
Sore harinya, Noah menjemput Batari dan langsung mengajak kekasih hatinya ke pantai.
"Aku belum bawa baju ganti dan belum mandi, Noah" Batari menoleh ke Noah.
Noah mengusap kepalanya Bayari sambil fokus terus menyetir dan berucap, "Aku sudah bawakan baju ganti. Kita juga nggak perlu mandi. Kita akan bermain air di pantai, kan, jadi nggak perlu mandi dulu. Kita akan mandi di sana dan menginap"
Batari menoleh ke Noah, "Menginap?"
"Hmm. Aku udah minta ijin ke Mama dan Papa kamu dan diberikan ijin dengan lapang dada" Noah melirik Batari dan saat ia melihat ada rona merah di wajah Batari, Noah mengulum bibir lalu bertanya, "Apa yang kau pikirkan, Tari? Kenapa wajah kamu tiba-tiba memerah?"
Batari langsung mengarahkan pandangannya ke depan dan sontak berkata, "Nggak ada! A......aku cuma kegerahan. Belum mandi, jadi gerah"
Noah kembali mengusap kepalanya Bayari dan kembali mengulum senyum.
Sesampainya di pantai, Batari langsung menarik tangan Noah saat Noah sudah menapakkan kaki dia tas pasir pantai. Noah tersentak kaget dan langsung memencet remote mobil untuk mengunci mobil Jeep kesayangannya, lalu ia berpasrah diri mengikuti laju lari wanita yang sangat ia cintai.
Batari menghentikan laju larinya saat ia melihat ada pasangan yang bermain kejar-kejaran di bibir pantai. Batari lalu melepaskan tangannya Noah, berlari kecil ke depan dan langsung berputar badan menatap Noah dengan senyum penuh arti.
Noah memasukkan tangannya ke dalam saku celananya dan bertanya, "Apa? Kenapa menatapku seperti itu?"
"Aku ingin kamu mengejarku" Batari melompat-lompat dengan wajah ceria di depannya Noah.
"Nggak. Itu terlalu kekanak-kanakkan. Aku nggak mau" Noah menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Katanya mau memenuhi semua permintaanku" Batari mematung di depan Noah dan mengerucutkan bibirnya.
Noah menghela napas panjang dan berucap, "Yang lainnya akan aku turuti. Tapi, mengejarmu? Untuk apa? Itu terlalu kekanak-kanakan. Aku nggak mau" Noah berucap dengan kedua tangan masih berada di balik saku celana jins belelnya.
__ADS_1
Batari tersenyum jahil lalu bertanya, "Kamu mau mengejarku kalau ada alasannya?"
Noah menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Oke. Kejar aku! Kalau kamu mengejarku dan berhasil menangkap aku, kamu boleh menceburkan aku ke pantai dan di pantai aku akan berikan hadiah istimewa untuk kamu.
Noah langsung mengulas senyum semringah di wajah tampannya dan bergumam, "Hmm, menarik"
Batari tersenyum semringah dan langsung berkata, Oke, siap? Kejar aku, Noah!" Batari langsung melompat berputar badan dan berlari kecil meninggalkan Noah.
Noah menghela napas panjang, menggeleng-gelengkan kepalanya lalu sambil berteriak, "Tunggu aku, Tari!" Dia berlari kencang di atas pasir pantai untuk mengejar Batari.
Kdua sejoli yang sedang diambil cinta itu pun bermain kejar-kejaran dengan tawa dan jerit ceria. Wajah keduanya bersinar penuh cinta seiring dengan ombak pantai yang berkejar-kejaran, Noah mempercepat laju larinya dan dia tertawa lepas saat ia berhasil menangkap tubuh rampingnya Batari. Batari berteriak kegirangan laku berkata, "Aku siap menerima hukuman darimu, Noah.
Laki-laki tampan bertubuh tegap, kekasih hatinya Batari itu, tertawa lepas dan langsung membopong Batari untuk ia ajak menceburkan diri bersama-sama di dalam air.
"Hahahahahaha ........ hmmmppppt!" Batari tidak bisa melanjutkan tawa lepasnya, karena Noah dengan cepat memagut bibirnya Batari. Mereka berciuman cukup lama di dalam air dan Batari kemudian merebahkan kepalanya di dada bidangnya Noah dengan berucap, "Aku kedinginan. Aku nggak sanggup lagi berendam lebih lama, Noah. Bawa aku ke kamar!"
