Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
My Love


__ADS_3

Noah keluar dari dalam ruang kerjanya Barnes. Saat ia melintasi pintu kamarnya Batari, ia mengelus pintu itu dan bergumam, "Selamat malam, cantikku. Mimpi indah" Lalu ia.melangkah ke anak tangga dan turun ke lantai bawah.


Di saat kedua kakinya Noah menapak lantai bawah, Alex langsung berlari dan memeluknya. Noah terkejut dan hampir saja jatuh terjengkang. Noah lalu terkekeh dan mendorong tubuhnya Alex dengan pelan untuk berkata, "Syukurlah kamu selamat. Besok kau harus ikut denganku"


"Kenapa?" Tanya Alex.


"Karena, ini rumah Batari. Nggak baik cowok dan cewek yang bukan saudara, berada i bawah atap yang sama. Kamu akan aku bawa ke rumahku. Kamu akan tinggal bersama dengan keluargaku. Aku akan kenalkan kamu.pada adikku. Nehemia Baron, nama adikku. Panggilannya Hemi, dia seumuran denganmu dan aku rasa kalian akan cocok"


Alex merengut dan langsung berkata, "Nggak mau"


"Kenapa nggak mau?" Noah langsung bersedekap dan mengerutkan alisnya di depan Alex.


"Aku senang tinggal di sini. Pak Barnes, Ibu Amanda, dan Kak Tari, sangat baik dan sayang sama aku. Aku nyaman tinggal di sini" Sahut Alex.


"Iya tapi.........."


"Biarkan dia tetap tinggal di sini" Suara Amanda memotong ucapannya Noah.


"Kasihan kalau dia harus beradaptasi lagi dengan orang baru. Dia sudah nyaman di sini biarkan dia di sini" Sahut Amanda.


"Tapi, itu, anu, Tante, dia, kan, cowok dan........"


"Dan Tari menganggapnya sebagai adik. Nggak usah cemburu" Sahut Amanda dengan cepat karena, ia bisa membaca jelas apa yang ada di dalam pikirannya Noah Baron.


Noah langsung memerah pipinya karena, malu. Dia kemudian meringis, menggaruk pucuk kepalanya dan berucap, "Hehehehe. Saya lupa kalau Tante bisa baca pikiran, hehehehehe. Okelah kalau memang Alex nyaman di sini, biarkan dia di sini. Saya pamit dulu, Tante dan terima kasih banyak sudah bersedia menampung Alex dan menyayangi Alex sepeti putra Tante sendiri" Noah berucap sembari mencium punggung tangannya Amanda.


Amanda mengusap kepalanya Noah dan berkata, "Iya sama-sama"


Alex langsung mengelus dada dan tersenyum lega karena, dia tidak dipisahkan dengan malaikat cantiknya, yakni Batari. Alex sangat menyayangi Batari dan tidak ingin dipisahkan dari Batari untuk selamanya.

__ADS_1


Keesokan harinya, Noah dibangunkan oleh bunyi dering ponselnya yang tidak berhenti-henti. Noah meraih ponselnya dengan masih memejamkan kedua matanya dan berkata, "Halo? Siapa ini?"


"Noah Baron! Kamu lupa dengan pacar kamu? Emangnya namaku kamu simpan dengan nama apa di ponsel kamu?" suara cemprengnya Batari langsung menunduk telinganya Noah dan membuat Noah sontak membuka kedua kelopak matanya dan langsung bangun untuk bersandar di ranjangnya.


"Aku masih merem, sayang. Aku nggak lihat layar ponsel pas angkat panggilan masuk tadi" Noah berucap dengan nada malas-malasan dan saat dia melirik jam di dinding, dia langsung berteriak, "Are you kidding me, Tari? Ini jam tiga pagi? Kenapa kau meneleponku jam tiga pagi? Ada apa? Apa kamu sakit?" Noah langsung menegakkan badannya karena, panik.


"Tenang, Sayang. Hahahaha. Wajah kamu pasti lucu banget saat ini pas panik gitu, hahahaha. Aku terbangun dan nggak bisa tidur lagi lalu aku tiba-tiba kangen sama kamu" Sahut Batari dengan nada polos tanpa dosa.


Noah meraup wajah tampannya dengan kasar lalu ia bersandar kembali ke ranjangnya dan berucap, "Oke. Kalau kangen, kamu mau ngapain telepon aku? Sumpah! Aku masih ngantuk banget, Sayang"


"Kamu besok bisa ajari aku nyetir mobil?" Tanya Batari.


"Katanya udah bisa nyetir mobil dan udah punya SIM? Kok masih minta diajari?" Tanya Noah sambil menyugar kasar rambut lurusnya yang berwarna kecokelatan. Noah mewarisi rambut cokelat dan mata biru papanya sedangkan adiknya mewarisi rambut hitam dan mata hitam mamanya.


