Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Rencana Amanda


__ADS_3

Barnes bangun di pagi-pagi buta sebelum Amanda bangun. Dia menulis di secarik kertas, pesan untuk Amanda, "Ingatlah wajahku jika aku berharga di matamu, ingatlah namaku jika aku berharga di benakmu dan ingatlah cintaku jika aku berharga bagi jiwa dan ragamu. Dan Terima kasih Tuhan, aku sudah jatuh cinta. Dari suamimu yang akan selalu setia mencintaimu" Barnes melipat kertas tersebut berbentuk burung karena Barnes memang pintar origami diajari oleh neneknya dulu sewaktu ia masih kecil.


Sedikit mengenang Melati Arumi Putri, nenek kesayangannya Barnes Adiwilaga Darmawan yang selalu mengajarkan kepada cucu-cucunya seni melipat kertas membentuk beberapa binatang yang sederhana seperti katak, burung, ikan atau bentuk lain seperti pesawat terbang kalau nggak kapal. Terkadang Melati Arumi Putri juga mengajarkan ke cucu-cucunya membuat sebuah layang-layang sederhana.


Melati istri tercintanya konglomerat terkenal yakni Moses Elruno, memang lebih memilih aktivitas yang bermanfaat dan menarik saat ia memiliki banyak waktu untuk menemani cucu-cucunya. Barnes adalah salah satu dari cucunya Melati yang sangat tertarik pada seni melipat kertas.


Barnes meletakkan burung kecil dari kertas yang ia tulis dan ia lipat di atas nakas lalu ia letakkan pensil di samping burung kecil dari kertas berwarna putih itu. Kemudian Barnes dengan cepat bangun dan mengambil semua bajunya yang berserakan di atas lantai untuk ia kenakan kembali. Setelah itu ia mencium keningnya Amanda yang masih lelap tertidur. Barnes kemudian berjingkat untuk kemudian berlari kecil keluar dari dalam kamarnya Amanda. Dia kunci kamar itu dari luar lalu ia menelepon Jake.


Jake datang menghampiri Barnes bersama dengan Duscha Igor. Barnes menyerahkan kunci kamarnya Amanda ke Duscha Igor dengan kata, "Jaga istriku dengan baik! Jangan biarkan dia keluar dari rumah sendirian! Jangan biarkan dia melakukan hal-hal yang sekiranya membahayakan karena Manda orangnya sangat ceroboh dan........"


Duscha tersenyum lalu menepuk pundaknya Barnes, "Aku mengerti dan aku akan jaga Amanda dengan sangat baik karena Amanda adalah adikku"


Jake lalu berkata ke Barnes, "Jangan teruskan bawelmu! Kayak nenek-nenek aja kau, cih! Kita harus pergi sekarang kalau nggak, kita akan telat datang ke markas dan itu akan membuat Jendral Teguh mempertanyakan keterlambatan kita"


Barnes menganggukkan kepalanya tanda setuju lalu ia dan Jake pamit ke Duscha Igor dan berlari meninggalkan Duscha Igor.


Barnes menoleh ke Jake yang tengah fokus menyetir, "Kau yakin bisa nyetir dengan benar? Kau lebih mabuk dariku kan semalam?"


"Aku baik-baik saja" sahut Jake.


"Kenapa kemarin kau bilang ke Duscha kalau Bryna kekasihmu? kalian jadian lagi? Bukankah Bryna punya tunangan dan........"


"Tunangannya selingkuh" Sahut Jake dengan cepat.


"What?! Kurang ajar bener tuh cowok. Kenapa Bryna nggak telpon aku?"


"Katanya ponsel kamu sering nggak aktif dan aku belum sempat cerita ke kamu karena kau tahu sendiri kan, kejadian mengagetkan datang silih berganti sampai membuat kita kesulitan untuk bisa bernapas layaknya orang normal"


Sahut Jake panjang lebar.

__ADS_1


"Lalu? Gimana Bryna sekarang? Mana sekarang ini Papa, Mama dan Prince ada di Amerika" sahut Barnes.


"Aku juga belum tahu karena setiap kali Bryna nelpon aku, aku pasti sedang mengejar kamu" Jake menoleh kesal ke Barnes.


"Kok jadi aku yang kau salahkan sih?" Barnes mendengus kesal.


Jake menoleh sekilas Barnes dan berkata, "Hei! Siapa yang menyalahkan? Itu kenyataannya Bro!"


Barnes menghela napas panjang lalu berkata, "Aku akan nelpon Bryna"


Ckkiittttt! Secara dadakan Jake meminggirkan mobil dan mengeremnya.


Barnes tersentak kaget dan langsung menoleh ke Jake dengan menautkan alisnya, "Kau gila ya?!"


"Mana biar aku yang nelpon Bryna" Jake menengadahkan tangannya meminta ponselnya Barnes.


