Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Bergerak


__ADS_3

Arka dijamin akan mendapatkan kekuasaan mutlaknya menjadi raja di kerajaan Wahyatma asalkan Arka mau memberikan lahan luas milik keluarga Wahyatma menjadi tempat penanaman ganja dan persembunyiannya John Murray.


Kepulangan pangeran Arka Bhadrika Wahyatma akan mengadakan kudeta besar-besaran dan pasukannya John Murray mengawal kepulangannya pangeran Arka Bhadrika Wahyatma ke istananya.


Barnes dan timnya bekerja sama dengan pihak berwajib untuk mengawasi pergerakannya pangeran Arka Bhadrika Wahyatma.


Noah menurunkan Batari di lantai kamar dengan hari-hati dan segera berkata, "Tolong jangan ngeyel! Kalau kamu ikut, kamu akan........."


"Akan apa? Bukankah justru bagus kalau aku ikut ke manapun kamu pergi? Aku seorang dokter, aku bisa mengobati kamu kalau kamu jatuh sakit atau terluka. Yeeeeaahhh, walaupun aku nggak pengen kamu sampai sakit dan terluka, tapi dengan pekerjaanmu, hal itu bisa terjadi kapan saja, kan, dan........."


"Tari, dengar ........"


"Diam! Dengarkan aku dulu!" Batari melotot ke Noah dan Noah langsung menutup rapat mulutnya dan menatap Batari seperti anak kecil yang tengah menerima omelan dari mamanya.


Batari menghela napas panjang, laku melanjutkan kalimatnya yang dipotong oleh Noah, "Dan, aku, kan, bisa beladiri. Dengan dua keahlianku itu, bukankah itu suatu keberuntungan bagi kamu?"


"Iya kamu benar. Tapi, tetap saja aku merasa tidak benar kalau kamu ikut aku ke manapun aku pergi" Noah berucap lirih dengan mengerucutkan bibirnya.


Batari langsung bersedekap di depannya Noah, lalu berkata, "Aku nggak mau pulang. Soal pekerjaan, aku udah ambil cuti panjang dengan alasan aku ambil pendidikan S2 di luar negeri. Papa sudah mengurusnya. Jadi, aku harus menjalankan kewajibanku sebagai seorang Istri mulai hari ini. Aku nggak mau pisah lagi denganmu. Aku mau terus bersama kamu. Aku capek merindu tiap hari saat kita berjauhan"


Noah menatap istri cantiknya dan akhirnya dia berkata, "Baiklah" sambil merengkuh Batari ke dalam pelukannya. Noah mencium keningnya Batari, lalu berkata, "Tapi, kamu harus janji kalau kamu nggak boleh sembrono dan nggak boleh terluka dan....... hmmppttthh" Batari langsung membungkam Noah dengan bibirnya dan mengajak suami tampannya itu untuk berciuman.


Di saat Noah dan Batari saling melepaskan ciuman mereka untuk mengambil napas, mata mereka beradu penuh cinta, napas mereka menderu karena gairah dan jantung mereka berdegup di saat hati mereka berdesir penuh gairah dan cinta. Karena, selalu ada gairah di setiap cinta dan selalu ada cinta di setiap gairah.


"Astaga, Tari! Kenapa semakin hari kamu semakin tampak cantik dan seksi" Noah berucap sembari mengelus pipi mulusnya Batari.


Batari tersenyum dan ia berkata, "Kamu juga makin hari makin tampan, Mas"

__ADS_1


"A......apa yang kau bilang barusan?" Noah terkejut mendengar kata mas meluncur dari bibirnya Batari.


"Makin hari kamu makin tampan" Batari mengulangi ucapannya.


"Bukan itu, Sayang. Kata terkahir yang kau ucapkan tadi, apa? Aku nggak dengar dengan jelas. Tolong kamu ulangi, ya?"


Batari langsung menundukkan wajahnya yang merona malu dan berkata lirih, "Nggak ada siaran ulang. Salah sendiri nggak pasang telinga kamu dengan baik dan benar"


Noah terkekeh geli dan spontan ia membopong Batari dan sambil berlari ke ranjang, ia berkata, "Aku akan membuat kamu mengucapkan kata itu berulangkali, Sayang" Lalu ia merebahkan Batari dengan pelan di atas ranjang.


