Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Cewek atau Cowok?


__ADS_3

Barnes, Jake, Duscha menyusup ke sebuah bar. Mereka bekerja di bar dari hari Senin sampai Jumat. Sedangkan di hari Sabtu dan Minggu nanti, mereka bekerja menjadi pengawal bertopeng di sebuah kapal pesiar untuk menyiapkan dan menjawab anak-anak gadis yang masih berumur belasan, menjadi pemuas nafsu bejat konglomerat paruh baya yang datang dari seluruh penjuru dunia. Kapal pesiar itu miliknya The Rat.


Sedangkan The Five Jays, Santo, Danny, dan Lopez, menyusup ke pulau pribadi. Mereka memiliki tugas yang sama di sana. Pulau pribadi itu dan bisnis penjualan anak gadis belasan tahun juga miliknya The Rat. Jika mereka bisa memperoleh informasi penting di sana dan mendapatkan file berisi daftar tamu VVIP yang datang ke sana, maka mereka bisa membuat The Rat muncul dan mendatangi mereka.


"Kuta harus bekerja lebih keras untuk mengungkap siapa aja yang sering menjadi tamu di sini" Bisik Jake.


"Iya, kamu benar. Menurut informan kita, tamu yang datang ke kapal pesiar dan ke pulau pribadinya The Rat juga memakai topeng seperti kita" Sahut Barnes dengan nada lirih.


Sementara itu di pulau pribadi, di pagi hari, The Five Jays, Danny, Santo, dan Lopez bekerja di ladang ganja dan siang harinya mereka berada di dalam ruangan tertutup untuk membungkus ganja yang sudah siap edar.


Danny berbisik ke Lopez, "Kapan Bos Noah sampai sini?"


"Besok Bos Noah baru terbang ke sini. Jadi, aku rasa, lusa Bos Noah sampai sini" Bisik Lopez.


Noah lupa waktu dan ia terus asyik mencumbu istrinya yang tampak semakin cantik saat hamil. Bahkan dia dan Batari tidak merasakan lapar di jam sembilan pagi.


Tok, tok, tok! Pintu kamar diketuk tiga kali dan Arga terpaksa melepaskan bibirnya Batari saat ia mendengar teriakan Dito, "Om! Tante! Kok di dalam kamar terus?! Dito nggak ada temen main, nih!"


Arga mengusap bibir Batari dengan ibu jarinya, lalu sambil menyahut, "Iya! Tunggu sebentar!" Ia berjalan ke pintu dengan perlahan sambil memakai celana boxernya.


Batari langsung bangun dan langsung berlari kamar ganti untuk memakai baju. Karena, dirinya masih polos.


Dito menautkan alisnya, "Om kok masih belum pakai kaos? Dito pengen ajak Om main game online"


"Ah, iya" Noah menunduk untuk melihat dadanya dengan canggung. Lalu ia berkata, "Om tadi mandi dan karena bergegas buka pintu, Om lupa pakai kaos. Bentar, ya, Om ambil kaos dan celana panjang dulu"


"Oke. Dito tunggu di ruang keluarga, ya, Om"


"Oke" Sahut Noah.


Batari berdiri di samping Noah dan langsung memakaikan kaos ke tubuh Noah dengan terkekeh geli, istri cantiknya Noah itu berkata, "Noah Baron tampak lucu dan sangat menggemaskan kalau malu-malu meong kayak gini"


Noah tersenyum geli. Lalu, ia menyentil pucuk hidungnya Batari sambil berkata, "Kamu sih nakal banget hari ini. Membuatku jadi lupa waktu"

__ADS_1


"Aku laper. Mau makan di luar sama kamu" Batari mengelus perutnya yang masih tampak rata.


"Tapi, Dito mengajakku main game online barusan" Noah menutup pintu kamar lalu mengikuti Batari yang terus menarik tangannya.


"Kita ajak Dito keluar. Makan di luar terus main game di pusat perbelanjaan. Aku pengen belanja baju hamil. Pokoknya aku lagi pengen jalan-jalan sama kamu" Batari menggandeng lengan Noah.


"Iya. Oke. Aku akan bawa kamu jalan-jalan sampai puas"


Saat mereka sampai di lantai bawah, Amanda dan Bryna menyambut mereka dengan kata tanya, "Mau jalan-jalan ke mana? Ikut boleh?"


"Boleh. Makin seru kalau Mama, Tante, dan Dito ikut" Batari memekik senang dan Noah tersenyum geli melihat tingkah istrinya yang polos.


Dito digandeng Batari masuk ke dalam mobil dan Amanda memerintahkan sepuluh anak buahnya Barnes untuk mengawal mereka.


