Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Nggak!


__ADS_3

Noah menarik bibirnya dari bibir Batari dan menarik tangannya dari titik kenyal. Dia mengulum bibir melihat Batari masih memejamkan mata dengan bibir yang masih merekah.


Noah yang masih memeluk pinggang rampingnya Batari, berkata, "Aku akan memuaskan kamu nanti malam"


Batari sontak membuka kedua kelopak matanya dan menatap Noah dengan bingung dan dengan napas yang masih menderu seiring dengan degup jantung yang masih berdentum.


Noah tersenyum dan bertanya, "Kau mau melanjutkan permainan kita yang tertunda ini, nanti malam?"


"Mau" Sahut Batari tanpa ia sadari dan dia menatap Noah masih dengan wajah linglung.


Noah tersenyum geli melihat ekspresi istri cantiknya dan ia lalu berkata, "Itu hukuman untuk kamu, karena kamu udah membuatku cemburu. Kamu berani merindukan orang lain"


Batari langsung melotot dan memukuli dada bidangnya Noah sambil berucap, "Dasar gila! Aku merindukan Viona. Sepupu kamu. Bisa-bisanya kamu memberikan hukuman ke aku! Itu nggak adil, Noah!"


Noah menangkap kedua tangannya Batari dan ia letakkan kedua tangan cantik istrinya itu di atas dada bidangnya sambil berucap, "Aku akan bermain adil nanti malam. Aku serahkan diriku ke kamu sepenuhnya nanti malam"


"What! Siapa yang mau melakukan itu nanti malam?" Batari mendelik ke Noah.


"Kamu. Beberapa detik yang lalu kamu jawab mau melanjutkan permainan kita nanti malam"


Batari langsung merona malu dan berteriak kesal, "Dasar brengsek! Kau bertanya di saat aku belum sadar sepenuhnya. Kau mau aku gelitikin sampai pingsan, ya?"


Noah sontak melepaskan kedua tangannya Batari dan berputar badan dengan cepat untuk berlari. Dia paling tidak tahan digelitikin. Batari tertawa lepas dan sambil berlari mengejar Noah, ia berteriak, "Lihat aja kalau kamu sampai tertangkap di tanganku, Noah Baron!"


Noah mempercepat laju larinya sambil berteriak kencang tanpa menoleh ke belakang, "Jangan digelitikin! Please Honey! Lainnya aja aku mau asal jangan digelitikin!"


Batari tertawa keras lalu berteriak, "Suka-suka aku, dong! Kamu aja juga suka semua kamu!" Batari terus tertawa lepas sambil Terus berlari mengejar Noah.


Dan saat Batari berhasil melompat dan menangkap Noah sampai Noah jatuh tersungkur di atas rumput, Batari langsung menggelitik Noah sampai Noah meneriakkan kata ampun beberapa kali dan mengajak istrinya berguling-guling di atas rumput.


Batari menghentikan gelitikannya dan dia berhenti berguling dengan posisi tubuhnya berada di atas tubuh atletis suaminya. Batari tersenyum geli melihat wajah merah suaminya, lalu ia bertanya, "Wajah kamu sampai memerah seperti itu. Hahahaha, kamu lucu mirip kayak udang rebus"


Noah langsung memeluk tubuh ramping istri cantiknya dan berkata, "Tega kamu gelitikin suami kamu sampai suami tampan kamu ini hampir pingsan. Dan saat lihat wajah suami kamu merah karena menahan geli akibat gelitikan kamu, kamu malah ngatain suami kamu kayak udang rebus" Lalu Noah mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


Batari langsung merasa bersalah dan setelah mengecup bibir suaminya, ia kemudian berkata, "Maafkan aku. Aku bercandanya kelewat batas"


Noah berkata dengan masih mengerucutkan bibirnya, "Kecupan aja masih kurang"


Batari langsung mencium bibir Noah dan mengajak Noah berciuman selama beberapa detik, lalu ia menarik bibirnya dan menatap Noah.


Noah menggelengkan kepalanya dan berkata, "Ciuman juga masih kurang"


"Lalu, kau minta apa? Tidak mungkin kita melakukan hal itu di sini. Ini tanah lapang dan terbuka lebar tanpa ada sekat" Batari mendelik ke Noah di atas tubuhnya Noah.


Noah masih memeluk Batari dan berkata, "Kamu harus memanggilku Mas mulai dari sekarang Sama seperti Mama kita yang memanggil suaminya dengan panggilan Mas!" Noah tersenyum ke Batari.


"Tapi, kita seumuran. Bahkan, aku lebih tua dua bulan dari kamu. Mana boleh aku memanggilmu Mas?" Batari menatap Noah dengan menautkan alisnya.


"Panggilan Mas itu panggilan mesra untuk suami. Nggak harus memandang umur, Sayang. Sekarang coba panggil aku, Mas Noah Baron! Ayo coba panggil!" Noah menatap Batari penuh harap dan mempererat pelukannya.


