
Noah sampai di pondok utama dan langsung dihadang oleh Lopez, "Wanitamu ada di meja makan, Bos. Dia makan nasi dan telur"
Noah bergegas berlari ke meja makan dan menemukan Batari tengah mencuci piring dan perabot makan lain yang kotor.
"Kenapa kau membuat pingsan Silvia?!" Teriak Noah.
Batari berbalik badan sambil membawa piring dan gelas yang sudah bersih lalu menyerahkan piring dan gelas itu ke Noah sembari berkata, "Tolong taruh di tempatnya. Aku nggak tahu soalnya" Lalu Batari berjalan meninggalkan Noah begitu saja.
Noah menggeram kesal lalu bergegas meletakkan gelas dan piring yang sudah bersih pada tempatnya dan segera berlari menyusul Batari. Dia berhasil mencekal lengannya Batari dan berucap, "Berhenti! Kau belum jawab pertanyaanku"
Batari menepis kasar tangannya Noah sembari memutar badan, bersedekap di depannya Noah dan berkata, "Apa?"
"Apa? kau bilang, apa, dengan santainya? Kau membuat pingsan Silvia dan........."
"Dan kau membela dia setelah wanita seperti ular letoy itu membuatmu puas di kamar, tadi? Begitu, kan? Dan sekarang kau membela dia alih-alih membelaku? wanita itu yang duluan menjambak rambutku!" Batari melotot ke Noah.
Noah menggeram kesal, lalu berkata, "Membuat puas apa? Dari kamar apa? Aku dari pantai. Lihat nih! Tanganku kotor dan kaosku juga kotor. Aku membetulkan Speedboat kamu dan udah jadi"
Batari tersenyum semringah tanpa ia sadari saat ia mengetahui bahwa Noah tidak dari kamar wanita dengan selera berpakaian yang aneh dan Noah tidak bermain cinta dengan wanita dengan gaya berjalan yang aneh, bernama Silvia itu.
"Kenapa senyum kayak gitu? aku mulai takut kalau kamu senyum kayak gitu, Tari" Noah berkata sembari menyipitkan mata dan mengerucutkan bibirnya.
Batari langsung menghapus senyum di wajahnya dengan wajah kesal dan berucap, "Suka-suka aku, dong. Mau senyum kek, mau ketawa, kek, suka-suka aku, dong"
"Kamu nggak tahu siapa ayah dari Silvia dan......."
"Dia juga nggak tahu siapa Papaku, siapa Kakekku dan Kakek buyutku" Sahut Batari dengan cepat dengan mata melotot dan masih bersedekap di depan Noah.
"Huffttt! Emang susah bicara sama kamu. Sekarang aku rasa kamu harus pergi dari sini karena, Speedboat kamu udah bisa dijalankan lagi. Kamu harus pergi dari sini sebelum Silvia bangun dan bikin perhitungan denganmu" Ucap Noah.
__ADS_1
"Aku nggak mau pergi. Aku suka di sini"
Karena aku suka berada di dekat kamu, Noah. Ucap Batari di dalam hatinya.
"Kamu akan celaka kalau kamu tetap di sini karena,........."
"Kamu mengkhawatirkan aku?" Tanya Batari dengan sorot mata berpijar.
Noah menghela napas panjang dan berucap, "Iya"
"Kenapa?" Batari tidak lagi bersedekap dan melangkah pelan mendekati Noah dan Noah langsung mematung.
Saat Batari berdiri dekat sekali dengan Noah, Noah langsung menunduk untuk memeluk pinggangnya Batari guna mengangkat tubuhnya Batari sehingga ia bisa menyampirkan tubuh Batari dengan mudahnya di atas pundaknya. Noah kemudian berlari cepat sambil memanggul Batari, menuju ke speedboatnya Batari. Komandan tampan dan gagah itu mengabaikan teriakan Batari yang minta diturunkan dan mengabaikan tepukan keras tangannya Batari di punggungnya.
Noah menurunkan Batari di atas Speedboat dan berkata, "Pergilah ke arah barat daya! Ini kompas untukmu. Jangan tersesat lagi dan lupakan soal pulau ini!"
