Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Berat


__ADS_3

Sementara itu di Indonesia, Cantika tengah kewalahan mengurus sendiri anak-anak. Kalau pagi sampai sore anak-anak ia titipkan di rumah orangtuanya dan jam enam ia jemput. Lalu, dari jam enam sore sampai pagi ia mengasuh sendiri anak-anak.


"Dito terlalu memanjakan aku selama ini. Sekarang nggak Dito aku benar-benar merasakan kewalahan mengurus semuanya sendiri. Aku akan cari asisten rumah tangga besok" Ucap Cantika sambil menutup buku dongeng setelah ia mendongengkan cerita tentang katak dan semut ke putri cantiknya dan seperti biasanya putri cantiknya protes karena Cantika membacakan dongeng itu terlalu datar tidak lebih penghayatan seperti Dito.


Cantika kemudian merebahkan tubuh letihnya di ranjang sambil bergumam, "Kenapa kau tercipta sangat sempurna Dito, sehingga aku merasa kewalahan mengejar kesempurnaan kamu. Ah, aku sangat merindukanmu, Dito"


Dito mengajak masuk anak buah ke bar dan Dito langsung mengajak Doni duduk di meja kosong. Setelah memesan minuman soda tanpa alkohol dan Doni memesan minuman bir biasa dengan kadar alkohol cukup rendah, Dito mengedarkan pandangannya lalu berkata ke Doni, "Aku nggak nyangka bar dengan desain interior sesangar ini menyediakan minuman soda bahkan kopi"


"Iya, aku juga nggak nyangka. Sama seperti aku nggak nyangka bakalan kepilih dan dikirim ke misi luar biasa ini bersama dengan kamu" Kata Doni.


"Kenapa nggak nyangka? Kamu, tuh, punya kemampuan" Sahut Dito.


"Thank you, Sir" Sahut Doni lalu cowok tampan sahabatnya Dito itu meringis lebar.

__ADS_1


Dito memang tidak pernah menyentuh rokok dan minuman keras meskipun pekerjaannya penuh tekanan dan penuh bahaya. Kalau stres dan merasa was-was Dito lari ke buku dan menenggelamkan dirinya berhari-hari ke dalam buku favoritnya. Namun, sejak menikah buku favoritnya Dito masuk ke laci dan tidak pernah Dito sentuh lagi karena Cantika mampu menjadi penghilang rasa stres, penat, dan was-was di hati Dito. Ditambah lagi setelah ia memiliki anak, putrinya yang cantik, cerdas, dan sangat menyayanginya itu mampu menghilangkan semua rasa negatif di dalam dirinya. Dan sekarang ketika Cantika dan Aurora berada jauh darinya, Dito tidak lupa membawa buku favoritnya.


Ketika Dito dan Doni tengah menyesap minuman pesanan mereka, ada seorang pria berbadan kekar yang berada di meja paling pojok berteriak dengan memakai bahasa Indonesia, "Kenapa kalian minum soda dan bir ringan? Bergabunglah dengan kami dan minum minuman yang ada di meja kami ini"


Doni mendengus kesal dan saat Dito melihat Doni mengepalkan tinju, Dito langsung menyentuh lengan Doni lalu bangkit berdiri sambil bergumam, "Kita hormati mereka karena kita ini tamu di sini"


Doni menghela napas panjang dan terpaksa mengikuti Dito berjalan menghampiri meja pria yang tadi berteriak tidak sopan.


James yang melihat Dito dan Doni bangkit berdiri langsung bangkit berdiri dan berlari kecil menghampiri Dito dan Doni. James ikut bergabung duduk di meja yang penuh dengan minuman beralkohol berharga fantastis.


"Tentu saja bisa. Istriku orang Indonesia. Namaku Afon. Aku mengundangmu ke meja ini karena aku ingin memberitahukan padamu kalau kamu dan anak buah kamu tidak diterima di sini. Mereka semua di bar ini membicarakan kalian dan mereka semua tidak menyukai kalian"


"Padahal kita datang dengan maksud baik melindungi mereka"

__ADS_1


"Itu karena si mafia tengik itu mendanai semua pembangunan kampung ini dan hampir semua yang ada di sini bekerja pada si mafia tengik itu"


"Sial!" Sahut Doni.


"Aku memakai bahasa Indonesia karena mereka semua tidak bisa berbahasa Indonesia" Sahut Afon.


"Aku juga bisa berbahasa Indonesia" Sahut James.


Dito menoleh ke James dengan senyum ramah dan berkata, "Terima kasih sudah mau belajar bahasa Indonesia, James dan juga Afon. Terima kasih sekali lagi karena Afon sudah mau memberikan informasi berharga pada kami" Sahut Dito.


"Maafkan kau kalau aku tadi berprasangka buruk sama kamu, Afon. Karena kamu berteriak nggak sopan" Sahut Doni.


"Maafkan aku. Aku berakting agar mereka tidak curiga" Sahut Afon.

__ADS_1


"Wah, tugas kita berat banget di sini" Sahut Dito sambil menoleh ke James lalu menoleh ke Doni.


James tersenyum lebar dan menyahut, "Sama-sama"


__ADS_2