Noah segera mendaratkan bibirnya di bibir seksi istri cantiknya dengan penuh kerinduan. Pria tampan berbadan atletis itu, menekan, menghisap, mengunci, dan mencium bibir ranum istrinya dengan intens. Batari membalas dengan gerakan serupa. Ciuman mereka yang semakin dalam dan liar membuat sepasang suami istri yang tengah dimabuk asmara itu berguling-guling di atas tempat tidur.


Mereka terus berciuman dan berguling di atas kasur dengan tanpa menyadari bahwa tubuh mereka sudah sama-sama polos. Semua kain yang melilit di tubuh mereka, telah terlucuti semua.


Noah meletakkan kedua tangannya di sisi kanan dan kiri kepalanya Batari, lalu ia menghujamkan wajahnya di titik kenyal dan bertanya di sana, "Saat bibirku bermain-main di sini, apa yang kau rasakan?"


Noah tersenyum senang, lalu ia menurunkan wajahnya dan bermain asyik di lembah kenikmatan, hingga ia mendengar Batari memekik kencang, "Noah kemarilah!"


Noah menjatuhkan dirinya diantara ranjang dan terlentang. Dia lalu menoleh ke Batari, "Kau ingin bermain adil, kan? Sekarang naiklah ke sini!" Noah menepuk dada bidangnya.


Batari merangkak naik ke atas dada bidangnya Noah dan ia segera memimpin permainan, hingga Noah berteriak kencang, "Astaga Tari! Kau hampir membuatku mati, kau sungguh menakjubkan, Sayang! Teruskan! Iya benar begitu! Jangan hentikan!"


"Mas! Aku sangat mencintaimu, Mas!" Batari memejamkan kedua matanya dan menjambak rambut cepaknya Noah.


Hingga di menit berikutnya, mereka berdua meneriakkan pekik kepuasan mereka ke udara bebas secara bersamaan.


Noah menyelimuti Batari yang langsung merebahkan diri dan memejamkan mata. Setelah itu, Noah bangun, mengambil semua bajunya yang berserakan untuk ia pakai kembali. Noah berlari kecil keluar kamar untuk menerima panggilan telepon dari bosnya.

__ADS_1


"Noah, kamu harus berangkat malam ini ke kota X. Awasi pergerakannya John Murray! Aku takut setelah Arka kembali ke istananya, John Murray akan memulai aksi gilanya bermain bom kesukaannya. Cari di mana dia akan bermain bom dan gagalkan!"


"Baik, Jendral. Laksanakan!" Sahut Noah.


Noah kemudian mengumpulkan semua anak buahnya, "Kita harus packing sekarang juga. Kita berangkat ke kota X dua jam lagi setelah orang utusan papa mertuaku datang kemari untuk membawa Felix"


"Sa.....saya akan dibawa ke mana?" Felix langsung panik.


"Jangan takut! Orang suruhan paoa mertuaku akan membawa kamu ke tempat yang aman dan setelah misi ini selesai, kita akan bertemu lagi" Sahut Noah.


"Terima kasih banyak, Komandan Noah Baron" Sahut Felix.


"Sama-sama" Sahut Noah Baron.


Setelah semuanya beres, Noah berlari masuk ke dalam kamarnya. Dia membangunkan Batari dengan penuh kelembutan. Noah menciumi pipinya Batari tanpa henti sembari berucap di sana, "Yang, bangun, Yang"


Batari terbangun dan tersenyum.


Noah tersenyum lebar dan berkata, "Aku telah berhasil membuatmu memanggilku Mas berulangkali tadi. Dan apa hadiah yang aku dapatkan?"


Batari langsung mencubit pipinya Noah. Noah mengaduh dan langsung mengelus pipinya sambil menyemburkan protes, "Kok malah dicubit? Sakit, nih, Sayang"


Batari tergelak geli lalu berkata, "Salah sendiri usil"


Noah lalu berkata, "Kamu bangun dan mandi secepatnya ya, kita akan berangkat ke kota X sebentar lagi"


"Hmm" Batari langsung melompat turun dari atas sepanjang dan melesat cepat ke kamar mandi. Noah tertawa dan menggeleng-gelengkan kepalanya saat ia melihat semangat yang ada di diri Batari. Lalu Noah bergumam, "Semoga aku tidak menyatu menderita selama kamu mendampingiku di lapangan nanti"

__ADS_1


__ADS_2