Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Bertemu Mikha


__ADS_3

Jude langsung menarik Barnes keluar dari ruang khusus yang terpisah dinding yang terbuat dari kaca tebal reflektif, untuk mengamati Jake yang tengah menginterogasi anak buah dari buronan kepolisian tingkat satu itu.


Barnes mengerutkan keningnya, "Kenapa kau menarikku keluar?"


"Maafkan saya Komandan! emm, Anda lihat kan tadi? kehebatannya istri Anda?"


"Terus?"


"Saya berpikir untuk mengajak Nyonya ikut misi kita" Jude berkata penuh dengan keseriusan.


"Hah?! Nggak! Aku nggak ingin membahayakan istriku. Nggak! telan kembali ide kamu itu!" Barnes lalu berbalik badan meninggalkan Jude. Dan Jude hanya bisa menghela napas panjang sembari mengekor langkah Komandannya yang sangat ia kagumi.


Barnes lalu memencet tombol loudspeaker dan memanggil Jake untuk menemuinya. Jake lalu keluar dari ruang interogasi dan masuk ke ruang pemantauan. "Ada apa?"


Cucu sulung Moses Elruno itu menoleh ke Amanda dan menyuruh istrinya yang memiliki rambut unik itu, untuk mengatakan kembali apa yang Amanda katakan sebelumnya.


Jake terkesiap lalu berkata, "Good Job Manda" Jake mengangkat kedua jari jempolnya untuk Amanda. Kemudian Jake berbalik badan sembari berucap, "Aku akan coba menanyakan semua itu ke si brengsek itu"


Semua kembali mengamati Jake yang telah masuk kembali ke dalam ruang interogasi.


Jake duduk di depan berandalan itu, "Tunjukkan letak uang yang kau rampok dari Bank Prima"


Berandalan bertato banyak dan berambut gondrong itu langsung memundurkan wajahnya ke arah belakang dan hampir t terjengkang dari kursinya. Lalu, si gondrong penuh tato itu berucap secara spontan karena keterkejutannya, "Ba.....Bagaimana And....Anda bisa tahu?"


Jake pun ikutan merasa kaget karena, semua yang dikatakan oleh Amanda terbukti kebenarannya. Jake segera berucap untuk menutupi keterkejutannya sendiri, "Bukan hanya itu. Aku juga mengantongi, nama-nama anggota kamu. Menyerahlah! Atau aku akan memburu teman-temanmu itu dan jika terpaksa, aku akan membunuh mereka satu per satu jika mereka ridak mau mengatakan di mana keberadaan uang hasil rampokan itu. Aku juga akan menghukum kamu dengan sangat berat. Namun, jika kau menyerah dan mau bekerjasama, maka aku akan memberikan keringanan hukuman untuk kamu dan aku tidak akan membunuh teman-temanmu"

__ADS_1


Berandalan itu langsung terhenyak lemas di atas kursinya. Dia lalu tertunduk dalam menatap meja di dalam kegalauannya. Akhirnya dia pun menghela napas panjang dan menganggukkan kepalanya dengan kata, "Saya akan bekerjasama dengan Anda"


Jake lalu menoleh ke kanan, ke kaca reflektif yang tampak hitam pekat di hadapannya dengan senyum lebar dan mengangkat jari jempolnya sambil bangkit dan pergi melangkah meninggalkan ruangan interogasi sambil menarik lengan berandalan itu untuk ikut keluar bersama dengannya dan kembali ke selnya.


Setelah menjebloskan berandalan itu kembali ke selnya, Jake bergegas menuju ke ruang pemantauan dan begitu ia masuk, ia hendak memeluk Amanda. Barnes dengan cekatan menarik Amanda masuk ke dalam pelukannya dan mendelik ke Jake dengan tanya, "Mau apa kau?"


Jake meringis dan sambil melipat kedua tangannya yang membuka, ia kemudian membuka suara, "Aku hanya ingin melenturkan tanganku aja kok tadi, hehehehe"


"Bohong! Kamu ingin memelukku kan tadi" Ucap Amanda sembari menarik diri dalam pelukan suami tampannya.


Barnes langsung menggeram kesal dan melangkah maju hendak menarik kerah kaosnya Jake dan Joy segera menahan dadanya Barnes lalu Joy melotot ke Amanda, "Kau biang kerusuhan di sini. Lebih baik pergilah!"


Amanda merengut dan langsung melangkah keluar dari ruangan pemantauan itu.


