
Noah dan Batari sampai di ruang makan. Kemudian, Batari duduk di sebelah kanannya Dito dan Noah duduk di sebelah kirinya Dito.
"Aku tahu kalian semua akan datang nggak lama lagi" Sahut Dito.
Batari dan Noah mengusap puncak kepalanya Dito secara bergantian dengan senyum ceria mereka dan berkata secara bersamaan, "Mari kita makan"
Batari menatap semua makanan yang tersaji di meja dan dia sontak menoleh ke Noah, "Kenapa ada udang goreng mentega dan ca kangkung kesukaanku?"
Noah tersenyum penuh cinta dan berkata, "Karena, mulai hari ini, menu setiap hari di rumah ini, harus sesuai dengan selera kamu"
"Kenapa harus begitu?" Batari menatap Noah dengan penuh tanda tanya.
"Karena, aku dan Dito suka semua makanan. Sedangkan kamu itu spesial. Kamu agak susah di dalam hal memilih makanan, jadi aku dan Dito akan mengikuti selera makan kamu" Sahut Noah.
"Iya" Sahut Dito sembari menoleh ke Batari untuk memberikan senyum lebarnya.
"Wah, thank you, ya, Dito dan Mas Noahku. Aku merasa tersanjung,nih" Batari merona senang dan disambut senyum lebarnya Dito dan senyum penuh cinta dari Noah.
"Maaf kalau belum pas dengan selera Anda, Bu" Ucap asisten rumah tangganya Noah.
"Enak, kok. Aku suka. Terima kasih udah memasak secara spesial untukku" Sahut Batari.
Asisten rumah tangganya Noah tersenyum lebar dan berkata, "Sama-sama, Bu. Kalau begitu, saya permisi"
Batari tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Dito tiba-tiba mengeluarkan suara, "Tes, tes, errrrrr, errrrrr. Aku udah bisa bilang Errrrrr" Dito menoleh ke kanan dan ke kiri dengan wajah gembira.
Noah dan Batari menoleh ke Dito dan dengan kompak mereka tersenyum lebar lalu berkata, "Selamat ya, Dito!"
"Ini berkat Tante Tari" Dito menoleh ke Batari dengan senyum ceria.
Batari tersenyum kaget dan sontak menyemburkan tanya, "Kok bisa?" Batari berucap sambil menatap Noah dan Noah menatap Batari sambil tersenyum lebar dengan wajah penuh tanda tanya.
"Karena ada makanan pedas di sini dan kata Mamanya Dito kalau sering makan makanan pedas bisa mempercepat kita bisa bilang Errrrrr" Dito menelengkan kepalanya dengan wajah cerah ceria.
__ADS_1
Batari sontak memeluk Dito sambil berkata, "Wah, kamu kok lucu banget, sih" Lalu Batari bersitatap dengan Noah dan saling melempar pandangan penuh cinta.
Noah terus tersenyum gembira di saat ia akhirnya bisa bersama dengan Batari saat ia mendapatkan libur sejenak sebelum menjalankan misi berikutnya.
"Noah, eh, Mas, aku ingin kita berbulan madu ke tempat yang alami. Seperti pondok yang kamu tinggali di dekat pantai kemarin" Ucap Batari sambil mengunyah makanannya.
Dito menyahut, "Apa Dito diajak?"
"Tentu saja Dito sayang, kamu akan kami ajak" Batari mengelus puncak kepalanya Dito dengan penuh kasih sayang.
Noah menoleh ke Dito dan Batari untuk berucap, "Aku merasa nggak yakin kalau tinggal di tempat terbuka itu aman untuk kita"
"Tapi, aku menyukai kehidupan alami seperti mandi air hangat harus pakai ceret, lalu mencuci tanpa mesin cuci, dan mengambil sayuran di kebun sebelum kita masak. Itu asyik bagiku, Noah, eh, Mas" Batari menatap Noah dengan sorot mata memohon.
"Dito juga suka. Kita bisa main bola di sana Om" Sahut Dito sembari menoleh ke Noah.
