
"Mas, kucing kamu si Igor mana?" tanya Amanda sambil mengedarkan ke seluruh ruangan rumahnya Barnes yang sempit dan tidak bersekat.
Barnes meletakkan selimut yang ia lipat di atas kasur yang sudah ia rapikan lalu menoleh ke Istri tercintanya, "Igor selalu jalan-jalan setiap pagi. Dia mirip Abang kamu si Duscha, suka tebar pesona kalau joging"
Amanda terkekeh geli lalu bertanya, "Pintu depan dan belakang masih terkunci rapat, kan? Lalu Igor lewat mana?"
"Tuh" Jari telunjuk Barnes mengarah ke jendela yang ada di belakangnya Amanda. "Igor adalah kucing oranye, jenis spesies kucing yang cerdas. Dia bisa membuka jendela"
"Wah! pinter banget, ya. Mirip sama Kak Duscha, hehehehe"
"Biasanya Si Igor joging sama aku, tapi sepertinya dia paham kalau aku pasti capek habis menggempur kamu semalam"
"Apaan sih? Masak kucing bisa tahu hal semacam itu" Amanda langsung tergelak geli.
"Jangan salah! Igor itu sangat cerdas"
"Dia juga tampan" Sahut Amanda.
Barnes memeluk Amanda dari belakang, lalu meletakkan dagunya di atas pundaknya Amanda dan tanpa Amanda duga, Barnes menggigit pelan daun telinganya Amanda.
Amanda tersentak kaget dan langsung menoleh ke Barnes dengan menyemburkan protes, "Kenapa menggigit daun telingaku?"
"Karena kamu udah lancang memuji cowok lain di depanku" Barnes lalu menyusupkan wajahnya di lehernya Amanda dan mengusapkan wajahnya di sana.
Amanda langsung bangkit dan berputar badan dengan berkacak pinggang dia kembali menyemburkan protes, "Cowok mana yang aku puji?"
"Igor. Kau memuji Igor tampan barusan"
"Hah?! Igor itu cuma kucing,Mas"
"Tapi Igor itu cowok" Barnes bersedekap di depannya Amanda dan mengerucutkan bibirnya.
"Mas, kamu itu memang........."
"Meeeooonnngg!!" Tiba-tiba Igor melompat dari jendela dan rebah di antara Amanda dan Barnes.
__ADS_1
Igor, kucing kesayangannya Barnes lalu menunjukkan kedua kaki depannya yang terluka dan Barnes segera memekik, "Igor bangun dan sembunyilah!"
Kucing oranye bertubuh besar mirip buntalan saking gemuknya itu langsung bangun dan berlari dengan kaki pincang untuk bersembunyi di kolong tempat tidur.
Amanda menatap Barnes dengan penuh tanda tanya.
"Kita kedatangan tamu tak diundang. Bersiaplah!"
Dan..... Braaakkk! Pintu depan terbuka lebar dan enam orang pemuda berbadan kekar menyerang Amanda dan Barnes.
Barnes mengandalkan tendangan mautnya dan dengan teknik Systema, Amanda mengalahkan kecepatan Barnes di dalam menjatuhkan musuh. Amanda berhasil melumpuhkan kelima pemuda itu di saat Barnes baru melumpuhkan satu orang dengan tendangan maut.
Teknik Systema yang dikuasi oleh Amanda memang lebih cepat dan lebih mematikan daripada teknik taekwondo yang Barnes kuasai.
Barnes menoleh ke Amanda yang tengah berkacak pinggang. Barnes laku berdecak kagum, "Kau hebat sekali, Sayangku. Tapi, jika mereka semua KO, kita akan menginterogasi siapa nih?"
"Ikat dulu semuanya! Lalu kita bangunkan salah satu dari mereka" Sahut Amanda.
Barnes terkekeh geli melihat tingkah konyol istri cantiknya itu, sembari memborgol tangan keenam pemuda yang masih belum sadarkan diri dari pingsannya sementara itu Amanda merogoh salep serba guna di dalam tasnya, lalu ia memanggil Igor, kemudian menggendong Igor, untuk ia pangku di tepi ranjang dan ia obati lukanya Igor.
Barnes menampar salah satu pemuda dengan sangat keras beberapa kali sampai pemuda itu terbangun.
Pemuda itu membuka kedua kelopak matanya dan terkejut merasakan kedua tangannya terborgol dan ia bersitatap dengan sorot mata tajam seorang pemuda gagah yang sangat tampan.
