
Nehemia kembali ke ruang kerjanya dan memilih untuk menenggelamkan dirinya di dalam pekerjaannya alih-alih menyuruh asisten pribadinya untuk membelikan rokok.
Silvia melangkah turun dari rooftop dan dia memutuskan untuk tidak mengganggu Nehemia lagi. Wanita cantik nan elegan itu berpikir bahwa ia sudah cukup membuat Nehemia memperhitungkan kembali keberadaanya di sekitar Nehemia.
Silvia kemudian melajukan mobilnya menuju ke penjara. Dia menemui John Murray.
Beberapa menit kemudian, Silvia dan John Murray duduk berhadapan di sebuah ruangan sempit, namun cukup terang dan bersih.
"Kapan kau sampai?" Tanya John Murray.
"Aku sudah lama balik ke sini dan menyusup ke kediamannya Noah Baron menjadi salah satu pelayan di sana" Sahut Silvia.
"Kau memang sangat cerdas dari dulu adik tiriku yang cantik" Sahut John Murray dengan seringai khasnya.
Silvia tersenyum tipis, lalu berkata, "Itu karena aku punya kakak tiri yang cerdas"
"Aku akan mengorbankan diriku dengan mengaku bahwa aku adalah The White Mask sekaligus The Rat agar kamu bisa meneruskan bisnis narkoba kamu. Apakah kau tahu kalau nama The Rat ditakuti semua orang dan menjadi buronan Internasional melebihi The White Mask?" John Murray memajukan wajahnya untuk berbisik di telinganya Silvia.
Silvia tersenyum lebar dan berkata, "Terima kasih, Kak untuk pengorbanan kamu ini. Namun, dengan sekuat tenaga aku akan terus berjuang agar Kakak tidak dijatuhi hukuman mati dan aku juga akan merebut Dito dari Noah Baron. Aku akan membesarkan Dito menjadi Putra yang bisa kamu banggakan"
John Murray menarik wajahnya dan saat ia menyandarkan dirinya ke kursi, dia tersenyum lebar, lalu berkata, "Terima kasih adik tiriku yang cantik"
Beberapa menit kemudian, Silvia sudah melajukan mobilnya di panasnya aspal dan sambil tersenyum lebar ia bergumam, "Aku akan membuat Nehemia melupakan Batari Putri Darmawan dengan cara menculiknya sampai aku bisa menikahi Hemi, nanti. Hahahahahaha, dasar Hemi bodoh! Dia pikir aku tidak akan pernah tahu siapa wanita yang ia cintai. Dan Noah Baron, kau akan membayar mahal semua perbuatanmu karena, kau sudah mengacaukan semuanya"
Noah membenamkan bibirnya ke bibir ranum milik istri cantiknya. Noah terus meraup bibir merah menggodanya Batari itu dengan gairah yang begitu besar, mendesak keluar dan menuntut untuk segera dipuaskan.
Adrenalin melaju kencang di dalam darahnya di saat Noah membaringkan Batari dengan pelan di atas ranjang dan dia memeluk Batari dari arah belakang. Noah menangkupkan telapak tangan besarnya di titik kenyal dan mencari puncaknya, Noah memainkan puncak itu dengan ibu jarinya sambil terus menciumi leher, pundak dan punggung polosnya Batari.
Batari berbalik badan, lalu ia mengajak Noah untuk duduk di tepi ranjang. Dia kemudian duduk di pangkuannya Noah dengan posisi membelakangi Noah. Di saat Batari mulai bergerak, Noah mengerang, "Oh Tuhanku kau sungguh luar biasa"
Batari terus bergerak sambil berkata dengan napas menderu, "Apa aku ini Tuhan kamu?"
__ADS_1
"Entahlah. Aku tidak bisa berpikir saat ini, Sayang. Jangan tanya soal apapun! Aaahhhh!!!!! Tari!!!!!!! Kau berhasil mengacaukan pikiranku"
Batari terus bergerak dan dia tiba-tiba berhenti untuk bertanya, "Sepetinya kita lupa mengunci pintu kamar kita, Sayang"
"Sial! Persetan dengan kuncinya, teruskan Sayang, jangan berhenti!" Noah memegang kedua pinggulnya Batari dan menggerakkannya.
Batari terkekeh geli dan ia kembali bergerak dengan liarnya. Gerakan Batari membuat Noah benar-benar tak berdaya dan pria gagah dan kekar itu melemas di dalam erangannya.
Saat pintu kamar diketuk dan ada suara Santo yang berteriak, "Bos! Makanan sudah siap!"
Noah sontak berteriak, "Aaaahhh!!!! Sial!!!!!! Enyahlah kau Santo!!!!!!!"
Santo mengernyit dan refleks ia menempelkan. telinganya ke daun pintu. Kemudian Santo berteriak, "Maafkan aku, Bos! Teruskan saja! Menangkan permainannya!!!!!!" Santo lalu pergi meninggalkan pintu kamarnya Noah dengan bergumam, "Dasar pengantin baru. Nggak bisa menahan diri sebentar saja" Santo kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya dan terkekeh geli.
