
Beberapa detik kemudian, Barnes melepaskan seluruh kain yang membalut tubuhnya lalu menjatuhkan semuanya ke lantai. Merasakan Amanda mengamati sekujur tubuhnya dengan mata membelalak takjub, Barnes terkekeh geli dan berucap, "Kau sudah sering melihatnya, kan?"
Amanda yang sudah polos dan duduk di atas ranjang, menunggu, berucap, "Tapi, bagiku kau tetap luar biasa, suamiku. Sangat tampan, gagah, seksi, dan sempurna"
Barnes menatap Amanda dengan takjub, kemudian menggelengkan kepalanya dan sambil memakai alat pengamannya, ia berucap, "Aku tak akan bertanya"
"Apa? Kenapa selalu ada alat pengaman di tasku?" tanya Amanda.
"Bisakah kita diskusikan soal ini nanti saja?"
"Aku sudah tahu kalau aku akan bertemu denganmu dan cepat atau lambat, kita pasti akan melakukannya. Dan karena, tugas kita masih sangat banyak, aku tidak mau mengambil resiko untuk hamil. Kasihan anak kita nanti"
"Yeeaahh! Kau benar" sahut Barnes. "Kau ternyata Istri yang sangat bertanggung jawab, sangat seksi, dan pintar. Aku sangat mencintaimu"
Barnes mulai bergerak menyatukan raga dia dengan raga ramping istrinya dan Barnes mengerang hebat karena, segala hal tentang Amanda membuat dirinya semakin gila dan membuat hasratnya semakin tidak terkendali.
Amanda berada di posisi yang pas, merentangkan kedua kaki dengan paha mencapit, membuat Barnes terus mengerang liar.
"Seperti ini benar?" Amanda melingkarkan kedua lengannya di leher kokohnya Barnes.
"Yeah!" Sambil memejamkan mata, Barnes berusaha bergerak perlahan, selembut mungkin memasuki Amanda. Namun, Amanda justru merasakan sensasi yang luar biasa, Nyonya Barnes Adiwilaga Darmawan itu merasa sangat bergairah, sangat puas, dan mengangkat tubuh sambil mendorong Barnes agar terus bergerak lebih cepat dan lebih liar.
Barnes berkata, "Katakan jika aku menyakitimu"
Amanda menggelengkan kepalanya dan berucap, "Nggak! Aku nggak papa asalkan kau tidak berhenti"
"Aku tak akan berhenti. Oh! Astaga Manda!" Barnes memang berkata jujur saat itu. Dia benar-benar tidak mampu berhenti. Dia makin kehilangan kendali saat ia merasakan otot-otot Amanda berkedut, mengencang dan benar-benar membuat Barnes gila, segila-gilanya.
Barnes mengerang dan menyatukan tubuh dalam-dalam. Disambut kelembutan dan penerimaan Amanda yang halus, Barnes terus bergerak, lagi, dan lagi.
__ADS_1
Sambil berpegangan pada kedua lengan kekarnya Barnes, Amanda mengeluarkan suara kaget berbalut kenikmatan, kemudian suara-suara penuh gelora yang terdengar dalam.
"Kau melebihi dugaanku, Barnes"
"Bukankah kau sudah tahu soal itu, Istriku?" Barnes terkekeh geli di tengah napasnya yang masih menderu kencang. Lalu Barnes ambruk di atas tubuh polosnya Amanda dan menyentuhkan wajahnya di leher Amanda dan berucap, "Aku mencintaimu"
Amanda mengusap kepalanya Barnes sembari memejamkan mata dan berucap, "Aku juga mencintaimu"
Barnes mengangkat tubuhnya untuk menatap wajah Amanda yang merona, dengan gigi menggigit bibir bawah dan mata sayu, Amanda tampak seksi dan menakjubkan.
Pelepasan Barnes sungguh luar biasa. Namun, melihat ekspresi di wajah Amanda, Barnes lalu bergerak kembali karena, ia tahu Amanda belum merasakan kepuasan. Ia terus bergerak sampai ia merasakan kedua paha Amanda tidak lagi mengapitnya dan Amanda tergolek lemas tak berdaya.
Barnes dan Amanda sama-sama berjuang untuk mengambil napas. Mereka berdua benar-benar merasakan kelelahan yang luar biasa. Penyatuan raga mereka di malam itu, mereka berdua rasakan adalah penyatuan raga yang paling liar, sensual, dan melelahkan dalam arti yang indah.
