Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Selamat


__ADS_3

"Kenapa ada lagi motor yang mengejar kita? Kenapa motor yang mengejar kita tambah banyak? Danny, gimana ini?" Batari menoleh ke belakang beberapa kali dengan wajah panik.


Danny mengumpat kencang dengan wajah panik, "Sial! Benar juga kenapa tambah banyak? Dan ada kabar buruk"


"Apa?!" Batari langsung menoleh ke Danny dengan wajah yang semakin panik.


"Bensin kita menipis. Sepertinya takdir mengharuskan kita berakhir di sini. Kalau mau berdoa memohon ampun atas semua dosa-dosa kita, aku nitip, ya?!" Danny menambah kecepatan laju mobilnya sambil terus menatap ke arah depan dengan keringat yang mulai membanjiri wajah tambunnya.


Batari langsung memekik kencang, "Nggak! Kita harus cari cara! Noah belum mengijinkan aku pergi meninggalkannya maka aku rasa kita akan baik-baik saja! Jangan bicara ngawur kau!"


Danny yang diserang rasa panik luar biasa segera memekik kesal, "Aku nggak ngawur! Aku bicara kenyataan dan.........."


Pyaaaaarrrrr!!!!! kaca jendela mobil van pecah karena terus ditembaki dari belakang.


Danny langsung berteriak, "Jangan menoleh ke belakang! Tundukkan kepala kamu!"


Batari tersentak kaget dan langsung menundukkan kepalanya dan menoleh ke Danny dengan wajah yang mulai berkeringat, "Sepetinya lebih baik kau tambah kecepatan mobil ini dan kita cari tempat untuk bersembunyi"


"Sial! Percuma kita bersembunyi. Kita hanya akan mati konyol karena kita nggak bawa apa-apa saat ini. Pistol satu-satunya yang ada udah habis pelurunya! Sial!!!!?" Danny kembali berteriak frustasi.


Dan di saat Noah Baron menuju mobil jeepnya untuk menjemput Lopez dan Santo, ponselnya yang bekum ia aktifkan nada deringnya tiba-tiba bergetar di dalam saku kaosnya.


Noah mengehentikan langkahnya untuk merogoh ponsel dan menerima panggilan yang masuk ke dalam ponselnya, "Halo?"


"Noah, ini Papa. Papa menuju ke tempatnya John Murray karena si brengsek itu, menelepon Presiden dan meminta uang tebusan yang cukup banyak, kalau tidak dituruti maka ia akan meledakkan bom waktu yang ia letakkan di suatu tempat dan seperti biasanya, ia menyuruh kita untuk mencari keberadaannya bom waktu itu. Dia memang gila!"


Noah terkejut dan langsung bertanya, "Apa Papa tahu di mana John Murray saat ini?"


"Tahu. Papa tahu dari Arka Bhadrika Wahyatma. Mama mertua kamu memang sangat hebat. Manda, Istriku itu memang selalu bisa mendapatkan semuanya tanpa menggunakan kekerasan. Dan lebih hebatnya lagi, Manda, Mama mertua kamu, juga berhasil membuat Arka Bhadrika Wahyatma mengurungkan niatnya menghancurkan kerajaan Wahyatma dan saat ini Manda, Arka, dan Viona sedang menuju ke Istana Wahyatma untuk mengadakan rapat Akbar dengan seluruh anggota kerjaan Wahyatma" Barnes terus nyerocos menceritakan kehebatan istrinya sambil mengemudikan. mobil Jeep kesayangannya.

__ADS_1


"Iya. Mama Manda menang hebat dan aku bersyukur kehebatannya Mama Manda menurun ke Istriku, Pa. Tari, sudah pandai memasak dan semakin mandiri sekarang ini" Sahut Noah yang tidak mau kalah di dalam hal membanggakan seorang istri.


Barnes langsung tergelak geli dan berkata, "Istri kamu itu putriku. Tentu saja ia hebat, hahahahaha"


Noah ikutan tergelak geli karena ia merasa konyol dengan dirinya sendiri yang dengan percaya dirinya membanggakan istrinya di depan papa mertuanya. Noah terus tergelak geli dan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya ia memasang sabuk pengamannya, lalu bertanya, "Papa pergi ke sarangnya John Murray dengan siapa? Karena yang Noah tahu, The Five Jays masih berada di luar kota, kan? Om Duscha dan Tante Bryna juga sibuk saat ini mempersiapkan pembukaan pabrik mereka yang baru"


"Mereka akan secepatnya menyusul Papa" Sahut Barnes.


"Oke, Pa. Ati-ati. Noah akan menjemput Lopez dan Santo, lalu menghadap ke atasannya Noah untuk menerima instruksi selanjutnya"


"Oke. Kamu juga ati-ati" Barnes lalu memutus sambungan ponselnya dengan Noah Baron.


