
Barnes terbangun di tengah malam karena ponselnya berbunyi. Barnes menarik pelan-pelan lengannya dari bawah kepalanya Amanda. Dia mengusap kepalanya Amanda lalu mengecup kening istrinya, barulah ia mengangkat panggilan Video Call di ponselnya tanpa melihat siapa nama peneleponnya.
Barnes tersentak kaget saat ia menatap layar ponselnya. Wajah cantik mantan kekasihnya mengulas senyum di sana. Barnes yang tidak ingin mengganggu tidurnya Amanda melangkah keluar dari dalam kamarnya Amanda lalu ia berlari ke ruang tamu. Barnes tersenyum saat ia melihat akuarium dari wahana permainan yang ia pilih telah terpasang di ruang tamu.
"Barnes, halo? kenapa kau tersenyum tapi tidak menatapku? kau menatap apa?" tanya Kayla.
"Kenapa kau meneleponku tengah malam begini" tanya Barnes dengan wajah datar dan dingin.
"Senyum kamu kok menguap sih Barnes? Padahal kami sangat tampan, seribu kali lebih tampan jika tersenyum" ucap Kayla dengan nada mendayu dan senyuman menggoda.
"Katakan ada apa atau aku tutup teleponnya?" Barnes merapatkan bibirnya.
"Kenapa galak banget sih? Aku cuma ingin minta maaf ke kamu tapi kenapa kamu tidak menjemputku di bandara? kau juga tidak membalas pesan teks yang aku kirim. Kau juga tidak meneleponku sama sekali"
Barnes menghela napas panjang, "Itu karena kamu tidak penting bagiku. Kamu udah lenyap dari hatiku sejak kamu selingkuh dariku"
"Beri aku kesempatan Barnes. Satu kali lagi dan aku akan buktikan kalau aku benar-benar menyesal dan aku ingin........"
"Aku sudah menikah dan aku sangat mencintai istriku" Klik. Barnes lanagung mematikan sambungan Video Call itu lalu kembali ke kamar dan memeluk istrinya kembali lalu tertidur dengan sangat nyenyaknya.
Kayla langsung membanting ponselnya dan berteriak kesal, "Nggak! Nggak mungkin kalau Barnes sudah menikah, nggak mungkin!!!"
Keesokan pagi, Amanda terbangun di jam empat pagi karena bunyi Kokok ayam jantan dan karena ia merasa haus. Amanda menatap wajah suaminya dan bergumam, "Dia sangat tampan bahkan pas tidur kayak gini aja, tampan sekali"
"Sudah puas liatinnya?" Barnes bergumam lirih lalu membuka kedua kelopak matanya dan bersitatap dengan istrinya. Amanda tersentak kaget dan hendak bangun namun, Barnes lebih cepat bergerak untuk menangkap dan mendekap Amanda lalu berkata, "Kau harus bertanggung jawab karena sudah membuat jantungku berdebar kencang sepagi ini"
Wajah Amanda memerah dan ia bertanya dengan polosnya, "Kenapa bisa berdebar?"
"Karena kau terus menatapku dan kau memujiku tadi" Barnes mengangkat tangannya dan merapikan rambutnya Amanda.
__ADS_1
"Baiklah aku akan bertanggung jawab. Aku akan bikinkan kopi dan mie instant kesukaanmu" Ucap Amanda.
Barnes menggelengkan kepalanya, "Aku nggak mau itu"
"Lalu apa yang kau mau?" tanya Amanda.
Barnes langsung mengecup bibirnya Amanda, menciumnya dengan intens lalu ia membopong Amanda keluar dari dalam kamar dengan terus mengajak Amanda berciuman dan berlari ke ruang tamu. Ia melepaskan ciumannya dan menurunkan Amanda, "Berbaliklah dan lihatlah kejutan dariku!"
Amanda berbalik dan langsung menutup mulutnya yang ternganga dengan kedua tangannya saat ia melihat akuarium berukuran sudah teronggok manis di pojok ruang tamu.
Barnes memeluk pinggang Amanda dari belakang, menaruh dagunya di pucuk kepalanya Amanda dan bertanya, "Kau suka?"
"Tentu saja suka. Aku sangat suka. Terima kasih, Sayang" ucap Amanda saking gembiranya, ia tidak menyadari kalau ia telah mengucapkan kata sayang.
Barnes lalu membalik tubuhnya Amanda untuk berhadapan dengannya, "Kau panggil aku apa tadi?"
"Panggil lagi atau mau aku cium?"
