
Noah terus mengarahkan moncong pistolnya ke depan dan dia bertanya ke gadis di bawah umur yang mencekal ujung kaosnya, "Siapa nama kamu?"
"Viona"
Dooorrr! Noah berhasil menembak kaki seorang pria yang berlari kencang ke arahnya dengan membawa golok. Noah terus berjalan ke depan sambil berkata, "Kmu diculik?"
"Iya. Ada satu teman saya yang juga diculik. Tapi, dia sudah dibawa pergi entah ke mana. Dan adik saya laki-laki juga dibawa pergi. Saya berharap, adik laki-laki saya masih hidup begitu juga dengan teman saya"
Noah menghela napas panjang dan berharap semoga anak laki-laki yang ia temukan mati dengan mulut berbusa di warung tenda tadi siang bukan adik laki-laki gadis yang bernama Viona itu
Lalu, Noah bertanya, "Teman kamu, cewek?" Dooooorrrr! Noah kembali memuntahkan peluru dari pistolnya dan satu pria kembali terjatuh di tanah dengan memegangi kaki dan merintih kesakitan.
"Iya" Sahut gadis yang bernama mengaku bernama Viona.
"Kamu ingat di mana rumah kamu?" Setelah dirasa aman, Noah mengunci lalu menyelipkan pistolnya ke pinggang dan mengangkat ranting pohon yang menutupi motornya.
"Saya pusing sekali saat ini. Entah apa yang mereka masukkan ke dalam mulut saya tadi. Saya tidak bisa mengingat apapun saat ini kecuali nama saya"
"Sial! Kenapa aku naik motor tadi. Kamu masih bisa mbonceng naik motor, kan?" Noah menoleh ke Viona.
"Bisa" Viona melompat naik ke atas motor dan Noah langsung berkata, "Pegang erat pinggangku dan jangan pingsan dulu! Aku akan ngebut dan membawa kamu ke rumah sakit terdekat"
"Baik" Sahut Viona.
Batari terbangun dari tidurnya dan saat ia meraba kasur, dia langsung bangun sambil bergumam, "Noah ke mana?" Batari melirik jam dinding, "Jam dua belas malam? Noah ke mana? Apa ke bawah untuk makan?" Batari lalu turun dari tempat tidur dan melangkah turun.
Nehemia yang duduk di ruang keluarga sambil mengerjakan pekerjaan kantor, melihat bayangan Batari berjalan melewati ruang keluarga. Nehemia langsung berteriak, "Kak Tari!"
__ADS_1
Batari mengentikan langkahnya dan memutar badan, "Lho! Kamu? Kamu kok ada di sini?" Batari langsung berlari kecil masuk ke ruang keluarga yang dikelilingi pintu transparan seperti sebuah akuarium besar, dengan senyum semringah.
"Kak Noah memintaku ke sini untuk menjaga kalian sahut Nehemia dengan senyum semringah.
"Lalu, Noah mana?" Batari mengedarkan pandangannya ke segala penjuru.
"Kak Noah pergi menyelidiki sebuah tempat yang mencurigakan katamya. Bentar lagi pulang. Katanya cuma sebentar. Sekitar empat jam" Sahut Nehemia sembari menutup laptopnya
"Oh. Aku terlanjur bangun dan nggak bisa tidur. Males makan. Lalu, ngapain dong?" Batari menatap Nehemia dengan wajah polosnya.
Nehemia hanya bisa berdeham untuk mengusir desir aneh di hatinya saat ia melihat wajah polos Batari yang terlihat sangat imut dan cantik.
"Kok malah berdeham? Kamu lagi batuk?" Batari dengan santainya memegang keningnya Nehemia dan berkata, "Apa jangan-jangan kamu demam? Emm, nggak panas, kok. Tapi, kenapa jantung kamu berdetak kencang? Kamu beneran batuk kayaknya" Batari menarik tangannya dari kening Nehemia dan saat ia hendak bangkit berdiri Nehemia langsung bertanya, "Kakak mau ke mana?"
