
Amanda yang masih didera perasaan tidak enak walaupun dia sudah cukup banyak tidur, segera meraih lengan atas putri cantiknya, menahannya untuk berkata, "Tapi, Mama ingin menghabiskan hari ini sampai ke penghujung hari dengan memakai celana olahraga yang longgar, memangku semangkuk besar popcorn sambil menonton drama korea terbaru di TV kabel. Bagaimana, menarik, kan, idenya Mama?"
"Aku mau popcorn!" Pekik Dito sembari mengangkat jari telunjuk kanannya ke udara bebas.
Bryna menyahut, "Aku juga suka ide itu"
Batari mengerucutkan bibirnya di saat Amanda mulai melepaskan lengan atasnya.
"Jangan banyak berpikir! Kita di rumah saja nonton TV sepuasnya sambil makan popcorn dan Mama akan pesan pizza keju ukuran jumbo kesukaan kamu plus cola dingin ukuran jumbo pula atau kau mau lemon float, gimana?"
Batari memainkan bibirnya dan masih membisu di depan mamanya.
"Aku mau semua itu dan aku mau di rumah aja. Aku juga belum pernah makan pizza keju" Sahut Dito sambil duduk kembali di atas sofa yang menghadap ke televisi.
Amanda menoleh ke Dito, "Karena kamu setuju dengan idenya Oma Manda, Oma akan setelkan game online untuk kamu"
"Yeeeaayy! Aku di rumah aja. Maaf Tante Tari" Dito menoleh ke Batari.
Bryna terkekeh geli dan dia mengajak Dito berpindah tempat duduk untuk duduk di depan televisi yang ada di sudut ruangan. Televisi di sudut ruang keluarganya Bryna, diperuntukkan khusus untuk bermain game online. Selain itu, di sudut ruangan tersebut terdapat banyak alat permainan elektronik interaktif seperti, video game, PlayStation, dan alat virtual game.
Dito ternganga lalu berkata, "Lengkap sekali, Oma. Dito belum pernah menjumpai semua alat elektronik ini. Ajari Dito, ya, Oma"
Bryna tersenyum lebar dan sambil duduk di sebelahnya Dito ia berucap, "Oke. Tante akan ajari kamu"
Batari menghela napas panjang saat ia melihat Dito lebih memilih bermain virtual game dengan Tante Bryna-nya.
"Kamu duduk dulu siapkan drama koreanya! Mama akan bikin popcorn, lalu pesan pizza keju jumbo, lemon float dan cola dingin" Amanda menepuk bahunya Batari saat ia berjalan menuju ke dapur.
__ADS_1
Batari terpaksa duduk kembali ke sofa dan dengan terus mengerucutkan bibirnya dia mencari drama Korea terbaru di TV kabel.
Dito menoleh ke Bryna, "Oma Bryna nggak punya anak? Kok rumah Oma Bryna sepi banget?"
"Anak Oma Bryna ada dua. Cowok dan cewek. Mereka kembar sama seperti Oma Bryna dan Opa Barnes. Mereka semua kuliah di luar negeri" Sahut Bryna.
"Ooooooo" Sahut Dito sambil terus memainkan virtual game.
Tiba-tiba, Brak! Terdengar suara cukup keras. Pintu depan terbuka. Batari sontak bangkit berdiri dan berlari ke pintu depan.
Hanya Batari yang mendengar suara itu karena, Amanda tengah asyik di dapur dan Bryna memasang headphone di telinga begitu juga dengan Dito.
"Mas Noah? Kamu kok ada di sini?" Batari melongo di depan Noah.
Noah menutup kembali pintu depan dan melangkah lebar untuk memeluk Batari sembari berucap, "Syukurlah kamu baik-baik saja. Mama, Tante Bryna dan Dito di mana?"
Batari berucap di dalam pelukannya Noah dengan wajah yang masih penuh tanda tanya, "Mama di dapur bikin popcorn, Tante Bryna dan Dito main virtual game di ruang keluarga
"Ada apa?" Batari berucap sembari melangkah pelan untuk mendekati suami tampannya.