"Panggil apa? jangan sembarangan main cium. Kita di mana ini? Kalau sampai Tante atau Om lihat, gimana?" Amanda menautkan kedua alisnya.
"Aku tidak peduli di mana kita berada saat ini Yang aku tahu, aku harus mencium kamu lagi biar kamu ingat kata yang kau ucapkan barusan dan aku tidak akan berhenti sampai kamu memanggilku seperti yang kau ucapkan barusan"
Barnes mencium Amanda, terus dan terus hingga bibir Amanda merekah dan menghembuskan kata sayang. Barnes lalu menarik ciumannya saat ia telah mendengar kata sayang meluncur keluar dari bibirnya Amanda dan ia menatap Amanda yang masih memejamkan mata.
Barnes tersenyum, "Akhirnya kau lepaskan juga kata sayang untuk aku" ia mengelus pipinya Amanda, lalu berkata, "Buka mata sayang, ada satu lagi hadiah untukmu. Kamu pernah berdiri lama di depan etalase sebuah toko souvenir waktu kamu masih kecil hanya untuk menatap ini" Barnes menunjukkan hiasan mungil dari kaca bulat dan di dalam kaca bulat kecil itu ada dua boneka imut, sepasang kekasih tengah bergandengan tangan dengan saling membelakangi.
Amanda tercengang lalu memekik kegirangan, "Iya benar! Aku dari dulu pengen beli itu"
Barnes menyalakan benda mungil yang ia pegang sambil berkata, "Ini bisa nyala lho" Lalu ia meletakkan benda mungil nan menggemaskan itu di samping akuarium.
__ADS_1
Amanda membeliak melihat benda lucu menggemaskan itu, "Imut, cantik dan menggemaskan sekali, aku suka banget!" Lalu ia menoleh ke Barnes, berbalik badan untuk langsung melompat dan memeluk Barnes, "Terima kasih banyak untuk semuanya"
Barnes tertawa bahagia dan memeluk Amanda dengan berkata, "Aku memilih mainan itu karena boneka yang ada di dalam kaca, cowoknya tampan seperti aku"
Amanda.menrqik diri dari dalam pelukannya Barnes, "Bisa narsis juga ya kamu? Amanda lalu menoleh ke belakang dan mengambil mainan imut yang menggemaskan itu dan menatap boneka yang ada di dalam kaca berbentuk bulat, "Ceweknya juga mirip aku, rambutnya merah dan hidungnya pesek"
"Hahahahaha" Barnes menyentil ujung hidungnya Amanda dan terus melepas tawa bahagianya.
Barnes lalu menyuruh Amanda menyimpan mainan itu di kamar dan setelah Amanda kembali kepadanya, Barnes menggandeng tangan Amanda ke teras depan, "Kita mulai latihan taekwondo"
"Hah?! Di sini? dengan baju tidur?"
"Iya. Kalau nggak tiap hari dilatih, kau akan lupa dan tubuhmu kembali kaku. Ayok kita mulai. Ikuti gerakanku!"
Amanda dan Barnes menyelesaikan latihan taekwondo mereka tepat di jam tujuh pagi. Amanda tersipu malu saat perutnya keroncongan dan mengeluarkan bunyi yang cukup kencang.
Barnes lalu menggenggam tangan Amanda dan mengajak Amanda keluar. "Nggak ada mobil. Kita mau ke mana? mobil kamu kan dibawa Jude semalam sehabis kita pergi makan malam"
"Aku ingat kok. Aku ingin jalan-jalan denganmu sambil bergandengan tangan seperti ini dan makan bubur ayam di pinggir jalan. Aku lihat kemarin ada penjual bubur ayam tidak jauh dari sini"
Amanda tersipu malu dan melirik tangannya yang ada di dalam genggaman tangan Barnes. Lalu ia berkata, "Mata kamu jeli juga ya. Emang benar, ada penjual bubur ayam di dekat sini"
Lima menit kemudian, mereka telah duduk berdampingan memakan bubur ayam di warung sederhana. Barnes merasa sangat bahagia dan Amanda merasa sangat bersyukur.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Selamat tahun baru pembaca setia kisah Barnes dan Amanda🎉Semoga di tahun 2022 lilin pengharapan di hati kita akan terus menyala untuk meraih semua impian kita dan kita pun semakin diberkati Tuhan di dalam segala hal, amin❤️ Terima kasih banyak atas dukungan kalian selama ini🙏 GBU all readers 😘🤗❤️ Maaf jika sekarang ini jarang bisa membalas komentar 🙏 karena kehidupan di real life udah banyak menyita waktu🙏 I Love You all 😘❤️🤗
__ADS_1