Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Noah Bertemu Batari


__ADS_3

Barnes mendelik kaget dan berteriak, "Tidaaakkkk!!!!" Saat ia melihat dari kejauhan, Bening tampak terkulai, Noah dan Amanda menangis di depan Bening. Barnes langsung menghujamkan bogem mentahnya ke wajah Michael Posh dan berteriak, "Aku akan membunuhmu brengsek!!!!!!! Kau telah merusak anak angkatku dan kau telah membunuhnya, kau telah lancang melakukan itu semua!!!!!!!!" Barnes terus menghujamkan bogem mentahnua di wajah Michael Posh dengan wajah garang dan napas memburu karena amarah.


Duscha langsung mendekap Barnes dari arah belakang dan menarik Barnes dengan teriakan, "Kau jangan menjadi seorang pembunuh hanya karena tikus kotor macam dia!!!! Sayang sama tangan kamu kalau sampai dikotori oleh darah tikus menjijikkan itu!!!!!!"


"Lepaskan aku! Duscha lepaskan aku!!!!!!!!" Barnes meronta dan berteriak kencang karena, masih terbakar amarah yang begitu besar.


Jake langsung menarik tubuh Michael Posh yang sudah lemas tak berdaya dari hadapannya Barnes dan Bryna mendekap Barnes dari arah depan dan berkata, "Ingat Manda dan Tari. Jangan jadi pembunuh, Barnes!"


Barnes langsung melemas dan menangis. Duscha melepaskan dekapannya saat Barnes memeluk Bryna dan menangis sesenggukkan di dalam pelukannya Bryna sembari berkata, "Aku gagal menyelamatkan Bening, Bry"


Bryna mengelus punggungnya Barnes dan berkata, "Ini sudah menjadi takdirnya Bening. Kita harus ikhlas dan jangan menyalahkan diri seperti ini"


Barnes terus menangis sesenggukkan di dalam pelukannya Bryna.


Bening dibawa pulang oleh Barnes, Amanda, Bryna, dan The Five Jays ke Indonesia menuju ke kediaman megahnya Barnes. Sedangkan Noah Baron tidak bisa ikut pulang ke kediamannya Barnes Adiwilaga Darmawan, karena ia masih harus menghadap atasannya untuk menyelesaikan semua tanggung jawabnya sampai tuntas.


Batari menangis tiada henti di upacara pemakamannya Bening karena, Batari selalu tulus menganggap Bening sebagai saudara perempuannya.


Noah tetap berdiri tegak dengan sikap sempurna di depan atasannya dan bertanya dengan hari-hati, "Saya masih harus menjalan misi terakhir lagi, Jendral?"


"Iya. Misi terakhir kamu ini hanya memakan waktu satu tahun, kok. Nggak lama" Sahut atasannya Noah Baron dengan nada suara dan sikap yang santai.


Noah tetap bersikap profesional di depan atasannya walaupun di dalam hatinya, ia merasa kecewa karena, demi untuk bisa bekerja di kantor dan tidak melakukan penyamaran di lapangan lagi, dia harus menjalankan misi terakhir dan misi itu membutuhkan waktu satu tahun. Noah terpaksa menyetujuinya karena, itu adalah persyaratan mutlak supaya ia bisa bekerja di dalam kantor. Noah ingin bekerja di dalam kantor karena, ia ingin segera melamar Batari dan hidup tenang bersama Batari dengan tidak bekerja di lapangan lagi.


"Tapi, apakah saya boleh menemui orang-orang yang saya sayangi terlebih dahulu sebelum saya berangkat menjalankan misi saya ini, Jendral?"

__ADS_1


Atasannya Noah tersenyum, menganggukkan kepalanya dan memberikan libur selama satu Minggu untuk Noah, sebelum Noah masuk ke dalam tim khusus untuk menjalankan misi terakhirnya. Noah memutuskan untuk pergi ke kediamannya Barnes Adiwilaga Darmawan keesokan harinya, karena ia sangat merindukan Batari.


Keesokan harinya, putra sulungnya Adam Baron itu, meluncurkan mobil Jeep mewah kesayangannya ke kediaman mewahnya Barnes Adiwilaga Darmawan. Noah memakai sepatu putih bergambar kupu-kupu berwarna biru yang dia beli saat ia mengganti sepatunya Batari yang hilang di hari mencari jejak acara Pramuka pas mereka masih remaja. Noah sengaja membeli sepatu couple karena, entah kenapa, sejak ia menggendong Batari yang keseleo di acara mencari jejak itu, ia merasa kalau memakai barang berpasangan dengan Batari itu, keren.


