Mister Polisi, Yes I Do!

Mister Polisi, Yes I Do!
Bahagia


__ADS_3

Satu bulan kemudian, Dito berdiri tegak di depan ujung ranjang dan tersenyum lebar di pagi hari. Cantika bangun menatap suaminya dengan wajah gembira dan wanita cantik itu langsung berdiri di atas tempat tidur lalu melompat ke Dito. Setelah melingkarkan kedua kakinya di pinggang kokohnya Dito, Cantika menciumi wajah Dito sambil berkata, "Ah, kau sudah bisa berdiri tegak Kembali, Sayang"


"Aku juga bisa berjalan sambil menggendong kamu" Sahut Dito sambil melangkah pelan dan memeluk erat Cantika.


Cantika tertawa lepas dan kembali menciumi wajah suami tercintanya sambil berkata, "Kamu kayak Rora pas belajar berjalan kalau jalanmu kayak gini, Dito"


"Itu karena kamu berat" Sahut Dito tanpa berpikir panjang.


Cantika langsung merosot turun lalu berdiri tegak di depan Dito dengan mulut mengerucut dan bersedekap.


Dito mengerutkan keningnya lalu bertanya, "Kenapa? Apa salahku?"


"Aku berat, kan? Nggak usah gendong-gendong aku lagi, cih!" Cantika langsung melangkah lebar melintasi Dito dan Dito langsung membopong istri tercintanya dari arah belakang sambil berkata, "Kamu berat karena rasa cinta kamu untuk aku besar banget, Sayang. Iya, kan?" Dito mengecup bibir istri tercintanya.


Cantika langsung mencebikkan bibirnya lalu berkata, "Dasar gombal"


Dito tertawa ngakak sambil merebahkan tubuh Cantika di ranjang dengan perlahan. Lalu, pria tampan dan gagah perkasa itu berkata sambil menoel pucuk hidung istrinya, "Aku tadi bisa berdiri tegak, bisa berjalan sambil menggendong kamu, dan sekarang aku butuh kau ajak bersenang-senang, Sayang"


Cantika terkekeh geli lalu menarik tengkuk Dito dan langsung mengajak suami tampannua berciuman.


Karena sudah satu bulan tidak bersenang-senang di atas ranjang dengan istri tercintanya, Dito menggila di pagi hari ini. Pria tampan gagah perkasa itu mengajak istri tercintanya bersenang-senang di atas ranjang dengan empat gaya.


Setelah memekikkan jerit kepuasan secara bersamaan di akhir penyatuan gairah cinta mereka yang membara di pagi hari ini, Dito membopong Cantika ke kama mandi dan mereka mandi bersama dengan kilat karena khawatir anak-anak bangun dan mencari mereka.


Beberapa jam kemudian, Dito masuk ke mobil setelah mencium pucuk kepalanya Cantika, Aurora, Mikha yang masih bayi, dan terakhir Marsha. Dito menuju ke kantornya dan Cantika menuju ke rumah orangtuanya untuk menitipkan anak-anak.


Di malam hari, Dito masuk ke kamarnya dan langsung didekap Cantika.

__ADS_1


Dito terkejut dan mengelus punggung istri tercintanya sambil bertanya, "Ada apa?"


Cantika mendongak dan menatap wajah tampan Dito sambil berkata, "Tadi ada mobil mengikuti mobilku pas aku keluar dari rumah Papa"


Dito langsung memeriksa tubuh Cantika sambil bertanya, "Kau tidak apa-apa, kan? Nggak terluka, kan?"


"Aku baik-baik saja. Kau lupa kalau aku Cantika, ya? Aku bisa dengan mudahnya lepas dari mereka" Cantika menoel pucuk hidungnya Dito.


"Ini bukan saatnya bercanda, Sayang. Kita berhadapan dengan jaringan ******* yang kejam. Kemungkinan besar mobil yang mengikuti kamu itu anggota ******* yang ingin balas dendam padaku karena aku menggagalkan niat mereka mengebom taman kota" Dito mengusap pipi Cantika.


"Iya, Sayang" Cantika lalu menggigit bibir bawahnya dan menatap Dito dengan sorot mata penuh arti.


"Apa ini? Apa mau kamu sekarang?"


"Aku selalu bergairah kalau melihat kamu serius seperti ini. Kau seksi Sayang pas serius kayak gini. Aku menginginkanmu" Cantika berucap sembari membuka ritsleting celana Dito lalu menyusupkan tangannya di sana.


"Sudah. Kita bebas merdeka sekarang" Ucap Cantika dengan senyum nakal.


Dito menarik tengkuk Cantika dan mengajak Cantika berciuman untuk membungkam erangannya sendiri karena jari jemari Cantika terus bergerak liar di bawah sana.


