Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Sesak Napas


__ADS_3

Saat Cantika merasakan mobil berhenti, dia langsung berkata, "Sudah sampai, kan? Lepaskan penutup mataku,.cepat!"


Dito membuka pintu lalu membungkukkan badan untuk membantu Cantika turun dari dalam mobil.


Dito memeluk pinggang Cantika dengan lengan kiri dan tangan kanannya ia pakai untuk menarik lepas penutup matanya Cantika.


Setelah mengerjapkan kedua matanya, Cantika menoleh ke kanan dan ke kiri untuk melihat keadaan di sekitarnya. Lalu, ia menyarangkan lutut kakinya dengan cukup keras di perut Dito dan saat Dito mengeluarkan kata, "Ugh!" Cantika mendorong tubuh Dito dan langsung berlari kencang menjauh dari Dito.


Anak buahnya Dito tersentak kaget dan semuanya refleks mengarahkan moncong pistol mereka ke arah laju larinya Cantika. Dito sontak berteriak kencang, "Jangan tembak! Sarangkan pistol kalian kembali! Aku akan mengejar kelinci liar itu"


Dito berlari kencang dengan kaki jenjangnya dan dengan cepat dia berhasil menangkap tubuh Cantika dari arah belakang. Dito kemudian menarik Cantika hingga wanita itu masuk ke dalam pelukannya dan tanpa menunggu lama, memanggul Cantika.


Cantika terus berteriak, "Turunkan aku! Lepaskan aku!" Dan sambil terus memukul punggung Dito, ia meronta-ronta.


Sesampainya di dalam private jet, Dito langsung mengikat Cantika dengan kain di jok private jet tersebut. Dito kemudian meletakkan telapak tangannya di dada Cantika sambil berucap, "Aku nggak sabar ingin segera kau ijinkan untuk memainkan puncak ini dan memagutnya"


Cantika mendelik lalu menggeram, "Tarik tangan kotor kamu itu dari dadaku! Dasar pria mesum! Pria brengsek dan hmmmppppt!"


Dito langsung membungkam keceriwisannya Cantika dengan bibirnya. Dia memagut bibir Cantika sambil memainkan tangannya di puncak dadanya Cantika.


Setelah puas,.Dito menarik mulutnya dari bibir Cantika dan menarik tangannya dari dada Cantika sembari berucap, "Jangan menguji kesabaranku! Aku sungguh-sungguh tertarik padamu dan ingin menjadikan kamu milikku selamanya"


"Cih! Terus Bermimpilah! Karena, aku nggak akan pernah membiarkan kamu memiliki aku" Cantika lalu melengos.


Dito menyusupkan wajahnya di leher Cantika dan setelah menghirup wangi leher itu, ia berucap di sana, "Aku akan taklukan keras kepala kamu ini dengan penuh kesabaran, Nona cantik! Namun, kesabaranku pun ada batasnya. Jadi, jangan coba-coba untuk mengujinya terus"


Cantika diam membisu dan tidak memberikan respons apapun.


Dito lalu bangkit berdiri dan meninggalkan Cantika begitu saja.


Cantika sontak berteriak kesal, "Hei! Kau ikat aku di kursi ini. Lalu, kalau aku ingin ke belakang atau ingin makan minum gimana, Woooiiii!!!!"


"Teriak saja seperti itu!" Sahut Dito dengan santainya.


Cantika langsung mendengus kesal dan kembali berteriak, "Semua pria memang brengsek kecuali Papaku! Kau dengar itu?!!!!"


Dito sontak menggelegarkan tawanya

__ADS_1


Kenapa ia malah ketawa? Dasar pria aneh. Dia memang sangat tampan dan gagah. Tapi, sayangnya aneh. Batin Cantika.


Satu setengah jam kemudian, Dito kembali memanggul tubuh Cantika saat ia turun dari dalam private jetnya dan langsung memasukkan Cantika dengan paksa ke dalam mobil.


"Kita mau ke mana sebenarnya? Kenapa mataku tidak ditutup kali ini?"


"Karena, wilayah ini tidak akan bisa kau jangkau. Makanya sesampainya di sini, kamu tidak perlu pakai penutup mata lagi" Sahut Dito dengan santainya.


"Walaupun ini tempat tampak asing bagiku, tapi tempat ini indah. Sangat indah" Sahut Cantika sembari menempelkan keningnya di kaca jendela mobil mewah milik Dito.


"Apa kau pernah jatuh cinta?" Tanya Dito dengan tiba-tiba.


Cantika menegakkan kembali kepalanya untuk menoleh ke Dito dan langsung berkata, "Nggak pernah"


"Kenapa?" Tanya Dito.


