Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Semringah


__ADS_3

Batari langsung tergelak geli, "Hahahahaha" dan berucap, "Aku bercanda. Aku tidak akan pernah menduakan kamu. Aku akan menunggu dengan setia sampai kamu datang, tapi jika kamu terlambat sehari aja, aku akan ngambek lama buanget"


Noah mengelus pucuk hidungnya Batari lalu berucap, "Kamu ya, tega banget bikin aku jantungan" Noah merengut.


Batari kembali tergelak geli, "Hahaha" lalu ia mengusap kedua pipinya Noah sambil berucap, "Mana mungkin aku tega membuat cowok cengeng ini jantungan"


Noah langsung memeluk mesra dan gemas lehernya Batari sambil berucap, "Sepertinya aku harus menghukum kamu. Kamu udah jahil banget sama aku seharian ini"


Batari tertawa lepas dan berucap, "Salah sendiri kenapa kamu cengeng. Hahahahah. Lihat film kayak gitu aja mewek"


Noah masih menggelungkan lengannya di leher Batari lalu ia mencium pipinya Batari berulangkali dengan gemas.


Batari terskekh geli dan berucap, "Kalau kamu berani menghukum aku, aku akan balas menghukum kamu dua kali lipat"


Noah melepaskan gelungan mesra lengannya di leher Batari lalu ia memeluk erat tubuh rampingnya Batari dan sambil menangkup belakang kepalanya Batari, ia berucap, "Aku pasti akan sangat merindukan kamu kalau aku jauh dari kamu, nanti. Satu tahun itu lama"


"Makanya jangan nangis di sana! Kalau nangis, nanti ada cewek yang iba sama kamu dan modusin kamu" Ucap Batari di dalam pelukannya Noah


Noah mengelus punggungnya Batari dan berucap, "Aku pernah dekat dengan cewek saat menjalankan misi perdanaku. Dia satu profesi denganku dan kami berteman dekat"


Batari langsung melepaskan diri dari pelukannya Noah dan langsung bertanya, "Lalu?"


Noah tersenyum dan sambil merangkul bahunya Batari, ia berucap, "Lalu, dia menyatakan perasaannya padaku. Tapi, aku tidak bisa menerima cintanya. Aku masih belum bisa mencintai wanita lain selain kamu dan aku rasa tidak akan pernah bisa. Aku hanya mau mencintai kamu seumur hidupku"


Batari mengelus dada bidangnya Noah dan sambil tersenyum senang ia bertanya, "Lalu?"


"Dia mengorbankan dirinya untukku. Dia menghadang peluru untukku dan meninggal di dalam pelukanku. Di napas terakhirnya dia sempat mengatakan kalau dia bahagia bisa mengenalku dan bisa mencintaiku" Sahut Noah.


"Aku harus iba atau kesal, nih?" Batari berucap di dalam pelukannya Noah dan Noah langsung tersenyum, lalu berkata, "Aku cuma ingin menceritakan hal ini ke kamu karena, aku nggak ingin menutupi apapun dari kamu. Aku ingin ceritakan semuanya ke kamu. Aku harap, kamu juga begitu ke aku"

__ADS_1


"Hmm" Sahut Batari di dalam pelukannya Noah.


Noah mengerutkan alisnya dan menunduk untuk melihat wajahnya Batari. Noah langsung tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya saat ia melihat, Batari tertidur di dalam pelukan hangatnya.


Noah lalu membopong Batari dan saat ia keluar dari dalam studio VVIP banyak pasang mata terarah ke Noah dan beberapa wanita bergumam, "Dia tampan sekali dan sangat menyayangi pacarnya"


Noah terus membopong tubuh ramping pujaan hatinya itu sampai ke parkiran mobil jeepnya. Walupun agak kewalahan menaikkan. Batari ke jok mobil jeepnya, dia tetap membopong Batari dan tidak membangunkan Batari.


Setelah berhasil mendudukkan Batari di jok mobil jeepnya, dia memasangkan sabuk pengaman, merapikan rambutnya Batari, lalu mencium keningnya Batari. Kemudian, ia melompat turun dan berlari kecil memutari bagian depan mobil jeepnya untuk masuk ke jok kemudi. Noah melajukan mobil Jeep mewahnya dengan bergumam, "Dasar Tari. Bisa-bisanya secepat itu ia tertidur pulas. Sepetinya aku akan menasehati dia besok agar tidak menonton bioskop dengan laki-laki saat aku pergi menjalankan misi. Kalau nonton sama laki-laki dan dia ketiduran seperti itu, kan, bahaya"


Keesokan harinya, Noah mengantarkan Batari ke rumah sakit dan dia berpapasan dengan seorang dokter pria yang cukup tampan saat ia melangkah ke parkiran mobil. Dokter pria itu bertanya, "Apa Anda pacarnya Dokter Batari?"