Barnes menyeringai di depan pemuda itu dan bertanya, "Siapa yang menyuruhmu?"
Pemuda itu diam saja.
Dan Amanda yang masih duduk di tepi ranjang dan masih memangku Igor, langsung membuka suara, "Dia diutus oleh Hellena terkait dengan flashdisk yang hilang. Hellena mencurigai kamu, Mas"
Pemuda yang terborgol tangannya menatap Amanda dengan sorot mata heran dan wajah panik.
Barnes tertawa tipis, lalu berkata, "Wanita cantik yang ada di belakangku itu, bisa membaca semua pikiranmu. Jadi, percuma saja kalau kau memilih untuk diam seribu bahasa. Katakan yang sebenarnya maka kau akan selamat. Kalau kau kembali ke Bos kamu, kau akan dibunuh karena, udah gagal menjalankan perintahnya. Kalau kau mau bekerja sama denganku, aku akan memberikan kebebasan untuk kamu dan teman-teman kamu berikut uang dan tempat bersembunyi untuk sementara waktu"
__ADS_1
"Baiklah! Baiklah! Saya bersedia bekerja sama dengan Anda"
"Beberapa jam kemudian, Amanda telah berganti baju dan keluar dari kamar tamu yang ada di kediamannya Hellena dan melangkah mengikuti sekretarisnya Hellena menuju ke ruang kerjanya Hellena"
Sementara itu, Barnes masih memarkirkan Jeep mewah milik bos besarnya di halaman depan yang luas di kediamannya Hellena.
Amanda dan Barnes memang pergi ke rumahnya Hellena secara terpisah, agar Hellena tidak menaruh curiga.
Barnes datang terlambat karena mengurus keenam pemuda suruhannya Hellena dan memaketkan kopian file yang ada di flashdisk yang berhasil ia curi dari saku blusnya Hellena, semalam. Dan Barnes harus bersiap menerima omelannya Hellena atau harus bersiap menerima ciuman mautnya Hellena sebagai hukuman atas keterlambatannya.
"Kenapa semalam, Anda tidak ada di kamar Anda?" Tanya Hellena.
"Saya berjalan-jalan sebentar mencari angin dan karena keasyikan berbelanja, saya kecapekan dan memilih tidur di hotel terdekat" sahut Amanda dengan sikap santai dan raut wajah tanpa rasa takut.
"Kamera CCTV juga tidak menangkap Anda keluar dari rumah saya?"
Amanda menghela napas lega di dalam hatinya karena, letak jeepnya Hellena semalam berada di blind spot, tidak terjangkau oleh kamera CCTV.
"Saya juga tidak mengerti kenapa hal itu bisa terjadi. Kamera CCTV Anda bermasalah, mungkin?"
"Yeeaaahhh! Anda mungkin benar. Miko, kau tolong cek semua kamera CCTV yang ada di setiap sudut rumah sekarang juga!" Hellena menatap sekretarisnya.
Pemuda dengan wajah lugu berkacamata tebal itu langsung menganggukkan kepalanya dan berlalu dari hadapannya Hellena untuk melaksanakan perintahnya Hellena.
"Kita besok akan terbang ke Tiongkok untuk mulai mengembangkan bisnis saya dan Allen Lau di sana. Saya akan ajak Anda karena, saya masih membutuhkan kemahiran Anda berbahasa Tiongkok"
Amanda tersenyum tipis lalu berucap, "Saya selalu siap kapan pun Anda membutuhkan saya. karena, Anda sudah membayar saya cukup mahal" Amanda berucap sembari membaca semua pikiran tersembunyinya Hellena dan Amanda tersenyum penuh arti di saat ia menemukan sesuatu yang sangat menarik di sana.
Barnes mengetuk pintu ruang kerjanya Hellena dan Hellena langsung berteriak, "Masuk, Jacob Rivers!"
Barnes melangkah masuk dan mengabaikan Amanda yang duduk di atas sofa.
Barnes langsung menghadap Hellena dan berucap, "Maaf saya sangat terlambat hari ini. Ban mobil bocor jadi............"
Hellena bangkit dan langsung menangkup tengkuknya Barnes dan mencium bibirnya Barnes dengan rakus dan di saat itu pula, Barnes memasukkan flashdisk di dalam saku celana kain yang dikenakan Hellena di pagi hari itu.
__ADS_1
Kedua bola mata Amanda membelalak menyaksikan suaminya dicium oleh wanita lain dan kedua tangannya langsung terkepal erat untuk menahan emosi dan kecemburuannya.