Mikha si bayi yang masih dititipkan di rumah Dito menangis kencang tepat di saat Dito dan Cantika melepaskan pekik kepuasan mereka secara bersamaan. Cantika langsung bangun dan Dito menahan dada Cantika sambil berkata, "Biar aku yang mengurus Mikha. Kau tidurlah" Dito mengecup kening Cantika laku bangun dan memakai semua bajunya sambil berlari ke kamar bayi.


Dito langsung mendapatkan semburan protes dari putrinya, "Pa! Mikha bau lagi. Kenapa Papa lama banget datangnya"


Dito tersenyum lebar, mencium pipi Aurora, lalu berkata, "Iya. Maafkan Papa. Papa akan mengurus Mikha. Sekarang balik gih ke kamar kamu dan tidurlah!"


Aurora yang pencemburu langsung berkata, "Aku tunggu Papa di kamar. Aku juga ingin diurus sama Papa"

__ADS_1


Dito mengacungkan ibu jarinya dan sambil tersenyum lebar pria tampan itu berkata, "Oke, Sayang. Setelah Mikha bobok, Papa akan ke kamar kamu"


Mikha langsung membuka, membersihkan, dan mengganti popoknya Mikha. Lalu, ia menepuk-nepuk pelan dada Mikha sambil menyenandungkan lagu Nina Bobo. Lima menit saja Dito menepuk pelan dada Mikha dan menyanyikan lagu Nina Bobo, Mikha sudah jatuh ke alam mimpi.


Dito kemudian membuang popok kotor ke tempat sampah yang ada di depan rumah sembari mengamati situasi di luar ruangnya. Dia lega karena tidak ada satu mobil pun di dekat rumahnya. Lalu ia bergegas masuk kembali dan tak lupa mengunci pintu rumah rapat-rapat. Pria tampan itu langsung melesat cepat ke kamar putri tercintanya.


"Kok, lama, Pa?" Aurora merengut dan bersedekap di atas ranjangnya.


Dito duduk di tepi ranjang dan langsung rebah di sebelah Aurora sambil berkata, "Ssstttt! Marsha masih bobok. Jangan berisik!" Dito lalu mencium pipi Aurora.


Aurora langsung merebahkan kepala mungilnya di dada papa tampan yang sangat ia cintai sambil berkata, "Sekarang ceritakan dongeng untukku, Pa!"


"Iya, baik, Tuan Putriku" Dito kemudian menceritakan sebuah dongeng sambil menepuk-nepuk pelan punggung tangan Aurora yang ada di atas dadanya. Tentu saja dongeng yang Dito ceritakan ke putri tercintanya adalah dongeng karangannya sendiri karena seharian ini dia tidak ada waktu membaca buku cerita dongeng.


Dito hanya butuh bercerita selama lima menit saja. Setelah melihat Aurora tidur lelap, Dito bangun dengan perlahan lalu menyelimuti tubuh mungil putri tercintanya setelah itu ia berjingkat pelan keluar dari kamarnya Marsha dan Aurora dan menutup pintu kamar itu tanpa mengeluarkan suara.


Saat Dito hendak kembali ke kamarnya, terdengar suara tangisannya Mikha. Dito langsung berlari ke kamar bayi dan langsung membuatkan susu untuk Mikha sebelum tangisannya Mikha menjadi lebih kencang dan membangunkan seisi rumah.


Dito menyusui Mikha dengan dot bayi sambil duduk di balkon lantai dua rumahnya. Semua kamar memang sengaja dibuat oleh Dito di lantai dua agar lebih luas. Dito menyusui Mikha yang ia pakaikan baju hangat di balkon selain untuk mendapatkan udara segar dia juga mengamati kondisi di sekitar rumahnya.


Tiba-tiba Dito bangkit berdiri dan langsung berlari keluar dari kamar bayi sambil menggendong Mikha. Dito lupa merebahkan Mikha kembali ke box bayi saking kagetnya melihat ada mobil polisi dan ambulans datang di blok D perumahan elite yang ia tinggali.


Dito berjalan dari blok A menuju ke blok D sambil menunduk, "Sial! Kenapa aku ajak Mikha keluar? Ah, nggak papa paling cuma bentar aja" Dito kemudian mencium wajah Mikha dan berkata ke Mikha yang tengah menatapnya, "Maafkan Om ajak kamu jalan-jalan semalam ini. Untung saja Om nggak lupa memakaikan baju hangat ke kamu. Bentar aja, kok, Om cuma mau memeriksa ada kejadian apa di blok D"


Seolah mengerti apa yang Dito ucapkan, Mikha menggerak-gerakkan kedua kakinya.


Dito tersenyum lebar ke Mikha dan berkata "Good Boy"

__ADS_1


__ADS_2