
Pangeran Abiyu, tersenyum dan bergumam, "Aku akan minta penjelasan ke kamu nanti" Lalu ia menelepon asistennya dan di saat asistennya mengatakan, "Sudah siap, Pangeran" Pangeran Abiyu segera bangun dan setelah memakai kembali semua bajunya, ia menuju ke balkon dan setelah mendarat di atas rumput hijau nan asri, dai langsung melesat berlari menuju ke gerbang belakang. Sesampainya di depan pos penjaga istana utama yang ada di gerbang belakang, pangeran Abiyu langsung berkata, "Buka gerbangnya!" Dan tanpa banyak tanya, penjaga istana utama langsung membuka pintu gerbangnya.
Pangeran Abiyu langsung masuk ke dalam mobil yang sudah menjemputnya.
Putri Amina memberanikan diri untuk keluar dari dalam kamar mandi dan dia langsung menghela napas lega saat ia tidak menemukan pangeran Abiyu di atas ranjang. "Syukurlah ia sudah pergi" Gumam putri Amina sembari mengelus dadanya.
Sementara itu, nun jauh di sana, John Murray, nama asli pembunuh berantai musuh bebuyutannya Barnes Adiwilaga Darmawan, tengah mengobati sahabatnya dan dia bertanya ke dokter yang merawat sahabatnya itu, "Kapan Arka akan sadarkan diri, Dok?"
"Mungkin sebentar lagi. Pangeran Arka sudah mulai menggerakkan jari jemarinya. Mungkin. beberapa hari lagi, dia akan sadar" Ucap sang dokter.
John Murray tersenyum puas lalu berkata, "Syukurlah. Jika Arka sadar, aku bisa mulai melanjutkan aksi balas dendamku ke Barnes Adiwilaga Darmawan dan timnya"
Noah Baron yang masih harus berperan menjadi pangeran Arka Bhadrika Wahyatma, langsung dicerca habis-habisan oleh Ratu Ambika.
"Ke mana aja, kau?! Berani kau menghilang dari Felix? Kalau terjadi apa-apa pada kamu, gimana? Kamu baru aja lolos dari maut, apa kau sudah lupa, hah?!" Ratu Ambika bersedekap dan mendelik ke cucu kesayangannya, lalu Ratu Ambika kembali berkata, "Dan kamu, meninggalkan Istri kamu di kamar sendirian? Kamu tahu betapa pentingnya momen malam pertama kamu dengan Istri kamu demi............"
"Maaf, Nek. Aku capek banget. Aku butuh mandi" Cucu kesayangan Ratu Ambika itu langsung berlalu pergi begitu saja meninggalkan Ratu Ambika yang masih merah padam karena kesal.
Pelayan pribadinya putri Amina masuk ke kamar dan berkata, "Putri, Pangeran Arka menuju ke sini"
"Baiklah. Kau Keluarlah sekarang juga!" Sahut Putri Amina.
Setelah pelayan pribadinya berlari keluar dari dalam kamar, putri Amina, putri Amina langsung meringkuk di dalam selimut dan memunggungi pintu.
Tepat di saat pintu kamar terbuka dan suaminya bertanya, "Kamu bangun apa masih tidur?" Putri Amina langsung melancarkan aksi isak tangisnya.
__ADS_1
Noah Baron berdiri mematung di depan pintu. Nalurinya berkata kalau dia tidak tega melihat seorang wanita menangis, namun kesadarannya mengingatkan dia kembali untuk tidak mendekati putri Amina, karena dia sudah memiliki Istri yang sangat ia cintai. Alasan lain yang membuat dia tidak melangkah mendekati istrinya pangeran Arka, karena ia tidak ingin bersin-bersin terus.
Putri Amina langsung mengangkat tubuh beberapa senti ke atas dan langsung memutar tubuhnya untuk melihat suaminya saat ia tidak mendengar langkah suaminya mendekatinya.
"Kamu baik-baik aja ternyata Syukurlah"
Putri Amina langsung bangun dan duduk di atas kasur dengan mendelik, ia langsung memekik, "Baik-baik saja?! Kamu.....ah, maaf, Anda tidak melihat saya menangis?"
"Hanya menangis itu biasa. Kamu terlalu melebih-lebihkan"
"Apa kamu........eh, Anda ingin saya bunuh diri?"
Noah tersenyum tipis dan berkata, "Aku rasa kau tidak akan berani untuk bunuh diri. Kau terlalu mengagungkan posisi kamu sebagai seorang putri yang anggun dan bijaksana, jadi aku rasa, kau tidak akan berani untuk bunuh diri Aku mau mandi" Noah Baron langsung membelokkan badannya ke kanan menuju ke kamar mandi.