Bareng menyetir sembari bergumam, "The Five Jays, Om Duscha dan Tante Bryna kamu, saat ini tidak berada di luar kota, tapi mereka terbang ke pantai X untuk menyelamatkan Istri kamu dari kejaran gila-gilaan anak buahnya John Murray. Maaf Papa nggak bilang ke kamu soal ini karena Papa nggak ingin kamu khawatir dan nggak fokus sama tugas kamu. Dan semoga mereka tidak datang terlambat dan soga Batari masih bisa diselamatkan"


Tiba-tiba ada suara helikopter dan ada sebuah mobil Van yang meluncur cepat ke mobil Van yang dikemudian oleh Danny.


Batari menautkan alisnya dan bertanya, "Darimana kau tahu kalau helikopter dan mobil Van di depan kita ada di pihak kita?"


"Mereka melumpuhkan semua sepeda motor yang mengejar kita. Dan kau dengar tidak? Ada yang meneriakkan nama kamu" Danny menoleh kembali ke Batari dengan tawa lebarnya.


Batari menajamkan pendengarannya dan memang benar, ada yang meneriakkan namanya.


Danny langsung meminggirkan mobil Van yang ia kemudikan.


Batari langsung membuka sabuk pengaman dan membuka pintu mobil. Wanita cantik itu segera melompat turun dari mobil Van yang dikemudian oleh Danny di saat ia melihat Om Jake dan Tante Bryna-nya, turun dari mobil Van yang ada di depan.


Batari langsung berlari dan alih-alih memeluk Tante Bryna-nya yang sudah merentangkan kedua lengannya lebar-lebar, Batari malah memeluk Om Jake-nya.


Jake tertawa lepas dan langsung mendekap Batari sambil berucap "Syukurlah kamu tidak datang terlambat"

__ADS_1


Bryna langsung menoleh dan menyemburkan protes, "Kenapa malah memeluk Om kamu dulu, sih? Tante udah bela-belain merentangkan kedua lengan Tante selebar-lebarnya, lho barusan"


Jake menoleh ke istrinya sambil berkata, "Aku sepetinya memang masih memilki magnet spesial yang bisa menarik semua gadis cantik untuk menempel ke aku dan .....aduh....duh.....duh! Kok dicubit keras banget, sih? Sakit, nih, Sayang" Jake meringis di depan istri cantiknya.


Bryna mengerucutkan bibirnya di depan suaminya, lalu berucap, "Masih mau cari cewek cantik lagi? masih mau?" Bryna mencubit kembali perutnya Jake dan Jake kembali mengaduh kencang.


Batari tergelak geli dan langsung memeluk tante Bryna-nya dengan penuh kerinduan dan perasaan lega karena dia bisa terbebas dari jerat maut kematian. Dia mencium pipi Om Jake dan Tante Bryna-nya sambil berucap, "Terima kasih udah datang untuk menyelamatkan aku dan Danny"


"Om Duscha nggak dapet pelukan nih?"


"Tante Joy juga mau dipeluk"


Batari tersentak kaget dan langsung menoleh ke belakang. Ia langsung tertawa senang dan menghambur masuk ke dalam pelukannya Om Duscha dan Tante Joy-nya.


Duscha langsung berucap, "Aku harus membawa kamu dan anak buahnya Noah itu ke tempat yang lebih aman"


"Iya, ayo cepat naik ke helikopter, kalian berdua! Sebelum anak buahnya John Murray datang lagi" Sahut Joy.


Batari berlari ke helikopter yang dikemudikan oleh Jordy dan saat ia melompat naik ke atas dengan bantuannya Joy, Batari bisa melihat co-pilotnya adalah Jorge. Batari girang bukan main dan dia langsung memekik polos, "Kita akan ke mana? Apa kita akan piknik?"


Jordy dan Jorge tertawa bersamaan dan Jorge menyahut, "Kalau kami tidak diharuskan untuk segera menyusul Papa kamu, kami akan ajak kamu mancing"


Batari tersenyum senang. Dia melihat Jake dan Bryna mengikuti helikopter di bawah dengan mobil Van. Mereka membawa Batari dan Danny ke tempat yang lebih aman. Setelah itu, Jake dan Bryna akan menjaga Batari sementara Duscha, Joy, Jordy, Jorge ditugaskan segera menyusul Barnes.


Lalu Batari bertanya, "Di mana Om Jude?"


"Jude bersama dengan Papa kamu saat ini" Sahut Joy.


Sementara itu Danny menjadi speechless melihat kekompakan dan kehebatan Duscha, Bryna dan the Five Jays yang melegenda itu. Danny benar-benar di buat kagum dan tanpa ia sadari ia terus melongo di saat ia melihat satu per satu timnya Barnes Adiwilaga Darmawan dan seketika itu juga ia merasa belum menjadi siapa-siapa.

__ADS_1


__ADS_2