Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Liar dan Seksi


__ADS_3

Setelah puas menikmati bibirnya Barnes, Hellena tersenyum penuh arti ke Barnes sambil mengusap sisa-sisa lipstick merah yang ada di bibirnya Barnes, lalu dengan sangat keras ia menampar Barnes dengan bentakan, "Jangan terlambat lagi! Aku tidak suka!"


Amanda tersentak kaget melihat suami tercintanya yang sangat ia hormati, ditampar oleh wanita yang tidak bermoral. Dan secara spontan, Amanda berdiri dan berteriak, "Kenapa kau menamparnya?!"


Barnes dan Hellena secara serentak menoleh ke Amanda dengan wajah terkejut.


Barnes mendelik ke Amanda dan ia menggelengkan kepalanya dengan pelan sebagai kode, agar Amanda tidak bertindak ceroboh.


Sedangkan Hellena langsung menautkan alisnya dan melempar tanya, "Kenapa Anda peduli dengan pegawai rendahan macam dia?" Hellena menunjuk Barnes, "Apa Anda juga tertarik padanya seperti saya?"


Alih-alih menjawab pertanyannya Hellena, Amanda mendaratkan bogem mautnya ke wajah cantiknya Hellena. Hellena terjengkang ke belakang, jatuh di atas lantai, dan pingsan.


Barnes melotot ke Amanda, "Kenapa kau malah memukulnya dan membuatnya pingsan?" Barnes lalu berlari ke pintu dan mengunci pintunya.


Barnes menatap tajam ke Amanda yang tengah memasang wajah polos dan lugunya dengan menggaruk-garuk kepalanya.


Barnes melangkah lebar lalu berjongkok di depan tubuh Hellena yang masih pingsan di atas lantai, lalu Barnes menatap Amanda, "Sekarang kita mesti gimana, Sayang?"


"Itu karena ia telah lancang mencium kamu dan telah lancang menampar kamu dan telah lancang berkata kalau ia tertarik padamu. Dia pantas mendapatkan pukulan dariku" Amanda lalu bersedekap dengan wajah cemberut


Barnes mengusap wajah tampannya dan bertanya, "Oke! Kamu sendiri kan yang bilang kalau kita nggak boleh cemburu karena, kita sendang dalam misi besar dan kita sedang di dalam penyamaran. Dan sekarang, akibat dari kecemburuan kamu, Hellena pingsan. Lalu setelah ia sadar, apa yang akan kita katakan? Jika ia sadar dan ingat semuanya, kita akan mati dan misi besar kita akan gagal"


Amanda lalu mengambil sesuatu dari dalam tasnya, lalu melangkah ke tubuh Hellena yang masih tergeletak di atas lantai. Amanda berjongkok dan memasukkan satu pil besar berwarna putih susu ke dalam mulutnya Hellena.


"Apa yang kau masukkan ke dalam mulutnya Hellena?!" Barnes memekik kaget dan bertambah panik.


Amanda tersenyum ke Barnes, "Pil untuk membuat orang lupa akan kejadian beberapa jam sebelumnya"


"Hah?! Emang ada pil semacam itu?" Barnes menautkan alisnya.


"Ada. Dan hanya boleh diberikan. sekali pada seseorang karena, kalau diberikan dua kali, orang itu akan. menjadi gila dan masuk rumah sakit jiwa. Sekarang bantu aku memindahkan Hellena ke sofa"

__ADS_1


Barnes membopong Hellena dan membanting Hellena di atas sofa, "Gila! Wanita ini berat juga ternyata"


"Kalau aku, berat nggak?"


Barnes menarik pinggang Amanda, lalu ia kecup bibirnya Amanda, "Kau ringan seringan kapas, Sayang"


Amanda langsung menepuk pundaknya Barnes sambil berkata, "Kita lanjutkan obrolan kita nanti" Amanda lalu duduk di tepi sofa, "Kita akan bangunkan wanita brengsek ini dan kita akan lihat apakah pilnya bekerja dengan baik"


"Apa kau bilang? Jadi, pil itu belum pernah dicoba pada manusia?"


Amanda meringis ke Barnes, lalu menggelengkan kepalanya.


"What?! Are you kidding me?" Barnes langsung meraup kasar wajah tampannya.


Amanda terkekeh geli melihat tingkah konyolnya Barnes.