Kedua insan yang tengah dimabuk cinta dan kerinduan itu akhirnya tergolek lemas di atas kasur dengan saling berpelukkan.
Keesokan harinya, Amanda terbangun dengan badan pegal-pegal. Dia merasakan kelelahan luar biasa seperti habis lari maraton sebanyak lima putaran. Amanda tersentak kaget saat ia menoleh ke kanan dan mendapati Barnes menatapnya sambil tersenyum.
Barnes menggelengkan kepalanya, menopang kepalanya dengan telapak tangannya dan tidur miring menatap Amanda dengan senyuman penuh cinta.
"Jangan menatapku terus, aku malu, Mas" Amanda lalu menarik selimut untuk menutup wajahnya yang merona malu.
Barnes ikutan masuk ke dalam selimut dan melakukan serangan lagi dan Amanda benar-benar memekik puas berbalut kelelahan yang luar biasa.
Amanda menepuk dada bidang suaminya dan mengerucutkan bibirnya, "Kenapa menyerangku lagi, Mas? Untung masih ada alat pengaman tersisa satu di tasku"
"Aku tahu. Makanya aku menyerangmu lagi. Salah sendiri kenapa kamu terlhat sangat memesona di pagi hari"
"Memesona apa? Aku baru asem dan belum sikat gigi"
__ADS_1
"Itulah sensasinya. Aku rindu bau kamu. Bau kamu di pagi hari" Sahut Barnes.
"Tapi, aku tak kuat untuk bangun dan membersihkan badan, nih. Aku capek banget. Dasar brutal!"
Barnes menggemakan tawa puasnya ke udara dan setelah memakai kembali celana kolornya, Barnes menuju ke dapur untuk memasak air. Setelah air matang, Barnes mengisi bak mandi mungil yang ada di kamar mandi kecilnya dengan air hangat, lalu ia membopong Amanda dan ia mandikan di kamar mandinya yang sempit, tidak ada shower dan tidak ada bathtub. Yang ada bak mandi kecil dan gayung murahan berwarna biru cerah yang terbuat dari plastik.
Barnes dengan penuh kasih dan kesabaran, memandikan istri tercintanya dengan air hangat dan berkata, "Maaf, di sini nggak ada shower air hangat dan nggak ada bathtub"
"Aku dulu pas hidup satu atap dengan Laura, mandinya juga di kamar mandi seperti ini" sahut Amanda sambil berbalik badan dan menggosok tubuh Barnes dengan penuh kasih sayang.
Lima belas menit kemudian, Barnes kembali membopong Amanda keluar dari dalam kamar mandi menuju ke ranjangnya.
"Kamu nggak bawa baju ganti. Kalau pakai bajuku, Hellena akan curiga, nanti"
"Aku pakai lagi dress yang semalam nggak papa. Dan aku akan balik duluan naik taksi. Setengah jam kemudian, barulah kamu menyusul, oke?" Amanda berucap sembari memakai kembali dressnya.
"Ini masih sangat pagi. Kita bisa sarapan dulu sembari melepaskan penat kita"
"Iya penat kita dan itu akibat dari ulah kamu" sahut Amanda sambil berkacak pinggang dan Barnes kembali melepaskan tawa renyahnya ke udara bebas.
Amanda lalu berjalan ke dapur, "Kita lihat ada bahan apa aja di sini?"
"Aku belum belanja. Tapi, kemarin malam, aku sempat masukkan nasi ayam yang aku beli di resto cepat saji ke dalam magic com. Kita bisa sarapan pakai itu. Lagian kamu capek kan, kalau masak" Barnes memeluk Amanda dari arah belakang dan menaruh dagunya di atas pundaknya Amanda.
Amanda langsung mengambil dua nasi dan dua ayam dari dalam magic com lalu ia letakkan di atas piring dan Barnes masih terus nempel dan memeluknya dari belakang.
Saat Amanda berjalan dengan membawa piring berisi dua nasi dan dua ayam tepung ke meja makan, Barnes juga masih menempel.
"Mas, kita sudah sampai nih di meja makan. Lepaskan pelukan kamu, berat tahu"
__ADS_1
Barnes melepaskan pelukannya lalu duduk di kursi dengan senyum semringah ia terus menatap istri tercintanya.
Tanpa Amanda dan Barnes sadari, Ada sekelompok pemuda berbadan kekar menunggu di depan rumahnya Barnes.........