Batari menusukkan jari telunjuknya ke pinggang kanannya Noah dan sontak Noah melepaskan pelukannya. Seketika itu juga, Batari bergegas bangkit berdiri untuk berlari meninggalkan Noah sambil berteriak, "Jangan sekarang! Aku harus berlatih dulu untuk memanggil Mas ke kamu!"


Noah yang masih rebah di atas rumput langsung menutup wajahnya dengan telapak tangannya dan sambil terkekeh geli dia berucap, "Istriku memang lain dari kebanyakan wanita di dunia ini. Dia aneh dan unik, itulah yang membuatku terpana dan jatuh cinta padanya" Noah kemudian bangun, mengusap celananya, lalu bangkit berdiri untuk berlari menyusul Batari.


Batari mengelus perutnya, "Bunyi perutku. Aku laper banget"


Noah terkekeh geli, lalu ia mencium belahan rambutnya Batari dan berkata, "Aku akan masak untuk kamu"


Batari langsung bangkit berdiri, "Aku aja yang masak"


"Nggak Sayang, kamu duduk aja yang manis!" Noah menoleh ke Batari dengan senyum tampannya dan Batari kembali duduk di kursinya dengan senyum penuh cinta.


"Kamu pengen makan apa?" Tanya Noah.


"Apa aja asal nggak pakai lama" Sahut Batari.


Noah terkekeh geli mendengar ucapannya Batari, lalu ia berkata, "Oke. Karena, Danny udah masak nasi, maka aku akan masak tumis sayur dan omelet aja. Gampang, cepat, dan lezat"

__ADS_1


"Cocok tuh" Sahut Danny.


"Mantap Bos, masak yang banyak, ya?!" Sahut Lopez.


Felix dan Santo diam tidak berkomentar dan mereka duduk di kursi pilihan mereka masing-masing dengan tenang.


Batari memperhatikan satu per satu pria yang duduk di meja makan dan bergumam di dalam hatinya, Felix dan Santo ternyata orangnya pendiam. Hampir mirip dengan Noah.


Mereka makan dengan membicarakan mengenai Viona dan Arka. Viona yang semula ditempatkan di sisi Arka untuk mengumpulkan bukti-bukti, menjadi jatuh cinta pada pangeran Arka Bhadrika Wahyatma.


"Semoga cinta Arka pada Viona bisa membuat Arka berubah pikiran untuk tidak balas dendam dan membuat Arka sadar dan menyerahkan diri ke pihak berwajib secepatnya. Karena, hanya dengan begitu, dia bisa selamat" Ucap Noah.


"Lalu, bagiamana dengan Viona? Kalau Arka menyerahkan diri, bagaimana dengan Viona?" Wajah Batari menoleh ke Noah dengan panik.


Noah mengelus pipinya Batari sambil berucap, "Arka hanya akan dipenjara paling lama lima tahun jika ia menyerahkan diri dalam waktu dekat ini, tapi kalau dia melanjutkan balas dendamnya, dia akan semakin terikat erat dengan John Murray dan bisa ikutan terjerat hukuman penjara seumur hidup"


"Kasihan mereka" Ucap Batari. "Sial! Bukankah Arka punya Istri?"


"Iya. Pangeran Arka Bhadrika Wahyatma punya istri dari perjodohan" Sahut Felix.


"Lalu, Viona?" Batari menunduk sedih.


Noah memeluk bahunya Batari dan berucap, "Viona gadis yang kuat dan cerdas. Aku yakin dia akan punya cara untuk meraih kebahagiaannya sendiri. Sekarang, kamu harus pikirkan dirimu sendiri"


"Maksudnya apa dengan memikirkan diriku sendiri?"!Batari menatap Noah lekat.


"Besok pagi, kamu akan diantarkan pulang ke rumah Papa kamu. Kamu jalani lagi kehidupan kamu seperti biasanya. Lagian, kamu udah cuti dari pekerjaan kamu selama seminggu,kan?" Noah mengelus bahunya Batari.


"Nggak. Aku nggak mau pulang!" Batari langsung bersedekap dan menatap Noah dengan sangat tajam.


"Tari, Sayang, nurut ya sama.suami kamu!? Ini demi keselamatan kamu dan........."


"Nggak!" Batari langsung memotong ucapannya Noah dan kembali berkata, "Aku adalah seorang Istri. Seorang Istri harus mendampingi ke manapun suaminya pergi"

__ADS_1


Noah menghela napas panjang,.lalu ia membopong Batari untuk ia bawa masuk ke dalam kamarnya.


Santo, Danny, Felix dan Lopez hanya bisa diam seribu bahasa.melihat Noah Baron membopong Batari menuju ke kamar, karena mereka semua tidak mau ikut terlibat di dalam perdebatan suami istri.


__ADS_2