
Barnes mengirim pesan text ke Jake dan yang lainnya untuk bersiap di buritan dalam waktu setengah jam karena Barnes, sudah meminta bantuan ke polisi patroli laut lima belas menit sebelumnya.
.Pria bertopeng serigala mengeluarkan tanda-tanda menyadarkan diri dan Barnes langsung bangkit berdiri. Barnes menunggu pria bertopeng serigala membuka mata penuh.
Pria bertopeng serigala itu menegakkan tubuh dan langsung berteriak, "Siapa kamu?!"
Dia lalu mengedarkan pandangannya ke segala penjuru dan kembali berteriak, "Di mana gadis yang aku......."
"Lebih baik Anda rapikan dulu baju Anda, Tuan" Barnes menatap tengah pria di depannya.
"Sial!" Pria itu membenahi bajunya sambil bertanya, "Di mana gadis yang aku beli? Dan kenapa aku tidak ingat apapun saat ini?"
"Gadis yang Anda beli, Anda pukuli sampai parah. Saya terpaksa membawanya ke klinik lantai bawah. Lalu, Anda ketiduran karena Anda mengonsumsi anggur dan minum pil yang Anda bawa sendiri" Sahut Barnes.
Pria itu sontak menatap meja bundar yang ada di belakang Barnes dan berteriak, "Minggir! Aku ingin lihat meja di belakang kamu"
Barnes bergeser ke kiri dengan tenang.
Pria itu melihat tiga botol anggur kosong dan gelas berserakan di lantai kamar banyak anggur yang berceceran juga di lantai kamar. Pria bertopeng serigala itu langsung mengumpat kesal, "Sial! Pil? Pil apa yang aku minum?"
"Saya tidak tahu. Anda mengambilnya dari saku baju Anda"
"Sial!" Pria bertopeng serigala itu kembali mengumpat kesal.
"Ini sudah setengah jam lebih. Anda saya persilakan keluar dari kamar ini" Barnes berjalan ke pintu dan membuka pintu lebar-lebar.
Pria itu terus memijit pelipisnya dan berjalan menuju ke pintu keluar dan keluar. Barnes langsung menutup dan mengunci pintu itu, lalu berkata, "Keluarlah!"
Gadis belasan tahun yang Barnes selamatkan keluar dari bawah ranjang dan saat ia berdiri di depan Barnes, ia berkata, "Terima kasih banyak. Apa yang harus saya lakukan untuk membalas budi baik Anda, Tuan?"
"Nggak usah balas budi. Ini sudah tugasku menyelamatkan orang siapa pun itu dan kebetulan itu kamu. Aku juga punya Putri. Kamu mengingatkan aku sama Putriku. Tapi, Putriku udah menikah"
"Sekali lagi, saya ucapkan banyak terima kasih"
Barnes lalu berkata, "Aku harus keluar dari kamar ini untuk menyelamatkan kita semua. Kamu tunggu di sini! Setelah aku keluar, kamu langsung tutup dan kunci pintunya!"
"Baik!"
Barnes langsung melesat keluar menuju ke buritan kapal.
__ADS_1
Jake dan yang lainnya sudah menunggu dia di sana. Tidak begitu lama, kapal patroli laut membunyikan sirene dan pengeras suara kapal tersebut meneriakkan, "Berhenti! Kami akan periksa kapal kalian!!!!"
Tepat jam delapan malam, Noah pulang ke rumah dan langsung disambut oleh Dito. Dito langsung melompat ke dalam pelukannya Noah dan berkata, "Dito kangen banget sama Om Noah"
Noah mengajak Dito berputar dan berkata sambil tergelak geli, "Om juga kangen banget sama Dito"
Dito berkata sambil menangkup pipinya Noah, saat Noah berhenti berputar, "Tante Tari tadi main game sama Dito"
"Terus?" Noah tersenyum lebar ke Dito yang masih mengakui kedua pipinya.
"Terus Tante Tari kalah" Dito menatap lekat kedua bola matanya Noah.
"Terus?" Noah melebarkan senyumannya.
"Terus Tante Tari ngambek. Merengut terus. Dito merasa bersalah, Om. Maafkan Dito"
Noah mencium kening dan kedua pipinya Dito dan berkata, "Tante Tari lagi Hamil. Jadi, lebih sensitif dari biasanya. Om yang harusnya meminta maaf sama kamu"
"Sama-sama Om. Tante Tari dan Dito juga udah baikan, kok. Udah nonton kartun bareng tadi. Dito cuma berpikir kalau Dito juga perlu meminta maaf sama Om Noah"
Noah kembali mencium pipi Dito dan berkata, "Anak pintar. Kamu udah makan?" Tanya Noah.
Dito berkata, "Sudah" Sambil merosot turun ke lantai.
