
Danny mendelik ke Noah dan berkata, "Kalau aku ketemu ayam jago itu, aku akan langsung mencincangnya dan aku jadikan sup ayam karena ayam jago itu telah membuat naga di perutku menggeliat kelaparan, nih"
Noah mengelus tengkuknya dan hanya bisa berkata, "Maaf, ayam jagonya sudah almarhum"
Semua sontak tertawa terpingkal-pingkal melihat wajah kesalnya Danny yang beradu dengan wajah polos tak berdosanya Noah.
Dito lalu menyahut, "Aku juga takut ayam. Aku pernah dikejar ayam jago juga sampai jatuh di got dan ayam jago itu terus mematok wajahku"
Noah langsung memeluk Dito dari arah belakang sambil berucap, "Ah, leganya akhirnya aku punya teman yang senasib denganku"
Semua kembali menggelegarkan tawa mereka.
Jorge nyeletuk bertanya, "Kenapa ayam jago itu bisa nyerang kamu?" Jorge menatap Dito dan Noah yang masih berpelukkan.
"Kalau Dito, karena ayam jago itu mengambil sandalnya Dito dan Dito spontan memukuli kepala ayam jago itu"
"Kalau kamu?" Jorge menoleh ke Noah yang sudah mulai melepaskan pelukannya di saat Dito meraih gelas untuk minum.
"Kalau aku benar-benar korban. Yang memukuli kepala ayam jago itu Hemi, karena ayam jago itu mengambil sandalnya Hemi, Hemi marah dan mengambil sapu, lalu Hemi memukuli kepala ayam itu dengan sapu. Awalnya ayam jago itu diam aja, tapi tiba-tiba, ayam jago itu mengepakkan kedua sayapnya dan menyerang Hemi. Hemi berhasil menyelamatkan diri dengan naik ke pohon dan aku yang nggak pernah bisa manjat pohon, dikejar dan diserang habis-habisan sama ayam jago itu" Noah bercerita sambil kembali menegakkan kembali kursi yang jatuh di atas lantai untuk ia pakai duduk kembali.
Amanda terus tertawa tiada henti sampai mengeluarkan air mata, lalu ia berkata, "Aku akan bantu Bryna dan Tari motong ayam daripada aku ketawa terus di sini, bisa kram perutku" Amanda lalu berbalik dadan dan segera berlari ke dapur dengan masih menyisakan tawa renyahnya.
Barnes nyeletuk, "Kalau itu Jake, ayam jago itu sudah pasti berakhir menjadi ayam gosong"
Jake sontak menghentikan tawa renyahnya dan menoleh ke Barnes untuk menyemburkan protes, "Kenapa bisa begitu?"
"Karena itu ayam jago bukan ayam betina, jadi kalau nyerang kamu, pasti kamu bom beda kalau itu ayam betina, hahahahahaha" Barnes tergelak geli dan hanya Barnes yang tergelak geli. Semuanya menatap Barnes dengan tanda tanya besar di wajah mereka.
Jake langsung berkata ke semuanya, "Yeaaahhh! Beginilah Barnes. Guyonannya emang garing"
Semuanya sontak terkekeh geli mendengar selorohannya Jake dan Barnes sontak menghentikan tawa renyahnya untuk mendelik ke Jake dan Jake dengan santainya menatap Barnes dan sambil menepuk-nepuk pundaknya Barnes, ia berkata, "Jangan mendelik ke aku! Karena hanya aku, yang bisa memahami kerandomanmu itu"
"Dasar gila!" Barnes mendengus kesal di saat Jake terkekeh geli dan semuanya kembali menggelegarkan tawa mereka.
__ADS_1
Amanda menyusul Bryna dan Batari dan langsung nyeletuk, "Aku kalau ke dapur selalu teringat dengan masa kecilku. Dulu, aku tidak pernah diijinkan memasak dan masuk ke dapur karena, Tanteku berpikir aku akan meracuninya. Dan aku hanya bisa memasak mie instan karena, uang hasil aku bekerja sambilan, hanya bisa membeli mie instan. Makanya rambutku jadi merah dan keriting"
Bryna menepuk pundaknya Amanda untuk berkata, "Jangan diingat-ingat lagi! Sekarang kita udah bahagia. Kau bahkan sebentar lagi akan punya cucu"
Batari langsung tersenyum malu dan berkata, "Iya, Ma. Tante Bryna benar. Mama nggak boleh mengingat apapun yang bikin Mama sedih. Mama harus bahagia dan sehat terus karena Mama akan segera menimang cucu"
Amanda menatap Batari dengan senyum cerah dan mata berbinar, lalu ia bertanya dengan penuh semangat, "Apa kau sudah hamil?"
