
Nehemia tersenyum geli saat ia melihat Batari mengigau, "Noah Baron! Ke sini cepat! Kalau nggak ke sini aku gigit kamu!"
Batari lalu tersenyum polos di dalam tidurnya dan saat itu juga, wajah Batari tampak sangat menggemaskan di mata Nehemia.
Saat Nehemia menunduk dengan perlahan karena ia ingin mencium pipi Batari, Noah muncul, "Kok Tari tidur di sini?"
Nehemia terkejut bukan main dan sontak menegakkan wajahnya, lalu menoleh ke asal suara untuk berkata, "Kak Tari mencari Kakak tadi. Lalu, ia nonton TV dan ketiduran di sini"
"Maaf merepotkan kamu dan terima kasih udah menemani Tari" Noah berucap sembari membopong Batari.
"Sama-sama" Sahut Nehemia.
Noah berhenti di pintu ruang keluarga dan menoleh ke adik laki-laki tampannya untuk bertanya, "Tari nggak ngigau, kan?"
"Nggak" Nehemia langsung meringis lebar.
"Syukurlah. Kakak ipar kamu ini kalau ngigau parah banget" Noah tekekeh geli dengan sendirinya, lalu ia tersenyum ke adiknya dan berkata, "Kakak ke kamar, ya. Kamu juga masuk kamar gih! Udah jam satu lebih, nih"
"Iya, Kak" Sahut Nehemia.
Setelah Noah benar-benar menghilang dari pandangannya, Nehemia langsung merebahkan kepalanya di sandaran sofa dan sambil mengelus-elus dadanya untung menenangkan jantungnya yang masih berdegup kencang. Ia kemudian bergumam lirih, "Apa yang aku pikirkan tadi? Hampir saja aku nekat mencium pipi Kak Tari. Dasar gila kau, Hem"
Noah merebahkan istri kecilnya di atas ranjang, lalu ia tarik selimut dan setelah ia mencium keningnya Batari, Noah masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Noah keluar dari dalam kamar mandi dan saat ia merebahkan diri di atas kasur ingin memejamkan mata, Batari memeluknya erat dan menarik tangan Noah, "Hap!"
Noah meringis lalu mengaduh, "Aduh! Kenapa kamu menggigit ibu jariku, Sayang?"
"Emm, hmm! Yummy! Mantul!"
Noah menautkan alisnya saat ia melihat ibu jarinya dikulum oleh Batari. Noah mencoba menarik ibu jarinya dengan perlahan sambil berbisik lembut, "Sayang, ini jempolku" Dan saat Noah berhasil menarik ibu jarinya dari dalam mulutnya Batari, ia langsung sembunyikan semua tangannya sambil berkata, "Jangan masukkan tanganku ke dalam mulut kamu lagi! Kotor, Sayang"
Batari yang masih tertidur pulas, mengigau, "Mana ceker ayam pedasku? Mana? Siapa yang berani mengambil ceker ayam pedasku, hah! Aku akan tendang dia!"
Batari menendang Noah sampai Noah terjatuh di atas lantai.
Noah bangkit berdiri dan sambil memandang jempolnya yang masih berdenyut nyeri ia naik ke kasur kembali sambil berucap, "Nak, semoga penyakit Mama kamu yang suka ngigau ini, nggak nurun ke kamu, ya? Kalau nurun ke kamu, Papa bisa remuk redam kalau tidur di tengah-tengahnya Mama kamu dan kamu nanti, hiks, hiks,hiks"
__ADS_1
Batari memakai Noah menjadi guling dan Noah langsung mengelus punggung istrinya sambil menyanyikan lagu, "Nina Bobo, ooooo, Nina Bobo. Kalau tidak Bobo, digigit Noah, eh, nyamuk"
Batari tersenyum geli dalam tidurnya dan Noah ikutan tersenyum geli melihat tingkah polosnya Batari. Lalu ia mencium keningnya Batari dan berkata di sana,"Kalau kamu geli dengar suaraku pas nyanyi, maka tidur yang nyenyak, ya, jangan ngigau yang aneh-aneh lagi"
"Iya" Sahut Batari di dalam tidurnya.
"Eh, masih nyahut juga" Noah tertawa lirih lalu ia elus rambut Batari sambi berkata, "Aku sangat mencintaimu"
Sementara itu, Nehemia hanya bisa puas dengan memeluk foto Batari yang ada di dalam layar telepon genggamnya.
Keesokan harinya, Noah dengan sangat sabar menunggu istri imutnya membuka mata. Komandan pasukan khusus yang garang di luar sana, mencium lembut kening istrinya. Lalu ia mencium perut istrinya dan berbisik di sana, "Selamat pagi, Nak"
Bryna, Amanda, Nehemia, dan Dito sudah berkumpul di meja makan.
"Kita makan aja dulu. Batari kalau bangun pagi susah. Apalagi ini ditemani Noah pasti lebih susah banget bangunnya" Sahut Amanda.
