
Tiga Minggu berlalu sejak Barnes mengumumkan perceraiannya di depan publik dan sejak itu juga, Amanda belum mengirimi pesan text ataupun meneleponnya sama sekali. Barnes merasakan kerinduan yang sangat besar pada istri mungilnya itu. Barnes merindukan senyumnya Amanda, tingkah polosnya Amanda dan keceriwisannya Amanda yang bagi Barnes istimewa dan sesuai dengan porsinya.
Barnes menggenggam erat ponselnya dan terus menatap ponsel itu. Tiga Minggu telah berlalu. Dia tersenyum tipis menertawakan kebodohannya yang belum mendapatkan sedikit pun kelemahan dan bukti bahwa Teguh seorang produsen narkoba dan Sorang pembunuh yang kejam. Dia bahkan mulai sedikit meragukan Amanda dan Duscha karena selama ia berada di sampingnya Teguh, selama itu pula Teguh bersikap normal dan selalu berada di dalam markas.
Jake menepuk pundaknya Barnes, "Apa yang kau pikirkan?"
"Kita disuruh Jendra.Teguh terus mencari keberadaannya Duscha Igor. Kita udah tahu kan di mana sebenarnya Duscha Igor berada. Lalu untuk apa kita mengintai di sini? Kita memang lucu" Barnes berkata lirih karena pimpinannya berdiri tidak jauh darinya. Barnes kemudian menarik bibir membentuk senyum tipis di wajah tampannya.
"Yeeeaahhh! Kau benar..Kita juga lucu karena kita selalu berada di dekatnya Jendral Teguh tapi kita belum mendapatkan bukti apapun soal kejahatannya Jendral. Kau lihat itu, Jendral tampak normal. Aku bahkan mulai meragukan cerita istri dan kakak ipar kamu" bisik Jake.
Barnes kembali memelototi ponselnya saat mendengar Jake menyebut kata istri. Dia berharap ponselnya menyala dan tertera nama My Love. Barnes menyimpan nomer kontak istri tercintanya dengan nama My Love.
"Kau merindukan si rambut merah ya?" tanya Jake.
Barnes menganggukkan kepalanya dengan sangat pelan lalu berucap lirih, "Apa dia memang tidak pernah mencintaiku? Apa dia ridak pernah menganggapku penting? Kenapa ia tidak pernah menghubungiku walaupun hanya sekadar pesan text bertuliskan hai?"
"Bukankah itu lebih baik. Dengan begitu kau bisa fokus pada misi kamu" sahut Jake.
Barnes menoleh untuk menatap Jake dengan sorot mata tajam, "Fokus gundulmu! Yang ada justru aku menjadi tidak fokus karena........."
"Karena apa?".Suara berat Jendral Teguh menggema di ruangan meeting markas besar satuan pasukan elite intelejen khusus,
Barnes menoleh ke depan dan langsung berdiri tegap lalu memberi hormat ke pimpinannya. Jake pun melakukan hal yang sama.
__ADS_1
"Kalian sedang memperbincangkan apa?" tanya Jendral Teguh.
"Siap! Kami tidak memperbincangkan hal serius, Jendral" pekik Jake dan Barnes secara bersamaan.
"Kita sudah selesai meeting. Kalian boleh kembali ke ruangan kalian tapi, tunggu dulu! Besok malam adalah ulang tahun Darren yang kelima. Aku undang kalian semua, Barnes dan teh five Jays untuk datang. Kalian datang ya?! Acaranya jam lima.sore..Bukan acara formal hanya acara kecil-kecilan dengan kerabat dekat saja dan tidak banyak yang aku undang" ucap Jendral Teguh dengan senyum ramah di wajahnya.
"Baik Jendral. Terima kasih atas undangannya" Jake dan Barnes kembali berucap secara bersamaan.
Jendral Teguh tersenyum melihat kekompakannya Jake dan Barnes dan sebelum Jendral besar itu meninggalkan Barnes dan Jake ia sempat berucap, "Aku rasa kalian patut jadi saudara kembar karena kalian selalu kompak"
Sepeninggalnya Jendral Teguh, Barnes dan Jake saling pandang lalu mereka berucap kembali secara kompak, "Kembar? Kita?"
Lalu mereka berdua menghela napa secara bersamaan dan kembali berucap berbarengan, "Kenapa kau selalu mengikuti ucapanku?"
Amanda benar-benar kewalahan mengasuh Darren..Darren benar-benar anak yang super aktif dan tidak bisa diam. Dan di jam delapan malam setelah Darren akhirnya jatuh tertidur, Amanda selalu mencoba untuk berdiri di sekitarnya Jendral Teguh untuk membaca yang ada di dalam pikirannya Jendral Teguh yang selalu pulang larut malam itu. Dan Amanda akan jatuh tertidur di jam dua belas malam dengan Kelelahan yang amat besar. Untuk itulah, Amanda tidak memiliki waktu untuk menimang-nimang kerinduannya yang begitu besar pada Barnes dan memanjakan rasa cinta yang ada di dalam hatinya untuk Barnes.