Noah akhirnya menghela napas panjang karena merasa tidak tega kalau harus tegas dan mengatakan tidak. Akhirnya Noah berkata, "Oke. Tapi, kita nggak akan lama di sana. Tiga hari saja gimana?"
"Satu Minggu, boleh?" Batari mengatupkqn kedua tangannya di depan dadanya dan mengerjapkan kedua kelopak matanya beberapa kali.
Dito langsung menoleh ke Batari dan mereka melakukan high five dengan wajah ceria yang disambut dengan gelak tawa renyahnya Noah.
Setelah menyelesaikan makan malam mereka, Noah, Batari dan Dito bermain game online yang terhubung di layar TV LED-nya Noah.
Noah yang dari kecil tidak begitu menyukai game selalu kalah setiap kali dia terpaksa harus beradu game dengan Batari.
Noah akhirnya tersingkir di pojokan dan hanya bisa menggigit jari melihat Batari dan Dito terus asyik bermain game.
Noah akhirnya mengambil buku dan membaca buku di atas sofa sementara Batari dan Dito duduk di atas bantal khusus di atas lantai.
"Wah, Tante Tari curang!" Dito menoleh ke Batari.
"Eh, mana ada curang. Kamu yang nggak menguasai game-nya" Batari meneruskan memencet remote control game yang ada di dalam genggaman kedua tangannya.
"Tapi, Dito rasa Tante Tari curang. Dito mau main sama Om Noah aja" Dito meletakkan remote control game di atas lantai lalu bersedekap dan merengut.
__ADS_1
Noah sontak meletakkan bukunya dan merosot turun ke lantai sembari bertanya, "Ada apa? Kok tiba-tiba terjadi keributan di sini?"
"Dito menuduh aku curang" Batari meletakkan remote control game di atas lantai lalu bersedekap dan merengut.
Noah menoleh ke Dito dan dia melihat Dito juga bersedekap dan merengut. Noah lalu menghela napas panjang dan berkata, "Oke. Kita akhiri aja game online-nya. Kita masuk ke kamar aja, yuk, bobok!"
"Nggak mau!" Batari dan Dito menyahut secara bersamaan dengan bibir yang semakin mengerucut ke depan.
Noah lupa kalau Batari tipe orang yang sulit untuk mau mengalah kepada siapa pun juga apalagi kalau Batari merasa ia tidak bersalah sama sekali. Dan Dito sepertinya juga seperti itu.
Noah menyisir kasar rambutnya ke belakang dengan jari jemari tangan kanannya sambil menghela napas panjang, lalu ia bertanya, "Kalian semuanya merasa benar, ya?"
Batari dan Dito yang masih bersedekap dengan wajah merengut, menganggukkan kepala mereka dengan kompak.
"Kalian sayang nggak sama pria yang duduk di depan kalian saat ini?" Noah berkata sembari bersedekap dan mengerucutkan bibirnya.
"Sayang" Sahut Batari dan Dito secara bersamaan.
"Kalau sayang, jangan berantem lagi, dong. Ayo saling minta maaf" Noah mengulas senyum lebar di wajah tampannya.
Batari dan Dito bersitatap dalam diam.
"Kalau nggak mau saling minta maaf, berarti nggak sayang sama aku. Aaahhhh! malangnya nasibku ini, hiks,hiks, hiks" Noah menutup wajahnya dan berpura-pura menangis.
Batari langsung mengulurkan tangannya ke Dito dengan berkata, "Maafkan Tante Tari, ya!?"
Dito menyambut ukuran tangannya Batari dengan berkata, "Maafkan Dito, ya, Tante"
Noah mengangkat wajahnya dan dengan senyum lebar, dia kemudian berkata, "Kita lanjutkan bermain A,B,C, lima dasar aja, ya? Om Noah ikutan main biar kalian nggak berantem lagi"
"Setuju!" Sahut Batari.
"Kita sebutkan nama-nama hewan dalam bahasa Inggris!" Pekik Dito dengan wajah penuh semangat.
Noah tertawa lebar dan berkata, "Oke, siap 86!"
__ADS_1
Lalu, Noah berkata di dalam hatinya, wah, seperti punya dua orang anak kayak gini.