Noah langsung membopong Batari dan ia segera berlari ke resepsionis untuk mengkonfirmasi kedatangannya dan meminta kunci kamar Lalu ia kembali berlari masuk ke dalam lift untuk menuju ke kamar yang sudah ia pesan. Di dalam kamar, Noah menurunkan Batari dengan perlahan dan hati-hati lalu setelah mencium keningnya Batari ia berucap, "Kamu masuk dulu ke kamar mandi untuk berendam air hangat. Aku akan turun mengambil koper"
Noah keluar dari dalam kamar dan menyuruh Batari mengunci kamar mereka.
Batari berjalan ke kamar mandi dan bergumam, "Kenapa Noah memesan satu kamar aja? Apa Noah inginkan aku seutuhnya hari ini? Dia ingin menandai aku sebelum ia pergi berdinas supaya aku tidak diambil pria lain?" Wajah Batari langsung memerah panas saat fantasi liar dan seksi berkelebat masuk ke dalam benaknya.
Batari langsung menggelengka-gelengkan kepalanya dan masuk ke dalam bath-tub untuk berendam air hangat.
Noah masuk ke dalam kamar setelah ia meminta kunci cadangan ke resepsionis lalu mengetuk pintu kamar mandi, "Tari, ini baju ganti kamu"
__ADS_1
Batari keluar dari dalam bath-tub lalu memakai jubah mandi untuk membuka pintu kamar mandi dan dia keluar dari dalam untuk meraih baju ganti yang disodorkan oleh Noah. Dengan cepat ia berganti baju dan segera keluar kembali dengan kata, "Kamu cepat mandi! Baju kamu udah hampir kering, nanti kamu kena flu"
Noah menganggukkan kepala dan setelah mendaratkan kecupan di keningnya Batari, ia melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
Noah pun mandi dengan cepat karena, ia ingin segera mengajak Batari menikmati bakar-bakaran di pinggir pantai. Noah telah memesan menu bakar-bakaran ke pihak restoran hotel tersebut karena,, ia ingin memenuhi impian Batari, berkencan dengan melakukan bakar-bakaran di pinggir pantai.
Batari mengamati Noah yang tengah membakar ikan dan beberapa daging sapi dengan bumbu yang sudah disiapkan oleh chef restoran di hotel tersebut dengan senyum penuh cinta. Dia merasa sangat bahagia kala itu sekaligus merasa beruntung karena, memiliki kekasih yang sangat mencintainya. Batari lalu berteriak dari tempat ia duduk, "Noah Baron aku sangat mencintaimu!"
Chef yang membantu Noah membakar ikan dan daging sapi tersenyum ke Noah dan Noah sontak menoleh ke Batari, "Jangan berteriak, sayang!" Lalu Noah menatap chef di depannya dan berkata, "Pacar saya memang suka berteriak, hehehehehe"
Chef yang berdiri di depannya Noah berkata, "Anda beruntung memiliki pacar yang sangat mencintai Anda"
Noah langsung mengerucutkan bibirnya dan berkata, "Anda jangan salah! saya yang lebih dulu mencintainya dengan amat sangat besar"
Chef yang tengah membantu Noah membakar ikan dan daging, tersenyum lebar dan berkata, "Berarti kalian sama-sama beruntung"
Setelah puas menikmati bakar-bakaran, Noah dan Batari bergandengan tangan masuk ke dalam kamar dan saat Noah menutup pintu kamar dia berbalik badan lalu tersentak kaget saat Batari tiba-toba mendorongnya sampai punggungnya membentur pintu kamar. Batari langsung mengungkung Noah dan berkata, "Aku menginginkanmu malam ini, Noah Baron"
Noah mendorong pelan pinggangnya Batari dan berkata, "Nggak. Kita belum menikah dan ......"
"Kita sudah sama-sama dewasa. Kita sudah berumur dua puluh tiga tahun. Cukup dewasa untuk mengambil keputusan ini dan aku sangat menginginkanmu, Noah Baron"
"Kau punya nyali, Sayangku dan aku memujimu untuk itu" Noah tersenyum ke Batari dengan gairah yang tertahan.
Batari menyentuh dada Noah dan berkata, "Cium aku, Noah Baron!"
Noah langsung mencium Batari dan ciuman panas mereka membuat tangan Noah merambat di balik dressnya Batari hingga sampai di pangkal paha dan jari jemarinya tanpa ia sadari bermain asyik di sana. Dan saat bibir Noah mencium dan menggigit pelan lehernya, Batari mengerang dan langsung menggigit bibirnya...............
__ADS_1