Kerja kerasnya Amanda yang setiap hari secara sembunyi-sembunyi berdiri di depan kolam renang yang berhadapan dengan ruang kerjanya Jendral Teguh, membuahkan hasil. Amanda berhasil membaca semua isi kepalanya Jendral Teguh. Dia lalu memberikan secarik kertas dan ponselnya ke Boy secara sembunyi-sembunyi pula di halaman belakang rumah di malam hari.
Kertas yang diberikan Amanda berisi beberapa alamat yang ada di dalam benaknya Teguh dan di dalam ponselnya Amanda berisikan beberapa foto. Amanda berhasil masuk ke dalam ruang kerjanya Teguh dan membuka isi lemari besinya Teguh dengan cara melihat isi kepalanya Teguh, Amanda bisa mengetahui nomer kode untuk membuka lemari besinya Teguh.
Boy lalu membuat janji bertemu dengan Molly di sebuah pasar tradisional yang letaknya tidak jauh dari kediamannya Jendral Teguh saat ia pamit ingin berbelanja cairan pembersih lantai dan Boy memberikan kertas dan ponselnya Amanda ke Molly dengan pesan, "Jaga baik-baik semua ini dan serahkan langsung ke Tuan Duscha Igor"
Molly menganggukkan kepalanya dan segera pergi meninggalkan Boy. Sedangkan Boy pun bergegas kembali ke kediamannya Jendral Teguh dengan ridak lupa menenteng kantong plastik yang berisi satu botol cairan pembersih lantai.
__ADS_1
Putra pertama Jendral Teguh yang pulang dari Amerika adalah seorang pemuda yang seumuran dengan kakak laki-lakinya Amanda itu, pulang seminggu sebelum acara ulang tahun adiknya digelar. Sedangkan putra kedua Jendral Teguh yang masih kuliah di Amerika, tidak bisa pulang karena ada ujian.
Putra pertama Jendral Teguh terpana melihat kecantikan pengasuh yang mengasuh Darren dan mengagumi ketelatenan pengasuh itu. Maka ia pun menyapa pengasuh itu dengan tanya, "Siapa nama kamu"
Amanda yang sudah berubah nama segera berucap, "Cinta"
"Kau tidak gantian nanya siapa namaku?" Tanya putra pertama dari Jendral Teguh itu.
"Saya wanita baik-baik jadi, saya rasa tidak akan pantas jika saya bertanya siapa nama Anda" sahut Cinta.
Putra pertamanya Jendral Teguh semakin mengagumi sosoknya Cinta lalu ia tersenyum dan berkata, "Namaku Danendra umurku tiga puluh tahun dan berapa umurmu? Apa kau sudah punya pacar?"
"Saya sudah menikah" Sahut Cinta dengan cepat dan ia segera berlalu dari hadapannya Danendra.
Kedua bola matanya Danendra mengikuti arah perginya pengasuh cantik yang mengasuh adiknya itu dengan sorot mata penuh dengan kekaguman lalu ia bergumam, "Aku tidak peduli walupun kau sudah menikah. Aku akan coba merebut hatimu"
Dua Minggu kemudian, tibalah hari ulang tahunnya Darren.
Amanda yang adalah Cinta, ikut dibuat repot mengurusi persiapan ulang tahunnya Darren dan dia diharuskan ikut mendampingi Darren di depan karena Darren tidak ingin berpisah sedetik pun dengan Amanda yang nota bene adalah Cinta di kediamannya Jendral besar Teguh. Ayu yang adalah Mama kandungnya Darren menjadi tidak begitu penting bagi Darren karena Ayu adalah Ibu sosialita yang gemar berkumpul dan arisan ke sana kemari dan jarang ada di rumah untuk mengurus Darren. Segala urusan Darren diserahkan sepenuhnya pada Cinta.
Cinta berkenalan dengan adik perempuannya Ayu yang bernama Kayla. Cinta mengagumi kesempurnaan postur tubuh dan kecantikan wajahnya Kayla dan Kayla tersenyum angkuh saat Cinta memuji kesempurnaan fisiknya.
Tanpa sepengetahuannya Cinta yang adalah Amanda, Barnes dan the five Jays melangkah memasuki halaman rumahnya Jendral Teguh. Apakah Barnes akan mengenali istrinya yang menyamar sebagai Cinta dengan rambut panjang hitam dan lurus dan berbola mata cokelat terang?
__ADS_1