"Kenapa kau masih bisa terkekeh di saat genting seperti ini, Sayang? Gimana kalau Hellena bangun, sadar, dan ia ingat semuanya?"


Hellena mengerjap-ngerjapkan kedua kelopak matanya lalu membuka kedua kelopak matanya dan ia langsung mendesis sambil menyentuh keningnya, ia bertanya, "Apa yang terjadi? Kenapa kepalaku pusing sekali?"


"Anda tidak ingat apa yang sudah terjadi barusan?"


Hellena menatap Amanda lalu menoleh ke kanan dan melihat Barnes dengan mendesis saat ia merasakan kepalanya berdenyut-denyut tidak karuan. Hellena, kemudian bertanya, "Kenapa kalian semua ada di sini? Dan kenapa aku bisa terbaring di atas sofa dengan kepala yang terasa seperti mau pecah? Apa yang terjadi?"


"Anda terpeleset di kamar mandi pas saya masuk ke ruang kerja Anda. Jacob Rivers yang membopong Anda dan merebahkan Anda di sini"


Hellena mencoba untuk bangun dan duduk. Amanda langsung membantu Hellena untuk bangun dan duduk.


Barnes langsung bernapas lega karena, pil yang dimasukkan oleh Amanda ke dalam mulutnya Hellena ternyata sangat manjur.


Hellena meraba blus dan celana kainnya, "Kenapa bajuku tidak basah? Kalau aku jatuh di kama mandi, harusnya bajuku basah, kan?"

__ADS_1


"Anda pingsan sudah berjam-jam jadi, sekarang ini, baju Anda sudah kering dengan sendirinya"


"Oh! Lalu kenapa kalian semua ada di sini?"


"Anda yang memanggil saya" Barnes dan Amanda menjawab pertanyannya Hellena secara kompak.


"Oh! Lalu kenapa aku memanggil kalian ke sini?" Hellena menatap Barnes, lalu menatap Amanda dengan wajah linglung dan tatapan kosong.


"Kami tidak tahu" Barnes dan Amanda kembali kompak di dalam menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Hellena.


"Kalian pergi aja! Tinggalkan aku sendirian!" Hellena mengibarkan tangannya di depan Barnes dan Amanda.


Barnes dan Amanda bergegas keluar dari dalam ruang kerjanya Hellena. Mereka melangkah dengan santai dan pura-pura tidak saling kenal secara akrab karena, ada dua orang anak buahnya Hellena yang berjaga di depan pintu masuk.


Setelah sampai di belokan dan masuk ke lorong yang bebas dari CCTV, Barnes langsung mendorong tubuh Amanda sampai punggungnya Amanda membentur tembok dengan pelan dan tangan kanan Barnes bergerak dengan cepat menyusup di belakang kepalanya Amanda untuk melindungi kepalanya Amanda dari benturan.


"Kau kejam, liar,.dan penuh misteri sekarang ini Sayangku" Barnes mengusap bibir Amanda dengan ibu jari tangan kirinya.


"Apa kau suka?" Amanda bertanya dengan senyuman menggoda.


"Aku bukan hanya suka. Aku sudah tergila-gila padamu dan semakin tergila-gila padamu. Hanya padamu, Sayang"


"Dan aku akan menghapus rasa bibir wanita brengsek itu dari bibir kamu dengan keseksian dan keliaranku"


Amanda lalu menarik tengkuknya Barnes dan memagut bibirnya Barnes dengan liar, namun terasa seksi dan membuat Barnes kewalahan untuk membalas ciuman dari istri tercintanya itu"


Lalu Amanda mendorong tubuh Barnes, "Kita sudahi sampai di sini, Mister Polisi. Kita harus berpisah untuk menjalankan tugas kita masing-masing"


Barnes yang sudah tersapu oleh gairah karena ciumannya Amanda langsung mengumpat kesal, "Sial!"


Saat Amanda hendak berputar badan hendak meninggalkan Barnes ke arah yang berlawanan, Barnes menahan lengannya Amanda dan bertanya, "Apa kau bersedia menungguku di taman, nanti malam? Aku ingin berkencan denganmu Nona Priscila Chan"

__ADS_1


Amanda menarik lengannya dan tanpa menoleh ke Barnes, dia menjawab "Mister polisi, Yes I do" dan melanjutkan langkahnya meninggalkan Barnes dengan langkah seksi nan gemulai yang membuat Barnes semakin menggertakkan gerahamnya untuk menahan gairahnya.


__ADS_2