
Batari tiba-tiba membuka kaosnya Noah yang duduk membelakanginya dengan memangku laptop.
Noah terkejut dan sontak menoleh ke belakang dia bertanya dengan senyum semringah, "Kau mau lagi?"
Batari menepuk bahunya Noah sembari menjejalkan potongan sandwich terakhir ke dalam mulutnya dan dengan mulut penuh dengan sandwich ia berucap, "Siapa yang mau lagi. Aku mau mengecek luka kamu" Batari lalu menyusupkan kepalanya ke pangkuannya Noah sehingga Noah terpaksa mengangkat laptop dari atas pangkuannya dan menaruh laptop di atas nakas sambil berucap, "Baru kali ini aku bertemu dengan dokter cantik yang kurang ajar. Berani sekali dokter ini merebahkan kepalanya di atas pangkuannya, hmm? Sepertinya kau memang sengaja menggodaku sepagi ini" Noah menunduk untuk menciumi lehernya Batari.
Batari yang masih mengarahkan wajahnya di lukanya Noah, terkekeh geli lalu berucap, "Noah hentikan! Aku mau obati dulu luka kamu. Semalam kau pakai aktivitas liar dan sepertinya lukanya sedikit memar nih. Untungnya tidak bernanah"
Noah mengabaikan ucapannya Batari, ia terus menciumi lehernya Batari dan saat ia menyusuri rahangnya Batari dengan bibirnya untuk mencari bibirnya Batari, tiba-tiba terdengar bunyi, tok,tok,tok. Noah menghela napas panjang dan dengan sangat terpaksa, ia menarik wajahnya dari wajah istri cantiknya dan Batari kembali terkekeh geli. Batari bangun dari atas pangkuannya Noah di saat Noah berkata, "Masuk!"
Batari melompat turun dari atas tempat tidur untuk mengambil tas medisnya.
Pintu terbuka pelan dan wajah mungilnya Dito muncul di depannya Noah dan Batari dengan senyum ceria. Bryna menyusul di belakangnya Dito sambil berucap, "Dia bangun pagi ini dan langsung menanyakan Om Noah dan Tante Batari. Aku tinggalkan Dito sama kalian, ya? Aku mau masak" Bryna tersenyum ke Noah dan Batari yang tengah menganggukkan kepala mereka.
Dito berdiri di depan pintu dengan terus mengulas senyum di depan Noah dan Batari.
"Naik ke sini! Tante Batari sedang memeriksa lukanya Om" Ucap Batari dengan senyum semringah.
"Kemarilah! Tolong pegangi tangan Om saat Tante Batari mengobati lukanya Om" Sahut Noah saat ia dan Batari melihat Dito bergeming.
Mendengar Noah meminta tolong kepadanya, Dito langsung berlari cepat, berdiri di sisi kirinya Noah dan langsung memegangi tangannya Noah di saat Batari mulai membersihkan lukanya Noah.
Noah menoleh ke Dito dan dia mendesis pura-pura kesakitan dan Dito sontak menggenggam tangan Noah lebih erat lagi sambil bertanya, "Sakit ya, Om?"
Noah menganggukkan kepalanya dengan mulut monyong dan wajah memelas.
"Tante Tali pelan-pelan ngobatin lukanya Om Noah, ya?! Om Noah kasihan, Om Noah kesakitan, nih" Dito menatap Batari dengan wajah memohon dan Noah sontak mengulum bibir menahan geli.
Batari berucap tanpa melepaskan perhatiannya dari luka yang ada di perutnya Noah, "Heleh! Om Noah kamu itu emang suka berlebihan. Dia suka kamu pegangi tangannya dengan erat. Lihatlah mukanya sekarang! Dia pasti tengah mengulum bibir menahan geli"
__ADS_1
Dito sontak menoleh ke Noah dan Noah pura-pura tersentak kaget dan berucap, "Nggak! Om nggak menahan geli"
Dito langsung berkacak pinggang dan menirukan ucapannya Batari, "Heleh"
Noah dan Batari refleks menggemakan tawa mereka di udara. Dito ikutan tertawa lepas dan Noah spontan mengangkat tubuh mungilnya Dito untuk ia pangku di atas paha kirinya.
"Nah! Udah selesai" Batari merapikan peralatan medisnya lalu ia menatap Dito untuk bertanya, "Kamu udah mandi?"
"Sudah" Sahut Dito.
"Makan?" Tanya Noah.
