Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Godaan


__ADS_3

Barnes berciuman dengan Amanda tanpa henti. Sementara itu, jari jemarinya Barnes terus bergerak di titik sensitifnya Amanda, berenang di dalam rasa basah dan hangat, yang menggetarkan raga kedua suami istri yang didera kerinduan yang sangat luar biasa.


Barnes kemudian berbisik di telinganya Amanda, "Maafkan aku Nona Priscilla Chan, aku tidak bisa menahan diriku lagi untuk menyatu denganmu"


Amanda berkata, "Lakukan Tuan Jacob Rivers!" dengan suara terengah-engah menahan gairah.


Penyatuan raga mereka pun dimulai dengan sangat liar, namun indah dirasakan oleh sepasang suami istri tersebut.


Beberapa menit kemudian, pekik kepuasan meluncur dari mulut keduanya secara bersamaan dan Amanda langsung terkulai di dalam dekapan suaminya. Barnes mengusap rambut basah Amanda beberapa kali kemudian dia segera berkata, "Manda, kita harus cepat menemui Hellena Simpsons. Aku rasa kita sudah cukup lama berada di sini"


Amanda menghela napas lelahnya kemudian ia melompat turun dari atas dan sambil berkata, "Kau benar" Dia merapikan blus dan roknya lalu berlari masuk ke dalam toilet yang ada di dalam ruangan tersebut.


Barnes lalu merapikan kembali kemejanya dan menaikan kembali ritsleting celana kainnya ke atas.


Amanda keluar dari dalam toilet dengan penampilannya semula sebelum Barnes menggeledahnya secara keseluruhan.


.


"Kau cantik sekali hari ini" Barnes memandangi Amanda. "Itulah kenapa, aku kebingungan tadi. Di satu sisi aku tidak bisa menahan diriku untuk melampiaskan kerinduanku padamu, tapi di satu sisi, aku harus menahan diri karena alis sedang menyamar menjadi Jacob Rivers sekarang ini"


Amanda.nelangkah mendekati Barnes lalu meletakkan kedua telapak tangannya di dada bidangnya Barnes dan berucap, "Aku tahu" dengan senyuman menggodanya.


"Andai saja kita ada di rumah kita saat ini, aku akan menyerangmu lagi" Barnes mengecup senyum menggodanya Amanda dan Amanda terkekeh geli.


"Ayo kita temui Hellena Simpsons!" Amanda melangkah mantap menuju ke pintu keluar.


"Tunggu dulu!" Barnes menahan lengannya Amanda. Amanda menoleh dan Barnes seger berucap, "Berjanjilah untuk tidak ceroboh di sini! Berjanjilah untuk tidak menantang bahaya di sini!"


Amanda mengelus pipinya Barnes sambil berkata, "Aku tahu, Sayang"

__ADS_1


Kedua suami istri itu lalu melangkah keluar dari ruangan tersebut dengan kesan mereka adalah dua orang asing yang tidak saling mengenal satu sama lain.


Barnes bergumam lirih, "Kau menjadi penerjemah bahasa apa?"


"Mandarin dong. Hellena saat ini tengah berbisnis dengan pihak Tiongkok dan dia tidak bisa berbahasa Mandarin"


"Dan kau bisa?" Bisik Barnes sambil terus mengiringi langkahnya Amanda.


Amanda berkata, "Bisa" tanpa menoleh ke Barnes.


"Kapan kamu belajar bahasa Mandarin?" Barnes mengeluarkan suara lirih dan tetap memandang lurus ke depan.


"Tiga bulan yang lalu di dalam masa pelatihan, aku diikutkan kursus kilat bahasa Mandarin selama tiga bulan" Amanda berkata tanpa menoleh ke Barnes.


"Kau benar-benar harus berhati-hati saat kau berada di sampingnya Hellena. Hellena wanita yang sangat kejam"


"Aku tahu" sahut Amanda tanpa melirik Barnes.


Hellena memandangi wajah wanita berambut keriting berwarna merah sangat kontras di wajah Asianya. "Kenapa kau bisa memiliki rambut merah seksi dan indah itu di wajah Asia kamu yang cantik dan imut?" tanya Hellena sambil bangkit dari kursi kerjanya yang gagah dan mahal.


"Papa saya orang Rusia dan Mama saya keturunan' Tiongkok. Tapi, saya lahir dan dibesarkan di Indonesia" Amanda yang mulai di hari itu berganti nama menjadi Priscilla Chan, memberikan senyum manisnya ke Hellena Simpsons.