Noah menoleh ke Batari dan menutup tirai, lalu berkata, "Aku melihat asisten pribadinya John Murray di bandara waktu kita masih di Jepang. Aku lalu memutuskan untuk menyusul kalian. Aku akan berangkat ke Jerman saat aku udah pastikan kalian semua aman"
"Dan ada apa di luar? Kenapa kau tutup tirainya?" Tanya Batari.
"Aku melihat ada mobil asing parkir tidak jauh dari rumah ini. Feelingku nggak enak soal mobil itu" Sahut Noah.
"Mama benar. Untung Mama cepat menahanku untuk tidak pergi ke mall tadi" Sahut Batari sambil bergidik ngeri.
__ADS_1
Noah langsung mencekal kedua bahunya Batari sambil berkata, "Jangan pergi ke mana-mana dulu sampai mobil yang parkir tidak jauh dari rumah ini menghilang. Aku akan ke mobil itu sekarang"
Batari menahan lengannya Noah, "Jangan! Itu berbahaya. Bagaimana kalau mereka yang ada di dalam mobil itu langsung menembak kamu saat kamu berjalan mendekati mobil itu?"
Noah melepaskan Keuda bahunya Batari dan menepis tangan Batari dari lengannya dengan pelan sambil berkata, "Aku akan baik-baik saja. Kau lupa, ya, suami kamu ini komandan pasukan khusus?"
Batari langsung berkata, "Oke. Kalau gitu berhati-hatilah"
Noah tersenyum, menganggukkan kepalanya dan setelah mengusap rambutnya Batari, ia berbalik badan, membuka pintu depan dan langsung melesat keluar.
Batari menutup pintu depan dan langsung berjalan mondar-mandir di depan pintu menunggu Noah.
Noah berjalan pelan dan tegap ke arah mobil asing yang parkir tidak jauh dari rumahnya Jake. Noah mengernyit dan menghentikan langkah tegapnya sat ia melihat mobil itu menyala dan berputar balik, lalu pergi begitu saja.
Noah menatap laju mobil tersebut sampai mobil yang tampak mencurigakan baginya menghilang dari hadapannya. Noah kemudian berbalik badan dan kembali ke dalam rumahnya Jake.
Batari langsung memeluk Noah dan bertanya, "Syukurlah kamu nggak ditembak sama mereka"
Noah balas memeluk Batari. Ia mengelus punggungnya Batari dan sambil terkekeh geli, pria tampan berbola Maya biru itu berucap, "Kau terlalu banyak menonton drama, Sayangku"
Batari langsung menarik menarik diri dari dalam pelukannya Noah dan setelah mengerucutkan bibirnya ia berucap, "Itu bisa saja terjadi, kan?"
"Iya. Bisa saja terjadi, tapi suami tampan kamu ini selalu berhati-hati dan sekarang lebih berhati-hati lagi di dalam menjaga diri karena, suami tampan kamu ini sudah punya Istri yang sangat cantik yang tengah menunggunya pulang dalam keadaan utuh tanpa luka" Noah menyentil pelan pucuk hidungnya Batari dengan senyum lebar penuh dengan bunga-bunga cinta.
Batari langsung melingkarkan kedua lengannya di pinggang kekarnya Noah. Ia merapatkan diri pada suami tampannya dengan kedua pipi yang tampak merona. Lalu, Batari berkata, "Dan aku rasa tidak lama lagi, bukan hanya aku yang menunggu kamu pulang dengan utuh tanpa luka. Tapi, bayi kita juga akan menunggu kamu pulang dengan utuh tanpa luka"
Mendengar ucapan dan ekspresi imutnya Batari, Noah sontak membopong Batari dan bertanya, "Di kamar mana kamu tidur di rumah ini?"
__ADS_1
Batari terkejut geli sambil berucap, "Di kamar paling ujung di lantai ini"
Noah langsung berlari menuju ke kamar itu untuk melahap istri cantiknya yang sangat menggemaskan.