Noah Baron keluar dari dalam kamar mandi dengan memakai jubah mandi. Dia melirik istrinya pangeran Arka masih duduk di atas kasur, lalu ia segera masuk ke kamar ganti untuk ganti baju dan segera berangkat ke kantor.
Ketika Noah telah selesai memakai semua outfitnya pangeran Arka di tubuhnya, Noah tersentak kaget saat pinggangnya dipeluk dan suara putri Amina, "Saya sudah tahu rahasia Anda agar tidak bersin saat saya mendekati Anda, Pangeran"
Noah sontak mengurai gelungan lengannya putri Amina di pinggangnya dan melangkah maju beberapa langkah sambil menggeram, "Jangan pernah menyentuhku tanpa ijin dariku!" Lalu Noah berbalik badan dan berlari kecil meninggalkan kamar ganti dan meninggalkan putri Amina begitu saja.
Putri Amina langsung berjongkok di kamar ganti dengan wajah merah pada menahan marah dan kedua tangannya mengepal erat. Putri cantik itu kemudian bergumam, "Lihat saja nanti, Pangeran, aku akan membuatmu naik ke ranjangku tanpa aku minta. Lihat saja nanti"
Noah melangkah lebar melewati ruang makan dan mengabaikan teriakan ratu Ambika yang memanggilnya untuk sarapan. Noah langsung berlari kecil dan Felix bergegas mengikuti langkah lebar junjungannya menuju ke mobil.
Noah bergidik ngeri dan refleks menoleh ke Felix, "Amina itu wanita yang seperti apa?"
__ADS_1
Felix yang tengah mengemudikan mobil tersentak kaget dan langsung menoleh sekilas ke junjungannya dengan tanya, "Kenapa Anda bertanya seperti itu, Pangeran?"
"Dia tadi hampir memerkosa diriku, hiihhhh!!!!! mengerikan benar wanita itu. Aku benci wanita macam itu" Ucap Noah sambil menggedikkan kedua bahunya.
Felix kembali menoleh sekilas ke junjungannya dan berkata, "Kenapa bisa memerkosa Anda? Anda,kan,suaminya?"
"Aku suaminya Batari Abar Darmawan. Aku bukan suaminya Amina, cih! Enak aja!" Noah mendelik ke Felix dan Felix langsung menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah konyol junjungannya.
Barnes langsung menemui Amanda dan memeluk istri tercintanya, "Putri kita baik-baik saja, Sayang"
Amanda mengelus punggung suaminya dan berkata, "Makasih, Mas. Mas, udah menemui Putri kita dan memastikan kalau putri kita baik-baik saja"
"Aku akan lakukan apapun untuk Istri dan anakku" Sahut Barnes. Barnes lalu mencium pucuk kepala istri tercintanya dan berkata, "Aku mandi dulu"
"Aku akan siapkan sarapan" Sahut Batari, laku ia mencium pipi kanan suaminya dan berlari kecil meninggalkan Barnes.
Barnes terus mengelus pipi kanannya dengan senyum senang setelah ia menerima ciuman dari istrinya di pipi kanannya. Barnes melangkah ke kamar mandi dengan terus mengelus pipi kanan dan mengulas senyum girang di wajah tampannya.
Setelah membersihkan diri dan sarapan dengan istri tercintanya, Barnes segera ke ruang kerjanya untuk berkoordinasi dengan timnya, membahas mengenai the white mask, John Murray, musuh bebuyutannya Barnes Adiwilaga Darmawan dan The Five Jays.
Untuk membunuh rasa bosannya tinggal di pulau pribadi, Batari membunuh rasa bosannya dengan belajar memasak di dapur. Batari girang bukan main saat chef andalan keluarga kerajaan Wahyatma bersedia mengajari Batari membuat kue.
Sementara itu Noah Baron mulai merasakan kalau dia benar-bener adalah Noah Baron karena, ia sama sekali tidak menyukai tata Krama kerjaan, tidak menyukai aturan yang ada dan tidak menyukai rumitnya dunia bisnis. Alhasil, di dalam rapat, Noah Baron yang masih dipandang sebagai Pangeran Arka, berkirim pesan dengan Batari daripada menyimak rapat bisnis yang tengah berlangsung di depannya.
Abiyu yang juga hadir di rapat tersebut, terus memperhatikan gerak gerik kakak tirinya dengan wajah curiga.
__ADS_1