Amanda yang membukakan pintu rumah dan langsung memeluk Noah, lalu melepaskan pelukannya dan berkata, "Akhirnya kamu main lagi ke sini"


"Iya, Tante. Saya juga senang bisa berjumpa lagi dengan Tante dalam keadaan sehat. Tari ada, Tante?" Tanya Noah.


"Batari masih di kamarnya. Dia dan Papanya maaih sangat berduka atas kepergiannya Bening dan mereka berdua mengurung diri di dalam kamar sejak pulang dari pemakamannya Bening" Sahut Amanda.


"Saya juga masih belum percaya kalau Bening benar-benar sudah meninggalkan kita, Tante"


Amanda mengusap air mata di kedua pipinya sambil menganggukkan kepalanya, lalu berucap, "Masuklah dan naiklah ke atas langsung! Amanda masih ada di kamarnya"


"Baik Tante. Saya permisi" Sahut Noah sambil melangkah masuk ke dalam dan langsung menuju ke lantai dua kediamannya Barnes Adiwilaga Darmawan.


Di ketukan kelima, Batari membuka pintu dengan rambut basah dicepol dan baju tidur yang cukup seksi. Noah tertegun sejenak, lalu berdeham dan langsung memutar badan untuk membelakangi Batari.


Batari langsung memeluk Noah dari arah belakang dan Noah langsung mengumpat kesal kepada otaknya sendiri yang sontak berpikir ke mana-mana di saat tubuh Batari menempel erat di punggungnya.


Batari yang tidak menyadari gairah yang mendadak timbul di diri Noah, semakin mempererat pelukannya dan menangis di sana sambil berucap, "Noah, Bening sudah nggak ada. Kita sudah nggak bisa bertemu dengan Bening selamanya"


Noah menghela napas panjang untuk mengusir pikiran tidak pantas atas Batari yang bercokol di otaknya, lalu ia mengelus punggung tangannya Batari yang ada di atas perutnya sambil berkata, "Itu sudah menjadi takdirnya Bening. Kita doakan saja, Bening tenang di sana"


Batari menganggukkan kepalanya yang masih menempel di punggungnya Noah.

__ADS_1


Noah kembali mengelus punggung tangannya Batari dan berkata, "Kamu ganti baju dulu gih! Aku tunggu kamu di bawah"


Alih-alih menuruti perintahnya Noah, ia justru menarik Noah masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya lalu menguncinya dengan cepat.


Noah mendelik dan langsung bertanya, "Kau? Kenapa kau malah menarikku masuk ke dalam kamarmu?"


Batari langsung bersedekap di depannya Noah dan langsung menyemburkan protes, "Kenapa kau titipkan Alex ke aku?"


"Ka...karena, itu satu-satunya cara agar Alex selamat sebelum big bosku datang" Sahut Noah Baron sambil duduk di tepi ranjangnya Batari dengan sorot mata bersalah seperti mata seorang terdakwa saat ditatap oleh seorang hakim.


"Lalu kenapa kau menciumku berulangkali saat di pulau itu?"


"A.....aku, kan, udah bilang ke kamu saat di pantai kemarin" Noah menatap Batari dengan sorot mata sendu.


"Aku nggak dengar kamu ngomong apa saat itu" Sahut Batari.


Noah lalu bangkir berdiri dan mendekati Batari untuk memegang kedua tangannya Batari dan berkata, "Ada kesalahpahaman di antara kita selama ini. Aku yang salah, aku minta maaf"


"Salah? Salah apa?"


"Aku kira kamu selingkuh dan masalah kamu selingkuh atau tidak, itu sudah nggak penting lagi bagiku. Aku salah, aku minta maaf" Noah mengelus pipinya Batari.


"Lalu? Kamu menciumku berulangkali di pulau itu, hanya karena, kamu merasa bersalah dan hanya ingin minta maaf?"


Noah mengusap lembut rambutnya Batari sambil berucap, "Bukan. Aku mencium kamu karena, desakan hatiku. Hatiku sangat merindukanmu dan hatiku masih sangat mencintaimu. Dengarkan baik-baik, Batari Abar Darmawan, aku masih sangat mencintaimu"

__ADS_1


Batari menatap Noah dengan sorot mata sendu dan senyum penuh arti................


__ADS_2