"Nyetir mobil manual aku belum bisa. Aku ingin belajar" Sahut Batari.


"Oke. Besok aku ke rumahmu bawa mobil sedannya Papa biar Papa pakai mobil yang lain" Sahut Noah.


"Tari, baru belajar tuh harus pakai mobil yang aman dan nyaman kalau pakai Jeep nanti......."


"Ya udah nggak jadi. Kalau nggak pakai Jeep, nggak jadi aja" Sahut Batari dengan nada kesal.


Noah menghirup oksigen dalam-dalam untuk menyegarkan otaknya biar tidak panas, laku ia berucap, "Oke, Sayangku. Pakai Jeep, kan? Oke! Besok aku akan ajari kami nyetir pakai Jeep"


"Aku besok kerja sampai jam lima sore. Habis pulang kerja aja kamu jemput aku. Aku belajar nyetir bentar terus kita ke gedung bioskop untuk menikmati layanan VVIP gratis"


"Nggak mandi, dulu?" Tanya Noah.


"Oh, iya. Emm, kalau gitu aku bawa baju ganti aja. Aku mandi di rumah sakit. Kamu jemput aku di rumah sakit, ya?" pinta Batari.

__ADS_1


"Oke" Sahut Noah.


Batari lalu bertanya, "Kamu simpan nama aku di ponsel kamu pakai nama apa?"


Noah ragu untuk menahan jujur karena, dia masih menyimpan nomer ponselnya Batari dengan nama si jutek menyebalkan di saat ia diputuskan oleh Batari dulu, dan dia lupa menggantinya saat ia sudah berpacaran lagi dengan Batari.


"Noah? Kamu ketiduran, ya?" Sahut Batari.


Noah tersenyum jahil lalu bersuara mendengkur biar Batari benar-benar mengira dia benar-benar ketiduran.


Batari lalu berkata, "Oke selamat tidur Noah, Sayangku. Aku sangat mencintaimu. Mumpung kamu ketiduran, aku kasih tahu ke kamu kalau aku simpan nomer ponsel kamu dengan nama my love. Tapi, aku nggak akan kasih tahu ke kamu. Entar kamu Ge-Er" Klik! Batari memutuskan sambungan ponselnya lalu ia memejamkan mata dengan senyum terlukis indah di wajah cantiknya.


Sementara itu, Noah terkekeh geli tiada henti dan sambil menatap layar ponselnya, dia lalu berucap, "Dasar bodoh! Dia masih aja belum berubah, gampang banget dijahili, hahahahaha, dasar Tari" Noah lalu.memencet ponselnya untuk mengganti nama si jutek menyebalkan menjadi my love. Lalu, Noah memerosotkan tubuhnya dan memejamkan mata dengan senyum terlukis indah di wajah tampannya.


Noah sampai di rumahnya Barnes dan ikut sarapan di sana ,lalu ia mengantarkan Alex ke sekolah kemudian ia mengantarkan Batari ke rumah sakit. Saat Noah memarkirkan mobil jeepnya di pelataran parkir rumah sakit, Batari langsung berkata, "Aku boleh pinjam ponsel kamu?"


Noah tersenyum lebar menahan geli saat ia meletakkan ponselnya di atas telapak tangannya Batari. Noah tahu kalau Batari pasti akan mengecek nama dia di ponselnya.


Batari tersenyum lebar saat ia melihat nomer ponselnya diberi nama my love. Lalu, ia menatap Noah dan langsung mengecup bibirnya Noah.


Noah tersentak kaget dan langsung bertanya, "Untuk apa kecupan barusan?"


"Rahasia" Sahut Batari dengan senyum menggemaskan dan Noah langsung mengecup bibirnya Batari dengan gemas, lalu mereka berdua tertawa bersamaan.


Batari lalu mengetik sesuatu di ponselnya Noah dan Noah langsung bertanya, "Kamu ngetik apa?"


"Daftar pacaran kita untuk satu bulan ke depan dan akan kita perbarui tiap bulannya nanti, sampai kita menikah" Sahut Batari sambil terus mengetik di layar ponselnya Noah.


Deg! Noah menatap Batari dengan perasaan bersalah karena, dia belum mengatakan ke Batari kalau dia hanya punya waktu seminggu dan setelah itu ia akan pergi selama setahun.

__ADS_1


Noah terus menatap Batari dengan perasaan campur aduk.


Sementara itu, ada sepasang mata menatap kebersamaannya Noah dan Batari dengan penuh kebencian. Sepasang mata di balik kaca mobil sport itu bergumam, "Aku nggak akan biarkan kalian terus bahagia seperti itu. Karena, kalian bahagia di atas penderitaan kakakku"


__ADS_2