"Aku nggak mau pulang. Aku ingin tetap di sini bersama denganmu!" Batari berteriak kencang dan hendak melompat turun. Noah langsung menahan Batari dengan memeluk erat tubuh Batari dan berucap, "Kalau kamu nurut sama aku kali ini, aku akan cepat pulang untuk menemui kamu dan aku akan katakan sesuatu ke kamu" Noah lalu melepaskan pelukannya dan menatap Batari dengan sorot mata sendu.
Noah menghela napas panjang, lalu bertanya dengan wajah lembut, "Oke, janji apa?"
"Jangan pernah kau biarkan wanita ular itu menyentuhmu! Jangan pernah pergi berduaan dengan wanita ular itu dan .....hmmmppppt!" Ucapan Batari terhenti di saat bibir Noah memagut bibirnya.
Mereka berciuman beberapa detik lamanya dan Noah segera melepaskan ciumannya walaupun ia enggan dan Batari langsung menyemburkan protes, "Ke.....kenapa kau......kau .... menciumku lagi? Jelaskan ciuman kamu tadi dan ciuman kamu yang barusan! Kalau tidak, aku tidak akan pergi"
Sial! Kenapa juga aku menciumnya barusan. Umpat Noah di dalam hatinya.
"Noah Baron! Jelaskan! Atau aku akan membuatmu pingsan dan aku akan bikin perhitungan dengan. wanita ular itu!" Batari mulai melotot dan merah wajahnya karena menahan amarah.
"Oke oke. Tenanglah! Aku akan jelaskan. Aku masih mencintaimu" Noah berkata sangat lirih dan sangat cepat di kata aku masih mencintaimu"
__ADS_1
Namun, Batari bisa menangkap kata itu dan Batari sontak membeliak kaget lalu ia mendorong Noah sampai Noah melompat turun dari atas speedboatnya dan ia langsung menanyakan speedboatnya lalu melajukan speedboatnya sambil melambaikan tangannya ke Noah dengan senyum semringah.
Noah menautkan alisnya dan bergumam, "Apa dia mendengar kata terakhirku tadi? Kalau iya, kenapa dia langsung pergi dan tidak membalas kata-kataku dengan kata aku juga mencintaimu, Noah?"
Noah langsung berlari hampir ke tengah pantai dan berteriak, "Hei, Tari! Kau dengar kata-kataku tadi tidak?! Jawabanmu apa?!"
Batari terus melajukan speedboatnya ke depan dan menoleh ke belakang dengan senyum semringah dan lambaian tangannya.
"Sial! Dasar wanita gila! Dia bikin aku penasaran lagi" Noah terkekeh geli lalu meraup wajah tampannya dengan kasar dan berbalik badan untuk kembali ke pondok.
Sesampainya di pondok, dia bertanya ke anak buahnya, "Silvia udah sadar?"
"Belum Bos. Tendangan wanitamu tadi keras banget" Sahut Lopez, anak buahnya Noah.
"Dia emang bukan wanita biasa" Sahut Noah.
"Bos Reeds sepetinya udah kenal lama dengan wanita itu, ya?" Tanya Lopez.
"Mana ada. Aku baru ketemu dia kemarin dan aku tahu kalau dia bukan wanita biasa saat tahu ia berani menjatuhkan Silvia sampai pingsan" Sahut Noah.
"Ah, iya. Wanitamu itu cantik dan ramping, tapi tenaganya cukup besar dan ia sepertinya jago beladiri" Sahut Lopez.
"Sudah. Jangan bahas dia lagi. Dia sudah pergi dari sini" Sahut Noah.
"Hah?! Bos Reeds ijinkan dia pergi dari sini begitu saja? Apakah itu tidak menyalahi aturan? Bukankah siapa pun yang terdapat di sini tidak boleh keluar dari pulau ini dan siapa yang berusaha keluar dari pulau ini harus dibunuh?" Sahut Lopez.
"Sssttt! Jangan kasih tahu siapa pun soal ini. Aku janji akan baik padamu selama sisa umurku jika kamu mau membungkam mulut kamu soal ini selamanya" Sahut Noah sambil menepuk bahunya Lopez.
"Siap, Bos Reeds. Bos Reeds selama ini juga selaku baik sama aku. Aku akan selalu ada di pihak Bos Reeds selamanya" Sahut Lopez.
__ADS_1
Noah tersenyum dan berkata, "Terima kasih, Lopez"