Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Noah Selamat


__ADS_3

"Stop! Bukankah anak di pinggir jalan itu, mirip dengan Noah Baron?" Barnes yang memiliki mata tajam bak seekor elang dan memiliki feeling setajam rusa, bisa cepat menangkap keberadaannya Noah Baron di keremangan malam.


Jude langsung mengerem dan meminggirkan mobil Van andalannya The Four Jays dan Barnes.


Barnes melompat turun dari dalam mobil dan berlari mendekati sosok anak laki-laki yang mirip dengan Noah Baron. Barnes langsung mendekap tubuh mungilnya anak laki-laki itu dengan sigap saat anak laki-laki itu, limbung ke depan dan jatuh pingsan. "Dia benar Noah dan badannya panas banget. Kita harus cepat membawanya ke rumah sakit, dan.......Siapa kamu?" Barnes menoleh ke anak perempuan di sebelahnya.


"Saya putrinya Sammy Prasetyo. Nama saya, Bening Prasetyo"


"Sial!" Barnes mengumpat lirih dan berucap, "Jadi, kamu juga diculik bersama dengan Noah Baron?" Barnes berucap sembari membopong tubuh mungilnya Noah dan bangkit berdiri.


Anak perempuan itu menganggukkan kepalanya dan bertanya, "Nama anak itu, Noah Baron?"


Barnes menganggukkan kepalanya dan bertanya, "Kamu nggak tahu nama anak ini?"


"Saya tidak sadarkan diri selama diculik dan Noah yang membuat saya sadar dan mengajak saya melarikan diri" Sahut anak perempuan itu.


Barnes menunduk untuk menatap wajahnya Noah dan bergumam, "Noah Baron ternyata anak yang pemberani dan sangat cerdas"


Joy langsung melompat di depannya Barnes dan berteriak, "Siapa kau!?" ke seorang pria yang mengerem laju larinya tidak jauh dari Barnes dan anak-anak itu.


Pria itu mengumpat kesal dengan wajah panik, saat ia melihat lima orang yang tampak kekar dan profesional.


"Dia anak buah penculik yang menculik saya dan Noah" Teriak anak perempuan itu.


Pria itu bergegas memutar badan saat ia mendengar teriakannya anak perempuan itu dan dengan sigap Jordan berlari dan menendang pantat pria asing itu hingga membuat pria itu jatuh tersungkur ke depan dan dengan sigap, Jordan mencantolkan borgol ke kedua pergelangan pria itu lalu memaksa pria itu bangkit berdiri. Joran kemudian menyeret pria asing itu dan memasukkannya ke dalam mobil Van.


Jude melajukan kembali mobil Van andalannya Barnes dan kawan-kawannya saat ia melihat semuanya sudah masuk kembali ke dalam mobil Van.

__ADS_1


"Kita ke rumah sakit atau ke markas dulu, Komandan?" Tanya Jude kemudian.


"Emm, ke markas aja. Kita bisa baringkan Noha Baron di rumahku dan Joy, tolong kau hubungi dokter keluarga kita untuk standby di rumahku, sekarang!" sahut Barnes.


"Baik, Adik ipar, eh, Komandan" Sahut Joy.


Markas besarnya The Five Jays dan Barnes Adiwilaga Darmawan, berada di sisi timur kediamannya Barnes Adiwilaga Darmawan karena, Barnes tidak ingin jauh dari keluarga kecilnya di saat ia membahas kasus, maka ia memindahkan markas besarnya di sisi timur, satu pekarangan dengan kediamannya.


Beberapa jam kemudian, Jude memarkirkan mobil Van berwarna hitam, di depan pintu utama kediamannya Barnes. Barnes melompat turun sambil membopong Noah Baron dan berkata ke The Four Jays, "Bawa dia ke markas! Lalu suruh Amanda, Satya dan Adam Baron ke sini!"


"Siap, Komandan" Sahut The Four Jays.


Anak perempuan yang bernama Bening, mengikuti langkahnya Barnes masuk ke dalam rumah yang sangat megah.


Barnes berlari menuju ke kamar tamu sambil memerintahkan dokter keluarganya yang sudah standby di ruang tamu, untuk mengikutinya. Dokter itu segera bangkit berdiri dan berlari mengikuti Barnes.


