
"Noah dan Tari mana?" Tanya Barnes.
"Mereka pengantin baru. Pasti butuh privasi. Biarkan saja mereka menghilang" Sahut Amanda.
Barnes sontak berbisik ke Amanda, "Kita juga menghilang, yuk! Kau juga ingin bermain pengantin baru denganmu"
Amanda terkekeh geli lalu ia menganggukkan kepalanya dan Barnes langsung menarik Amanda menjauh dari teman-teman mereka.
Tanpa sepengetahuannya Barnes dan Amanda, Jake lebih dulu mengajak Bryna menghilang saat ia melihat Noah menculik Batari.
Duscha juga diam-diam mengajak Joy menghilang saat ia pandangannya menangkap Barnes menarik Amanda masuk ke dalam rumah.
Danny dan Santo pun memilih untuk masuk ke dalam rumah.
Dito menoleh dan sontak nyeletuk, "Kok semuanya tiba-tiba hilang?"
Lopez mendengus kesal dan sambil menggendong Dito, ia berucap, "Kita juga masuk ke dalam rumah kalau gitu"
"Lalu pemenangnya siapa, nih?" Jorge berteriak ke Lopez.
"Semua menang. Besok aku kasih cokelat semuanya" Sahut Lopez sembari meneruskan langkahnya masuk ke dalam rumahnya Moses Elruno.
Jorge, Jude, dan Jordy langsung bangkit berdiri mengikuti Lopez.
Noah menarik ciumannya dan saat ia menatap istri cantiknya yang sangat imut, ia berkata, "Andai saja kau pakai bikini berwarna merah, pasti akan lebih greget"
Batari terkekeh geli dan sambil menyentil keningnya Noah, ia berkata, "Dasar mesum"
Noah terkejut dan langsung berkata, "Kok disentil, sih? Mesum sama Istri sendiri boleh dong. Lagian aku belum pernah melihat kamu pakai bikini berwarna merah"
"Itu fantasi kamu selama ini, ya? Fantasi liar kamu saat kamu jauh dariku?" Tanya Batari dengan senyum terkulum.
__ADS_1
Noah menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat.
Batari langsung menepuk bahunya Noah dengan tawa renyah sambil berucap, "Kenapa kamu langsung menganggukkan kepala kamu dengan penuh semangat? Mesum kok bangga, hahahahaha"
"Lho bangga dong. Mesumku hanya sama kamu. Jauh dekat hanya memikirkan kamu seorang nggak ada wanita lain" Sahut Noah.
Batari menggeleng-gelengkan kepalanya dan terkekeh geli.
Noah kemudian mengelus pipi Batari dan dengan bola mata birunya yang menggelap tersapu gairah, ia berkata serak, "Kau menghipnotis diriku setiap kali kau tertawa, Sayang. Kau tahu? Kau sangat cantik dan semakin menawan kalau tersenyum dan tertawa"
Batari langsung menyusupkan wajahnya di leher kokoh suami tampannya dan untuk menarik perhatiannya Noah lagi, Batari menggigit Noah di area sensitif, tempat pertemuan leher dan bahunya Noah.
Noah mengerang seksi, lalu menggumamkan kata, "Aku mencintaimu"
Batari menarik wajahnya untuk menatap Noah dan berkata, "Aku senang sekali mendengar kata itu"
Noah membetulkan posisi Batari dan berjalan menuju ke dinding penahan dari batu pantai alami. Dia kemudian mendudukkan Batari di salah satu batu pantai yang mulus dan alami, menatap Batari dan berucap, "Kenapa Tuhan bisa menciptakan wanita sesempurna ini? Kau sangat cantik, Tari"
"Sungguh?" Tanya Batari dengan rona merah di wajahnya.
"Aku senang kau menyukai kecantikanku ini" Batari menunduk malu dan dengan cepat Noah menahan dagunya Batari, lalu ia kembali mencium bibirnya Batari sembari berucap di sana, "Aku sangat mencintaimu"
Noah mencium Batari semakin dalam sembari terus bergerak dan mengakhirinya dengan erangan yang dibarengi dengan pekik kepuasannya Batari.
Setelah berpelukan cukup lama, Noah membantu Batari berdiri dan langsung merapikan kembali bajunya Batari, lalu ia merapikan bajunya, Dan sambil merapikan rambutnya Batari, Noah mencium pucuk hidungnya Batari dan berkata, "Kau sangat sempurna, Sayang"
"Kau juga sangat sempurna" Sahut Batari dengan wajah merona malu.