Noah kemudian ambruk di atas kasur setelah ia dan Batari meneriakkan kepuasan mereka secara bersamaan. Batari kemudian bangkit dari pangkuannya Noah untuk berbalik badan dan tidur di atas tubuhnya Noah dan saat ia merebahkan kepalanya di atas dada bidangnya Noah, dia berkata, "Aku capek dan lapar. Kalau tidak capek dan lapar, aku akan lanjutkan ke ronde kedua"
Noah sontak menggemakan tawanya, lalu berkata, "Oke, setelah makan, aku akan lihat ronde kedua ala kamu itu yang seperti apa"
Batari langsung menepuk dada bidang suaminya sambil terkekeh geli, lalu ia mengajak Noah bangun, mandi bersama dan hanya mandi saja tidak melanjutkan ronde kedua mereka, Setelah itu mereka berjalan keluar dari dalam kamar dengan bergandengan tangan.
Batari duduk di sebelahnya Dito dan sambil tersenyum ia mengusap kepalanya Dito, lalu berkata, "Kenapa kau tanyakan itu?"
"Karena, rambut Tante Tari basah" Tanya Dito dengan polosnya.
Batari langsung menoleh ke Noah dan wajah mereka berdua langsung memerah malu.
Santo langsung menyahut, "Iya. Tante Tari habis berenang di samudera cinta"
Noah sontak mendelik ke Santo dan Batari semakin memerah wajahnya karena malu.
The Four Jays, Lopez dan Danny, sontak tertawa terbahak-bahak. Sementara Dito menatap semuanya dengan wajah bingung.
__ADS_1
Joy masuk dari arah dapur dan dia membawa nampan besar yang di atasnya ada tudung saji besar yang terbuat dari plastik.
Jorge refleks bertanya, "Apa itu?"
"Kejutan".Sahut Joy sambil meletakkan nampan besar itu dia tas meja makan.
Jordy bertanya, "Boleh aku buka sekarang?"
"Tunggu sampai aku selesai berhitung, satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, dan se.......pu.......luh!"
"Hai semuanya!!!!!" Barnes, Duscha, Jake, Bryna dan Amanda masuk dari pintu belakang dan melambaikan tangan mereka secara kompak dengan senyum lebar ke semua orang yang duduk mengitari meja makan berbentuk kotak yang terbuat dari porselen mahal dan berukuran. sangat besar.
Semua sontak bangkit berdiri dan menyambut kedatangannya Barnes, Duscha, Jake, Bryna dan Amanda dengan wajah semringah.
Duscha langsung menggamit pinggang istri cantiknya yang tombol sambil bertanya, "Kau sudah masak ayam bakar kesukaanku dan kesukaannya Barnes?"
"Itu" Joy menunjuk ke nampan besar yang masih ada tudung saji besar di atasnya.
"Dan makanan kesukaanku? Barnes dan Duscha dimasakin masakan spesial, masak aku nggak?"" Tanya Jake dengan memasang wajah iri.
Bryna langsung menepuk bahunya Jake, "Kamu itu suka segalanya. Kamu itu omnivora sejati. Joy pasti pingsan kalau harus masak untuk kamu karena permintaan kamu pasti banyak banget"
Jake langsung menggelegarkan tawa khasnya dan semuanya pun ikutan tertawa.
Nampan besar bertudung saji besar itu diletakkan tepat di depannya Noah Baron dan saat Joy mengangkat tudung sajinya, Noah langsung bangkit berdiri dan langsung melompat mundur sampai kursi yang dia duduki jatuh membentur lantai.
Semuanya refleks menatap Noah dengan wajah penuh tanda tanya dan Batari langsung berkata, "Suamiku yang gagah perkasa, takut sama ayam dan sama ayam ingkung utuh kayak gini, dia juga takut"
Noah terus melangkah mundur dan menyemburkan protes ke Joy, "Kenapa harus utuh gitu, sih, Tante ayamnya. Mana masih ada kepala dan kakinya kayak gitu, hiiihhh!!!!"
Dan di saat Noah mengerucutkan bibirnya, semuanya justru menggelegarkan tawa mereka dan Batari langsung mengangkat nampan besar itu untuk ia bawa ke dapur. Sambil berlari ke dapur ia berteriak, "Aku akan potong-potong dulu ayamnya dan akan aku sembunyikan dulu kepala ayamnya"
__ADS_1
Noah kemudian meringis.malu ke semuanya dan berkata, "Salahkan ayam jago yang pernah menyerangku waktu aku masih berumur lima tahun dan ayam jago itu membuatku berakhir di IGD dengan banyak luka di tangan dan kakiku karena patokan dan serangan jalu yang ada di kakinya"
Semua kembali menggelegarkan tawa renyah mereka.