Barnes menepis kedua tangannya Joy dari dadanya lalu melangkah mundur dan sembari menghunus tatapan tajam ke Jake dan Joy, ia melangkah lebar menyusul istri mungilnya.


Mikha langsung memberondong Amanda dengan tanya, "Kamu ke mana aja selama ini? kenapa kamu keluar dari kost kamu tanpa bilang ke aku dan kenapa kau bisa berada di depan kantor polisi? Kau mau ke mana?"


Amanda lalu memeluk Mikha dengan rasa polosnya dan Mikha membalas pelukannya Amanda dengan "Untunglah kamu yang datang. Apa kau bisa membawaku pergi? Aku .........."


Barnes langsung menarik lengannya Amanda dengan kasar karena terbakar cemburu melihat istrinya berada di dalam pelukan pria asing. Amanda sampai terpelanting masuk ke dalam pelukannya Barnes. Barnes menggertakkan giginya, menghunus tatapan tajam ke pria yang berdiri di depannya lalu berteriak lantang, "Siapa kau?! kenapa kau lancang sekali memeluk istri Barnes Adiwilaga Darmawan di sini, hah?!"


Mikha menautkan alisnya, ia bertukar pandang dengan Amanda lalu bertanya, "Suami?"


Amanda hendak melepaskan diri dari pelukannya Barnes namun, Barnes semakin mempererat kaitan lengannya di pinggang rampingnya Amanda dan tidak mengijinkan Amanda untuk lepas darinya.

__ADS_1


Amanda meringis ke Mikha lalu berkata, "Ini tidak seperti yang kau kira. Ini hanya ......"


Barnes menunduk untuk melihat Amanda, "Hanya apa? Kita benar-benar telah menikah dan kau paham konsekuensinya jika kau ngeyel sama suami kamu, kan? Dia siapa?" Kedua bola mata Barnes menatap kedua bola mya jernihnya Amanda yang terdongak ke atas.


Amanda menghela napas panjang, "Aku nggak niat ngeyel tapi........"


Barnes mulai mendekatkan wajahnya ke telinganya Amanda dan berbisik, "Kau mau kucium di depan laki-laki ini ya?"


Amanda langsung menggelengkan kepalanya lalu menoleh ke Mikha dan berkata, "Dia suamiku. Kami baru saja menikah dan........"


"Apa dia menghamili kamu?" Mikha bertanya dengan kedua tangan mulai terkepal di kedua sisi tubuhnya.


Barnes menoleh ke Mikha dan langsung membentak Mikha, "Jaga ucapan kamu! Amanda.gadis baik-baik"


"Maafkan aku! Aku bertanya bukan untuk merendahkan Amanda. Aku sahabatnya Amanda aku lebih banyak tahu soal Amanda daripada kamu jadi, nggak usah kasih tahu seperti apa Amanda itu Tapi, aku bertanya karena penasaran, kenapa kalian menikah dadakan? Tanpa acara dan tanpa mengundang teman-teman, termasuk aku? Apa Om dan Tante kamu tahu soal ini?" Mikha menatap Barnes lalu menatap Amanda.


Amanda mendongakkan wajahnya kembali untuk melihat wajahnya Barnes. Dia butuh Barnes untuk menjawab semua pertanyannya Mikha.


Barnes menunduk untuk melihat wajah istrinya dan bertanya, "Apa dia Mikha?"


Amanda masih mendongakkan wajahnya dan menganggukkan kepalanya.


Barnes tanpa sadar mengangkat tangan untuk mencubit dagunya Amanda dengan ucapan, "Kita akan kasih tahu ke Om dan Tante kamu, besok lusa pas.aku libur. Kita ke rumah Om kamu"


Perkataannya Barnes ke Amanda itu sudah menjawab pertanyannya Mikha. Mikha mematung, hatinya mulai hancur karena, usaha dia berlatih sejak kecil agar Amanda tidak bisa membaca pikirannya dan itu ia lakukan agar Amanda tidak mengetahui rasa cintanya selama ini yang ia pendam untuk Amanda, sia-sia sudah. Mikha lalu berbalik badan dan pergi begitu saja meninggalkan Amanda dan Barnes.

__ADS_1


anda.merasa risih lalu ia menepis tangannya Barnes dari dagunya dan menoleh ke kiri, "Lho, Mikha kok hilang?"


Barnes lalu menarik lengannya dari pinggang rampingnya Amanda. Lalu ia menarik tangannya Amanda untuk masuk kembali ke dalam dengan sikap sok diam. Komandan yang tampan dan gagah itu diam seribu bahasa. Cemburu membuatnya kesal.


__ADS_2