
Batari langsung menepuk pelan bahu suaminya sambil melepas bibirnya dai pagutan suaminya, lalu berkata, ""Mas, kamu rebahan dulu aku akan ambilkan makanan untuk kamu. Kamu butuh minum pain killer lagi dan kali ini harus makan dulu" Batari membantu Noah rebahan, lalu ia membawa baskom dengan semua alat medis di dalamnya.
Saat ia keluar dari dalam kamar, dia segera meminta tolong, "Lopez, tolong buang kasa dan kapas kotor yang masih ada di dalam kamar!"
Lopez yang sangat mengkhawatirkan bosnya dan masih berdiri di depan pintu sejak Noah memerintahkan dia untuk keluar, langsung menyahut, "Siap Bu Bos!"
Batari pergi ke wastafel untuk mencuci baskom dan semua peralatan medisnya. Dia kemudian mendisinfektan semua peralatan medis yang dia pakai untuk menjahit lukanya Noah. Setelah selesai, dia tata kembali semua peralatan medisnya pada tempatnya. Kemudian, barulah ia menata makanan dan minuman untuk Noah di atas nampan.
Batari melihat Danny dan Santo tengah makan di meja makan, dia sontak bertanya, "Bagaimana nasi gorengku?"
Danny mengacungkan ibu jarinya sembari mengunyah makanan yang sudah masuk ke dalam mulutnya dan Santo menyahut, "Lumayan"
Lopez yang datang dari halaman belakang setelah membuang sampah medis, langsung berucap, "Enak kok. Saya suka"
Batari tersenyum senang dan berkata, "Syukurlah kalau kalian semua aman dan nggak keracunan makananku" Batari lalu berjalan ke kamarnya Noah dan Danny langsung bersitatap dengan Santo, "Maksudnya apa? Kita diracun gitu?" Santo yang kaku orangnya langsung bertanya ke Danny dengan wajah panik.
Danny sontak tergelak geli dan berkata, "Dia hanya bercanda, kenapa kau anggap serius, hahahahahaha Nyonya Bos kita itu emang suka bercanda"
"Tapi, cara bercandanya terlalu menakutkan bagiku, hihhhhhh" Sahut Santo. Danny dan Lopez langsung menggemakan tawa renyah mereka.
Batari masuk ke kamar dan langsung duduk di tepi ranjang, memangku nampan dan ia tersenyum ke Noah, "Nasi gorengku kali ini aman. Lopez, Santo, dan Danny, bilang nasi goreng ini lumayan"
__ADS_1
Noah langsung membuka mulutnya dan Batari menyuapi suaminya dengan penuh kasih sayang.
Noah berkata sambil mengunyah nasi goreng yang ada di dalam mulutnya, "Enak. Nggak kayak nasi goreng yang kamu bikin pas kita kemah dulu. Teman satu tim kita merem melek dan nggak berani protes sama kamu waktu itu, karena takut kamu kasih bogem mentah" Noah terkejut geli, lalu mendesis saat lukanya kembali terasa nyeri.
Batari mengelus dadanya Noah dan berkata, "Jangan ketawa dulu!"
"Kalau ingat kamu dulu, aku nggak bisa berhenti ketawa" Sahut Noah.
"Emangnya aku badut?"
Noah menganggukkan kepalanya sambil berkata, "Badut yang sangat cantik"
"Enak aja!" Batari mengerucutkan bibirnya sambil kembali memasukkan satu sendok nasi goreng dengan irisan telur dadar ke dalam mulutnya Noah.
Batari menepuk bahu suaminya dan berkata, "Kok ngeyel, sih! Dibilangin jangan ketawa dulu kok nekat ketawa"
"Dan, lucunya lagi, kamu nggak mau makan nasi goreng hasil masakan kamu sendiri, kamu malah mengambil nasi goreng dari timnya Bening. Dasar, curang! Kau bikin tim kita merem melek nggak karuan, tapi kamu malah makan masakan tim lain" Noah kembali terkekeh geli dan sebelum Noah mendesis lagi, Batari langsung memagut bibirnya Noah. Noah membeliakkan matanya karena, terkejut, namun di detik berikutnya, mata Noah terpejam dan dia menarik tengkuknya Batari untuk memperdalam ciumannya.
