Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Extra Part


__ADS_3

Di trimester pertama kehamilannya Cantika, Dito memintakan cuti untu Istrinya karena kandungannya Cantika lemah. Cantika juga kesulitan untuk makan. Setiap kali makan selalu muntah dan harus menjalani bed rest di rumah sakit selama satu Minggu.


Dito bergegas ke markasnya untuk berkata, "Saya mengajukan cuti selama satu tahun. Saya ingin terus mendampingi Tika, Dok. Kehamilan Tika bermasalah. Ada kista di kandungan Tika dan........"


"Oke. Aku berikan cuti ke kamu"


"Ah! Terima kasih, Om" Dito langsung menjabat tangan Jorge dengan wajah lega dan semringah.


Pria gagah dan tampan itu kemudian berbalik badan dengan cepat dan mengebut untuk bisa segera kembali ke rumah sakit.


Dito naik ke ranjang, meletakkan kepala Cantika di atas lengannya karena Cantika, tengah tidur pulas. Pria tampan dan gagah itu kemudian mendaratkan puluhan ciuman di pucuk kepala Cantika, lalu bergumam lirih di sana, "Aku akan mendampingi kamu dalam kehamilan kamu, Tika. Aku ada bukan hanya di dalam suka. Di dalam duka dan kesusahan kamu pun aku akan selalu ada"


Dan setelah itu, Dito mendadak overprotektif. Pria tampan itu selalu membopong Cantika keluar dari dalam kamar karena dia takut telapak kaki istrinya kedinginan kalau istrinya menapak di keramik. Dito juga ikut masuk ke dala. toilet dan menunggui aktivitas Cantika di dal. toilet sampai selesai karena dia takut Cantika terpeleset. Bahkan pria itu mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga..


"Sayang, jangan lebay, dong. Aku sudah baikan. Dokter bilang aku sudah aman. Kau dengar kata dokter, kan? Biarkan aku membantu kamu mengerjakan pekerjaan yang ringan-ringan aja, deh. Seperti menyapu atau ........"


"Nggak! Duduk di sana dan jangan ke mana-mana sampai aku selesai mengepel lantai! Kalau mau minum atau mau makan camilan bilang, aku akan ambilkan!"


"Huuuffttt!" Cantika hanya bisa menghela napas panjang dan kembali berkata, "Tapi, aku nggak tega melihat kamu kelelahan sendiri, Mas"


"Sekali nggak, ya, nggak! Dan aku nggak merasa lelah, kok" Sahut Dito sembari mendaratkan ciuman di pipi Cantika.


Ini seharusnya aku bersyukur atau gimana, ya? Punya suami super protektif seperti ini. Batin Cantika dengan helaan napas panjang.


Dan di saat kehamilan Cantika menginjak empat bulan, setelah penyatuan raga mereka untuk pertama kalinya setelah garis dua ada di antara mereka berdua, Cantika langsung merasa mual. Melihat Istrinya mau muntah, Dito langsung membopong Cantika ke akame mandi dan menemani Cantika sambil mengelus pelan punggung polos istrinya sampai istrinya menuntaskan muntahnya.


Cantika kemudian menoleh ke Dito, "Sayang, aku nggak suka sama bau rambut kamu. Jauh-jauh dari aku sana!" Cantika mendorong dada Dito.


Dito ternganga dan membeliakkan matanya. Lalu, pria tampan itu berkata, "Oke. Aku aka. coba pakai topi. Kamu berjalan pelan ke kasur. Aku akan awasi kamu dari kejauhan"


Setelah melihat istrinya naik ke ranjang dengan aman, Dito berlari ke ruang ganti baju dan mengambil topi kethu yang terbuat dari benang rajut dan bisa menutupi semua rambutnya. Lalu, ia bergegas naik ke ranjang dan bertanya ke Cantika, "Kalau begini, masih mual nggak?"

__ADS_1


Cantika menarik tengkuk Dito dan mengajak Dito berciuman kemudian wanita cantik itu berkata, "Nggak mual lagi. Kamu tampan banget pakai topi kethu dan membuatku bernafsu lagi, Sayang. Ayo kita lanjut ke ronde dua"


Dito sontak menggemakan tawanya dan langaunf berkata dengan penuh semangat, "Siap delapan enam, Mrs, Polisi, hahahaha!!!!!"


Cantika langsung memakan Dito sampai pria tampan itu gelagapan dan sesekali menggemakan tawa bahagianya sambil berkata, "Wah! Kamu ternyata bisa sekitar ini, Mrs.Dito Zeto. Aku sangat menyukainya. Lanjutkan, Sayang! Aaahhhh!!!! Uhhhhhhh!!!!! Jangan berhenti, Sayang" Dito melenguh frustasi.