"Iya. Aku juga mulai kerja hari ini" Sahut Bryna.
"Saya juga harus segera ke kantor" Sahut Nehemia.
"Dito juga sudah mulai sekolah di rumah, kan, hari ini?"
"Nah! Kalau gitu, mari kita makan" Sahut Bryna.
Batari membuka mata dan dia tersenyum lebar saat ia menemukan senyum tampan suaminya di pagi hari.
Saat Batari menarik tangan Noah yang menempel di pipinya, Batari langsung kaget, "Lho! Ibu jari kamu kenapa diplester kayak gini? Kamu kemarin malam pulang jam berapa? Apa ada luka lain di badan kamu?" Batari langsung menarik ke atas kaosnya Noah dan dia periksa dada, perut, dan punggungnya Noah dengan wajah panik.
Noah menarik Batari Ke dalam pelukannya dan sambil tersenyum geli, ia berkata, "Nggak ada luka, Sayang. Aku pulang dengan utuh"
Batari menangkup pipi Noah dan berkata, "Utuh apa? Kenapa ibu jari kamu bisa sampai terluka?"
Noah terkekeh geli dan berkata, "Yakin kau tahu?"
Batari mengangguk dengan wajah heran.
"Kamu ngigau semalam dan mengira kalau ibu jariku ini adalah ceker ayam. Ibu jariku, kamu gigit dan kamu kulum. Aduh! Rasanya nyut-nyutan bukan main, Sayang"Noah tersenyum geli dan Batari langsung menyusupkan wajahnya yang merona malu di dada suaminya.
__ADS_1
Batari berkata lirih di sana, "Maafkan aku! Sial! Kenapa penyakit ngigau parahnya kakek aku, nularnya ke aku, sih?"
Noah mendekap erat istri kecilnya dengan gemas lalu dengan terkekeh geli ia berucap, "Aku nggak marah, kok. Aku malah ada kejutan buat kamu"
Batari langsung mengangkat wajahnya untuk menatap Noah dan bertanya, "Kejutan apa?"
"Jam lima pagi tadi, aku joging dan pergi ke pasar tradisional. Kan, jaraknya nggak jauh dari sini. Terus, aku beli ceker ayam dan masak oseng-oseng ceker pedas buat kamu dan anak kita"
Batari langsung mengecup beberapa kali bibirnya Noah dan berkata, "Biarin aku belum sikat gigi. Biarin bau jigong. Aku ingin mencium kamu terus sampai puas"
Noah langsung memagut bibir Batari dan menarik tengkuk Batari untuk memperdalam ciumannya. Di saat mereka berdua terbakar gairah, Batari berkata dengan dada yang naik turun, "Noah! Mas! Aku menginginkan kamu. Tapi, kan, belum boleh sama dokter"
"Aku punya cara lain, Sayang. Sekarang giliran aku untuk memuaskan kamu. Kamu diam saja! Aku akan memuaskan kamu, Sayang!" Noah melanjutkan aksi panas dan liarnya. Batari merem melek merasakan sensasi baru yang diberikan oleh Noah, sampai akhirnya ia memekikkan kepuasan.
Batari meraih kepala Noah dan menariknya ke atas untuk ia cium bibir suaminya dan berkata, "Terima kasih, Sayang. Barusan enak banget"
Noah tersenyum semringah dan bertanya, "Kamu udah puas?"
Batari mengangguk dengan rona malu di wajah.
Noah tersenyum bahagia dan berkata, "Sekarang kamu harus cicipi versi enak lainnya ala Noah Baron"
"Apa itu?" Batari tersenyum penuh semangat.
"Oseng ceker ayam petir ala Noah Baron. Aku suapi, ya?" Noah merapikan roknya Batari, lalu bangun dan mengambil nampan yang berisi mangkuk nasi, oseng ceker ayam petir, obat-obatannya Batari dan air mineral"
"Hmm! Enak banget!!!!! Kamu emang jagonya bikin yang enak-enak, Noah, eh, Mas!" Batari memekik girang dengan pendar bahagia di kedua bola matanya dan Noah langsung tertawa terbahak-bahak.
Noah lalu berkata, "Setelah selesai suapin kamu, aku harus segera ke kantor. Aku harus melaporkan sesuatu ke Bos aku"
"Iya" Sahut Batari.
"Kalau aku nggak bisa pulang siang, kamu makannya gimana?"
"Aku akan coba makan dengan mencium kaos kamu. Kayak Mama kamu pas hamil kamu dulu" Batari mengelus pipinya Noah.
Noah tersenyum penuh cinta ke istri cantiknya, lalu ia mengelus perutnya Batari, "Nak, jangan rewel, ya?! Jaga Mama!"
__ADS_1
"Iya, Pa" Sahut Batari dengan suara menirukan anak kecil.
Noah kembali menyuapi Batari sambil sesekali mencium pipinya Batari dan perutnya Batari dengan penuh cinta.