Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Kenapa?


__ADS_3

"Kamu juga diculik sama dia?" Ucap Batari sambil melepaskan pelukannya.


"Nggak, Kak. Aku juga agen khusus di sini. Aku dulu dididik oleh The Rat di markasnya The Rat, namun aku juga belum pernah melihat wajahnya The Rat. Singkat cerita kapal yang membawaku ke markas besarnya The Rat bersama dengan anak-anak lainnya, terdampar di pulau di Amerika. Di situ aku beruntung bisa bertemu dengan Kak Noah dan dibawa pergi olehmu. Dan singkat ceritanya lagi, The Rat mengendus keberadaanku. Sebelum aku menyerahkan diri ke The Rat aku diajak bergabung di satuan khusus. Pak Cephas ini ketua timnya"


"Singkat cerita tapi, kok, panjang banget, ya" Batari tersenyum geli ke Alex sambil menepuk bahunya Alex.


"Tapi, saya masih berada di bawahnya Noah Baron" Sahut pria yang bernama Cephas.


"Lalu, untuk apa aku diculik?" Tanya Batari. "Aku nggak pernah punya musuh seingatku. Aku juga nggak pernah berurusan dengan The Rat"


"Entahlah" Sahut Alex dan Cephas secara bersamaan.


'Kenapa aku nggak dibawa ke gudang tua yang lembab, atau hutan, atau pondok kecil yang ada di pegunungan? Kenapa aku dibawa ke rumah sebagus ini?"


"Saya yang merekomendasikan tempat ini. Dengan pertimbangan, satu, tempat ini dekat dengan lokasi Anda diculik. Kedua, tempat ini jauh dari keramaian dan yang ketiga, rumah ini megah, siapa pun nggak akan penasaran dengan rumah megah dan bagus ini. Kalau Anda kami bawa ke pegunungan atau hutan, akan memakan banyak waktu dan malah akan memberi ruang dan waktu bagi pihak kepolisian untuk mengejar kita " Sahut Cephas.


"Wah! Kamu cerdas juga, ya. Lalu, rumah siapa ini?"


"Salah satu rumah megahnya The Rat " Sahut Cephas.


"Lalu, aku akan diculik selama berapa hari?"


"Sampai bulan depan. Sampai pernikahannya Tuan Nehemia Baron selesai"


"Apa hubungannya dengan pernikahannya Nehemia Baron, ya? Kok aneh?" Batari langsung mencubit dagunya dan menautkan kedua alisnya. Dia mulai berpikir keras dan itu membuatnya tiba-tiba merasa lapar.


Batari lalu menoleh ke Alex dan menoleh ke Cephas. Lalu, ia bertanya dengan wajah malu-malu, "Apakah kalian punya makanan di sini? Hehehehe, maklum ibu hamil rasanya lapar melulu"


"Ada. Aku udah beli makanan dan camilan kesukaan Kak Tari" Sahut Alex dengan nada ceria

__ADS_1


"Benarkah?" Batari menatap Alex dengan wajah berseri-seri.


"Silakan Anda ikut Alex untuk makan, Nyonya. Saya akan melapor ke The Rat, dulu"


Batari celingukkan dan Alex langsung bertanya, "Kak Tari nyari apa?"


"Kaosnya Kak Noah. Aku nggak bisa makan kalau nggak berada di samping Kak Noah. Atau, kalau nggak berada di samping Kak Noah, aku harus mencium kaos Kak Noah baru bisa makan. Kalau nggak gitu, aku pasti mual dan muntah"


Noah memukuli kemudi mobilnya dan berteriak panik, "Sial! Aku kehilangan mobil yang membawa Tari. Lalu, gimana dengan anak dan Istriku? Kaosku terjatuh dan Tari nggak bawa kaosku. Tari bakalan kesulitan makan, lama-lama Tari akan kurus kalau mual dan muntah terus. Lalu, anakku?" Noah langsung putar balik dan meluncur ke markas. Dia berniat memantau CCTV di jalanan untuk mencari mobil Van yang membawa Istri dan anaknya.


Alex tertegun, lalu ia bangkit berdiri.


"Kamu kok malah berdiri? Kamu mau pergi ninggalin Kakak?"


