Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Menikah


__ADS_3

Dokter Leon Rahardian menatap tajam Barnes Adiwilaga Darmawan dan Barnes langsung berucap sembari menyandarkan punggungnya ke kursi, "Aku punya banyak waktu. Jika kau mau mengulur waktu, silakan saja!" Barnes, lalu bersedekap di depan Dokter tampan yang sudah berani mencelakai Noah Baron dan Batari


Batari menoleh ke petugas pencatatan sipil dan berkata dengan cepat, "Setelah dari sini tolong temui Papa saya! Dan tolong kasihkan ke Papa saya cap jari jempolnya pria yang menikah denganku sebentar lagi dan ......."


"Apa yang kalian bicarakan?" Noah Baron yang masih menjadi Pangeran Arka, melangkah mendekati Batari.


Batari menoleh ke Noah dan berkata, "Ah, tidak ada hal yang penting. Aku cuma nanya tentang persyaratan pernikahan karena, kan, aku tidak membawa dokumen apapun. Tasku kan ketinggalan di restoran kemarin malam"


"Felix sudah mengambilkannya untukmu dan sudah menyerahkan KTP kamu ke petugas pencatatan sipil" Sahut pangeran Arka.


Pandangan Felix dan Batari lalu bertubrukan dan Batari langsung bertanya, 'Di mana tasku sekarang?"


Felix menatap Batari dengan wajah kesal dan bergumam di dalam hatinya, kalau kamu bukan wanitanya Pangeran Arka, aku sudah menghabisi kamu dasar wanita barbar.


"Aku tanya di mana tasku sekarang?" Batari mulai mendelik ke Felix dan Felix langsung berkata dengan wajah kesal, "Karena, tas Anda tidak berisi barang yang berbahaya, tas Anda sudah saya letakkan di kamar Anda, Nona Batari Abar Darmawan"


Batari menatap kesal ke Felix lalu ia berputar badan untuk duduk di sebelahnya Noah Baron dan menghadap ke petugas pencatatan sipil.


Satu jam kemudian, Batari Abar Darmawan dan Noah Baron resmi menikah di atas kertas.


Petugas pencatatan sipil menatap Batari dan Batari langsung memberikan kode ke petugas pencatatan sipil itu agar dia tidak lupa akan pesannya dan petugas pencatatan sipil itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya sekali ke Batari.


Sepeninggalnya petugas pencatatan sipil, Felix menghadap ke pangeran Arka dan berkata, "Anda harus segera kembali ke rumah utama, Pangeran. Ada perjamuan makan nanti sore. Perjamuan makan kali ini adalah perjamuan makan bersama dengan para klien terbesarnya keluarga kerajaan Wahyatma"


"Masih ada berapa waktu?" tanya pangeran Arka.

__ADS_1


"Masih ada lima jam tersisa kalau kita nanti naik helikopter" Sahut Felix.


"Aaaaaaa!!!!" Batari tersentak kaget saat suaminya yang di surat nikah tertera nama Noah Baron, tiba-tiba menggendongnya.


Felix hanya bisa menghela napas panjang saat junjungannya berkata, "Aku akan menghabiskan waktu sebentar dengan Istriku karena setelah ini, aku akan pergi meninggalkan Istriku sendirian di sini"


Felix hanya bisa melihat junjungannya melesat pergi meninggalkannya.


Noah Baron yang sudah sah menjadi suaminya Batari, menurunkan Batari dengan pelan di atas lantai marmer dan di saat Noah Baron mengunci pintu kamar, istri cantiknya itu segera berlari menghindari menjauhi Noah Baron dengan wajah sedikit panik.


Noah Baron tersenyum penuh arti sambil berjalan pelan mengikuti arah lari istri cantiknya itu dan sembari menautkan alisnya, ia bertanya, "kenapa lari menjauh dariku, Sayang?"


Batari mengerem laju larinya dan berputar badan untuk menyemburkan protes, "Kau mau apa? Kenapa mengunci pintu kamar?" Batari menghadap ke Noah dan terus melangkah mundur.


Noah masih melangkah dengan pelan dan sembari memasukkan kedua tangannya di dalam saku celananya dia berkata, "Aku kecanduan akan manismu. Aku ingin mencicipi kamu lagi di saat kamu sadar dan tidak di dalam pengaruh alkohol"


Noah Baron sontak menghentikan langkahnya sambil bertanya, "Kenapa? Kita sudah sah menjadi suami istri sekarang ini dan aku tidak punya banyak waktu lagi, Sayang. Aku akan pergi meninggalkan kamu sebentar lagi dan kita akan berpisah selama seminggu"


"Ta......tapi, masih sakit, nih. Kamu brutal banget semalam" Batari mendelik di depan Noah Baron.