"Pantas aja kalau kau direkomendasikan untuk menjadi penerjemah di sini. Aku menyukaimu Nona Priscilla Chan. Nona, kan? Karena di CV Anda, tertulis kalau Anda belum menikah"


"Anda benar. Saya belum menikah" Amanda berucap tanpa mengalihkan pandangannya dari sorot mata penuh selidiknya Hellena Simpsons dan Barnes berdiri mematung di sana.


"Kamu memliki sorot mata yang jujur, polos, dan lugu, tapi ada keberanian di sana" Hellena berkata sambil menunjukkan jari telunjuknya ke kedua matanya Amanda yang adalah Priscilla Chan mulai hari itu.


"Terima kasih atas pujiannya, Nona Hellena Simpsons" Amanda tersenyum ke Hellena.

__ADS_1


Hellena tergelak senang lalu berucap, "Aku menyukai wanita ini. Jacob, antarkan dia ke kamarnya!" Hellena menoleh ke Jacob.


Barnes yang adalah Jacob Rivers sejak ia masuk ke zonanya Hellena Simpsons, mempersilakan penerjemah cantik itu untuk mengikutinya menuju ke kamar yang sudah disiapkan khusus untuk penerjemah cantik itu.


Hellena memutari mejanya dan kembali duduk di kursi kesayangannya untuk kembali fokus pada pekerjaannya.


Jake yang bertelanjang dada tengah membersihkan kolam renang dan dia terkejut saat ia merasakan ada dua tangan menyusup masuk di kedua sisi pinggangnya. Lalu lengan dari tangan tersebut menggelung di pinggang kekarnya Jake.


Jake menunduk dan melihat di atas perut polosnya, ada tangan dengan jari jemari berkutek merah darah, terparkir manis di sana.


Jake mengabaikannya lalu melanjutkan pekerjaannya membersihkan beberapa daun kering yang jatuh ke air kolam renang dengan jaring yang besar.


"Kenapa kamu belum menjawab pernyataan cintaku? Kenapa kamu belum mau untuk aku ajak berkencan?"


Jake meletakkan jaring yang sudah penuh dengan daun kering di bibir kolam renang. Kemudian dia mengurai gelungan tangan dari anak perempuan sang pemilik rumah. Jake melepas tangan itu dan berputar badan untuk berkata, "Non, kita nggak mungkin bisa berkencan. Saya sudah katakan kan kemarin, kalau saya sudah menikah"


Insting alami Jake sebagai laki-laki yang sangat sehat dan normal, berdesir hebat tanpa bisa ia tahan kala ia menatap baju renang two pieces berwarna merah menyala yang dikenakan oleh putri tuan besarnya.


Jake mengumpat di dalam hatinya, Sial! kenapa siksaan ini yang harus aku terima. Tiga bulan terpisah dari Istri tercintaku dan tidak mendapatkan jatah selama itu, kini ada wanita muda, cantik, dan seksi berdiri di depanku menawarkan dirinya padaku. Sial! Jake lalu mengusap kasar wajah tampannya yang berkulit sawo matang.


"Devon, aku belum pernah jatuh cinta sebelumnya. Dan di usiaku yang udah menginjak dua puluh tahun ini, aku ingin merasakan rasanya berkencan dan itu denganmu" Gadis muda berbodi seksi dan sangat cantik itu meletakkan kedua telapak tangannya di atas dada bidangnya Jake yang polos.


Jake dengan nama samaran Devon Rex, melangkah mundur dan kedua telapak tangan Gadis berwajah tirus itu, secara otomatis terhempas ke bawah.


"Non Vero, stop! Jangan melangkah mendekati saya atau.......Byuur! Jake dan Veronica nama gadis cantik itu, tercebur ke dalam kolam renang.


Jake mengumpat kesal saat Veronica nekat mencium bibirnya. Veronica bahkan memperdalam ciumannya dengan menggelungkan kedua lengannya erat-erat di leher kokohnya Jake.


Jake hampir kehabisan napas karena dia memilih untuk menutup rapat bibirnya dan tidak membalas ciuman itu. Lalu dengan sekuat tenaga, Jake mendorong dengan sangat kuat bahunya Veronica dan segera berenang ke tepian lalu naik ke bibir kolam renang tanpa menoleh ke belakang.

__ADS_1


Veronica menatap kepergiannya Jake yang telah berganti nama menjadi Devon dengan wajah kecewa.


Jake terus berlari menjauhi kolam renang dan saat ia berbelok ke kanan menuju ke teras depan untuk menghirup udara segar, dia menabrak seseorang dan jantung Jake hampir copot saat ia bersitatap dengan wanita itu............


__ADS_2