"Iya. Aku mau pulang ambil kaosnya Kak Noah"


Alex hanya bisa tersenyum lalu berkata, "Tinggu sebentar. Aku akan mengambil kaosnya Kak Noah dan balik ke sini lagi secepatnya"


Silvia masuk ke dalam ruang kerjanya Nehemia dan kembali berkata-kata aneh di dalam benaknya. Amanda semakin yakin kalau Silvia wanita yang tidak bisa dipercaya oleh siapapun. Namun, Amanda belum menemukan hal yang berkaitan dengan The Rat di benaknya Silvia.


Alex sampai di rumahnya Barnes Adiwilaga Darmawan dan karena semua karyawan di rumahnya Barnes mengenal baik siapa Alex, Alex dibebaskan berkeliaran di dalam rumah. Setelah berhasil menyembunyikan kaos Noah di balik jaketnya, dia berkata ke pengurus rumah, "Tolong sampaikan ke Mama Amanda kalau Alex pulang dan hanya bisa memberikan oleh-oleh. Katakan kalau Alex harus tinggal beberapa bulan di asrama sebelum kelulusan"


"Baik" Sahut pengurus rumah tangganya Barnes.


Batari terkejut saat ada tangan kekar hinggap di bahunya. Batari langsung menarik tangan itu dan dia pelintir karena, itu bukan tangan suaminya.


Orang yang merangkul Batari dari arah belakang langsung berteriak, "Kak Tari lepaskan! Sakit! Aduh, duh, duh, duh!"


Batari kaget. Dia langsung lepaskan tangan itu dan berputar badan. Dia sontak memeluk pria itu dan memekik girang, "Hemi! Kamu juga agen rahasia?"

__ADS_1


Nehemia langsung mendorong pelan bahu Batari sambil berucap, "Agen rahasia apa? Aku ke sini untuk mengajak Kakak pergi dari sini"


Batari seketika mematung.


"Kok malah mematung? Ayo kita pergi, Kak! Kita langsung laporkan Alex ke kantor polisi. Berani benar dia menculik Kakak dan........"


"Kamu tahu Alex ada di sini?"


"Iya. Aku kebetulan lihat Alex keluar dari rumah ini. Aku heran dong, Alex, kan, masih ada di luwr negeri. Kenapa Alex ada di rumah ini dan nggak kasih kabar ke kita semua. Aku masuk ke rumah ini dan menemukan Kakak berdiri di halaman ini"


"Kita harus menangkap The Rat. Maka, kita harus ikuti permainannya"


"The Rat? Yang menculik Kakak orang suruhan The Rat? Jadi, Alex adalah orang suruhan The Rat? Sial! Aku akan bunuh anak itu. Dasar anak tidak tahu berterima kasih" Nehemia Baron menggeram kesal.


"Tenang dulu. Justru Alex menyelematkan aku. Alex adalah agen khusus yang direkrut oleh Pak Cephas. Aku udah lihat kartu tugas mereka. Aku akan ada di sini sampai pernikahan kamu digelar. Kalau pernikahan kamu sudah digelar, aku akan dibebaskan kalau bukan Cephas dan Alex yang menculik aku, aku udah jadi mayat saat ini"


Nehemia langsung menautkan kedua alisnya, "Kenapa the Rat peduli banget dengan pernikahanku?"


"Kamu akan menikah dengan Silvia bulan depan, kan? Biarkan itu terjadi


"Enak aja bilang gitu. Aku nggak cinta sama Silvia. Aku juga udah bilang ke Tante Amanda untuk membujuk Papa dan Mamaku membatalkan pernikahan aku dengan Silvia"


"Jangan dibatalkan! kIta ikuti saja permainannya The Rat. Kakak janji, Kakak akan menangkap The Rat sebelum kamu menikah dengan Silvia"


"Tapi, kenapa The Rat sebegitu pedulinya dengan Silvia dan kenapa The Rat mengurung Kakak di sini?"


"Lha iya, to. Kok Kakak bisa jadi target di sini? Kakak, kan, juga welcome sama Silvia. Kakak bahkan bilang kalau Kakak menyetujui pernikahan kalian dan......."


"Sial! Apa jangan-jangan The Rat itu adalah ........."

__ADS_1


__ADS_2