Batari menoleh ke Nehemia, "Ambil obat batuk untuk kamu. Kamu berdeham dan jantung kamu berdetak kencang Batuk kamu sepetinya cukup parah. Harus segera diobati"
"Oh, gitu. Kenapa nggak bilang dari tadi. Emm, lalu kita ngapain sekarang?"
"Kakak balik ke kamar dan tidur sana! Wanita hamil, kan, nggak boleh begadang. Kak Tari, kan, dokter. Harusnya Kak Tari lebih tahu soal itu"
"Aku nggak bisa tidur. Keburu bangun dan Noah nggak ada di dekatku. Aku akan nunggu Noah di sini" Sahut Batari sambil menyalakan televisi.
Siaran berita malam menjadi pilihannya Batari.
Silvia menyeringai di rumah mewahnya dan sambil menyesap anggur yang ada di gelas keramik mahal miliknya, ia bergumam, "Kalian semua bodoh. Satu wanita seperti aku saja, kalian butuh bertahun-tahun mencarinya. Dasar bodoh. Hahahahahaha! Dan kau Tari, sepertinya aku sendiri yang harus turun tangan menangkap kamu. Kamu ternyata bukan orang yang bisa aku remehkan. Pantas saja kalau Hemi tersayangku nggak bisa berlatih dari kamu, dasar brengsek!"
Nehemia meladeni Batari membahas setiap tayangan berita yang mereka tonton malam itu dengan sangat sabar. dan dia menikmati momen itu. Sangat menikmatinya.
__ADS_1
Noah akhirnya sampai di klinik terdekat dan segera mempobong anak gadis bernama Viona ke dalam klinik tersebut sampai berkata, "Tolong sepatu tolong dia! Seseorang memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya dan semoga itu bukan obat yang berbahaya"
Para petugas medis langsung menutup tirai dan memeriksa hadis tersebut Setelah setengah jam menunggu di depan tirai dengan terus berjalan mondar-mandir, akhirnya tirai dibuka dan dokter langsung berkata, "Maafkan kami! Obat yang diminum gadis itu narkoba jenis baru Obat itu bisa membuat seseorang bergairah untuk waktu yang cukup lama. Bisa berjam-jam Namun, obati itu juga menyebabkan jantungnya membengkak dan terus membengkak dan sekarang jantungnya sudah berhenti sama sekali. Gadis itu sudah meninggal"
Noah syok, ia melongo dan seketika mematung.
"Ada hubungan apa Anda dengan gadis ini?" Tanya dokter yang masih berdiri di depan Noah.
Noah meraup wajah tampannya dan ia mengambil kartu identitasnya untuk ia tunjukkan ke dokter tersebut.
Dokter tersebut kemudian berkata, "Anda seorang polisi ternyata Di mana Anda menemukan gadis itu? Apa ada kartu identitasnya?"
"Saya menemukannya di gudang tua nggak jauh dari sini. Dia diculik dan dia nggak ingat nama keluarganya dan nggak ingat alamat rumahnya?" Sahut Noah
" Ada yang aneh Saya menemukan tanda Mickey Mouse lucu di tengkuk gadis itu. Saya pikir aneh karena itu semacam cap bukan tato" Dokter itu menautkan kedua alisnya di depan Noah.
Noah tertegun dan dia lalu berkata, "Saya minta tolong biarkan anak itu sepeti apa adanya dulu. Saya akan menelepon teman saya dan menelepon rim forensik untuk ke sini"
"Baik"
"Saya akan urus semua administrasinya dulu"
"Silakan!" Sahut dokter tersebut.
Noah membayar semua biaya rumah sakit sembari menelpon temannya,, "Tolong datang ke tempat yang sudah saya share via pesan text! Aku tunggu! Nggak pakai lama!"
Batari akhirnya ketiduran dan Nehemia langsung menangkap kepala Batari yang terus menunduk ke bawah. Lalu ia meletakan kepalanya Batari dengan pelan di atas pahanya.
__ADS_1
Nehemia tersentak kaget dan sontak menahan napas untuk menahan diri di saat Batari memeluk pinggangnya dan mengigau, "Noah, aku kedinginan. Peluk aku!"