Noah terpaksa meninggalkan mobil Jeep kesayangannya di garasi karena dia tidak ingin istrinya yang sedang hamil muda, kurang nyaman naik mobil Jeep yang walaupun mewah dan keluaran terbaru, tetap saja suspensinya kalah empuk dan kalah nyaman dengan mobil mini Van miliknya Barnes Adiwilaga Darmawan.


Barnes terpaksa menghentikan mobil mini Van yang ia kemudikan secara dadakan di pinggir jalan, saat Batari bilang, "Hentikan mobilnya! Aku pengen muntah"


Noah tersenyum geli bercampur heran dan bangga melihat Batari selalu nemplok ke dia. Seketika itu juga, Noah merasa kalau cintanya ke Batari semakin besar. Noah juga merasa kalau ia sangat mencintai anaknya yang masih berada di dalam perutnya Batari.


Dito nyeletuk, "Adik bayi yang ada di perut Tante Tari, pasti cewek"


Batari menoleh ke Dito tanpa melepaskan pelukannya ke Noah dan bertanya, "Kenapa Dito sangat yakin kalau dedek bayi di perut Tante, pasti cewek?"


"Karena, Tante suka banget sama Om Noah dan nempel terus sama Om Noah. Dito lihat, yang suka nempel ke cowok, kan, cewek. Jadi, dedek bayinya pasti cewek"


Bryna dan Amanda spontan terkekeh geli mendengar ocehan lugunya Dito.


"Amin" Sahut Noah dengan wajah semringah.


Batari langsung menepuk pelan dadanya Noah dan dengan wajah sedikit kesal ia berkata, "Kok diamini, sih?"


"Lho emang kenapa?" Tanya Noah dengan menautkan kedua alisnya. "Aku suka anak cewek. Dia pasti cantik dan mengemaskan mirip kamu"

__ADS_1


"Tapi, aku pengennya anak pertama kita itu laki-laki, biar bisa melindungi adik-adiknya nanti"


Noah seketika diam dan mematung saat ia melihat istri cantiknya mulai bersedekap dan mengerucutkan bibir.


"Cewek atau cowok sama aja, Tari" Sahut Bryna.


"Iya, Tante kamu benar" Sahut Amanda sambil terus fokus menyetir.


Dito melihat Batari merengut. Dito yang tidak suka melihat Tante Tarinya merengut, langsung menyahut, "Aku akan melindungi anak Tante kalau nanti keluarnya cewek. Kalau nanti cowok, aku akan ajari dia cara melindungi yang baik dan benar" Sahut Dito.


Batari langsung menarik Dito masuk ke dalam pelukannya karena, ia nggak mau melepaskan diri dari pelukan suamins. Lalu Batari berkata, "Ah, kenapa kamu manis sekali, Sayangku, Ditoku. Makasih udah mau menjadi Kakak yang baik untuk anak Tante, nanti"


Noah menoleh ke Batari dan bertanya, "Apa kau merasa dan pengen muntah saat ini?"


"Ma! Stop! Aku pengen makan batagor di warung itu"


Amanda langsung meminggirkan mobilnya sambil berkata, "Lain kali kalau minta Mama berhenti jangan dadakan, ya, Sayang"


Batari meringis ke mamanya dan berkata, "Maaf" Lalu, ia turun dari dalam mobil.


Noah yang duluan turun, langsung memeluk Batari dan berjalan ke warung siomay dengan sikap waspada. Saat semuanya masuk ke dalam warung tenda siomay dan batagor di pinggir jalan itu, Noah masih mengedarkan pandangannya ke segala penjuru.


Setelah dirasa aman, barulah Noah masuk dan duduk di samping Batari untuk menyuapi istrinya makan.


Anak buahnya Barnes diajak oleh Amanda ikutan makan di warung tenda itu dan saat mereka semua tengah asyik menikmati batagor dan siomay mereka masing-masing, tiba-tiba ada seorang anak kecil datang dan bertanya, "Siapa di sini yang bernama Batari Putri Darmawan?"


Dan sebelum Batari sempat menjawab, Noah langsung meletakkan kepala anak laki-laki berumur sekitar dua belas tahun di atas meja dan mencekal kedua tangan anak itu. Semua yang ada di dalam warung tenda itu langsung memekik kaget dengan sikap Noah.


Noah langsung menggeram, "Siapa yang menyuruh kamu?" Noah langsung memberikan kode ke salah satu dari anak buahnya Barnes untuk mengambil pistol yang ada di balik kaos anak itu.


Dan tepat di saat pistol yang ada di tubuh anak itu diambil, anak itu kejang-kejang, mulutnya mengeluarkan busa dan tidak lama kemudian anak itu mati.


Seketika semua yang ada di dalam warung tenda itu memekik ketakutan dan berhamburan keluar.

__ADS_1


__ADS_2