Noah Baron terkekeh, lalu berucap, "Kata orang, kalau kita sering melakukannya maka sakitnya akan hilang dengan sendirinya"


"Kata orang apa? Dasar mesum! Katanya kamu hilang ingatan, tapi kok ingat kata orang yang seperti itu, dasar mesum!" Batari berteriak sambil memejamkan kedua kelopak matanya dan Noah Baron langsung menggelegarkan tawanya.


Felix yang berjaga di depan pintu kamar junjungannya bersama dengan beberapa anak buahnya pangeran Arka, saling bersitatap dan Felix langsung berkata, "Sejak aku ikut Pangeran Arka, baru kali ini, aku mendengar Pangeran Arka tertawa selepas itu"

__ADS_1


"Anda benar, Tuan Felix. Pangeran Arka tidak pernah tersenyum apalagi tertawa seperti itu" Sahut salah satu dari anak buahnya pangeran Arka.


"Mandilah dulu! aku akan menunggumu di........" Batari kembali melangkah mundur.


Noah tersenyum lebar dan sambil melangkah maju pelan ia bertanya, "di .......di....mana? kau akan menungguku di mana? Lagian aku udah mandi tadi pagi. Ini masih bersih belum sore"


Kaki Batari terantuk ranjang dan dia terjatuh di atas ranjang. Noah langsung menindih Batari dan kembali menggelegarkan tawanya.


Batari menatap Noah dan membeku di bawah kungkungannya Noah.


Di saat Noah akhirnya menghentikan tawa menggelegarnya dan berkata, "Kamu cantik. Namun, kamu lebih menggoda saat kamu di dalam pengaruh alkohol" Batari segera menggelungkan kedua lengannya di leher Noah. Ucapannya Noah memuat kejahilannya kembali muncul, istri Noah Baron yang cantik itu mulai membelai lehernya Noah. Tangan Batari terasa begitu lembut dan hangat dan sontak membuat Aksa langsung memagut bibirnya Batari menggigit bibir bawah Batari dengan lembut.


Batari sontak memejamkan matanya dan berharap Noah tidak menyadari napasnya yang mulai terengah-engah menahan gairah.


Batari ternyata lebih dari bayangannya Noah saat Batari tidak berada di dalam pengaruh alkohol. Batari sangat menggoda di bawah kungkungannya, tubuh Batari meliuk gemulai dengan malu-malu, sinar mentari di siang hari menyapa mereka lewat jendela Noah mereguk wangi alami tubuh istri cantiknya. Wangi alami di tubuh Batari, wajah cantik tanpa make-up, dan tubuh ramping yang penuh di bagian yang pas, merupakan perpaduan yang sempurna untuk membangkitkan kemaskulinannya Noah, yang kedua bola kata birunya mulai menggelap tersapu pekatnya gairah nan manis.


Lingerie hitam transparan yang Batari kenakan di balik dressnya, semakin mempertebal darah kelakian-lakiannya Noah. Seluruh kesadarannya Noah seketika itu tersesat saat ia menatap keindahan lekuk tubuh istri cantiknya. Bibir pasangan pengantin baru itu kembali bertaut. Lidah Noah mulai menelusup dengan lincahnya, menajamkan indra Batari. Ciuman itu semakin liar dan lidah Noah menghunjam berkali-kali di antara gigitan-gigitan kecil pada bibir manis istrinya.


"Noah Baron adalah laki-laki brengsek yang sudah menggoda Kakak saya yang jauh lebih tua darinya sampai Kakak saya jatuh cinta setengah mati. Kakak saya rela berkorban dan mati demi Noah. Lalu, apa yang Noah berikan sebagai gantinya? Noah dengan mudahnya berpacaran dan bahagia dengan Batari" Sahut Dokter Leon Rahardian.


"Noah dan Batari sudah berpacaran sejak mereka masih remaja. Noah sangat mencintai Batari. Kalau cinta Kakak kamu tidak bisa Noah terima. Kakak kamu memilih untuk mengorbankan hidupnya untuk Noah, apa Noah yang memintanya?"


"Tidak" Sahut Dokter Leon Rahardian.


"Oke. Cukup! Habiskan pikiran tidak waras kamu itu di balik jeruji besi" Barnes bangkit berdiri sambil bersiul.

__ADS_1


Empat orang petugas kepolisian langsung masuk dan memborgol Dokter Leon Rahardian.


__ADS_2