Dua tahun kemudian........


Cantika dan Dito telah dikarunia seorang putri yang sangat cantik dan putri mereka, mereka kasih nama Aurora Zeto. Aurora mewarisi bola matanya Cantika dan mewarisi kesempurnaan wajahnya Dito. Wajah Aurora Zeto merupakan mahakarya Sang Maha Pencipta yang sangat sempurna. Bahkan semua perawat terpesona akan kecantikannya Aurora Zeto.


Di suatu malam nan syahdu........


Setelah penyatuan raga yang sangat panas dan liar sebanyak dua ronde, Cantika merebahkan kepalanya di dada suaminya dan Dito Zeto langsung memeluk erat tubuh istrinya yang masih polos sambil menarik selimut tebal yang ada di bawah kakinya.


Cantika memainkan jari telunjuknya di dada Dito Zeto sambil berkata, "Sayang, terima kasih kau mau membantuku menangani kasusku besok"


Dito mencium pucuk kepalanya Cantika dan berkata, "Apapun akan aku lakukan kalau kamu yang memintanya apalagi kamu telah membayarku di muka barusan. Hahahaha"


Dito menggenggam tangan Cantika sambil menggemakan kembali tawa renyahnya. Kemudian komandan kepolisian yang sangat tampan, gagah, dan populer itu berkata, "Sebenarnya aku masih kesal sama kamu karena, tiga bulan setelah kamu melahirkan, kamu langsung bekerja. Tapi, aku nggak bisa kesal sama kamu lebih dari lima menit Itu karena aku, mencintaimu. Sangat mencintaimu"


"Benarkah? Katanya kau mencintai Aurora putri kita"


"Hahahahahaha. Itu cinta yang lain, Sayang. Masak kamu cemburu sama putri kita sendiri"


"Iya, aku cemburu" Cantika langsung memunggungi Dito.


Dito memeluk Cantika dari arah belakang sambil berkata, "Oke. Aku akan lakukan semua permintaan kamu asal kamu nggak ngambek lagi kayak gini. Kamu tahu, kan, kalau aku paling benci kamu kasih punggung kayak gini"


Cantika langung memutar badannya dan menghadap suaminya dengan senyum semringah lalu bertanya, "Benarkah?"


"Hmm" Sahut Dito dan setelah pria super gagah dan tampan itu mendaratkan kecupan di kening istrinya, ia berkata, "Tapi, jangan yang aneh-aneh mintanya. Kalau minta, Mas satu ronde lagi, aku langsung bilang, ayo! dengan sepenuh hati"

__ADS_1


Cantika langsung menepuk dada bidang suaminya dan ia segera berkata dengan wajah semringah, "Aku meminta waktu kamu hari ini sepenuhnya. Aku pengen jalan-jalan sama kamu dan putri kita"


"Oke. Aku akan minta ijin dadakan sama Om Jorge dan Om Santo"


Beberapa jam kemudian Cantika, Dito, dan Aurora bermain komedi putar di dalam sebuah wahana permainan yang sangat terkenal.


Cantika iseng bertanya ke putri cantiknya, "Rora sayang nggak sama Mama"


"Sayang" Sahut Aurora kecil yang baru berumur dua tahun lebih beberapa bulan.


Dito tersenyum penuh cinta melihat kebersamaan Istri dan putri cantiknya itu.


Cantika kembali bertanya, "Sayang banget apa sayang aja?"


"Sayang aja. Karena Lola sayang banget sama Papa, tok. Kalau sama Mama cuma sayang aja"


Dito sontak menggemakan tawa gelinya saat ia melihat Cantika mengerucutkan bibirnya dan pria tampan itu langsung mengecup bibir istrinya, lalu ia menghujani wajah putri cantiknya sambil berkata, "Papa juga sayang banget sama kamu, Sayang"


Aurora terkikik geli saat papanya menghujani wajahnya dengan ciuman.


Cantika semakin melancipkan bibirnya dan berkata, "Istrinya cuma dikasih satu kecupan, tapi putrinya dikasih banyak ciuman"


Dito kembali menggemakan tawanya sembari merangkul bahu Cantika dan langsung mencium pipinya Cantika berulangkali. Barulah Cantika bisa tersenyum semringah.


"Resiko pria tampan, ya, begini, ini, selalu direbutkan sama dua wanita cantik" Dito mengerucutkan bibirnya sambil melirik ke istri csntiknya.


Cantika langung mencubit pinggang Dito dan Dito kembali menggemakan tawa renyahnya.


...Promo Novel Baru...


__ADS_1


__ADS_2