Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Ganti Strategi


__ADS_3

Dito yang sudah berada di dalam mobil bersama dengan Bryna bertanya, "Memangnya tadi ada apa, sih, Oma? Kenapa tiba-tiba mata Dito ditutup sama Oma dan Oma menggendong Dito masuk ke mobil?"


"Ada orang gila dan Oma nggak ingin orang gila itu melihat kamu dan menyerang kamu" Sahut Bryna.


Noah meminta Batari dan mama mertuanya kembali ke mobil. Lalu, ia menenangkan semua pengunjung dan pemilik warung tenda itu, "Tenang semuanya! Saya adalah polisi pasukan khusus" Noah menunjukkan kartu identitasnya ke semua orang.


Lalu, ia menelepon koleganya dan anak buahnya Barnes langsung menelepon ambulans.


Noah terkejut berkata ke anak buahnya Barnes yang mengambil pistol dari tubuh anak laki-laki berumur belasan yang sudah tak bernyawa lagi, "Mana pistolnya? Aku pengen lihat"


Anak buahnya Barnes langsung menyodorkan pistol itu ke Noah.


Noah meraih pistol untuk dan seketika mematung saat ia melihat tanda organisasinya The Rat. Noah kemudian bergumam, "The Rat ada di sini? Tapi, anak laki-laki tadi menanyakan Batari. Lalu, untuk apa The Rat mengincar Batari? Harusnya ia mengincar aku? Kenapa Tari? Salah apa Tari sama The Rat? Dan kenapa Tari bisa bersinggungan dengan The Rat?"


Noah menunggu kolega-koleganya datang. Setelah semua koleganya datang, pasukan kepolisian di bagian kriminal, Noah pamit tanpa menyerahkan pistol yang ada tanda organisasinya The Rat.


Simbol organisasinya The Rat adalah gambar Mickey Mouse memakai kaos dan celana boxer. Simbol itu imut dan lucu. Tepi, organisasi itu sangat mengerikan dan sama sekali tidak imut dan tidak lucu.


"Apa kamu pernah mendapatkan barang dengan simbol ini di atasnya?" Tanya Noah ke Batari sambil menunjukkan tanda di piwtol, saat Amanda mengemudikan mobilnya kembali ke rumah. Mereka membatalkan rencana jalan-jalan mereka ke mall.


Batari menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku baru lihat simbol imut itu saat ini"


"Apa kamu pernah mendengar The Rat? Atau sesuatu yang aneh belakangan ini?" Tanya Noah.


"Benar, Sayangku. Kau harus ingat-ingat dengan baik. Kenapa belakangan ini banyak orang menginginkan kamu" Sahut Amanda.


"Iya, Ma. Emm, yang aneh adalah, kenapa aku tiba-tiba diculik bersama dengan Dito? Apa pihak berwajib belum berhasil menemukan siapa yang menculik aku?" Tanya Batari.


"Belum. Teman-temanku masih menyelidikinya. Karena, rumah itu adalah rumah kontrak dan penyewanya adalah pasangan suami istri yang sudah meninggal. Semua pria yang kita pukuli kemarin di rumah itu juga lebih memilih mati bunuh diri daripada harus berkata siapa yang menyuruh mereka. Jadi, agak sulit juga mengetahui siapa yang ingin menculik kamu"


Lalu, keanehan yang kedua adalah barusan. Anak kecil tadi mencari aku. Ia membawa pistol itu. Berarti dia ingin menembak Batari Putri Darmawan, benar, kan?" Batari bergidik ngeri.


"Hmm" Sahut Noah.


"Apa kaitannya dengan The Rat, Noah?" Sahut Amanda.

__ADS_1


Dito tidak bisa mendengarkan percakapan yang terjadi di dalam mobil karena Bryna, memasangkan headset ke telinganya Dito dan memutarkan. film kartun untuk Dito lihat melalui layar televisi yang ada di bagian belakang jok mobil mewah itu.


"Simbol di pistol yang ada di tubuh anak laki-laki tadi, adalah simbol organisasinya The Rat, Ma" Sahut Noah.


"Berarti, apakah mungkin, emm, The Rat ada di sini alih-alih di Jerman?" Tanya Amanda.


"bisa jadi, Ma. Tapi, kenapa ia mengincar Tari? Dan aku rasa ia juga mengincar Dito. Aku yakin The Rat juga ada di balik penculikannya Tari dan Dito. Cuma kita belum punya bukti dan saksi" Sahut Noah.


"Tapi, kenapa Dito dan Tari ikut diincar?" Sahut Amanda.


