apa di dunia ini cowok gagah dan tampan hanya aku?"
"Iya dong!" Sahut Amanda.
"Kalau ternyata bukan aku?" Barnes mulai menyipitkan kedua kelopak matanya karena gemas, saat ia melihat mimik wajahnya Amanda dan mendengar jawabannya Amanda yang lugas.
"Kalau bukan kamu, aku akan berbalik badan lalu pergi" sahut Amanda dengan santainya.
Barnes langsung mencium bibirnya Amanda dan ia mengajak Amanda untuk berciuman dan kemudian, berbisik, "Kita pulang aja ke rumahku ya, taman ini sudah sepi dan tidak menarik lagi untuk dipakai berkencan"
"Kenapa?" tanya Amanda dengan mendongakkan kembali kepalanya.
__ADS_1
"Karena Istriku ini kan suka makan dan kau lihat kan, penjual makanan udah pulang semuanya. Kalau kita ke rumahku, kita bisa lanjutkan ciuman kita ke tahap yang lebih mengasyikan"
Amanda mengerucutkan bibirnya lalu berucap, "Yeeaaahh! Padahal aku ingin berkencan di taman dengan kamu. Kita belum pernah berkencan di taman, kan dan sekarang ini aku laper banget, Mas"
Barnes tertawa lebar lalu merangkul Amanda. Dia mengajak Amanda berjalan menuju ke parkiran mobil sambil berucap, "Aku akan ajak kau berkencan lagi kalau misi udah selesai. Sekarang aku akan carikan makanan untuk Istri cantikku ini. Kamu ingin makan apa?"
Amanda berjalan sambil memeluk pinggang kokohnya Barnes dan berucap, "Terserah"
"Mie ayam?"
"Jangan dong! Makan mie di malam hari kan bisa bikin endut" Sahut Amanda.
Barnes mengelus bahunya Amanda dan berucap, "Kalau gitu martabak telur. Kamu suka martabak telur, kan?"
"Makan martabak tuh berminyak. Aku kalau makan makanan berminyak pas capek kayak gini, aku bisa kena radang tenggorokan, Mas"
"Lalu apa dong?" Barnes memeluk erat tubuh Amanda karena gemas.
Amanda menghentikan langkahnya dan Barnes bertanya, "Kenapa berhenti?"
"Mas! Kok malah dibopong sih!?"
"Habisnya kamu tuh menggemaskan. Kita langsung pulang aja nggak usah makan"
Amanda kembali mengerucutkan bibirnya lalu berucap, "Yeaaahhh! Laki-laki yang paham apa maunya cewek, hanya ada di drakor"
"Aku akan belajar di drakor nanti malam cara menjadi cowok yang bisa memahami maunya cewek"
Amanda tertawa lebar lalu berkata, "Aku laper, Mas"
"Aku udah kehabisan ide soal makanan. Aku tawari apa-apa kamu nggak mau" sahut Barnes sembari memasangkan sabuk pengamannya Amanda.
"Kok gitu? Kasih ide lagi dong. Aku kalau laper nggak bisa berpikir lho"
"Aktivitas di ranjang kan nggak perlu berpikir, Sayang" Barnes mengulas senyum jahil di wajah tampannya.
__ADS_1
Amanda langsung bersedekap dan memasang wajah kesal.
"Oke baiklah! Gimana kalau makanan serba dibakar?"
Amanda langsung mengangguk senang, menangkup wajah tampannya Barnes mengecup bibirnya Barnes dan berucap, "Aku suka itu dan aku mencintaimu"
Barnes terkekeh geli di depan Amanda dan menghela napas lega saat ia berlari memutari mobilnya menuju ke jok kemudi karena ia telah berhasil membuat wanitanya puas dengannya. Kau memang cerdas, Barnes. Batin Barnes tersenyum bangga untuk dirinya sendiri.
Barnes mengajak Amanda makan di warung sederhana yang menyajikan makanan serba dibakar dan Amanda sangat menyukainya.
"Jangan makan terlalu banyak! Nanti gemuk" sahut Barnes.
Amanda menoleh ke Barnes, "Kalau aku gemuk, kamu nggak suka?"
"Aku suka. Aku tetap suka kamu kalau kamu gemuk. Kamu sendiri kan yang selalu rewel kalau badan kamu mulai tampak sedikit berisi"
"Iya benar. Hehehehe. Tapi, ini enak banget dan besok aku harus bakar lemak. Aku akan joging sama Igor dan kamu"
"Kau yakin bisa bangun pagi setelah kita melakukan aktivitas ranjang kita malam ini?" tanya Barnes dengan berbisik di telinganya Amanda.
Amanda langsung menepuk bahunya Barnes dan dia langsung mencuci dan mengelap tangannya lalu bangkit.
"Lho udah makannya?"
"Hmm! Bisikan kamu membuatku ingin pulang sekarang juga"
Barnes menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum lebar sambil membayar makanan yang telah ia nikmati bersama dengan istrinya.
Amanda telah siap di dalam mobil saat Barnes keluar dari dalam warung sederhana itu.
"Mobil kamu udah diambil sama rekan kamu?" tanya Barnes sambil melajukan mobil Jeep mewah miliknya Hellena.
"Udah. Dia baru aja nelpon aku" Sahut Amanda.
Sesampainya di rumahnya Barnes. Barnes langsung mengajak Amanda berciuman dan terus menyerang Amanda dengan cumbuan, belaian, usapan ciuman dan akhirnya Barnes berbisik "Aku nggak kuat lagi, Sayang. Kita akan lakukan penyatuan raga kita di sini" Barnes langsung menggendong Amanda bak koala dan menyatukan raga di depan pintu masuk.
__ADS_1
Lalu Barnes melangkah menuju ke ranjang sederhananya yang terbuat dari kayu murahan yang mulai lapuk, sambil menggendong Amanda. Dia merebahkan Amanda di sana dan kembali menyatukan raganya di atas ranjang sampai rumah sempitnya Barnes dipenuhi jerit kepuasan berkali-kali dari keduanya.