
Batari tersenyum malu dan dengan sigap ia segera memejamkan mata, menganggukkan kepala, dan memonyongkan bibirnya.
Noah mengulum bibirnya menahan geli melihat sikapnya Batari. Dia lalu menarik kedua bahunya Batari yang masih dia genggam lembut untuk mencium keningnya Batari cukup lama. Noah kemudian menarik bibirnya dan terus mengulum bibir melihat Batari masih memejamkan mata dan memonyongkan bibir.
Noah masih menggenggam kedua bahunya Batari dan dengan masih mengulum senyum, ia menunggu Batari membuka mata.
Dia detik kemudian Batari membuka mata dan menatap Noah dengan wajah penuh tanda tanya dan sorot mata heran, ia menyemburkan rasa penasarannya lewat kata, "Cuma di kening?'
Noah menganggukkan kepalanya masih dengan mengulum bibir dan langsung menyentil dahinya Batari. Noah akhirnya tidak kuasa lagi untuk tidak tergelak geli, kemudian remaja yang tumbuh dengan sangat tampan itu bertanya, "Emangnya apa yang ada di pikiran kamu?"
Batari langsung berjinjit dan mengecup bibirnya Noah, lalu berkata, "Barusan adalah ciuman yang benar untuk seorang kekasih menurutku" Batari lalu menapakkan tumitnya kembali di lantai dan menunduk malu.
Noah tertegun untuk sejenak, kemudian dia tersenyum lebar dan langsung memeluk tubuh ramping dan mungilnya Batari ke dalam pelukannya sambil berkata, "Aku bersedia menjadi calon suami kamu"
Batari menarik dirinya dari dalam dekapannya Noah dan mendongakkan wajahnya untuk menatap Noah, "Akhirnya kau mengatakan kata bersedia setelah lamaaaaa banget aku selalu berkata, kau calon suamiku"
Noah kembali mencium keningnya Batari dengan senyum lebar dan memeluk kembali Batari sambil berkata, "Karena, kata buku yang pernah aku baca, jika kekasih sudah mencium bibir, berarti dia adalah pasangan hidup kita kelak. Karena, kamu yang menciumku lebih dulu, berarti kamu udah melamarku dan aku adalah calon suami kamu sekarang" Noah berucap sembari tiada henti mengusap rambut ikalnya Batari yang berwarna merah mirip dengan warna rambutnya Amanda, mamanya Batari.
Batari tersenyum di dalam dekapannya Noah dan berkata di sana, "Aku mencintaimu sudah sejak lama. Sejak aku bertemu denganmu pertama kali di pernikahannya Om Satya. Kalau kamu? Kapan kamu mulai mencintaiku?"
Noah masih mengusap penuh cinta kasih rambut merah bergelombangnya Batari sambil berucap, "Sejak kamu mengucapkan kata, hei, calon suamiku, untuk yang kelima kalinya"
Batari langsung menarik diri dari pelukannya Noah dan sambil menatap wajah tampan kekasihnya itu, ia menyemburkan protes, "Kenapa gitu jawaban kamu. Aku, kan, nggak tahu kapan kamu mencintaiku kalau kamu jawabnya kayak gitu"
Noah tertawa lepas lalu menarik kembali Batari ke dalam pelukannya dan berkata, "Kamu ingat-ingat sendiri dong. Kamu udah menyiksa aku dengan rasa aneh selama bertahun-tahun sejak kamu memanggilku, hei, calon suamiku, jadi sekarang aku kasih hukuman ke kamu untuk mengingatnya sendiri"
__ADS_1
Batari tergelak geli di dalam pelukannya Noah dan berkata, "Dasar gila!"
Noah menyahut "Iya. Aku gila karena, kamu"
Noah dan Batari kemudian tergelak geli di saat mereka menggemakan kata, "Aku mencintaimu" Secara bersamaan.
Tanpa sepengetahuan kedua sejoli itu, Bening mengintip dari balik pintu ruang latihan dan Bening bisa melihat dan mendengar semuanya. Gadis cantik berambut lurus sempurna dan berwarna hitam pekat yang terlihat sangat indah itu, kemudian mengepalkan tangannya dan berlalu pergi dengan wajah penuh dengan air mata. Dia patah hati sebelum sempat berjuang mengutarakan perasaan cintanya ke Noah.
