
Batari berendam di pemandian alami yang berada di dalam vila pribadi milik papanya. Dengan perut membuncit di kandungan yang sudah masuk bulan ke sembilan dan tinggal menunggu waktu persalinan tiba, Batari sering merasa kegerahan dan suka berendam.
Batari berada di vila tesebut sendirian. Karena, papanya, Noah Baron, dan anak buah mereka, masih harus mengawasi dan mengawal masa persidangannya The Rat yang ternyata cukup alot dan membutuhkan waktu yang sangat lama. Sedangkan mamanya dan mama mertuanya, tengah asyik berbelanja untuk acara pernikahannya Nehemia Baron dan Jelita Pramesti. Dito memilih ikut Amanda karena Dito alergi hawa dingin yang ada di daerah pegunungan.
Batari menunggu kedatangannya Noah Baron.
Noah Baron melangkah ke pemandian dengan mengenakan celana jins dan kaus putih polos seputih salju. Noah Baron menuruni anak tangga dan Batari menudungi mata dengan telapak tangan agar bisa melihat Noah lebih jelas.
Noah mengenakan kacamata hitam berlensa reflektif, jadi Batari tidak dapat melihat matanya Noah, tetapi sikap Noah secara keseluruhan, langkah berat, pundak kaku, rahang tegang, membuat Batari bisa melihat kekesalan di diri Noah Baron.
Segera setelah Noah berdiri di tepi pemandian, Batari berseru, "Ada apa?"
Tanpa menjawab, Noah melepas kacamatanya dan melepas semua bajunya lalu melemparkan semuanya begitu saja saat ia masuk ke dalam air.
Saat Noah memeluknya, Batari mengusap pipi Noah dan bertanya, "Apa yang membuatku Noahku kesal?"
"Kamu berendam di alam terbuka seperti ini tanpa menungguku? Kalau ada penduduk sekitar ngintip kamu gimana?"
Batari terkejut geli dan berkata, "Siapa yang akan tergoda mengintip wanita dengan perut buncit begini?"
"Tapi, wanita berperut buncit ini sangat cantik" Noah menggeram kesal.
"Jangan berpikiran aneh-aneh! Ini vila tertutup. Nggak akan ada yang bisa mengintip ke sini" Batari mengusap pipi Noah.
"Apa kmu udah pakai tabir surya?"
"Sudah"
Noah mendengus kesal, "Kamu bahkan nggak kasih kesempatan aku untuk mengoleskan tabir surya ke kamu? Aku,kan, ingin mengoleskan tabir surya ke kamu"
Batari kembali terkejut geli dnw berkata, "Maafkan aku. Aku kegerahan banget tadi dan ingin cepat-cepat berendam"
Noah mencium kening istri tercintanya dan bertanya, "Maafkan aku. Aku datang terlambat dan sudah membuatmu merasa kegerahan"
"Bukan masalah besar. Aku nggak papa, kok. Lagian, Istri kamu ini bukan gadis manja, kan?"
"Yeaahhh, bukan gadis manja kalau pas ingat aja"
__ADS_1
Batari sontak tergelak geli dan langsung mencium gemas bibir suami tercintanya.
"Aku ada di sini sekarang. Apa yang kau inginkan dariku?"
"Kamu tampak kepanasan, Mas. Apa kamu baik-baik saja, apa kamu sakit?" Batari mengelus dada bidangnya Noah dan merasakan setiap otot yang ada di sana.
Mata indah Noah berubah gelap, dan dia menggenggam tangan Batari.
"Dan hanya kamu yang bisa mendinginkannya"
"Berendam akan mendinginkan kamu" Batari mendorong Noah sekitar tenaga. Dengan kaget Noah terjatuh ke belakang.
Batari menangkap sekelebat ekspresi tidak percaya yang sangat langka di wajah Noah sebelum suaminya itu tercebur ke air.
Batari tertawa senang dan Noah kembali bangkit untuk memeluk kembali istrinya sambil berucap, "Sepertinya berendam tidak bisa mendinginkan aku, Manis"
Batari terkejut saat Noah memegangi pantatnya berusaha menyeimbangkan pijakannya ke dasar pemandian yang lembek dan sedikit berlumpur. Noah langsung mendelik, "Baju renang apa-apaan ini! Kau terasa telanjang dengan baju renang ini"
Batari menatap wajah tampan Noah, wajah yang sangat ia cintai, dan mencium Noah, dengan keras.