"The Rat pasti tahu kalau Tari adalah putrinya Barnes Adiwilaga Darmawan dan istrinya Noah Baron" Sahut Bryna.


"Aku rasa The Rat belum tahu soal itu" Sahut Noah.


Setelah sampai di halaman kediaman megahnya Barnes Adiwilaga Darmawan, Noah membopong Batari yang lemas ke kamar dan Bryna menggendong Dito yang ketiduran ke kamarnya Dito.


Noah merebahkan Batari dengan perlahan diantara kasur, lalu bertanya, "Aku bikinkan susu dulu, ya? Biar kamu dan anak kita fit lagi.


Batari menganggukkan kepalanya.


"Mangga" Sahut Batari.


"Kamu, kan suka cokelat? Kenapa milih mangga?" Tanya Noah.


"Aku rasa ini permintaan anak kita. Dia mirip kamu, suka sama mangga" Batari tersenyum dan mengelus perutnya yang masih tampak rata.


Noah mencium perut Batari dan berkata, "Wah, Papa tersanjung, Nak. Kamu suka mangga kayak Papa"


"Iya, Papa tampanku" Sahut Batari dengan suara menirukan suara anak kecil.


Noah mengangkat wajahnya dan tersenyum geli, lalu berkata, "Pakai es atau tidak?"


"Pakai es dong, Papa tampanku" Batari kembali menirukan suara anak kecil dan Noah langsung mengecup bibirnya Batari dengan gemas dan bergegas berlari ke dapur untuk es susu rasa mangga.


Noah kembali ke kamar bersama dengan Amanda dan setelah menemani Batari minum susu sampai habis tanpa muntah, Noah berkata, "Tari, aku harus ke markas menemui Bos sebentar. Aku akan balik secepatnya"

__ADS_1


Batari menganggukkan kepalanya dan berkata, "Hati-hati"


Noah mengecup kening Batari dan menoleh ke mama mertunya, "Ma, Noah nitip Tari"


"Iya. Hati-hati" sahut Amanda.


Noah langsung melesat berlari meninggalkan kamar.


Amanda memperketat penjagaan di gerbang depan dan belakang dan menyalakan listrik di gerbang depan dan belakang, jadi siapa saja yang memegang atau naik ke gerbang depan maupun belakang, mereka akan kena setrum dan terpanggang mati di sana.


Noah menyerahkan pistol dengan lambang organisasinya The Rat ke bosnya.


Jendral besar bernama Daniel Wicaksana, berkata, "Berarti The Rat ada di sini"


"Lalu, saya mesti gimana, Jendral?" Tanya Noah.


"Kamu nggak usah berangkat ke Jerman. Tapi, kamu harus siaga dua puluh empat jam dan setiap kali aku perintahkan kau pergi ke mana pun, kau harus siap"


"Baik, Jendral" Sahut Noah dengan sikap sempurna.


"Sekarang pulanglah dulu dan tunggu perintahku selanjutnya!"


"Siap jendral!"


Sesampainya di rumah, Noah dikejutkan dengan kehadiran Nehemia di rumah mertuanya. Nehemia pun terkejut dengan kemunculan kakak laki-lakinya. Dia spontan bertanya, "Lho, Kak? Kok masih ada di sini? Katanya malam ini, Kakak akan pergi ke Jerman. Makanya aku datang ke sini untuk menjaga Kak Tari"


Noah menautkan kedua alisnya di depan Nehemia, "Aku nggak jadi ke Jerman. Ada perubahan strategi. Dan kenapa kau harus jaga Tari malam-malam begini?"


"Lho, bukankah malam-malam begini, cewek perlu dijaga?" Sahut Nehemia dengan wajah ceria untuk menutupi kecanggungannya.


"Lalu, untuk apa bawa bunga mawar? Bukannya bawa camilan atau buah?" Tanya Noah.


"Ini untuk Tante Amanda. Tante Amanda, kan, suka bunga mawar" Sahut Nehemia sambil mengikuti kakaknya yang sudah melangkah masuk ke dalam rumah.


"Oooooo" Sahut Noah. "Duduklah di ruang tamu. Aku akan panggil Tante Amanda. Karena, aku harus segera menemui Tari untum menyuapi Tari makan. Tari nggak bisa makan kalau nggak ada aku" Noah berucap panjang lebar sembari terus melangkah ke kamar.

__ADS_1


Nehemia meletakkan buket mawar merah yang mahal di atas meja sofa sambil bergumam lirih, "Sial! pengennya ketemu sama Kak Tari, kok jadi ketemu sama Tante Amanda. Nasib, nasib! Mencintai Istri orang ya begini ini, selalu kena nasib sial"


__ADS_2