
Setelah berdoa, Alba bergegas membawa putra keduanya yang masih berumur satu tahun lebih ke kediaman mewahnya Barnes Adiwilaga Darmawan. Supir pribadinya yang mengantarkan dia ke kediamannya cucu sulungnya Moses Elruno.
Alba langsung disambut ramah oleh Amanda Darmawan, istri tercintanya Barnes Adiwilaga Darmawan. Amanda langsung menyukai Alba, karena dia menemukan semua yang ada di dalam benaknya Alba, positif semua. Alba diantarkan oleh Amanda ke kamar di mana Noah Baron terbaring lemah dengan ditunggu .Adam Baron.
Ananda berkata, "Bolehkah saya gendong adiknya Noah? Siapa namanya?"
"Nehemia Baron, panggilannya Hemi" Sahut Alba sambil mengusap lembut wajah mungil putra keduanya yang tengah tidur.
"Saya akan bawa Hemi tidur di kamar yang nyaman, kalau boleh?"
"Dia tidak terbiasa ikut orang lain dan selalu menempel sama saya. Kalau berpindah gendongan dia bisa merasakannya dan akan langsung menangis kalau dia melihat yang menggendongnya bukan Mamanya Hemi lebih manja daripada Noah, karena, Papanya selalu memanjakannya" Sahut Alba. "Biar saya gendong aja terus nggak papa. Terima kasih banyak atas tawarannya"
Amanda tersenyum lebar, lalu berkata, "Baiklah, saya akan tinggalkan kalian"
Alba tersenyum dan berkata, "Terima kasih banyak"
Alba melangkah masuk ke dalam kamar dan dengan pelan ia duduk di tepi ranjang saat ia menemukan Adam tidur di dalam posisi duduk dengan tangan menggenggam tangan mungilnya Noah.
Alba meneteskan air mata haru dan bahagia melihat Noah, putra sulungnya berhasil diselamatkan dan sudah berada dalam kondisi yang aman dan nyaman.
Mendengar suara Isak tangis istrinya, Adam terbangun dan langsung bangkit menghampiri Alba, lalu duduk di sebelahnya Alba untuk mengambil Hemi dari gendongannya Alba dengan pelan, lalu ia memeluk Alba dan berkata, "Puji Tuhan, Noah sudah selamat. Terima kasih kau selalu mendoakan Noah di saat aku sendiri sudah tidak mampu berdoa, karena kegelisahan dan kemarahanku"
Alba menggelungkan. kedua lengannya di pinggang kokohnya Adam dan menangis sesenggukkan di dalam pelukan hangatnya Adam. Adam mengelus mesra punggungnya Alba dan berkata, "Tidurlah di sisi Noah, aku akan tidur di kamar yang sudah disediakan oleh tuan rumah untuk kita"
Alba menuruti kata suaminya. Adam menyelimuti Alba, mencium keningnya Alba, berkata, "Tidurlah!" Lalu ia keluar dari dalam kamar dengan menggendong Hemi.
__ADS_1
Barnes langsung berkata, "Mari saya antarkan ke kamar tamu yang sudah disiapkan oleh Istri saya untuk Anda. Satya juga sudah masuk ke kamar tamu yang lain"
Adam mengikuti langkahnya Barnes ambil bertanya, "Lalu putri Pak Hakim?"
"Dia masih ketakutan tidur sendirian di kamar, Istri saya menemaninya. Besok, Satya akan mengantarkan Putri Pak Hakim, pulang ke rumahnya" Sahut Barnes. "Ini kamar Anda, selamat beristirahat"
Adam tersenyum dan berkata, "Terima kasih banyak untuk semua bantuan Anda dan ternyata ucapan orang di luar sana tentang lingkaran setan seorang pengacara itu salah"
Barnes menautkan alisnya dan bertanya, "Lingkaran setan?"
"Iya. Kata orang di luar sana, Pengacara takut sama preman, preman takut sama polisi dan polisi takut sama pengacara Tapi, di sini, saya yang adalah seorang pengacara justru takut pada Anda yang adalah seorang polisi" Adam lalu terkekeh geli.
Barnes tergelak geli dan berkata, "Anda bisa saja, pak pengacara. Selamat beristirahat" Lalu Barnes berputar badan meninggalkan Adam dan Hemi sedangkan Adam berputar badan untuk masuk ke dalam kamar untuk segera merebahkan putra keduanya yang gemuk, padat berisi, di atas ranjang.