"Hei! jangan cemburu buta. Hanya baju renang ini yang masih muat aku pakai. Apa kamu ingin aku nggak pakai apapun saat berendam?"
Dengan sangat perlahan, ekspresi Noah berubah dari panas karena marah menjadi panas karena hal lain. "Kau membuatku gila, Tari dan sialnya, aku sangat mencintaimu. Kau juga membuatku panas setengah mati sekarang ini"
"Aku sangat mencintaimu" Batari mengucapkan kata itu dengan warna mata menggelap.
Noah langsung mencium bibir Batari. Dan melepaskannya sejenak untuk melihat ekspresi Batari. Saat Batari memejamkan mata secara perlahan dengan bibir merekah sempurna, Noah langsung memagut bibir itu.
Ciuman Noah berikutnya cukup lama dan mampu meredakan dinginnya air di pemandian alami, dan Batari begitu tenggelam dalam ciuman itu.
Tanpa Noah duga, Batari menarik bibirnya dan langsung menyusupkan wajahnya di leher Noah dan menggigitnya. Bukan gigitan yang keras. Namun, gigitan di area sensitif, tempat pertemuan leher dan bahu Noah, membuat Noah bergidik dan berucap dengan suara serak, "Aku mencintaimu"
Batari menjilat bekas gigitannya dan berucap, "Aku sangat senang setiap kali mendengar kamu mengucapkan kata itu"
Noah membetulkan posisi Batari dan berjalan menuju dinding penahan pemandian yang terbuat dari batu sungai alami. Noah mendudukkan Batari di sebongkah batu yang mulus, menatap Batari dalam balutan baju renang yang sangat seksi dan terbuka. Noah lalu berucap, "Seharusnya alam semesta malu saat ini karena menatap bidadari secantik dirimu"
"Sungguh? Bukankah aku terlihat gendut dan semakin gendut saat aku hamil?"
__ADS_1
Noah tersenyum dan menggeleng, "Kamu nggak gendut tapi semakin seksi dan semakin cantik"
"Aku senang kau menyukainya"
"Saking sukanya. Aku ingin membuatmu hamil lagi saat anak kita udah lahir nanti"
Batari langsung merona malu dan memukul pelan dada bidangnya Noah Baron.
"Aku punya sesuatu untukmu. Hadiah dariku karen akhirnya, Hemi akan menikah dengan Jelita Minggu depan" Noah merogoh saku celana kolornya.
Tak bisa berkata-kata, Batari melihat saat Noah membuka kotak perhiasan yang basah. Sebuah cincin berlian yang sangat indah terlihat di depan matanya.
Jantung Batari hampir berhenti karena cincin berlian itu adalah cincin yang selama ini ia idamkan.
Batari menatap Noah untuk bertanya, "Bagaimana kau tahu kalau aku ingin cincin itu?"
"Kamu pernah bilang ke aku waktu kita masih SMP. Kamu ajak aku melihat foto nenek buyut kamu dan kamu bilang ke aku kalau kamu suka melihat cincin berlian berbentuk capung bermata hijau yang melingkar di jari nenek buyut kamu, Melati, kan, kamu ingat? Aku terus bekerja keras mengumpulkan uang untuk membeli cincin ini, karena kau tahu, ternyata harganya sangat mahal. Bagi seorang Moses Elruno, bisa membeli cincin ini hanya dalam semalam saja. Tapi, bagi Noah Baron, perlu bertahun-tahun untuk bisa membelinya"
Batari tak bisa berkata-kata. Matanya terasa panas dan seketika itu juga kedua kelopak matanya tergenang air mata haru dan kerongkongannya serak saat ia berucap, "Terima kasih sudah mencintaiku seindah ini. Kamu selalu ingat semua kata-kata unfaedahku"
Noah meraih tangan Batari dan menyelipkan cincin itu ke jari istri cantiknya. Cincin itu pas dengan sempurna seperti cinta Noah dan Batari yang selalu pas sempurna.
"Cincinnya sangat indah"
"Tapi, tidak seindah dirimu dan sekarang aku sangat menginginkanmu"
"Apa yang akan kau lakukan?" Batari tersenyum menggoda.
"Bercinta denganmu di dalam air"
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
...Mau promosi karya baru, nih...
...Jika berkenan, mampir, ya🙏😍😘🤗❤️...
__ADS_1