Noah seketika itu menghentikan langkahnya dan berputar badan, "Iya benar. Bagaimana Anda bisa tahu?"


"Saya secara tidak sengaja melihat kebersamaan Anda dengan Dokter Batari tadi di parkiran mobil" Sahut dokter tampan itu.


Dokter tampan tersebut tersenyum lalu sambil mengulurkan tangannya ia berucap, "Benar. Senang berkenalan dengan Anda dan Anda?"


Noah tersenyum dan membalas uluran tangan dokter tampan tersebut sambil berucap, "Noah Baron"


Mereka lalu melepaskan tangan mereka masing-masing dan dokter Leon bertamya, "Anda bekerja di mana? Kenapa di jam segini, Anda masih memakai baju santai?"


"Oh. Saya pegawai negeri dan kebetulan sedang cuti. Saya permisi dulu. Senang berkenalan dengan Anda dan saya nitip pacar saya, Batari" Noah tersenyum.


Dokter yang bernama Leon Rahardian itu tersenyum ramah ke Noah dan menganggukkan kepalanya. Namun, saat Noah berbalik badan dan berlari kecil menuju ke mobil Jeep, Dokter tampan seniornya Batari itu langsung menghapus senyum di wajahnya dan bergumam, "Aku akan benar-benar menjaga pacar kamu, Noah Baron. Biar kamu ingat akan almarhum Kakakku yang sudah mengorbankan nyawanya demi cintanya padamu"


Dokter Leon Rahardian melangkah masuk ke dalam dan di jam istirahat makan siang, ia sengaja makan di depannya Batari dan berkata, "Saya tadi pagi bertemu dengan pacar Anda. Pria berkaos putih, berjaket kulit hitam, bercelana jins belel, sangat gagah dan tampan"


"Hah?! Bagaimana Anda bisa tahu kalau dia pacar saya? Apa dia yang mengatakan kepada Anda, kalau dia pacar saya?"

__ADS_1


"Saya melihat kebersamaan Anda dengan pacar Anda di parkiran secara tidak sengaja" Sahut Dokter Leon Rahardian.


Batari langsung mengedarkan pandangannya lalu berucap kembali sambil menatap seniornya itu, "Tolong, jangan kasih tahu ke yang lainnya kalau saya sudah punya pacar"


"Kenapa?" Dokter Leon Rahardian bertanya dengan mengulas senyum geli di wajah putih bersihnya yang sangat tampan.


"Karena, saya anak baru. Saya nggak enak kalau sudah punya pacar, sementara teman-teman saya satu bangsal, semuanya belum punya pacar dan kepala ruang saya baru saja bercerai" Sahut Batari.


"Oke. Rahasia Anda aman di tangan saya" Sahut Dokter Leon Rahardian.


"Terima kasih, Dok" Batari langsung tersenyum lega.


"Apa saya boleh makan bersama Anda setiap hari sebagai bayaran tutup mulut saya?" Tanya Dokter Leon Rahardian.


"Boleh. Tentu saja boleh" Sahut Batari.


"Saya tidak punya teman makan dan sekarang saya senang bisa memiliki teman makan" Sahut Dokter Leon Rahardian dengan senyum lebar.


"Saya juga sama. Di bangsal tempat saya dinas, tidak boleh makan siang bareng-bareng. Harus satu per satu karena, UGD selaku ramai setiap hari" Sahut Batari.


"Iya. Anda benar" Sahut Dokter Leon Rahardian sambil memakan nasi gorengnya.


"Anda apa benar putri tunggalnya Komandan terkenal yang sekarang sudah pensiun, Barnes Adiwilaga Darmawan?"


"Benar" Sahut Batari.


"Apakah saya boleh kapan-kapan berkunjung ke rumah Anda? Saya sangat mengagumi Papa Anda dan sepertinya saya ingin berfoto dengan Papa Anda"


"Boleh. Tentu saja boleh, Dok" Sahut Batari dengan semringah.

__ADS_1


__ADS_2