"Susah ngambilnya, hehehehe. Ada di saku belakang celanaku. Ribet ambilnya" Jake meringis ke Barnes.


"Nggak jadi! Nanti aja. Kita telat nanti ke kantor" sahut Barnes sembari memasukkan kembali ponselnya ke saku jaket denimnya.


"Dasar gila! Kau memang suka banget menyiksa sobat kamu yang sangat setia ini, Bro! Huuuffttt!" Jake kembali mengemudikan mobil dengan wajah kesal dan Barnes terkekeh geli melihatnya.


Barnes dan Jake sampai di kantor sebelum Jendral Teguh masuk ke ruang kerjanya.


Jude dan kawan-kawan menyambut Barnes dan Jake dengan wajah lega. Joy segera berucap, "Syukurlah kalian kembali dengan utuh"


"Emangnya kita puzzle, cih!" Jake menyahut dengan kesal dan Joy pun terkekeh geli mendengar celotehan asalnya Jake.


"Di mana Jendral?" tanya Barnes.

__ADS_1


"Sebentar lagi datang" sahut Jorge


Dan begitu Jorge menutup mulutnya, Jendral Teguh melangkah masuk ke ruang kerjanya. Barnes dan Jake langsung bersitatap penuh arti.


Amanda terbangun dengan badan terasa remuk redam. Dari ujung kepala sampai ujung kaki semuanya terasa pegal. Amanda bangun dan duduk di atas kasur lalu ia menekuk leher ke depan, ke belakang dan ke samping kiri dan kanan. Setelah itu, ia mencoba menarik tangan ke atas, ke samping dan ke depan. Wanitanya Barnes Adiwilaga Darmawan itu kemudian menoleh ke nakas untuk meminum air putih dan di saat itulah ia melihat kertas mungil berbentuk burung nan imut dan cantik.


Amanda menautkan alisnya lalu ia tersenyum sambil meraih burung dari kertas tersebut sambil berucap, "Kamu cantik banget burung? Siapa yang membuatmu? Apa suamiku?" Lalu Amanda membuka lipatannya.


Amanda menatap tulisan di atas kertas tersebut lalu ia mencium kertas itu dan berucap lirih, "Aku juga sangat mencintaimu, Mas" Amanda menitikkan air mata di atas kertas itu dan ia kemudian berkata, "Semoga secepatnya kita akan bertemu dan berkumpul lagi, Mas"


Amanda lalu bangkit dan memungut baju tidur seksi berendanya lalu berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengguyur badannya dengan air hangat untuk melepaskan penat.


Amanda memilih mengenakan kaos berkerah yang menutupi leher karena lehernya penuh dengan tanda kepemilikannya Barnes Adiwilaga Darmawan dan wanita cantik itu memilih celana pendek selutut berbahan jins sebagai bawahannya. Dia keluar dari kamar ganti bertepatan dengan masuknya Duscha Igor ke dalam kamarnya. Duscha Igor mengajak Amanda untuk sarapan


Di meja makan, Duscha Igor bertanya ke Amanda, "Kau jadi ke kediamannya Teguh sebagai pengasuh anaknya bungsunya Teguh yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak?"


"Jadi dong. Dengan begitu aku bisa mengetahui semua rencana Teguh dan aku bisa menginformasikannya ke Kakak. Dengan begitu aku bisa membantu Kakak dan Barnes untuk bisa membekuk Teguh secepatnya. Aku akan manfaatkan bakar spesialku ini dengan sebaik-baiknya" Amanda mengetuk pelan pelipisnya dengan jari telunjuknya di akhir kalimatnya .


"Aku sudah atur semuanya dan aku nggak akan biarkan kamu sendirian. Aku akan tempatkan Boy yang akan aku taruh sebagai tukang kebun di sana untuk menjaga dan melindungimu. Aku akan kenalkan Boy ke kamu nanti saat kamu udah aku siapkan dengan baik untuk masuk ke rumahnya Teguh"


"Siapkan dengan baik?" tanya Amanda.


"Iya. Aku akan bekali kau beberapa teknik sederhana Systema. Hanya untuk melumpuhkan lawan. Satu Minggu aja kau harus berlatih full Systema. Kalau kau tidak mau, lupakan saja soal rencanamu masuk ke rumahnya Teguh" sahut Duscha..


"Baik Kak. Demi tertangkapnya Teguh, aku mau berlatih Systema" sahut Amanda.


"Dan kau harus potong pendek rambutnu biar biasa memakai wig berwarna hitam" tambah Duscha.


"Aku juga mau potong rambut" sahut Amanda dan Duscha hanya bisa berkata, "Oke! tunggu satu Minggu lagi maka aku akan kirim kau dan Boy ke rumahnya Teguh"

__ADS_1


__ADS_2