"Baik" Sahut dokter itu sambil melangkah maju untuk duduk di tepi ranjang dan memeriksa Noah Baron.


Adam Baron, Satya, dan Amanda bergegas masuk ke kamar tamu dan Adam berteriak panik, "Ada apa dengan Noah? Kenapa dia pingsan?"


Dokter keluarganya Barnes bangkit dan berdiri tegak di depan semuanya, untuk berkata, "Noah demam biasa. Kemungkinan karena bakteri. Saya sudah ambil sample darahnya dan akan saya cek di lab. Saya akan berikan hasil labnya besok pagi. Saya sudah suntik obat penurun demam dan memasang infus. Noah baik-baik saja"


"Noah panas dan pingsan, karena menolong saya" Suara anak perempuan membuat semua yang ada di kamar tamunya Barnes menoleh ke asal suara.


Adam dan Satya tersentak kaget dan Satya yang berdiri di dekatnya anak perempuan itu langsung berjongkok di depan anak perempuan itu dan bertanya, "Kamu putrinya hakim ketua, Sammy Prasetyo,kan? Kamu juga ikut diculik bareng dengan Noah Baron?"


"Saya nggak tahu kapan saya diculik karena, saya terus pingsan dan Noah yang menyadarkan saya, membebaskan saya dari tali yang mengikat saya dan mengajak saya berlari meninggalkan garasi tua atau gudang tua tempat kami disekap" Anak perempuan itu menjawab pertanyannya Satya dengan runtut, jelas, dan sopan.

__ADS_1


Satya kembali berdiri sambil meraup wajah tampannya yang tampak stres dan lelah dengan berkata, "Penculik itu sakit jiwa"


Barnes menepuk pundaknya Adam Baron, "Anda beruntung memiliki seorang putra yang bukan hanya tampan, tapi juga pemberani dan sangat cerdas"


Adam Baron menoleh ke Barnes dan berkata, "Terima kasih. Noah tumbuh menjadi anak pemberani dan cerdas, berkat didikan dari Istri saya"


"Anda beruntung" Barnes berucap sembari kembali menepuk pelan pundaknya Adam Baron.


Barnes lalu berkata, "Saya tinggalkan kalian sebentar. Saya masih ada pekerjaan yang harus saya bereskan"


"Saya ikut" Sahut Satya.


Barnes menoleh ke Satya dan menautkan alisnya ke Satya, "Untuk apa Anda ikut?"


"Saya seorang Jaksa. Anda lupa itu?" sahut Satya.


Barnes menghela napas panjang lalu ia berkata, "Oke. Anda boleh ikut"


"Saya akan membawa Bening membersihkan diri dan makan, dulu"


Adam Baron yang telah duduk di tepi ranjang dan terus memegang tangan mungilnya Noah, menoleh ke Amanda dan menganggukkan kepalanya.


Amanda kemudian mengajak anak perempuan itu ke kamar tamu yang satunya lagi, agar anak perempuan itu mandi dan memberikan baju ganti milik putrinya. Lalu ia bertanya, "Kamu lapar?"


Anak perempuan itu menganggukkan kepalanya dengan wajah malu-malu. Amanda tersenyum dan langsung mengajak anak perempuan itu ke ruang makannya dan berkata, "Nggak usah malu sama Tante. Anggap saja rumah ini seperti rumah kamu sendiri. Tante juga punya putri seumuran kamu, tapi sayangnya, dia sudah tidur. Saat ia bangun esok pagi, dia pasti akan senang sekali melihat ada banyak teman di sini"


Anak perempuan yang bernama Bening, tersenyum ke Amanda dan berkata, "Terima kasih Tante. Saya juga pasti akan senang sekali bisa bertemu dan berteman dengan Putri Tante besok"

__ADS_1


Adam Baron langsung menelepon Alba untuk memberitahukan ke Alba kalau Noah sudah ditemukan dan dalam keadaan selamat. Setelah menutup sambungan telepon dengan suami tercintanya, Alba kembali memejamkan matanya untuk kembali memanjatkan doa, mengucap syukur karena, putranya masih dilindungi Tuhan.


__ADS_2