"Karena, belum ada satu pun pria yang bisa membuatku sulit melupakannya. Pria yang aku cintai di dunia ini hanya ada dua, Papaku dan Kakak laki-lakiku yang sudah lama hilang"


"Seperti apa Papa dan Kakak laki-laki kamu itu?"


"Karena, aku juga ingin kau cintai. Aku ingin menjadi seperti Papa dan Kakak laki-laki kamu itu" Sahut Dito dengan nada santai.


"Aku rasa kau tidak akan bisa menjadi seperti Papa dan Kakak laki-lakiku dan aku nggak akan pernah jatuh cinta padamu" Cantika mengulum bibir menahan geli.


"Coba saja katakan seperti apa mereka. Please?!" Pinta Dito.


"Papaku pria yang lembut,.baik hati, dan dia tipe setia. Papaku hanya menyerahkan hatinya untuk Mamaku. Lalu, Kakak laki-lakiku pria yang lembut dan penyayang"


"Aku akan berusaha menjadi lembut dan penyayang juga setia di depan kamu. Hanya di depan kamu dan hanya untukmu"


"Aku sudah bilang aku tidak butuh itu semua! Percuma kau mau jadi apa?!Percuma kau berubah sebaik apa?! Aku tekankan sekali lagi! Aku tidak akan pernah jatuh cinta padamu!" Cantika kembali menatap jalan melalui kaca jendela.


Dito terus menatap rambut indahnya Cantika dan bergumam, "Aku yakin kalau aku bisa menaklukkan kamu"


Cantika mengabaikan gumamannya Dito.


"Kita turun di sini dulu!"

__ADS_1


"Butik? Ngapain kita ke butik?"


"Kita menuju ke sebuah pesta pembukaan dan kita tergesa-gesa perginya"


"Lalu?" Cantika berkacak pinggang alih-alih turun dari dalam mobil.


"Kita nggak bawa baju pesta. Untuk itulah kita perlu ke butik"


"Aku nggak mau turun. Aku nggak mau pergi ke pesta itu. Aku tinggal di mobil saja" Cantika bersandar di jok dan bersedekap.


"Aku nggak akan biarkan kau tinggal di mobil. Aku akan panggul kamu lagi kalau gitu dan......."


Cantika langsung membuka pintu mobil dan turun dari dalam mobil dengan langkah kesal dan wajah ditekuk.


"Kenapa baju pesta yang diberikan kepadaku kayak gini semua?!" Teriak Cantika dari dalam ruang ganti.


Dito berteriak, "Keluarlah! Aku ingin lihat dulu! Kalau aku tidak cocok, kamu harus ganti lagi! Aku cukup punya banyak waktu hari ini. Pestanya masih nanti jam tujuh malam"


Cantika berteriak dari dalam ruang ganti pakaian, "Kau yakin ingin melihat yang ini?!"


"Iya! Keluarlah!" Teriak Dito dengan tidak sabar.


Cantika keluar dan Dito sontak bangkit berdiri lalu mematung di tempatnya berdiri.


"Kucing mencuri lidahmu, ya, Tampan?" Cantika berkacak pinggang di depan Dito dengan senyum mengejek.


Dito menghela napas panjang untuk mengusir rasa panas yang tiba-tiba menyergap dirinya saat ia melihat Cantika tampak liar, berani, seksi, dan penuh percaya diri yang sekaligus memancarkan suatu kemurnian yang sangat menggoda.


Dengan baju bertali dan sangat seksi itu, Cantika berdiri tidak nyaman di depan Dito. Cantika mulai salah tingkah saat ia melihat Dito terus menatapnya dengan sorot mata tajam yang seksi.


Daya tarik sensual yang murni dan ekspresi tidak berdosa di wajah Cantika yang lugu sekaligus garang membuat Dito menyumpahi dirinya sendiri karena di saat itu juga, ia ingin membawa Cantika pergi ke suatu tempat yang sunyi dan dia ingin melahap Cantika di tempat itu.


Cantika kemudian berbalik badan dan berlari masuk kembali ke kamar ganti Di kamar ganti, Cantika berteriak, "Aku akan coba yang lebih seksi lagi dan masih banyak yang lebih seksi lagi di sini dan aku akan coba semuanya! biar kamu sesak napas!"


Dan saat kamu pingsan, aku akan melarikan diri. Batin Cantika dengan senyum penuh semangat


Dito langsung terduduk lemas dan saat ia meraup wajah tampannya, ia mengumpat kesal, "Sial! Kenapa juga ia harus mencoba yang lebih seksi lagi? Aku beneran bisa sesak napas nanti"

__ADS_1


__ADS_2