Noah dan Batari kemudian membereskan balon dan MMT mini bertuliskan happy sweet seventeen dan tulisan will you be my girl friend? dengan wajah ceria dan menyimpan semuanya di bagasi mobilnya Noah, agar tidak ditemukan oleh papa dan mamanya Batari.
Noah kemudian bertanya sambil menutup bagasi mobilnya, "Kenapa Papa dan Mama kamu tidak boleh tahu soal ini?"
"Nanti, aku pasti bilang ke Papa dan Mama. Tapi nggak sekarang. Aku masih malu"
Batari langsung menoleh ke Noah, "Kenapa harus besok?"
Noah memeluk bahunya Batari dan berkata, "Karena lusa, aku akan pergi ke Amerika dengan Papa kamu. Aku menerima beasiswa pelatihan di Agensi Intelijen Pusat (Central Intelligence Agency). Sama seperti Papa kamu dulu"
Batari tersentak kaget dan langsung memukul berulangkali dada bidangnya Noah dengan semburan protes, "Kamu nembak aku! Kita udah jadian! Tapi, besok lusa kamu akan pergi ke Amerika! Tega kamu!"
Noah menahan kedua tangan Batari di atas dadanya dan berkata, "Maafkan aku. Aku hanya pergi selama tiga tahun"
"Hanya tiga tahun?! Kau mau aku gigit sampai mati, ya?! Tiga tahun itu lama bukan hanya. Enak aja kau bilang hanya tiga tahun, dasar gila!" Batari berteriak kesal ke Noah.
Noah terkekeh geli menatap wajah kesalnya Batari yang justru terlihat lucu dan menggemaskan bagi Noah dan Batari langsung berucap, "Nggak lucu!" lalu Batari mengerucutkan bibir dan menautkan alisnya di depan Noah.
__ADS_1
"Iya nggak lucu. Maafkan aku" Noah ikutan mengerucutkan bibirnya di depan Batari.
Batari langsung mengalihkan muka untuk menutupi rasa gelinya. Noah memang selalu tampak lucu kalau mengerucutkan bibir dan selalu mengundang gelak tawanya Batari
Noah mengulum bibir melihat tingkahnya Batari lalu dia mengambil kalung emas putih dengan liontin berbentuk kura-kura mungil nan cantik dan tanpa meminta ijin, ia memasangkan kalung itu di lehernya Batari.
Batari tersentak kaget dan langsung menoleh ke Noah lalu menunduk untuk melihat apa yang ada di atas dadanya. Batari lalu memegang liontin berbentuk kura-kura mungil itu dengan bertanya, "Apa ini?"
"Itu kalung yang aku beli dengan menyisihkan uang sakuku. Itu emas putih asli jangan kau hilangkan! Kamu kan ceroboh banget orangnya kalau sampai hilang aku akan ......"
Batari langsung membungkam mulutnya Noah dan ia kembali bertanya, "Apa ini? Aku tahu ini kalung emas putih, tapi apa maksud kamu memberikan ini ke aku?"
"Itu tanda kalau kamu adalah pacarku"
"Biasanya cincin, kok ini kalung? Dan kenapa liontinya kura-kura?"
"Karena kura-kura itu bijaksana dia hewan yang tidak pernah mengeluh dan berumur panjang. Dan aku ingin hubungan kita seperti kura-kura, kita bisa bijak menjaga hubungan kita walupun kita nantinya akan menjalani LDR (Long Distance Relationship), dan semoga cinta kita berumur panjang tidak terpisahkan selama-lamanya"
Batari langsung memeluk Noah dan menangis di atas dadanya Noah
Noah mengelus punggungnya Batari sambil berucap, "Aku akan pulang dengan membawa cincin lamaran, saat aku telah berhasil menjadi seorang komandan kepolisian yang hebat seperti Papa kamu. Tunggu aku, ya?! Dan jangan menangis terus!"
Batari menarik diri dari pelukannya Noah lalu ia mengusap air matanya, tersenyum, menganggukkan kepalanya dan berucap, "Baiklah. Aku akan menunggu kamu seperti kura-kura. Biar lambat asalkan selamat"
Noah tersenyum lebar dan berkata, "Aku akan setia dan akan selalu menjaga cinta kita"
__ADS_1