Saat Batari melepaskan ciumannya, Noah membuka matanya dengan perlahan dan menatap Batari dengan wajah sendu, lalu Noah berkata, "Kau menyiksaku, Sayang. Kau cium aku dengan dahsyatnya di saat aku tak berdaya kayak gini"
Batari memasukkan kembali satu sendok nasi goreng dengan irisan telur dadar ke dalam mulutnya Noah sembari berucap, "Itu hukuman untukmu karena, ngeyel ketawa terus!" Batari melotot ke Noah dan Noah hanya berani meringis.
__ADS_1
Setelah nasi goreng di piring ludes tak bersisa, Batari membantu Noah minum obat pain killer. Kemudian, dia membantu Noah merebahkan kepala dibatas bantal, menarik selimut untuk menyelimuti Noah, lalu ia mencium keningnya Noah dan berkata di sana, "Selamat tidur jagoanku"
Noah menahan lengannya Batari, "Kamu udah makan belum?"
"Aku makan setelah ini. Kamu tidurlah!" Sahut Batari.
Noah tersenyum dan dia mengucapkan kata, "Terima kasih, aku mencintaimu dan ..........zzzzzzzzzzz" Noah jatuh tertidur hanya dalam hitungan detik. Batari kembali mencium keningnya Noah, lalu putri tunggalnya Barnes Adiwilaga Darmawan itu,
keluar dari dalam kamar untuk mencuci semua perabot makan yang ia pakai. Barulah ia makan di meja makan, sendirian.
Batari tidur di atas lantai dengan beralaskan kasur lipat yang diberikan oleh Danny. Batari tidak berani tidur di sampingnya Noah. Istri Noah Baron itu, takut mengenai lukanya Noah Baron karena, kata suami tampannya, dia kalau tidur banyak gerak.
Noah terbangun dan langsung meraba tempat tidurnya. Saat tangannya tidak menemukan tubuh istrinya, Noah sontak membuka kedua kelopak matanya dan langsung bangun sambil mendesis. Noah terperanjat kaget saat ia melihat Batari tidur di atas lantai hanya dengan beralaskan kasur lipat.
Noah memegangi perutnya dan berjongkok sambil meringis dan mendesis menahan nyeri. Kemudian, dia nekat merengkuh Batari ke dalam pelukannya untuk ia bopong dan ia pindahkan istri kecilnya itu ke atas kasur. Setelah merebahkan Batari di atas kasur dengan pelan, Noah mendesis cukup lama sambil memegangi perutnya, lalu pria tampan itu sontak menarik kaosnya dan menunduk untuk mengecek perban di perutnya, dia langsung menghela napas lega saat ia melihat perbannya aman dan tidak ada darah yang merembes di sana. Noah lalu menepuk pelan perban itu sembari bergumam, "Istriku pandai juga menjahit. Jahitannya sangat kuat sekuat tenaganya kalau pas ngamuk, hehehehehe"
Pria tampan itu kemudian melihat jam dinding, jam masih menunjukkan pukul empat pagi. Noah melangkah keluar kamar dan langsung masuk ke ruang kerjanya. Dia langsung membuka email rahasia dari papa mertunya yang berbunyi, "John Murray murka. Jaga baik-baik tim kamu dan Batari"
Noah meraup wajah tampannya, lalu ia membuka email rahasia dari bosnya yang berbunyi, "John Murray murka. Dia memberikan ancaman kalau dia akan memasang bom di salah satu kereta api dan meminta uang yang cukup banyak jika pemerintah ingin menyelamatkan para penumpang kereta api tersebut. Cari tahu keberadaan kereta api itu!"
Noah langsung bangkit berdiri dan berlari keluar dari ruang kerjanya untuk mengumpulkan semua timnya dan berangkat pagi itu juga untuk mulai aksi mereka.
__ADS_1
Sebelum berangkat, tak lupa Noah menulis surat untuk Batari, "Aku berangkat pagi-pagi. Maaf tidak membangunkan kamu. Sampai ketemu nanti malam. I Love You" Lalu Noah meletakkan kertas itu di atas nakas dan dia tindih kertas itu dengan ponselnya Batari