Kemudian mereka melangkah kembali ke kediaman mewahnya Moses Elruno sembari bergandengan tangan dan berjalan pelan.
Noah berkata ke Batari, "Kali ini, aku dan timku akan pergi ke Jerman. Kamu ingin dibawakan apa dari Jerman?"
__ADS_1
"Berapa lama kau di sana?" Tanya Batari sembari mengayunkan tangannya yang ada di dalam genggaman tangannya Noah.
"Dua bulan. Semoga bisa lebih cepat" Sahut Noah. "Kau ingin dibawakan apa? Boneka, tas, baju atau parfum?" Tanya Noah sambil menoleh ke istri cantiknya.
Batari menoleh ke Noah dan sambil menggelengkan kepalanya, ia berucap, "Aku tidak ingin apa-apa. Aku hanya ingin kamu kembali ke sisiku dengan utuh. Lalu, kita lanjutkan perjalanan bulan madu kita yang tertunda ini"
"Baiklah. Aku janji akan cepat pulang ke sisi kamu dengan utuh tanpa luka sedikit pun dan kita akan lanjutkan bulan madu kita lebih lama dari ini" Sahut Noah.
"Aku juga ingin bisa bangun tidur di setiap pagi dengan menatap wajah tampan kamu. Dan bisa menciumi wajah kamu yang belum bangun. Aku menginginkan saat-saat itu. Sangat menginginkannya" Sahut Batari.
Noah langsung menghentikan langkahnya untuk membopong Batari saat ia tiba-tiba merasa terharu dengan permintaan yang dilontarkan oleh istri cantiknya. Noah kemudian melanjutkan langkahnya dan sembari terus membopong Batari, ia berucap, "Aku akan wujudkan keinginan kamu itu. Setelah misi di Jerman selesai, aku akan ambil cuti sangat panjang dan hanya akan menuruti semua keinginan kamu, Sayang"
Batari tersenyum senang dan langsung menyusupkan wajahnya di lehernya Noah tanpa mengeluarkan kata apapun karena ia berdoa di sana. Dia berdoa semoga Noah dan timnya, juga Papanya dan timnya selamat sehingga mereka bisa kembali liburan bersama dengan lebih lama lagi.
Keesokan harinya, mereka berpisah di bandara. Bryna, Amanda, Batari, dan Dito diijinkan masuk ke pesawat pribadinya Moses Elruno setelah pesawat itu dinyatakan layak terbang dan steril dari segala macam sabotase.
Setelah semuanya naik ke pesawat pribadinya Moses Elruno dan pesawat pribadi itu melesat dengan sukses ke udara, Moses dan semuanya menuju ke pesawat mereka dan terbang ke Jerman.
Orang suruhannya Silvia langsung menelepon Silvia untuk mengatakan, "Target udah terbang"
Silvia tersenyum lebar dan setelah menyahut, "Bagus, lanjutkan tugas kamu!" Silvia menutup telepon genggamnya dan bergumam lirih, "Tunggu kejutan dariku, Tari"
Nehemia menatap Silvia dari kejauhan, lalu ia berjalan mendekati Silvia untuk menepuk pundaknya Silvia dan bertanya, "Kenapa kau ada di sini?"
Silvia tersentak kaget dan spontan memutar badan dan saat ia berhadapan dengan Nehemia, napasnya tercekat dan dia sontak bertanya, "Sejak kapan kau berdiri di belakangku?"
"Barusan" Sahut Nehemia masih dengan menautkan kedua alisnya
Silvia langsung menghela napas lega dan bergumam di dalam hatinya, syukurlah ia tidak mendengar apa yang aku gumamkan tadi.
"Dan kenapa kau ada di sini sepagi ini?" Nehemia menatap Silvia dengan wajah penuh tanda tanya.
__ADS_1
"Aku berkerja di sini menjadi sekretaris kamu, mulai hari ini. Papa kamu yang menghubungiku waktu aku masih di luar negeri. Dia tahu soal kita dan menjadikan aku sebagai sekretaris pribadi kamu. Sepertinya Papa kamu ingin kita dekat kembali lalu menikah" Sahut Silvia dengan senyum khasnya yang sangat cantik"
"What?!" Nehemia langsung melotot di depannya Silvia.