"Lalu, Tante Tari mual sama muntah nggak pas makan nyium kaosnya Om?". Noah berjongkok di depan Dito.
"Nggak mual dan nggak muntah. Kaos Om Noah ajaib bisa bikin Tante Tari nggak mual dan nggak muntah" Dito meringis ke Noah.
Noah mengedarkan pandangannya ke segala penjuru lalu bertanya, "Oma Amanda sama Oma Bryna mana?"
"Pergi sama Om Hemi beli camilan yang diminta sama Tante Tari"
"Lho, lho, lho, disuruh jaga Tante Tari kok malah pergi belanja sama Mama? Dasar Hemi, ya" Noah menggelengkan-gelengkan kepalanya.
Dito mencium pipi Noah dan berkata, "Dito ke kamar dulu, ya, Om. Mau mengerjakan tugas sekolah. Dito, kan, udah mulai sekolah di rumah hari ini"
Noah mengusap pucuk kepalanya Dito dan sambil bangkit berdiri dia berucap, "Oke, anak pintar"
Sesampainya di kamar, Noah menemukan Batari tidur meringkuk dengan memeluk kaosnya. Noah bergegas mandi karena ia ingin segera memeluk istri dan anaknya yang ada di dalam rahim istrinya kecilnya yang ikut dan cantik.
__ADS_1
Silvia meradang mendengar kapal pesiar yang berisi bisnis yang menghasilkan banyak uang, ditangkap oleh patroli laut. Silvia menggeram kesal, "Sepetinya aku harus segera bikin perhitungan dengan semua orang yang ada hubungannya dengan Barnes Adiwilaga Darmawan.
Jake menelpon Bryna, "Aku, Barnes dan tim yang bertugas di Jerman di kapal pesiar, akan pulang lusa. Misi kami sukses besar"
"Syukurlah. Kami menunggu kepulangan kalian. Terus berhati-hatilah" Sahut Bryna.
"Ada Apa?" Amanda menoleh ke jok belakang untuk menatap Bryna.
"Misi sukses besar. Jake dan kawan-kawan akan pulang lusa" Sahut Bryna.
"Syukurlah" Sahut Amanda dan Nehemia secara bersamaan.
Noah melompat ke atas kasur dia langsung mengelus perutnya Batari dan mencium perut itu sambil berkata di sana, "Makasih, ya, Nak, kamu nggak rewel dan menjaga Mama dengan baik selama Papa bekerja"
Noah lalu merebahkan diri di sampingnya Batari dan dia tersenyum bahagia menatap wajahnya Batari yang justru semakin terlihat cantik saat tertidur pulas. Noah mengusap pelan buku mata Batari yang lentik, lalu menyusuri hidung Batari yang mungil sampai ke ujungnya. Dia mengecup ujung hidung Batari lalu ia mengusap bibir Batari dengan ibu jarinya. Bibir istrinya yang merekah manis kembali mengundang Noah untuk mengecapnya lagi. Noah mencium lembut bibir ranum bagaikan buah strawberry dan terasa sangat manis bagaikan jelly itu dengan intens.
Batari membuka matanya dengan malas dan saat ia menyadari suaminya mencium bibirnya, Batari langsung meladeninya.
Beberapa menit berikutnya, Noah dan Batari saling menarik wajah untuk mengambil napas. Dada keduanya naik turun dan debaran jantung mereka sama kencangnya.
"Katanya pulang cepet. Jam segini kok baru sampai rumah" Batari langsung merengut di depan Noah
Noah tersenyum geli dan sambil mengusap rambutnya Batari, ia berkata, "Besok aku akan pulang sore kayak orang kantoran biasa"
"Kok bisa? Kata Danny, pasukan khusus kayak kalian nggak bakalan bisa pulang sore. Papaku dulu juga nggak pernah pulang sore" Sahut Batari sambil memeluk pinggang Noah.
Noah mengelus punggungnya Batari dan berkata, "Mulai besok, aku akan menyusup ke kantornya Nehemia. Aku akan bekerja di sana bersama Lopez"
Batari langsung menegakkan tubuhnya untuk menatap Noah dan bertanya, "Kenapa?"
"The Rat ada di kantornya Nehemia"
"Hah?!" Batari tersentak kaget. Lalu berkata, "Bahaya dong kalau gitu"
"Hmm* Sahut Noah. "Makanya aku dan Lopez harus bergerak cepat menangkap The Rat"
Batari lalu menatap Noah dengan tatapan penuh arti.
"Ada apa? Wah, asli aku takut kalau kamu menatapku kayak gitu" Noah langsung menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal.
__ADS_1
Batari mengelus perutnya dan berkata dengan suara menirukan suara anak kecil, "Pa, ku pengen ikut Papa kerja. Kalau di kantor, kan aman. Aku bosan di rumah terus, hehehehehe"
Noah langsung menarik rahang bawahnya lebar-lebar.