Dito menoleh ke Noah dan berkata, "Sudah"
Noah mencium pipi gembulnya Dito dan berkata, "Anak pinter"
"Oke, Bos" Ucap Noah sambil menggendong Dito dan Batari terkekeh geli saat Dito menyahut, "Oke Bos" Dan Noah berucap, "Wah Dito, kamu kok kayak Burung Beo suka menirukan omongan orang, hahahaha, kamu lucu banget, sih" Noah mendekap erat tubuhnya Dito yang ada di dalam gendongannya sembari melangkah keluar dari dalam kamarnya.
Beberapa menit kemudian, Batari bergabung di ruang keluarga dan sambil menikmati pisang goreng, jagung dan ubi rebus bikinannya Jake, mereka semua.mengobrol santai. Sementara itu, Lopez, Santo dan Danny menemani Dito bermain bola.
Noah menoleh ke Batari, "Kita akan pulang siang ini karena besok, aku dan timku harus ke markas untuk memberikan laporan dan mengikuti upacara pemberian penghargaan. Om Jake juga harus datang. Papa Barnes, Om Duscha, dan The Five Jays akan menerima penghargaan juga"
Jake tersenyum malas lalu berucap, "Aku suka menerima penghargaannya, tapi aku sangat malas mengikuti upacaranya. Kau tau, kan, aku nggak suka yang lama dan ruwet"
Bryna tersenyum jahil ke suaminya, "Benarkah kalau kamu itu nggak suka yang lama dan ruwet"
Jake sontak menoleh ke Bryna dan berucap, "Yeeaaahhh! Itu beda, Sayang. Be, e, be, de, a, da.....beda"
Bryna, Batari, dan Noah sontak tertawa terpingkal-pingkal mendengar ucapan konyol dan melihat ekspresi kesalnya Jake.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, Noah, Batari, Dito, Santo dan Danny, sudah berada di dalam mobil jeepnya Noah. Sedangkan Lopez yang sangat mengidolakan The Five Jays dan Barnes, memilih ikut masuk ke dalam mobil Van miliknya Jake dan Bryna.
Salah seorang dari anak buahnya John Murray berhasil lolos dan dia mengirimkan pesan ke John Murray lewat kurir yang mengatakan bahwa Mona dan timnya, gagal mendapatkan Dito Sembodo, namun ia akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan Dito kembali.
John Murray yang mendekam di penjara, menatap surat dari anak buahnya itu dengan pandangan kosong.
Keesokan harinya, Noah mengenakan seragamnya dengan lengkap dan Batari yang tengah keluar dari dalam kamar mandi sambil menggendong Dito, menatap suaminya dengan tertegun.
Noah yang masih berdiri di depan cermin, sontak berputar badan untuk menghadap ke Batari dan bertanya, "Kenapa menatapku seperti itu?"
Dito merosot turun dari dalam gendongannya Batari lalu ia berjalan ke Noah dan ia genggam tangannya Noah dengan mengucapkan kata, "Om Noah Kelen ( Om Omah Keren)"
"Iya. Kamu keren banget pakai seragam" Sahut Batari dengan wajah kagum.
Noah menggendong Dito lalu melangkah mendekati Batari untuk memeluk pinggang rampingnya Batari dan setelah mencium pelipisnya Batari ia berucap, "Terima kasih untuk kalian berdua atas pujiannya" Noah mencium pipinya Dito, lalu ia menoleh ke Batari untuk berucap, "Besok, aku diberikan cuti selama tiga bulan. Dan selama itu, kita akan jalan-jalan ke mana pun kalian mau"
"Hanya tiga bulan?" Batari bertanya ke Noah dengan wajah kecewa.
Noah mencium pucuk kepalanya Batari dan setelah menghela napas panjang ia berucap, "Maafkan aku, aku tidak jadi ambil pensiun dini karena, negara masih membutuhkan aku dan aku tidak bisa mengabaikan itu"
Batari bergegas berucap, "Aku nggak menginginkan kamu pensiun dini karena, aku suka melihatmu pakai seragam. Tapi, aku ingin kita bersama lebih lama lagi nggak cuma tiga bulan"
Noah mencium kembali pucuk kepalanya Batari dan berkata di sana, "Walaupun cuma tiga bulan, tapi aku janji sama kamu, aku akan jadikan waktu tiga bulan itu sangat berkesan"
Batari langsung menutup matanya Dito dengan telapak tangannya dan dengan cepat ia mencium bibirnya Noah. Noah tekekeh geli melihat tingkah konyolnya Batari dan semakin melebarkan tawanya saat ia melihat ekspresi lucunya Dito yang bertanya, "Kenapa mata Dito ditutup barusan?"
Batari menjawab sekenanya, "Ada nyamuk lewat tadi" Dan Dito semakin menautkan kedua alisnya ke dalam
Noah kembali menggelegarkan tawanya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1