Bening terus terbangun dengan keringat dingin di sekujur tubuh. Amanda dengan sabar mengusap keringatnya Bening dan dua kali ia mengganti bajunya Bening. Amanda bergumam, "Kasihan anak ini. Dia mengalami trauma berat setelah diculik. Semoga Noah tidak mengalami hal yang sama"
Barnes melihat semua anggota the Four Jays setuju dengan keputusannya Jake. Lalu ia menghela napas panjang dan berkata, "Baiklah. Kita semua beristirahat malam ini dan besok pagi, kita ke Bos untuk minta surat perintah penangkapan"
Barnes lalu masuk ke dalam kamarnya dan tidur di sana tidak lama setelah ia merebahkan tubuh penatnya di atas kasur mewahnya.
Keesokan paginya............
Noah terbangun di saat dokter pribadi keluarganya Barnes sudah menunggu di ruang tamu dengan hasil lab.
Alba langsung menciumi wajah tampannya Noah dan berkata, "Syukurlah, kamu sudah bangun, Nak. Sebentar ya, Mama akan panggilkan........."
__ADS_1
Tok, tok, tok, Alba lalu bangkit dan bergegas membuka pintu kamar. Amanda tersenyum ramah di depan pintu dan berkata, "Dokter sudah datang untuk memeriksa kondisinya Noah. Apa Noah sudah sadar?"
"Sudah. Emm, mari silakan masuk" Alba membuka lebar pintu kamar dan memberikan jalan agar Amanda dan dokter yang akan memeriksa kondisinya Noah, bisa melangkah masuk ke dalam kamar.
Dokter memberitahukan hasil lab, "Ada bakteri di tenggorokannya Noah sehingga menimbulkan radang tenggorokan dan demam. Noah pingsan karena demam tinggi dan kelelahan. Selebihnya, Noah, baik-baik saja. Saya juga sudah lepaskan infusnya. Kondisinya sudah stabil dan dia hanya butuh makanan dan minuman bergizi saat ini"
Alba mengucapkan, "Terima kasih, Dok" Lalu ia memeluk Noah dengan penuh rasa syukur.
Amanda tersenyum ke Alba, lalu berkata, "Saya akan antarkan Dokter kami keluar setelah itu saya akan suruh asisten pribadi saya untuk membawakan makanan bergizi dan susu untuk Noah"
Alba berkata, "Terima kasih"
Sementara itu, Barnes dan The Five Jays telah berangkat untuk menangkap si penculik.
Batari Abar Darmawan keluar dari dalam kamarnya dengan wajah bingung, karena ia mendapati rumahnya yang biasa sepi tiba-tiba tampak ramai. Amanda tersenyum geli saat ia melihat wajah bingungnya Batari yang tampak lucu baginya. Amanda bergegas mendekati Batari dan berkata, "Ini adalah tamunya Mama dan Papa. Ada anak yang seumuran dengan kamu, tuh, namanya Bening" Amanda menunjukkan jari telunjuknya ke Bening.
Wajah bingungnya Batari langsung berubah cerah ceria saat ia menemukan teman baru. Batari langsung berlari kecil untuk mendekati Banking dan duduk di sampingnya Bening dengan langsung mengulurkan tangannya, "Namaku Batari Abar Darmawan. Abar itu singkatan dari nama Mamaku Amanda dan Papaku Barnes"
Bening nyambut uluran tangan Batari dengan senyum ramah dan berkata, "Aku Bening. Senang berkenalan denganmu"
Batari langsung memeluk Bening dan berkata, "Aku juga sangat senang punya teman baru"
Adam yang tengah memangku adiknya Noah dan Satya yang tengah mengambil camilan, tersenyum lebar melihat tingkah lucunya putri tunggalnya Barnes. Amanda langsung berkata, "Batari memang anak yang super ceriwis dan tidak bisa anteng barang sedetik pun"
Dan Saat Alba menggandeng Noah keluar dari dalam kamar, Batari langsung membeliak kaget dan secara spontan berkata, "Kok calon suamiku ada di sini? Ah, senangnya!"
__ADS_1
Noah langsung menautkan alisnya ke Batari.