"Belum. Tapi, aku rasa, aku akan segera hamil. Karena, suamiku terus mengajakku berolahraga, hehehehehe"
Bryna dan Amanda sontak menggemakan tawa mereka secara bersamaan saat mereka melihat ucapan dan ekspresi polosnya Batari.
Amanda, Bryna, dan Batari kemudian muncul dari arah dapur dengan masing-masing membawa nampan berisi potongan ayam tanpa kepala dan ceker.
Mereka spontan berkata secara bersamaan, "Ah, akhirnya datang juga ayam bakar madunya"
"Ada ayam goreng cola juga ala Mama Manda" Sahut Amanda.
Jake kembali menepuk-nepuk pundaknya Barnes dan berkata, "Hanya aku yang memahami kamu, Bro"
Barnes kembali mendengus kesal dan mendelik ke Jake.
Setelah menyelesaikan makan sore dengan penuh keceriaan dan kasih sayang, Amanda, Bryna, Batari, dan Dito bermain monopoli di ruang keluarga sementara Noah dan yang lainnya rapat di ruangan yang paling besar yang ada di kediamannya Moses Elruno itu. Ada foto besarnya Moses Elruno tengah memeluk dan mencium pipinya Melati di depan pantai.
Noah terus menatap foto itu dengan wajah heran dan Jake langsung berbisik ke Noah, "Fotonya absurd, kan?"
Noah refleks menganggukkan kepalanya.
"Kerandoman yang ada di diri Barnes kau sekarang tahu, kan, ia dapatkan dari siapa?" Bisik Jake kembali.
Noah terkekeh geli, lalu Jake kembali berbisik, "Jangan ketawa kamu! Istri kamu juga mirip banget dengan Moses Elruno"
Noah menghela napas panjang dan sambil menunduk ia terus mengulum bibir menahan geli sembari menggelengkan-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Apa yang kalian diskusikan?" Tanya Barnes ke Jake dan Noah.
Suara Barnes yang menggelegar membuat Noah sontak mengangkat wajah dan menegakkan badannya, lalu mematung dengan sikap sempurna.
Jake menghela napas panjang dan menyahut, "Hanya obrolan pria dewasa, kok. Nggak penting. Lanjutkan Barnes!"
Barnes melanjutkan kembali ucapannya, "Prostitusi kelas atas semakin meresahkan. Kelihatannya prostitusi itu diadakan di sebuah pulau rahasia"
"Bos saya juga menugaskan saya dan tim saya pergi ke Jerman secepatnya untuk menyelidiki soal itu" Sahut Noah.
"Bukan hanya di pulau pribadi. Di Ohio telah ditemukan sebuah kapal pesiar yang menggelar pesta prostitusi kelas atas. Kita harus membayar satu milyar rupiah untuk bisa mendapatkan gadis yang masih berumur belasan dan berpesta di atas ranjang dengan gadis belia itu selama dua kali dua puluh empat jam" Sahut Jake.
"Berarti itu bukan hanya prostitusi tapi juga perdagangan anak gadis di bawah umur" Sahut Jorge.
"Dasar brengsek mereka! Tega sekali mereka mengeksploitasi anak di bawah umur untuk bekerja begituan" Sahut Joy.
"Aku punya kapal pesiar. Kita bisa pergi ke Jerman dengan kapal pesiarku. Kita ajak Istri kita. Kita bisa bekerja sambil berpiknik, hip,hip,Hooraaay!" Sahut Duscha.
"Hip,hip, Hooraaay gundulmu! Mana boleh begitu. Kalau kita ajak Istri kita, itu namanya membahayakan mereka" Sahut Barnes dengan nada dan wajah kesal.
"Saya setuju dengan Papa" Sahut Noah.
"Aku selalu ajak Istriku" Duscha menyemburkan protesnya dengan wajah dan nada santai.
Jake dan Barnes sontak mendelik ke Duscha untuk berteriak, "Itu beda, Bro!!!!!"
Joy terkekeh geli dan berkata, "Aku setuju dengan Barnes. Kita nggak bisa ajak Manda, Bryna, Dito dan Tari, karena misi kita kali ini beresiko tinggi. Ada nama The Rat di sini"
"Iya. Kalau kita bisa ungkap prostitusi itu, kita bisa tahu siapa sebenarnya The Rat" Sahut Danny.
"Itu benar" Sahut Barnes.
Setelah rapat selesai, mereka menyusul Bryna, Amanda, Dito, dan Batari di pantai yang ada di belakang kediamannya Moses Elruno, untuk memulai membakar daging, ikan, sayuran, dan ayam, di sana. Keceriaan dan kebahagiaan membuat mereka tanpa sadar diintai dan diamati oleh seseorang dari jarak yang cukup jauh.
__ADS_1